
Setelah sampai rumah Lisa mereka langsung ke atas membersihkan tubuh dan bersiap tidur .
Rey yang baru naik ke kamar juga melakukan hal yang sama .
Saat Vina , Rara dan Lisa bersiap nonton drakor, tiba tiba ponsel Rara bergetar tanda ada pesan masuk
Kak Rey
Temui aku sekarang . Aku tunggu di balkon atas .
Rara
Baik
Setelah mendapatkan pesan Rara pamit ke Lisa dan Vina untuk menemui Rey yang ada dibalkon lantai tiga .
Waktu yang masih menunjukan pukul 11 malam membuat Rara ketakutan dan akhirnya kembali ke kamar .
" Ngapain balik lagi Raa ? gak jadi ? " Tanya Vina
" Anterin gue , takut gue " Ucap Rara ke arah Lisa dan Vina
" Hahahhaa , tumben loe punya rasa takut " Ucap Lisa yang langsung berdiri mengantar Rara
Setelah sampai Lisa dan Vina kembali ke kamar . Disana Rara melihat Rey duduk di balkon di temani minuman kaleng yang tersedia di mejanya .
Rara melangkah ragu, entah karena sudah lama saling diam dengan Rey membuat dia canggung . Padahal dulu mereka sedekat itu .
Rara duduk di samping Rey yang menatap arah depan
" Hai " sapa Rey
" Hmm . Hai " jawab Rara
" Kamu apa kabar ? " tanya Rey
" Baik " jawab Rara berusaha tenang .
" Hmm , maaf menggangumu malam malam " Ucap Rey
" Its Oke , ada apa ? " tanya Rara to the point . Berdua dengan Rey seperti ini membuatnya canggung .
" Aku mau minta maaf atas sikapku akhir akhir ini " Ucap Rey
" Tidak masalah, aku sudah melupakannya " Jawab Rara
" Maaf karena tiba tiba aku mengindarimu " Ucap Rey menatap ke arah Rara
" Boleh aku tau apa kesalahanku ? " Jawab Rara datar
" Bukan kamu yang salah, tapi aku " Jawab Rey
Rara yang mendengar itu hanya mengerutkan dahi .
" Maksudnya ? " Tanya Rara
" Aku mau jujur sesuatu sama kamu, entah nanti apa tanggapan kamu aku terima " ucap Rey . Rara tidak menjawab hanya berdehem pelan
__ADS_1
" Kalau boleh aku jujur , sudah lama aku memendam perasaan sama kamu Raa . Aku diam diam mencintai kamu, mengagumi sosok pribadi dalam dirimu, dan aku berharap suatu saat kamu akan mengerti .
Tapi rasa cintaku mengalahkan rasa takutku, aku takut setelah kamu tau semuanya , kamu akan berubah dan menjauhiku .
Dari sebelum kamu dengan Al, sampai saat ini perasaaanku tetap sama . Karna rasa takutku aku harus kalah sebelum berjuang .
Setelah kedekatan kita , aku pikir kamu bisa merasakan tapi ternyata aku salah, kamu lebih nyaman saat bersama Daniel dan lagi lagi aku kalah sebelum berjuang .
Aku kecewa dengan diriku sendiri hingga aku memilih menghindarimu , berharap setelah aku menjauh aku bisa melupakanmu ternyata aku salah .
Maafin aku Raa, beri aku waktu untuk menghapus semuanya . Aku mengikhlaskanmu dengan Daniel, semoga Daniel bisa membuatmu bahagia " Ucap Rey panjang lebar
Deg . Rara yang mendengar itu mendadak lidahnya kelu .
" Kenapa ? " Tanya Rara
" apanya Raa ? " Tany Rey balik
" Kenapa kamu lakuin ini sama aku ? " Tanya Rara
" Aku minta maaf Raaa " Jawab Rey menunduk
" Huh . Asal kamu tau, aku bukan anak kecil yang tidak bisa merasakan semua perhatian kecil dan kasih sayangmu selama ini . Aku tahu kamu menyimpan perasaan padaku, aku tahu diam diam kau memperhatikanku lebih dari perhatian kepada seorang adik .
Dulu setelah berpisah dengan Kak Al , aku nyaman dan seiring kebersamaan kita aku pun mulai menyukaimu .
Aku menunggu kak , Lama .
Aku menunggu kamu untuk mengungkapkan semua padaku .
Bahkan beberapa kali aku menolak laki laki lain demi kamu ,
Kamu seolah menciptakan status kita hanya sebagai teman .
Saat aku bahagia dengan semua perhatianmu,
Tapi sejurus kemudian aku harus menelan kecewaan saat tanpa sengaja beberapa kali aku melihatmu tertawa dengan wanita lain di luar sana .
Bahkan aku melihat foto kalian begitu mesra di sosial media miliknya .
Lalu apa maksud perhatianmu selama ini kak ?
Sejak saat itu aku mulai sadar diri,
Sepertinya kamu hanya menyayangiku sebagai adik seperti kepada Vina dan Lisa .
Dan aku memutuskan untuk membuka kembali hatiku, hingga akhirnya Kak Daniel datang untuk menghapus semua kesakitanku .
Bahkan dia sering meminjamkan bahunya untukku bersandar,
dan tangannya yang selalu menghapus air mataku .
Kalau kamu mau tahu seberapa rapuhnya aku saat itu, kamu bisa bertanya Kak Daniel .
Dia yang tau semuanya, bahkan dia yang membawaku pergi saat terakhir aku melihatmu memeluk mesra orang lain .
Tapi kenapa setelah aku bersama Kak Daniel , kau seolah menjadi pria yang paling tersakiti ?
__ADS_1
Kau menghindariku tanpa aku tau kesalahanku !!
Bahkan berbulan bulan kau mengacuhkanku ?
Apa salahku kak ?
Kenapa lagi lagi aku harus menangis karena Mu .
Aku juga ingin bahagia seperti kamu "
Tangis Rara pecah saat mengungkap semua kesakitannya atas Rey selama ini .
Dibalik tembok Vina dan Lisa mendengar semua , karena mereka penasaran dengan obrolan Rey dan Rara dan memilih kembali untuk menguping diam diam .
" Kasihan banget si Rara " ucap Vina
" Iya vin , selama ini gue kira kak Rey yang paling tersakiti disini ternyata Rara yang selalu memendam sendiri kesakitannya " Jawab Lisa dengan air matanya
" Bahkan dia gak pernah cerita ke kita " Ucap Vina berpelukan dengan Lisa
Sedangkan Rey yang mendengar itu hatinya tercekat, dia tidak menyangka bahwa kesakitan Rara karena dirinya .
Rey tidak menyangka bahwa Rara pernah mencintainya sedalam itu .
Rey berdiri dan membawa Rara kedalam pelukannya , tubuh Rara bergetar hebat dalam pelukan Rey .
Rey merasa bodoh sebagai laki laki , dia selama ini merasa tersakiti tanpa melihat betapa hancurnya Rara saat melihatnya tertawa dengan wanita lain diluar sana .
" Maafin aku Raa , Maaf atas semua kebodohanku " Ucap Rey dengan segala penyesalannya
Rara tidak bisa menjawab , bahkan tangisannya semakin menjadi mengingat itu semua .
Setelah merasa tenang, Rara melepas pelukannya dan memilih duduk kembali mengabaikan Rey yang masih berdiri di depannya .
" Sekarang apa maumu kak ? " Tanya Rara
Rey berjongkok di depan Rara yang sedang duduk , dia menangis di atas paha Rara .
Tangan Rara mengelus rambut Rey yang kini berada di atas kakinya .
Rara melihat jelas penyesalan di mata Rey saat ini .
" Bangun kak " Ucap Rara
" Maaf Raa , Maafin aku , aku menyesal Raa " Ucap Rey dengan mata yang memerah karena menangis
" Semua sudah terjadi kak " Ucap Rara
" Aku berharap setelah ini kamu bisa bahagia dengan Daniel, semoga Daniel tidak akan menyakitimu seperti aku " Ucap Rey menggenggam tangan Rara yang mulai terasa dingin
" Sayangnya dia sudah menyakitiku kak, dia sama seperti Kak Al " ucap Rara dengan tawa mirisnya
" Kenapa ? Dia menyakitimu ? " Tanya Rey memancing Rara
" Ya , dia mengabaikan keberadaanku selama satu bulan tanpa kabar . Dia membuatku menunggu, sedangkan di luar sana dia sedang asik berkabar dengan wanita lain . Miris ya kak ? Sepertinya aku tidak percaya lagi dengan cinta . Bulshit !! " Ucap Rara menatap datar ke depan
**
__ADS_1
Happy Reading