
Semenjak kesalahpahaman waktu itu, kamu seperti sengaja menjaga jarak dengan aku Raa.
Aku tahu ini juga salahku, aku yang terlebih dahulu menghindarimu, tapi melihatmu menangis di depanku membuat aku merasa sakit.
Pura pura bersikap biasa denganmu kenapa harus sesakit ini , aku seperti orang asing yang ada di depanmu .
Ingin rasanya seperti dulu, kedekatan kita tak berjarak meskipun aku harus memendam perasaan yang dalam padamu .
Kini memang semua terasa berbeda, semua tak lagi sama .
Aku masih dengan hatiku , sedangkan kamu sudah dengan hati yang lain .
Terimakasih sudah mengijinkan aku mencintaimu, biarkan rasa ini yang masih terus bertahta di hatiku . Batin Rey menjerit
"Balik yuk kak, ngantuk aku " ajak Lisa ke Rey
"Yuk lah ,gue juga udah ngantuk Lis " jawab Vina
" Lo jadi nginep rumah gue gak Raa ?" tanya Lisa ke Rara yang kini sudah mulai tenang
"Iya Lis, tapi gue masih belum mau balik, suntuk banget gue" Ucap Rara
"Gue balik duluan ya, sumpah ngantuk parah gue" ucap Lisa
"Iya Lis, nanti gue langsung kerumah lo" Jawab Rara
"Gue juga balik deh, udah gak enak hati gue pengen marah mulu bawaannya " ucap Vina yang masih kesal dengan Axel
"Iya udah sana pulang sama Lisa, ntar gue nyusulin" Ucap Rara
"Terus lo balik sama siapa? " tanya Vina dan Lisa barengan
"Gampang lah gue, nanti naik taxi juga bisa" Jawab Rara
"Lo gak takut apa malem malem naik Taxi, " tanya Vina
"Gue beraniin Vin, dah sana ngomong mulu kapan pulangnya," ucap Rara
"Kamu pulang sama Raffa aja Raa, kakak nganter Lisa sama Vina pulang duluan . Gak baik perempuan malam malam naik taxi" ucap Rey memberi solusi
" Gak kak, gak enak sama kak Raffa" jawab Rara memandang Raffa
"Nanti kamu sama aku aja Raa, mana tega aku membiarkan kamu galau disini sendiri hehe" jawab Raffa selengekan seperti biasanya
" Yaudah gue balik dulu Raf, yuk Raa kakak dulu yaa." ucap Reu
"Gue sama Vina duluan jangan malem malem lo," ucap Lisa
"Iya, hati hati ya kalian" jawab Rara dengan senyum
"Kakak balik dulu ya Raa, kakak tunggu dirumah" Bisik Rey di dekat telinga Rara . Rara hanya tersenyum tanpa menjawab
Setelah kepergian Rey, Lisa dan Vina, kini tinggal Rara berdua di Caffe sama Raffa.
Suasana hati Rara sudah lebih baik , sudah lebih tenang .
__ADS_1
"Mau pindah atau masih mau disini Raa? tanya Raffa sembari makan kentang goreng miliknya
"Ke Danau yuk kak" Ajak Rara
"Oke, kemanapun kamu mau" Jawab Raffa
Pribadi Raffa yang hangat dan santai membuat Rara tidak canggung . Sifat Rey dan Raffa hampir sama, tapi Raffa terkenal dingin jika dengan orang lain.
Mereka berdua pergi ke Danau pinggiran kota, tempat yang selalu Rara kunjungi saat lagi suntuk ataupun sedih seperti saat ini .
Tempat ini juga yang pernah di datangi bareng Rey dulu .
Mereka berdua duduk tanpa Alas, seolah menyatu dengan Alam .
Raffa yang melihat Rara sedikit kedinginan memberikan hoodie miliknya, yang kini menyisahkan kaos putih polos .
"Terimakasih Kak, kamu jadi kedinginan" ucap Rara tulus
"Laki laki harus tahan dingin Raa, biar bisa melindungi wanita yang dicintainya" ucap Raffa dengan pandangan kedepan
" Haha kamu benar kak, laki laki harus ngalah sama ceweknya biar gak kedinginan" ucap Rara menoleh ke arah Raffa yang kini di sampingnya
"Seperti yang aku lakuin saat ini" Jawab Raffa
"Bisa romantis juga ya kamu kak, kelihataannya aja pecicilan" Ucap Raffa
"Wah parah, kamu gak tahu ya Vina aja sampai kebaperan hahahahha " jawab Raffa dengan tawa kencangnya
"Iya loh, kok bisa ya? padahal Vina itu anaknya sulit di dekati loh kak " ucap Rara.
"Itu karna aku Romantis dan tampan, Iya gak Raa? " jawab Raffa
Deg ..
Jantung Raffa berdetak tak karuan, mereka berdua saling memandang dengan jarak yang dekat seperti ini.
"Kenapa kamu ngelihatin aku kayak gitu, cantik ya" ucap Rara dengan percaya dirinya
"Iya... " jawab Raffa merasa terhipnotis . Rara hanya tertawa melihatnyaa
"Kak aku boleh tanya?" ucap Rara
"Apa Raa? jawab Raffa
"Hmmm, sedalam apa perasaan kamu sama Almarhumah mantan kamu?" tanya Rara diluar fikiran Raffa
Deg..
Tiba tiba raut wajah Raffa menjadi murung, pandangan mata lurus ke depan.
"Kenapa kamu tanya gitu?" tanya Raffa dengan nada dingin
Rara yang melihat itu merasa bersalah.
"Maaf" ucap Rara sambil menunduk.
__ADS_1
Raffa mendesah pelan.
"Terlalu dalam melebihi rasa cintaku kepada siapapun, kepergiaannya membuat aku hancur dan tidak mampu menjalani hidup. Dia sudah seperti separuh jiwaku" jawab Raffa pelan
"Hmmm iya terimakasih sudah mau menjawab kak" ucap Rara merasa tidak enak
"Gak masalah, dengan begini aku sedikit lebih lega punya teman berbagi" jawab Raffa
Mereka saling diam beberapa saat menikmati angin malam yang dingin sampai akhirnya Raffa gantian bertanya
"Raa, menurut kamu aku ini bagaimana?" tanya Raffa
"Kamu baik, hangat, setia , sangat pandai memanjakan wanita meskipun sedikit cengengesan dan tampan hehe " jawab Rara dengan senyum manisnya yang memperlihatkan lesung pipinya
"Tapi banyak yang bilang aku Dingin dan membosankan" ucap Raffa
"Itu karena mereka belum mengenal kakak lebih dalam, kalau membosankan sih gak ya menurut aku , orang kakak itu asyik enak" jawab Rara ambigu
"Apanya yang enak Raa? " tanya Raffa memancing
"Kamulah kak, siapa lagi" jawab Rara lagi lagi ambigu membuat Raffa penasaran
"Kayak pernah coba aja bilang enak" Ucap Raffa mengelus rambut Rara
"Eh .. " Rara spontan memandang ke arah Raffa saat merasakan usapan lembut di rambutnya
Mereka saling melempar senyum dalam beberapa detik. Entah keberanian darimana sehingga Raffa berani duduk berdua dengan Rara seperti saat ini, padahal dia sangat tahu peringai Daniel seperti apa.
"Apa kamu bahagia Raa?" Tanya Raffa menatap mata Rara
"Tidak ada yang membuatku tidak bahagia kak, memiliki sahabat dan seorang kakak seperti kalian. Aku sangat beruntung hidupku di penuhi orang orang baik " Jawab Rara sambil memandang lurus kedepan
"Dengan Daniel" Kata Raffa memperjelas pertanyaannya
"Hmm, " sejenak Rara melempar senyum kearah Raffa.
"Aku bahagia kak, kak Daniel selalu bisa membuatku bahagia" Jawab Rara tanpa sadar meneteskan air matanya
"Tapi yang aku lihat sebaliknya, Mmmm.. mungkin aku yang salah " ucap Raffa
Lagi lagi Rara melempar senyum manisnya, sangat manis sampai Raffa terhipnotis.
"Aku masih berusaha menyelami kak Daniel, dia terlalu tertutup kak" jawab Rara
"Hmm iyaa, dia benci penghianatan" ucap Raffa tiba tiba
"Aku pun sama , Huhh sudah malam kak, balik yuk" ucap Rara
"Kamu sudah merasa lebih tenang? " Tanya Raffa
"Iya kak, terimakasih ya sudah mau menemani aku disini. Ini tempat yang selalu aku kunjungi saat lagi dalam situasi kacau ataupun sedih" Jawab Rara
"Iya sama sama, kalau butuh teman lagi kamu boleh hubungin aku" Jawab Raffa melempar senyum manis ke arah Rara
Ini yang baru Rara sadari, wajah Raffa memang sangat tampan jika dilihat dari dekat. Senyumnya manis karena memiliki gigi gisul yang sama seperti dirinya saat tersenyum . Matanya sedikit sipit dan memiliki tahi lalat kecil di samping alisnya yang tebal . Sungguh sempurna tuhan menciptakan sosok Raffa.
__ADS_1
Mereka akhirnya pulang, Raffa mengantar Rara ke kediaman Lisa.
tbc