
Daniel mengajak Rara masuk ke mobil tanpa menjalankan mesinnya , dia bingung apa yang terjadi dengan Rey dan kekasihnya itu .
" Kamu ada masalah apa sama Rey yank ?" tanya Daniel
" Aku gak tau yank , tiba tiba dia menghindariku tanpa menjelaskan apa kesalahanku " jawab Rara
" Aneh ya " ucap Daniel
" Iya , aku sudah pernah tanya sama kak Rey tapi dia hanya diam tidak menjawab yasuda aku juga diam " jawab Rara kesal
" Hmm .. Yasuda yank nanti biar aku tanya langsung sama Rey . Tidak biasanya dia bersikap seperti itu :" ucap Daniel menenangkan kekasihnya
ada yang tidak beres sama rey .
" Iya yank " jawab Rara
" Kamu mau pulang atau kita jalan dulu " tanya Daniel
" Aku mau pergi ke tepi Danau sayang, pengen cari angin disana " jawab Rara
" Yasudah ayo, lagian ini masih jam 8 " jawab Rey melajukan mobilnya
Sampai di tempat Rara dan Daniel duduk di tepi danau yang tak jauh dari rumah mereka . Di tempat ini Rara pernah menghabiskan waktu dengan Rey .
Rara bersandar di dada Daniel menikmati udara sekitar danau yang menenangkan , semilir angin yang menyelimuti mereka berdua menjadi saksi betapa dinginnya malam ini .
Daniel memeluk erat tubuh Rara dari belakang, seolah menyalurkan kehangatan untuk kekasihnya itu .
" Apa kamu bahagia " tanya Daniel berbisik di telinga Rara
" Maksudnya ?! " tanya Rara sambil menikmati pelukan hangat Daniel
" Apa kamu bahagia sama aku Raa " tanya Daniel memastikan perasaan Rara
" Kenapa kamu tanya seperti itu kak " jawab Rara
" Jawab saja , aku hanya memastikan sesuatu " tanya Daniel
" Hmm .. Aku bahagia , meskipun kita baru saja memulai tapi aku tidak ingin ada akhir denganmu . Aku mencintai kamu kak, apa kamu ragu sama aku ? Atau kamu yang tidak bahagia bersamaku ?" tanya Rara
Daniel semakin mengeratkan pelukannya seolah ia tak mau melepaskan Rara
" Jangan bicara omong kosong .. Aku sangat mencintai kamu . Seandainya saja kamu mau menikah sekarang juga , aku pasti akan mempersiapkan semuanya untukmu " jawab Daniel
" Aku masih mau mengenalmu lebih jauh kak, bukan aku tidak percaya hanya saja kita harus saling mengenal dalam sebelum melanjutkan ke pernikahan " jawab Rara
" Mengenal dalam seperti apa ? tanya Daniel menggoda
" Ya mengenal semuanya dari diri kita kak " jawab Rara polos
" Baiklah, apa kamu mau memulainya sekarang ?" tanya Daniel dengan senyum liciknya
" Ayo " jawab Rara yang masih belum menyadari maksud Daniel
Daniel berpindah duduk di sebelah Rara , mereka saling menatap dalam .
__ADS_1
Cup .. tiba tiba Daniel mencium bibir ranum Rara yang terlihat sangat menggoda
Rara yang sudah paham itu langsung membuka mulutnya , Daniel ******* bibir rara dengan lembut dan mereka saling membalas .
Ciuman yang awalnya pelan kini menjadi semakin panas dan saling menuntut untuk lebih , tapi mereka tidak mau terlalu jauh . Bagi mereka ini saja sudah cukup untuk saat ini .
Daniel mengusap lembut bibir Rara dengan ibu jarinya membuat Rara tersenyum malu malu
" Kamu liar juga ternyata " ucap Daniel
" Aku bisa lebih liar dari itu " jawab Rara menggoda
sialan anak nakal, berani beraninya dia menggodaku batin Daniel
" Jangan memulai sayang, nanti kamu menyesal " jawab Daniel
" kamu mau mencobanya ? " jawab Rara dengan senyuman menggoda
" Dasar anak nakal, beraninya cuma kode kode giliran di ajak beneran ntar nangis " ucap Daniel
" Hahahhaa , nikahin aku dulu " ucap Rara tertawa
Daniel yang gemas memeluk erat Rara dengan sayang . Entah apa yang terjadi nanti, dia akan selalu memperjuangkan Rara
" Aku besok mau keluar kota sayang , mau ngecek proyek pembangunan disana " ucap Daniel
" Hmm .. berapa lama ? " tanya Rara
" Cuma 3 hari sayang " jawab Daniel
" Iya sayang , kamu juga jangan nakal ya . Jangan kegenitan sama cowo ingusan itu " ucap Daniel kesal mengingat Rara waktu itu ngobrol dengan kakak senior kampusnya
" Ha ? siapa ? " Tanya Rara yang penasaran
" Itu cowo ingusan yang pernah kamu senyumin di depan gerbang kampus " jawab Daniel
" Oh ya ampun kak Rendy hahahaha . Kamu cemburu ? . Eh bentar bentar, kok kamu tau ?" tanya Rara menyelidik
" Iya waktu itu aku membuntuti kamu sampai kampus " jawab Daniel datar
" Hahahaha , dia cuma senior ku sayang . Anaknya memang gitu rada rada genit " ucap Rara
" Terus kamu tergoda gitu ?" tanya Daniel
" Ya enggak lah , aku cuma tergoda sama kamu aja " jawab Rara dengan mengedipkan
" Jangan menggodaku " ucap Daniel datar
Setelah menghabiskan waktu selama satu jam , Daniel mengantar Rara pulang kerumahnya .
****
Pagi ini Rey berangkat ke Luar Negri, dia akan menetap disana selama 5 tahun atau paling cepat 3 tahun .
Berat rasanya meninggalkan Indonesia, meninggalkan keluarga, sahabat dan orang yang sangat dicintainya .
__ADS_1
Dia diantar keluarganya dan juga sahabatnya Revan Axel dan Raffa , sedangkan Daniel tidak ikut karena harus keluar kota .
Lisa menatap kakaknya itu dengan sendu
" Kak Rey, jaga diri disana baik baik ya . Sering sering pulang , semoga disana kakak bisa menyembuhkan luka " ucap Lisa memeluk erat sang kakak
" Iya dek, kamu juga jaga diri baik baik ya . Kakak titip mama sama papa , kalau ada apa apa jangan sungkan minta tolong sama sahabat kakak " jawab Rey mengelus punggung Lisa yang bergetar karena menangis
" Dan jangan beritahu Rara kalau kakak pergi " pesan Rey lagi
" Iya kak " jawab Lisa
" Ma, Pa, Rey pergi dulu ya . Jaga diri kalian baik baik disini" pamit Rey kepada orang tuanya
" Iya nak, kamu hati hati ya . Minggu depan papa kesana " jawab sang Papa
" Hati hati nak, jaga kesehatan ya jangan sampai sakit " pesan sang Mama
Rey memasang kacamata hitamnya lagi guna menutupi tangisannya , dia berpamitan ke sahabatnya .
" Gue pergi dulu bro, gue titip keluarga gue disini ya " pamit Rey
" Yoi man, tadi Daniel nitip salam gak bisa nganter karena tadi subuh sudah berangkat keluar kota " jawab Raffa
" Iya , salam buat Daniel ya "
Rey melangkahkan kakinya berat , tapi dia tidak berani berbalik badan takut tidak sanggup pergi .
Selamat tinggal jakarta
Selamat tinggal cinta
Semoga Tuhan selalu menjagamu
Karena aku tak lagi bisa melindungimu
Kita akan tetap memandang langit yang sama
Meski keadaanya sudah berbeda .
Aku harap kamu tidak membenciku Raa,.
Aku akan selalu berdoa untuk kebaikan dan kebahagiaanmu .
Doakan aku supaya aku bisa menyembuhkan hatiku
Menatanya kembali seperti semula
Seperti awal aku mengenalmu .
Semoga kelak kita berjumpa dengan kebahagiaan masing masing dan dengan keadaan yang jauh lebih baik .
Setelah memastikan Rey sudah naik ke pesawat, mereka memutuskan untuk kembali ke aktivitas masing masing .
*****
__ADS_1
Happy Reading