
Di dalam mobil Axel dan Vina saling diam , tidak ada percakapan antara mereka berdua .
Semua tampak hening tanpa ada salah satu yang memulai membuka obrolan
Vina dengan ketakutannya dan Axel dengan kekesalannya .
Vina memilih memandangi kerlap kerlip lampu malam di jalanan , Axel yang sesekali mencuri pandangan ke arah Vina namun ia masih terlalu kesal dengan Vina .
Saat tengah melamun, tiba tiba mobil berhenti di tepi jalanan yang sedikit sepi .
Vina yang tersentak hanya bisa diam tanpa berani bertanya .
Axel membuka seatbelt dan menghadap ke arah Vina , namun Vina memilih untuk diam dan menunduk .
" Vin " panggil Axel lirih
" Iya kak," jawab Vina dengan kepala yang menunduk
" Lihat sini ," Tangan Axel mengangkat dagu Vina untuk menghadap ke arahnya
Mereka saling tatap membuat detak jantung Vina berdetak tidak karuan .
" Apa kamu masih mencintainya, ?" tanya Axel
" Ha ?" Vina yang tidak tau maksud Axel
" Raffa " Jawab Axel
" Kenapa dengan kak Raffa ,?" tanya Vina polos
" Apa kamu masih mencintainya ? tanya Axel
" Aku tidak pernah mencintai kak Raffa " jawab Vina jujur , dia masih linglung dengan pertanyaan Axel
" Jujur saja Vin, aku mau denger yang sejujurnya " jawab Axel
" Aku sudah berbicara yang sebenarnya, aku memang tidak pernah mencintai kak Raffa ," jawab Vina
" Terus kenapa kamu blussing saat di gombali Raffa " Tanya Axel dengan kesal
" Karena lucu, aku kan suka deg deg an kalau di gombali . Kamu tau kan ?" jawab Vina polos
" Tapi aku gak suka lihatnya " ucap Axel
" Ya itu terserah kamu kak, " jawab Vina ketus karena kesal
Vina yang mengalihkan pandangan ke arah jendela mobil tidak sadar kalau Axel semakin mendekat ke arahnya .
" Kamu hanya milikku " Bisik Axel ke telinga Vina yang membuatnya merinding seketika
" Eh , " seketika pandangan mereka bertemu dengan jarak yang sangat dekat
Cup . tanpa aba aba Axel mengecup bibir Vina
Vina yang belum siap hanya diam mematung , merasa tidak ada penolakan Axel ******* bibir Vina dengan lembut .
Vina yang terbawa suasana akhirnya membalas ******* Axel , seolah melepaskan kerinduan yang dalam .
" Aku mau balikan sama kamu , Vin " ucap Axel
__ADS_1
" Taa.. tapi , gimana dengan Alin ?" Tanya Vina
" Aku sudah selesai dengan Alin, Vin . Aku sudah berhasil menghapus video itu saat Alin tertidur di Apartement " ucap Axel menjelaskan
" Hmm , kamu gak bohong kan ?" tanya Vina ragu
" Gak Vin, kalau memang aku ketahuan bohong lagi kamu boleh marah sesukamu atau bahkan kamu juga boleh membenci aku " jawab Axel
" Hmm " jawab Vina bingung
" Gimana ? kamu mau gak kita kembali lagi " ucap Axel
" Baiklah, awas aja kalau kamu bohongin aku lagi , aku bakal cari cowo lain " ucap Vina dengan nada garang
" Jangan dong enak aja " ucap Axel
" Suka suka aku dong, ngapain sama cowo tukang bohong " ucap Vina
" Baiklah , gimana mau kan ? " tanya Axel sekali lagi
" Iya " jawab Vina singkat
Cup , Axel mengecup singkat kening Vina . Dia sudah lega akhirmya vina kembali ke pelukannya lagi .
" Yauda pulang yok kak, udah malem " ucap Vina
" Baiklah tuan putri " jawab Axel menghidupkan mobilnya lagi
Setengah perjalanan akhirnya sampai juga di depan rumah Vina, sebelum turun Axel menahan tangan Vina
" Apa kak ?" tanya Vina
" Iya iya , apaan sih negthink mulu " jawab Vina pasrah
" Yaudah, aku balik dulu ya sayang . Kamu langsung bobok ya nanti " ucap Axel mencium pipi Vina
" Iya sayang hati hati ya " jawab Vina
Setelah memastikan Vina masuk kerumahnya, Axel langsung menjalankan mobilnya untuk pulang .
--
Pagi ini Rara bangun sedikit siang karena jadwal kuliah lagi libur jadi dia asik asikan bergumul dengan selimutnya .
" Kok gue udah dirumah, perasaan kemaren gue ketiduran di Club , terus siapa yang anter pulang " Rara bermonolog sendiri
Setelah gosok gigi dan mencuci wajahnya , dia turun ke bawah untuk menemui mamanya
" Pagi Ma, Pa " sapa Rara yang langsung duduk di samping kiri Papa nya
" Pagi Nak , " jawab Mama dan Papa barengan
" Papa gak ke kantor? kok tumben jam segini masih santai " Tanya Rara menatap sang papa
" Hari ini mama sama papa mau ke Solo, ada acara kondangan temen sekolah papa jadi papa gak ke kantor Raa " Jawab sang papa
" Enak dong, aku diajak gak pa ? " tanya Rara
" Kamu dirumah saja, adik kamu yang ikut . Kan kamu kuliah " Jawab Mama
__ADS_1
" Ih, aku bisa cuti kok Ma, aku ikutan ya " pinta Rara
" Dirumah saja sayang, nginep rumah Lisa gih kan biasanya juga gitu kalau weekend " jawab Mama
" Hmm, oke lah. nanti malem aku nginep ya Ma " ucap Rara
" Oke, Nak " jawab sang Mama
--
Pagi pagi dikediaman Rey, Raffa bangun dengan kepala pusing karena sisa mabuk semalam.
Terlihat Rey masih tidur di sampingnya, Raffa memijat kepalanya sembari merutuki dirinya sendiri karena semalam keceplosan ke Rey soal perasaannya ke Rara
Sial, batin Raffa
Dia bangun menuju balkon kamar, entah apa yang dirasakan saat ini. Dia mulai mencintai Rara, meskipun kedekatan mereka tidak intens tapi komunikasi mereka tidak pernah absen.
Seringkali Raffa yang mulai chat duluan, sekedar menggangu atau mengajak nongkrong.
Terkadang Rara yang video call sekedar ingin bercerita atau bertanya soal Rey .
Ya, awal kedekatan mereka karena Rara seringkali bertanya soal Rey ke Raffa, karena mengetahui jika Rey lebih dekat dengan Raffa daripada yang lain.
Entah apa yang dirasakan Raffa, dia mulai merasakan kenyamanan dalam diri Rara, rasa yang awalnya hanya biasa saja kini tumbuh menjadi benih cinta.
Raffa sadar jika Rara sudah menjadi milik sahabatnya, sebisa mungkin dia menutupi prasaannya agar tidak ada yang tersakiti nantinya , tapi semalam karena mabuk akhirnya terbongkar sudah di depan Rey , pria yang juga sangat mencintai Rara diam diam.
" mikirin apa lo " ucap Rey yang tiba tiba berdiri di belakang Raffa
" Gak ada " jawab Raffa
" Gue tau apa yang lo rasain, karena gue juga udah pernah ngerasain " ucap Rey
" sebisa mungkin gue diam " jawab Raffa
" Katanya lo udah pacaran sama Rara, nekat banget lo " ehek Rey
" Gue nembak beneran, Rara nerima boongan. sial kan gue hahaha " jawab Raffa
" Doi ada Daniel, gue lihat dia udah mencintai Daniel " ucap Rey
" Lo salah " jawab Raffa dengan pandangan mata ke depan
" Maksud lo " tanya Rey yang tidak paham
" Rara tidak pernah mencintai Daniel " Jawab Raffa
" Sok tau lo, terus Rara mencintai siapa ? mencintai lo gitu? jawab Rey meledek
" Sialan lo, " jawab Raffa
Setelah percakapan mereka di balkon, mereka turun untuk sarapan pagi.
Dibawah sudah ada Lisa dan mama papa Rey yang menunggu untuk sarapan.
" Loh kak Raffa disini ? " Tanya Lisa kaget melihat Raffa turun dengan Rey
" Iya lis, semalam diajakin Rey nginep " jawab Raffa yang kini duduk di sampingnya
__ADS_1
Mereka sarapan pagi sebelum melanjutkan aktivitas masing masing