
Setelah adegan menakutkan di Restorant , Vina berjanji tidak akan menggoda Axel yang tingkat kemesumannya sudah over dosis .
Kini mereka sedang berada di dalam mobil menuju Apartemen Axel sebelum mengantar pulang Vina
" Kenapa Vin ? tanya Axel yang melihat Vina terdiam padahal Vina adalah gadis berisik yang mempunyai mulut barbar , sangat aneh rasanya melihat gadis ini diam
" Gpp kak " jawab Vina canggung
" Takut ya sama aku " ucap Axel meledek Vina mencoba untuk mencairkan suasana
" Iya lah pake tanya lagi, kalau tadi kakak beneran gimana kan aku takut "jawab Vina sedikit ketus
" Kan kamu yang mulai duluan " jawab Axel sambil tersenyum
" Kan aku bercanda aja " jawab Vina , sebal banget
" Kamu yang menggoda , jadi jangan salahkan aku kalau aku tergoda sama kamu " jawab Axel sambil mencubit pelan pipi Vina
"Emang dasar mesum" ledek Vina yang membuat Axel tersenyum manis melihatkan gigi gisulnya
Vina yang melihat senyuman Axel jadi salah tingkah , tiba tiba pipinya memerah membayangkan adegan ciuman dengan Axel yang panas . Ah pasti rasanya enak , pikir Vina
astaga, kenapa gue jadi ketularan mesum gini sih
Setelah sampai di Apartemen , Vina menunggu di ruang tamu .
" Mau minum apa Vin ? " Axel menuju dapur
" Air putih aja kak " Vina mengikuti Axel ke dapur mengambil minum
Mereka berdua kini duduk di Sofa ruang tengah .
Berdekatan dengan Vina seperti ini membuat jiwa lelaki Axel bergejolak mengingat Vina yang menggodanya tadi
Vina yang duduk menyandarkan tubuhnya di kursi , tiba tiba di kagetkan dengan tingkah Axel yang kini berada di atasnya .
" Kak Axel mau apa ? tanya Vina terbata
" Aku cuma mau memandangimu dari dekat seperti ini " ucap Axel lirih
Ucapan Axel membuat mata Vina melotot kaget, tiba tiba ia merasakan hawa panas di sekitarnya .
Vina memalingkan wajahnya karena malu ditatap Axel sedekat itu .
" Lihat mataku Vin " ucap Axel memegang dagu vina
__ADS_1
" Kak jangan kaya gini , aku sesak gak bisa bernafas " ucap Vina
" Biarkan seperti ini sebentar ,aku mau memastikan sesuatu" ucap Axel yang masih belum pindah
" Memastikan apa kak ?" ucap Vina sambil menahan nafas karena gugup .
Aroma minta yang berasal dari Nafas Axel terasa hangat di sekitar wajah Vina, ia diam membeku .
" Jangan tahan nafas Vin, lepaskan saja " ucap Axel yang tersenyum melihat tingkah lucu Vina
" Bagaimana aku bisa bernafas, melihat kamu sedekat ini membuatku gugup " ucap Vina mulai Barbar
" Hahahahaha " tiba tiba Axel tertawa melihat tingkah lucu Vina
" Sambil duduk aja kak jangan gini, aku gak nyaman" pinta Vina
" Aku mau memastikan perasaanmu dulu" ucap Axel tetap berada di atas nya
" Bagaimana caranya " jawab Vina dengan polosnya
tiba tiba Cup . . Axel mencium bibir Vina . ia hanya menempelkan bibirnya di atas bibir Vina
Manis . .
Vina melototkan matanya melihat Axel mencium bibirnya, ingin protes tapi lidahnya tiba tiba keluh .
******* ******* kecil itu lama lama menjadi ******* yang sedikit panas seolah menuntut untuk melakukan lebih .
Axel merebahkan Vina dengan nyaman di atas sofa, dan ia berada di atas Vina tanpa melepaskan ciuman mereka
Vina yang masih dengan kesadarannya langsung melepas bibirnya , pipinya merona sekaligus malu karena membalas ciuman dari Axel
beginikah rasanya ciuman , ternyata nikmat juga ya . ah apa gue benar benar ketularan mesumnya
" Manis " ucao Axel berbisik di telinga Vina lagi lagi membuat Vina tersipu malu
" Sepertinya aku harus sering sering mengajari kamu supaya kamu cepet bisa " lagi lagi Axel menggoda Vina
Belum sempat menjawab ledekan Axel
Cup . . lagi lagi Vina kaget karena Axel menempelkan lagi bibirnya
Mereka berciuman dengan lembut , seolah menyalurkan perasaan yang selama ini terpendam
kali ini Axel bisa merasakan perasaan Vina padanya , sepertinya ia tidak akan di tolak lagi .
__ADS_1
Vina bisa melihat ketulusan seorang Axel padanya , dari caranya berciuman ia melihat Axel melakukan dengan hati . meskipun tidak dapat dipungkiri, Nafsu dan Cinta beda tipis tapi Vina bisa merasakan kelembutan Axel dalam memperlakukan dirinya .
Setelah Axel melepaskan bibirnya , ia tersenyum manis menatap lekat mata Vina
Axel bisa merasakan kalau Vina mempunyai rasa yang sama padanya .
Mungkin ia masih gengsi , atau karena tau Axel sudah mempunyai kekasih .
Axel akan memastikan itu dulu .
" Aku sudah tau jawabannya Vin " ucap Axel
" Jawban apa kak ?" jawab Vina yang bingung
" Tadi aku bilang kalau aku ingin memastikan sesuatu kan, dan aku sudah menemukan jawabannya setelah kita berciuman tadi " ucap Axel
" emang memastikan apa ? memastikan enak apa tidak gitu ? asal kakak tau ya itu ciuman pertama aku tau , dan itu diambil kakak . nyebelin " jawab Vina dengan sedikit kesal
Axel yang mendengar itu merasa bahagia , akhirnya ia yang pertama mengambil first kiss Vina
" memastikan perasaanmu padaku Vin " jawab Axel
" emang apa yang kakak dapat? tanya Vina
" Kamu memiliki prasaan yang sama denganku, dan itu telihat saat kamu membalas ciumanku , aku bisa melihat dari matamu kalau kamu menyimpan rasa cinta untukku " jawab Axel memandang mata indah Vina
deg deg deg
" Ak . . Aku " sebelum Vina melanjutkan kata katanya, Axel menghentikan
" Maukah kamu menjadi kekasihku Vin ? kalau boleh jujur , sejak awal aku bertemu denganmu di rumah Rey , aku sudah tertarik hanya dengan melihat senyumanmu . Kamu gadis yang apa adanya tidak pernah jaga Image di depanku dan aku sangat suka itu . Kamu mampu membuatku untuk menjadi diri sendiri saat di dekatmu . dan Aku sangat mencintaimu Vina Kaira Abraham " ucap Axel menyatakan perasaannya pada Vina
sukur sukur diterima, ditolak juga gue pasrah deh mungkin bukan jodoh gue
Vina yang mendengar pernyataan Cinta dari Axel membuatnya terdiam tak percaya, selama ini memang Axel seringkali menggoda Vina dan memberikan perhatian . ia berfikir mungkin itu hanya becanda
ia tak pernah membayangkan ini semua , Axel yang selama ini terkenal barbar bisa berbicara seserius ini dengannya
" Bagaimana dengan pacar kamu " tanya Vina
" Aku sudah memutuskan Alin, tapi ia tidak mau dan mengancam bunuh diri . dia mempunyai pribadi yang tempramen , dan dia tidak pernah main main dengan ucapannya " ucap Axel lirih
" Jadi intinya dia masih menjadi pacar kamu " tanya Vina
" Entahlah, yang penting aku sudah memutuskan dia . Aku tidak pernah merasakan cinta sebelumnya, baik dengan Alin atau dengan kekasihku sebelumnya . kami bersama karena simbiosis mutualisme saling menguntungkan , mereka mencintai uangku dan aku bersenang senang dengan mereka tanpa ada Rasa cinta diantara kita . dan kali ini aku baru merasakan indahnya jatuh cinta denganmu " ucap Axel dengan pandangan kosong
__ADS_1
Vina yang mendengar itu terdiam kaget .
Happy Reading