
Keesokan harinya .
Dikediaman Lisa, Rey sedang sarapan pagi dengan adik dan kedua orang tuanya . Setelah sarapan, Rey kembali ke atas karena hari ini dia tidak berangkat ke Kantor .
Lisa yang melihat sang kakak tidak ke Kantor berniat menemui sang kakak, karena tidak biasanya Rey seperti ini .
Saat ke kamar ia melihat Rey duduk diam termenung di Balkon kamarnya .
" Kak Rey " sapa Lisa yang kini duduk di samping kakaknya
" Hmm .. " jawab Rey yang hanya berdehem tanpa menoleh ke arah Lisa
" Aku tahu pura pura mengikhlaskan memang tak segampang itu kak, tapi aku tahu kakak pasti bisa " ucap Lisa tiba tiba yang mana membuat Rey menoleh kaget ke arahnya.
Rey berdehem menetralisir hatinya yang tidak baik baik saja karena di pergoki sedang galau oleh sang adik , bikin malu saja pikir Rey
" Kamu ngomong apa dek?" ucap Rey berusaha santai agar sang adik tidak curiga
" Mungkin kakak bisa membohongi yang lain, tapi kakak gak bisa membohongi aku . Aku tahu kakak lagi galau , Cie galau hahaha " Ledek Lisa yang menghibur kakaknya
" Anak kecil tahu apa soal hati " Ledek Rey dengan mengelus rambut adiknya
" Enak aja , aku sudah besar tahu . Udah tahu namanya jatuh cinta " ucap Lisa
"Jangan pacar pacaran dulu, sekolah yang benar " ucap Rey menasehati adiknya
" Daripada kakak suka sama cewek dipendam aja , giliran di ambil orang aja galau gak mau ke kantor " Lagi lagi Lisa meledek kakaknya
" Enak aja, kakak mau keluar kota makanya gak berangkat ke kantor . Udah sana berangkat keburu telat " jawab Rey
" Minta uang jajan kak hehehe " ucap Lisa
" Nih, belajar yang pinter " ucap Rey memberikan uang tambahan
" Siap kak, oh iya nitip salam gak buat itu " Ledek Lisa yang ada di pintu
" Lisaa . . . . " Teriak Rey yang merasa malu di ledeki sang adik . sialan anak kecil batin Rey
******
Pulang kuliah mereka pulang ke rumah Lisa karena malam ini akan menginap .
" Sore Mi " sapa Rara saat melihat mami Lisa sedang memasak di dapur
" Sore Ara , Ina " sapa Mami saat melihat Lisa Rara dan Vina mengulurkan tangan ke arahnya
" Mami masak apa ?" tanya Lisa
" Masak Capcay sama ayam goreng dek, kamu pengen makan apa ? " tanya mami
__ADS_1
" Sama udang crispy ya mi , sekalian nugget ayam juga hehe" jawab Lisa sambil mencium pipi mami dan menuju ke kamar
" iya dek , yaudah kalian istirahat dulu sana sekalian mandi nanti malam mami mau makan bersama anak anak mami " ucap sang mami
" Oke mi " jawab Vina dan Rara melangkah mengikuti Lisa ke kamar
Dikamar mereka bergantian mandi lalu nonton lanjut tidur . Ini kebiasaan mereka kalau ketemu kasur langsung ***** .
Pukul 7 malam mereka dibangunkan untuk turun makan malam karena mami sudah menunggu .
" Kak Rey mana mi ? " tanya Vina
" Kak Rey luar kota sama papi , mungkin besok pagi baru pulang soalnya kerjaan belum kelar " jawab Mami
" Owh , pantesan kok tumben belum pulang " ucap Vina
" ayo makan dulu habis itu temenin mami nonton Drakor " ucap sang mami
" siap mi " jawab mereka serempak
Ini yang sangat di sukai Rara dan Vina saat menginap dirumah Lisa, mereka mempunyai hobby yang sama dengan sang mami jadi sudah biasa nonton drakor bareng .
" Dek, Rara sama Vina udah punya cowo kamu gak pengen gitu punya cowok ?" goda mami
" Pengen lah mi tapi gak di tembak tembak hahahaha " jawab Lisa malu
" Siapa dek ? Revan :" tanya Mami
" Kasihan ya Revan kalau dapet cewe kayak kamu dek " ucap mami
" kasihan kenapa Mi " tanya Lisa
" Ya abisnya kamu manja , nanti pasti ngerepotin " ucap mami dengan senyum tertahan
" Apasih mi, kalau cinta mah gak peduli kaya gitu mi " jawab Lisa kesal
" Makanya yang dewasa dong dek, biar cepat di tembak terus di ajak nikah " ucap sang Mami
" Kak Rey aja suruh nikah mi ,udah tua gak nikah nikah " ledek Lisa
" Emang kakak udah punya calon ? kok mami gak tau ?" tanya Mami penasaran
" Tanya aja sama kakak :" ucap Lisa
" Emang kak Rey udah punya cewe Lis " tanya Vina
" Mana gue tau hahahaha " jawab Lisa dengan tawanya
Setelah bercanda dengan mami , mereka memutuskan untuk lanjutin nonton drakor di kamar Lisa karena Mami mau tidur duluan .
__ADS_1
Setelah menyipkan camilan untuk teman nonton, mereka duduk diatas kasur menikmaati Drakor yang ada judul baru .
Hingga tengah malam Vina dan Lisa ketiduran menyisahkan Rara yang masih terjaga , entah kenapa perasaan Rasa tidak nyaman ,seperti resah gelisah .
Tidak lama kemudian Rara ketiduran setelah telponan dengan Daniel dan televisi masih menyala menampilkan drama yang belum selesai itu .
Tengah malam pukul 1 dinihari Rey pulang dengan sang papi langsung menuju ke kamarnya, namun sebelum itu Rey menuju kamar Lisa untul mengecek sang adik karena ini kebiasaan Rey dari dulu .
Rey membuka knop pintu kamar itu , sayup sayup mendengar suara televisi yang menyalah dan dilihatnya 3 cewek cantik yang sudah ketiduran dengan banyak bungkus camilan dimana mana .
" Hmm .. Dasar anak anak nakal " ucap Rey mematikan tv sambil geleng geleng kepala melihat kebiasaan 3 cewek cantik ini .
Saat melihat Rara yang tidur sambil duduk, Rey berniat membenarkan posisi tidurnya agar Rara bisa tidur dengan nyaman .
****
Di sebuah Apartemen Daniel terdiam merenungkan pesan yang di ucapkan padanya untuk menjaga Rara .
Sepertinya ada yang di sembunyikan Rey , gue harus cari tau .
Daniel menghubungi Raffa untuk mengajaknya bertemu, dia akan menanyakan semua sama Raffa karena dia yang paling dekat dengan Rey .
Disini mereka berada , Daniel datang ke Apartemen Raffa karena Raffa lagi tidak enak badan .
" Ada apa bro , tumben tumbenan loe ?" tanya Raffa
" Gue mau tanya sesuatu sama loe " jawab daniel
Raffa yang mendengar itu merasa katakutan sendiri padahal belum juga mendengar pertanyaan Daniel .
" tanya apa bro ?" tanya Raffa
" Apa loe tau kenapa alasan Rey pindah selain disuruh bokapnya ?" tanya Daniel menyelidik
Waduh, kenapa harus tanya ke gue sih , kan gue bingung gimana jawabnya . batin Raffa kebingungan
" Gak tau gue Niel, setau gue kan cuma disuruh bokapnya ngurusin perusahaan pusat , selain itu gue gak tau " jawab Raffa dengan tenang
" Tapi gue rasa ada yang di sembunyiin Rey ? bukannya tu anak dari awal udah nolak ya ? kenapa tiba tiba mau ?" ucap Daniel berasumsi sendiri
" Gue juga gak tau Niel, mungkin Rey kasihan sama bokapnya udah tua juga " ucap Raffa
" Loe beneran gak tau apa apa Raff ? loe kan deket sama Rey ?" ucap Daniel curiga
" Beneran gue gak tau , Rey gak pernah cerita apapun ke gue Niel ?" ucap Raffa menyakinkan Daniel .
" Hmmm .. Yaudah kalau gitu gue cabut dulu " ucap Daniel
" Yoi bro " jawab Raffa
__ADS_1
*********
Happy Reading