
Axel yang melihat kedekatan Vina dan Raffa membuatnya sedikit kesal, pikirnya Vina salah tingkah dengan Raffa atau baper .
" Ehem " ucap Axel dengan suara beratnya membuat Vina merinding seketika
" Kenapa kak ?" tanya Vina polos
" Gpp" jawab Axel datar
" Hahahhaa " tiba tiba Raffa tertawa dengan keras . Dia menyadari Axel yang saat ini sedang cemburu
Mereka semua menatap Raffa bingung apa yang sedang di tertawakan oleh Raffa, pikir mereka
" Raff, loe serius sama Rara " tanya Rey yang sepertinya mulai kepo
" Gue juga penasaran " ucap Revan
" Gak lah bro, Rara udah gue anggep kaya adek gue sendiri , gue sayang sama dia " jawab Raffa dengan serius
Entah mana yang benar, Raffa benar benar mengganggap Rara sebagai adik atau memang dia sudah jatuh cinta dengan pesona gadis cantik kekasih sahabatnya itu
" Loe bilang cuma sayang sebagai adik atau cuma modus modusan loe ini " tanya Revan
" Bener Van, gue udah anggep dia kaya adek gue sendiri , entah kenapa gue nyaman aja sama dia " jawab Raffa
" Beneran kak ? kakak gak bohong kan " tanya Lisa
" Iya Lis, kecuali .. " ucapan Raffa menggantung membuat mereka semua penasaran
" Kecuali apa ?" tanya Rey cepat
" Kecuali kalau Rara dan Daniel putus, baru gue tikung hahahahhahaa " Jawab Raffa
Mereka yang mendengar itu geleng geleng kepala, Rey sangat mengenal Raffa , sepertinya memang ada yang berbeda dari Raffa .
" Sialan loe , ujung ujungnya mau " ledek Axel dan Revan
" Jangan macem macem sama Daniel Raf, loe tau kan dia kaya gimana kalau ke usik " ucap Axel mengingatkan .
" Santai bro , gue becanda hahahhaah " jawab Raffa santai
mereka yang mendengarkan mengelus dada lega , jangan sampai Raffa macam macam dengan Daniel . Mereka semua sudah tau gimana Daniel , dan itu membuat mereka tiba tiba bergidik ngeri .
" Pulang yok sayang sudah malam " Ajak Revan ke Lisa
" Iya ayo kak " jawab Lisa
" Gue juga pulang Lis , yok " ucap Vina ikut berdiri dari duduknya
" Kamu pulang sama aku " ucap Axel dengan suara seraknya
__ADS_1
" Aku bawa mobil kak " jawab Vina menelan saliva . sebenarnya dia takut melihat Axel yang tampak berbeda malam ini .
" Biar nanti di bawa Rey , tadi dia berangkat sama aku " jawab Axel datar sambil melempar kunci mobil Vina ke arah Rey
" Hmm, yauda " Vina menyerah
Vina , Axel , Revan dan Lisa sudah cabut untuk pulang meminggalkan Rey dan Raffa yang terdiam melongo di tempatnya .
Dua sejoli ( Jomblo sejati) itu lagi lagi ditinggalkan oleh ketiga pasangan , mentang mentang mereka jomblo .
" Lagi lagi kita berdua Rey " ucap Raffa
" Yoi, pengen cari cewe gue biar kagak jomblo " ucap Rey
" Carilah men, loe masih nungguin Rara ?" tanya Raffa yang kini meminum Wine yang berada di tangannya
" Gak Raf, urusan gue dan Rara udah selesai dan gue juga udah nyelesaiin kesalahpahaman diantara kita " Tanpa sadar Rey meminum berkali kali
Inilah mereka berdua kalau lagi ketemu, Raffa memang yang paling tau Rey dan Rey juga lebih nyaman untuk cerita apapun ke Raffa .
" Kesalahpahaman apa maksud loe " Tanya Raffa penasaran
Rey mendengus lemah dan akhirnya menceritakan tentang pertemuannya dengan Rara beberapa hari lalu , Rey bercerita kalau Rara juga sempat menyimpan perasaan padanya tapi Rey tidak ada omongan apapun hingga Rara mengetahui Rey dekat dengan wanita lain yang akhirnya membuat kesalahpahaman itu terjadi . Rey juga bercerita tentang penyesalannya waktu itu, andai saja Rey berani menyatakan perasaannya pada Rara mungkin saat ini mereka sudah bersama dan bahagia .
Tapi nasi sudah menjadi bubur , nyatanya kini Rara lebih nyaman dengan Daniel bukan dirinya .
" Iya emang ini kebodohan gue , yang penting Rara bahagia, gue nyusul gampang " ucap Rey sok puitis
" Hahaha , gue sekarang tau rasanya mencintai diam diam Rey " jawab Raffa mulai ngelantur
" Maksud loe " ucap rey mengernyit bingung dengan ucapan Raffa barusan
" Gue suka sama cewe, entah ini cuma kagum atau emang gue yang udah terlanjur kebaperan sama komunikasi kita selama ini , tapi dia udah punya kekasih hahaha " ucap Raffa tanpa sadar
" Rara ? " jawab Rey singkat yang mulai memahami apa yang di maksud oleh Raffa
" Ya , gue suka sama Rara . Sepertinya kita akan bersaing hahaha " jawab Raffa
deg .
Benar dugaan Rey, awalnya Rey mengira ini hanya becanda karena Raffa paling pintar menyembunyikan ekspresi wajahnya dan Rey juga tidak menyangka kalau tebakannya kali ini tidak melenceng
" Sejak kapan ? " tanya Rey serius
Raffa seketika menoleh ke arah Rey , dia merutuki mulutnya yang kali ini tidak bisa di ajak bekerja sama .
Tapi inilah Raffa, dia paling tidak bisa menyembunyikan apapun kepada Rey termasuk perasaannya
Raffa tidak menjawab pertanyaan Rey, dia hanya tersenyum tipis .
__ADS_1
" Sejak kapan Raf ?" tanya Rey sekali lagi
" Hm, sejak malam itu " jawab Raffa
" Malam ? malam yang mana ?" tanya Rey bingung
" Villa " jawab Raffa
Ya , Raffa mulai merasa nyaman saat berbicara dengan Rara . Saat di tanya tentang Almarhum kekasihnya yang meninggal setahun yang lalu oleh Rara waktu di Villa , dengan santainya Raffa membuka suara dan bercerita .
Sedangkan teman temannya kalau membahas tentang kesedihan itu, Raffa langsung diam dan terkadang memilih pergi .
" Ha ? pantes aja loe langsung cerita saat Rara tanya Tiara " jawab Rey
" Iya, tiba tiba gue nyaman sama tu cewek . bego kan gue " ucap Raffa menertawakan dirinya sendiri
" Sadar Raf, dia udah sama Daniel . Loe harus berhenti jangan di terusin nanti loe sakit sendiri kaya gue " jawab Rey memberi saran
" Setelah kematian Tiara, gue baru bisa merasakan cinta lagi Rey . Dada gue udah berdetak kencang saat di dekatnya, awalnya gue anggep ini cuma kebetulan tapi ini gak hanya terjadi sekali Rey , gue udah mencoba biasa aja tapi semakin kesini semakin gak tahan " ucap RAffa dengan tidak sadar . omongannya semakin ngawur tak karuan
" Sudahi Raf, Rara udah sama Daniel , pelan pelan aja " ucap Rey memberi saran
" Iya gue akan coba " Tiba tiba Raffa meneteskan air matanya , terlalu sakit merasakan ini semua .
Kepergian Tiara setahun yang lalu masih membekas di hatinya, dan saat dia sudah bisa menerima semuanya, saat hatinya udah mulai bisa mencintai wanita ternyata itu semua salah .
Wanita itu kekasih sahabatnya sendiri
Lagi lagi dia Rapuh .
Ya , tidak ada yang tahu selama ini kecuali Rey .
Raffa adalah pria kesepian yang rapuh, dia paling bisa menyembunyikan semuanya .
Dibalik tawa dan candanya, dia merasakan kesepian setiap harinya , maka dari itu dia selalu mengajak teman temanya untuk kumpul kalau tidak dia yang akan pergi mencari keramaian di Club tempatnya untuk ikut menikmati hingar bingar dunia malam .
Terlahir dari keluarga kaya tidak membuat dia dilimpahi kebahagiaan , kedua orang tuanya hanya mementingkan bisnis dan bisnis , dia tumbuh seorang diri dengan harta yang berlimpah .
Sehingga kedua orang tuanya tidak akan berani mengatur hidup seorang Raffa, karena Raffa selama ini sudah menjalani hidup sendiri dan mereka juga sadar tidak bisa memberikan sedikit waktu dan perhatian untuk anaknya .
Cuma Rey yang selama ini paling tahu kehidupan seorang Raffa sang Cassanova yang banyak digilai para wanita .
" Yok gue anter pulang, atau loe mau ikut ke rumah gue ?" tanya Rey
" Kerumah loe " jawab Raffa singkat
" Oke " Rey memapah Raffa yang saat ini sudah teler karena kebanyakan minum
Happy Reading
__ADS_1