TIGA GADIS CANTIK

TIGA GADIS CANTIK
Bab 15 ( VINA )


__ADS_3

Setelah mendengar pernyataan dari Axel , Vina bimbang harus berbuat apa .


Sebenarnya Vina juga mempunyi perasaan yang sama seperti Axel, tapi dia juga tidak mau menjadi yang kedua atau apalah itu .


" Bagaimana Vin ?" tanya Axel setelah melihat keterdiaman Vina


" Hmm .. bagaimana kalau kita jalanin saja seperti ini " jawab Vina ragu ragu takut


" jadi intinya kamu menolak " jawab Axel sendu


" Maaf kak " ucap Vina merasa bersalah


" Its oke Vin, aku tau kok kamu terlalu baik buat aku yang brengsek " jawab Axel


" Bukan gitu kak, kamu baik . Mungkin aku belum siap aja " jawab Axel


" Ayo aku antar kamu pulang sudah malam " ucap Axel berdiri dan mengambil kunci mobilnya di atas meja


Vina mematung melihat perubahan sikap Axel yang sedikit diam , ia merasa tidak enak . setelah Axel mengajak pulang, Vina tetap diam di tempat tanpa menghiraukan Axel


" Ayo Vin, sebentar lagi aku mau keluar " Ucap Axel


" Kemana kak ? jawab Vina


" BAR " jawab Axel singkat membuat Vina mendengus lemah


" sama siapa ?" tanya Vina


" Sendiri " jawab Axel


" kamu kenapa kak ? kenapa tiba tiba cuek sama aku ?" tanya Vina


" Gpp , yauda ayok keburu ditunggu yang lain " ucap Axel didepan pintu


Vina tak menjawab, ia diam tapi langsung berdiri di depan Axel .


Melihat Vina dengan mata sendunya, Axel tetap diam dengan wajah datarnya


Melihat tidak ada reaksi apapun, akhirnya Vina melengos dan berjalan mendahului Axel keluar apartemen


Sesampai di perjalanan kerumah Vina , mereksewa tetap saling diam sampai Vina akan turun dari mobilnya .


" Maaf ! " ucap Vina saat melihat Axel tetap diam


ia tahu saat ini Axel sedang kecewa


" Aku yang minta maaf , seharusnya aku sadar diri . Aku memang gak pantas buat kamu Vin . Aku janji setelah ini aku tidak akan pernah mengganggu kamu lagi, terimakasih atas waktunya selama ini . Aku pulang dulu " ucap Axel menatap mata Vina


Vina terkejut mendengar ucapan Axel . Apa itu artinya Axel sudah berhenti untuk mencintainya .


" Apa kamu udah gak mencintai aku lagi kak ?


" Mungkin saat ini masih, tapi kamu tenang aja aku akan berusaha untuk ngelupain kamu " jawab Axel menatap depan


" JANGAN ! " Jawab Vina cepat . entah kenapa rasanya sakit sekali mendengat Axel ngomong gitu


" Aku pulang dulu, kamu bisa turun sekarang " ucap Axel

__ADS_1


" Kakk . . " ucap Vina


" Kamu jaga diri baik baik ya , mungkin setelah ini kita tidak bisa bertemu lagi " ucap.Axel memandang wajah Vina


Deg deg deg . Jantung Vina berdetak tak karuan mendengar ucapan Axel yang seolah mau pergi


" kamu mau kemana ?" tanya Vina menegang


" Aku gak kemana mana , mungkin belajar menghindar saja supaya aku bisa cepat ngelupain kamu " jawab Axel dengan senyum


" jangan kak, jangan menghindar . aku sayang sama kamu, aku hanya takut saja . aku takut disebut perebut kekasih orang, aku takut kamu hanya bosan dengan kekasihmu lalu mencari aku, setelah kalian balikan kamu ninggalin aku . aku takut kamu cuma main main seperti saat kamu dengan kekasihmu yang lain . aku terlalu parno dengan ketakutanku sendiri " ucap Vina lirih


" semua yang kamu takutkan itu tidak akan pernah terjadi , kalau kamu masih ragu sama aku, tanyakan semua sama Raffa . ia tau tentang semua ceritaku " jAwab Axel


" Hm .. salahkah kalau aku takut ? kamu terlalu sempurna sebagai laki laki , kamu saja bisa berpaling dari kekasihmu , tidak menutup kemungkinan kau juga akan melakukan hal yang sama saat bersamaku " jawab Vina


" kalau kamu mau memberi aku kesempatan, aku akan menghapus keraguan kamu " jawab Axel memegang kedua tangan Vina untuk meyakinkannya


" Hmm, apa kamu serius sama aku kak ?" tanya Vina memastikan lagi


" Aku serius sama kamu Vin, kalau aku macam macam, kamu boleh mutusin aku saat itu juga " Ucap Axel


" Baiklah kak, aku mau " jawab Vina malu malu


" Beneran ? " ucap Axel kaget


" Iya " jawab Vina


" Yesss .. Akhirnya . terimakasih tuhan " ucap Axel senang setelah cintanya di terima Vina


Axel memeluk erat Vina menyatukan kebahagiaan yang mereka rasakan .


" Yaudah sana gih, aku turun dulu " ucap Vina


" Dih, ngusir nih " ucap Axel tidak terima .


Dih, bukannya dia tadi buru buru mau keluar sekarang pake bilang ngusir lagi . Gak jadi ngambek ato gimana . dasar


" Bukannya tadi kamu buru buru mau keluar , gak jadi atau lupa sih ? taNya Vina meledek


" Iya kan tadi aku kesel sama kamu, sekarang kan udah diterima jadi gak jadi kesel " jawab Axel cengengesan


" Hmm Dasar buaya , bisa aja ngelesnya :" jawab Vina


Mereka tertawa bersama di dalam mobil dan akhirnya Vina turun juga karena hari sudah semakin larut


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


pukul 11 malam Axel baru sampai di rumah Raffa karena harus menyerahkan flashdisk , rencananya malam ini Axel tidur dirumah Raffa


" Gue barusan jadian sama Vina bro " ucap Axel dengan wajah berbinar


" Pantesan tu muka seneng amat " ucap Raffa meledek


" Tapi gue takut si Alin resek " ucap Axel


" Ya loe harus bisa main kucing kucingan sama si Alin, tapi ya gak mungkin bisa lama " ucap Raffa

__ADS_1


" maksud lo ?


" Ga selamanya loe bisa sembunyi dari si Alin , loe tau kan si alin kaya gimana ? " ucap Raffa menjelaskan


" terus gue harus gimana ? Axel pusing


" Kalau saran gue , mending loe cerita ke Vina pelan pelan . Ceritain aja semuanya , lagian cuma masalalu . Sukur sukur si Vina mau maafin loe . lebih baik jujur bro , biar dia marah sekalian , kalau lo terus nutupin bisa bisa berabe kalo ketauan : ucap Raffa memberi saran


" Iya deh gue coba ngomong pelan pelan nanti " ucap Axel


" Xel, si Daniel ngajakin kita naik ke tempat gue ? loe mau ikut kagak ? tanya Raffa


" Yauda ayo , gue suntuk juga " jawab Axel


Mereka berdua berangkat ke Bar milik Raffa , disana sudah ada Daniel dan satu temannya duduk di table . Mereka berdua gabung dan tidak lama kemudian Revan dan Rey dateng .


" Kenalin ni temen lama gue namanya Vino " ucap Daniel


Ya, Daniel menepati jnjinya diajak Vino naik , dan disini sekarang mereka berada .


Di tempat penuh kenikmatan dan bermacam macam kesenangan .


Mereka berempat berkenalan dan saling ngobrol layaknya teman yang sudah kenal lama . Pribadi Vino yang rame, membuat ia mudah mendapatkan teman


" Darimana loe Xel tumben rapi ?" tanya Revan


" Habis keluar sama Vina bro, biasa " jawab Axel dengan senyuman yang tidak pernah luntur dari bibir manisnya


" Loe apain lagi anak orang " ucap Rey


" Sialan loe , gue barusan jadian sama si Vina " ucap Axel


" Loe udahan sama si Alin " tanya Daniel


" Kagak, udah gue putusin dia ngancem . yauda gue biarin aja " jawan Axel


" Ngancem apaan ?" tanya Rey yang penasaran


" Ngancem pake Video mesum kita , tau aja kelemahan gue di perusahaan " jawab Axel sambil minum Wine kesukaannya


" Lagian loe mesum pake di Video, mau daftar lo ?" ledek Revan


" Si Alin ngerekam diam diam , gue juga gak tau " ucap Axel


" Terus lo diancem dan takut nilai saham lo turun, gitu " tanya Daniel


" Yoi man, bisa bisa di hapus gue dari KK :" jawab Axel


" Vina tau?" tanya Rey


" Kagak, gue bilang aja Alin tempramen " jawab Axel


" Ati ati aja loe " ledeK Revan


" Nanti kalau Vina marah terus mutusin Axel, biar gue tampung tuh cewek " ledek Raffa


" Sialan loe " jawab Axel kesal

__ADS_1


Mereka tertawa meledek Axel yang kebingungan dan merasa pusing .


Happy Reading . . . .


__ADS_2