
Setelah mendengar pernyataan dari Axel , Vina bimbang harus berbuat apa .
Sebenarnya Vina juga mempunyi perasaan yang sama seperti Axel, tapi dia juga tidak mau menjadi yang kedua atau apalah itu .
" Bagaimana Vin ?" tanya Axel setelah melihat keterdiaman Vina
" Hmm .. bagaimana kalau kita jalanin saja seperti ini " jawab Vina ragu ragu takut
" jadi intinya kamu menolak " jawab Axel sendu
" Maaf kak " ucap Vina merasa bersalah
" Its oke Vin, aku tau kok kamu terlalu baik buat aku yang brengsek " jawab Axel
" Bukan gitu kak, kamu baik . Mungkin aku belum siap aja " jawab Axel
" Ayo aku antar kamu pulang sudah malam " ucap Axel berdiri dan mengambil kunci mobilnya di atas meja
Vina mematung melihat perubahan sikap Axel yang sedikit diam , ia merasa tidak enak . setelah Axel mengajak pulang, Vina tetap diam di tempat tanpa menghiraukan Axel
" Ayo Vin, sebentar lagi aku mau keluar " Ucap Axel
" Kemana kak ? jawab Vina
" BAR " jawab Axel singkat membuat Vina mendengus lemah
" sama siapa ?" tanya Vina
" Sendiri " jawab Axel
" kamu kenapa kak ? kenapa tiba tiba cuek sama aku ?" tanya Vina
" Gpp , yauda ayok keburu ditunggu yang lain " ucap Axel didepan pintu
Vina tak menjawab, ia diam tapi langsung berdiri di depan Axel .
Melihat Vina dengan mata sendunya, Axel tetap diam dengan wajah datarnya
Melihat tidak ada reaksi apapun, akhirnya Vina melengos dan berjalan mendahului Axel keluar apartemen
Sesampai di perjalanan kerumah Vina , mereksewa tetap saling diam sampai Vina akan turun dari mobilnya .
" Maaf ! " ucap Vina saat melihat Axel tetap diam
ia tahu saat ini Axel sedang kecewa
" Aku yang minta maaf , seharusnya aku sadar diri . Aku memang gak pantas buat kamu Vin . Aku janji setelah ini aku tidak akan pernah mengganggu kamu lagi, terimakasih atas waktunya selama ini . Aku pulang dulu " ucap Axel menatap mata Vina
Vina terkejut mendengar ucapan Axel . Apa itu artinya Axel sudah berhenti untuk mencintainya .
" Apa kamu udah gak mencintai aku lagi kak ?
" Mungkin saat ini masih, tapi kamu tenang aja aku akan berusaha untuk ngelupain kamu " jawab Axel menatap depan
" JANGAN ! " Jawab Vina cepat . entah kenapa rasanya sakit sekali mendengat Axel ngomong gitu
" Aku pulang dulu, kamu bisa turun sekarang " ucap Axel
__ADS_1
" Kakk . . " ucap Vina
" Kamu jaga diri baik baik ya , mungkin setelah ini kita tidak bisa bertemu lagi " ucap.Axel memandang wajah Vina
Deg deg deg . Jantung Vina berdetak tak karuan mendengar ucapan Axel yang seolah mau pergi
" kamu mau kemana ?" tanya Vina menegang
" Aku gak kemana mana , mungkin belajar menghindar saja supaya aku bisa cepat ngelupain kamu " jawab Axel dengan senyum
" jangan kak, jangan menghindar . aku sayang sama kamu, aku hanya takut saja . aku takut disebut perebut kekasih orang, aku takut kamu hanya bosan dengan kekasihmu lalu mencari aku, setelah kalian balikan kamu ninggalin aku . aku takut kamu cuma main main seperti saat kamu dengan kekasihmu yang lain . aku terlalu parno dengan ketakutanku sendiri " ucap Vina lirih
" semua yang kamu takutkan itu tidak akan pernah terjadi , kalau kamu masih ragu sama aku, tanyakan semua sama Raffa . ia tau tentang semua ceritaku " jAwab Axel
" Hm .. salahkah kalau aku takut ? kamu terlalu sempurna sebagai laki laki , kamu saja bisa berpaling dari kekasihmu , tidak menutup kemungkinan kau juga akan melakukan hal yang sama saat bersamaku " jawab Vina
" kalau kamu mau memberi aku kesempatan, aku akan menghapus keraguan kamu " jawab Axel memegang kedua tangan Vina untuk meyakinkannya
" Hmm, apa kamu serius sama aku kak ?" tanya Vina memastikan lagi
" Aku serius sama kamu Vin, kalau aku macam macam, kamu boleh mutusin aku saat itu juga " Ucap Axel
" Baiklah kak, aku mau " jawab Vina malu malu
" Beneran ? " ucap Axel kaget
" Iya " jawab Vina
" Yesss .. Akhirnya . terimakasih tuhan " ucap Axel senang setelah cintanya di terima Vina
Axel memeluk erat Vina menyatukan kebahagiaan yang mereka rasakan .
" Yaudah sana gih, aku turun dulu " ucap Vina
" Dih, ngusir nih " ucap Axel tidak terima .
Dih, bukannya dia tadi buru buru mau keluar sekarang pake bilang ngusir lagi . Gak jadi ngambek ato gimana . dasar
" Bukannya tadi kamu buru buru mau keluar , gak jadi atau lupa sih ? taNya Vina meledek
" Iya kan tadi aku kesel sama kamu, sekarang kan udah diterima jadi gak jadi kesel " jawab Axel cengengesan
" Hmm Dasar buaya , bisa aja ngelesnya :" jawab Vina
Mereka tertawa bersama di dalam mobil dan akhirnya Vina turun juga karena hari sudah semakin larut
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
pukul 11 malam Axel baru sampai di rumah Raffa karena harus menyerahkan flashdisk , rencananya malam ini Axel tidur dirumah Raffa
" Gue barusan jadian sama Vina bro " ucap Axel dengan wajah berbinar
" Pantesan tu muka seneng amat " ucap Raffa meledek
" Tapi gue takut si Alin resek " ucap Axel
" Ya loe harus bisa main kucing kucingan sama si Alin, tapi ya gak mungkin bisa lama " ucap Raffa
__ADS_1
" maksud lo ?
" Ga selamanya loe bisa sembunyi dari si Alin , loe tau kan si alin kaya gimana ? " ucap Raffa menjelaskan
" terus gue harus gimana ? Axel pusing
" Kalau saran gue , mending loe cerita ke Vina pelan pelan . Ceritain aja semuanya , lagian cuma masalalu . Sukur sukur si Vina mau maafin loe . lebih baik jujur bro , biar dia marah sekalian , kalau lo terus nutupin bisa bisa berabe kalo ketauan : ucap Raffa memberi saran
" Iya deh gue coba ngomong pelan pelan nanti " ucap Axel
" Xel, si Daniel ngajakin kita naik ke tempat gue ? loe mau ikut kagak ? tanya Raffa
" Yauda ayo , gue suntuk juga " jawab Axel
Mereka berdua berangkat ke Bar milik Raffa , disana sudah ada Daniel dan satu temannya duduk di table . Mereka berdua gabung dan tidak lama kemudian Revan dan Rey dateng .
" Kenalin ni temen lama gue namanya Vino " ucap Daniel
Ya, Daniel menepati jnjinya diajak Vino naik , dan disini sekarang mereka berada .
Di tempat penuh kenikmatan dan bermacam macam kesenangan .
Mereka berempat berkenalan dan saling ngobrol layaknya teman yang sudah kenal lama . Pribadi Vino yang rame, membuat ia mudah mendapatkan teman
" Darimana loe Xel tumben rapi ?" tanya Revan
" Habis keluar sama Vina bro, biasa " jawab Axel dengan senyuman yang tidak pernah luntur dari bibir manisnya
" Loe apain lagi anak orang " ucap Rey
" Sialan loe , gue barusan jadian sama si Vina " ucap Axel
" Loe udahan sama si Alin " tanya Daniel
" Kagak, udah gue putusin dia ngancem . yauda gue biarin aja " jawan Axel
" Ngancem apaan ?" tanya Rey yang penasaran
" Ngancem pake Video mesum kita , tau aja kelemahan gue di perusahaan " jawab Axel sambil minum Wine kesukaannya
" Lagian loe mesum pake di Video, mau daftar lo ?" ledek Revan
" Si Alin ngerekam diam diam , gue juga gak tau " ucap Axel
" Terus lo diancem dan takut nilai saham lo turun, gitu " tanya Daniel
" Yoi man, bisa bisa di hapus gue dari KK :" jawab Axel
" Vina tau?" tanya Rey
" Kagak, gue bilang aja Alin tempramen " jawab Axel
" Ati ati aja loe " ledeK Revan
" Nanti kalau Vina marah terus mutusin Axel, biar gue tampung tuh cewek " ledek Raffa
" Sialan loe " jawab Axel kesal
__ADS_1
Mereka tertawa meledek Axel yang kebingungan dan merasa pusing .
Happy Reading . . . .