
Vina Kaira Abraham yang merupakan putri tunggal keluarga Abraham ini menjadi gadis manis yang mempunyai paras cantik , kulit putih dan bibir yang tipis . Vina adalah anak yang pandai bergaul , dengan sifatnya yang terkadang barbar membuat siapapun ingin berteman dengannya .
Cantik parasnya tidak menjamin cantik juga jalan cerita kisah percintaannya .
Axel Putra Pratama , anak kedua dari keluarga Wijaya ini adalah salah satu pria yang berhasil mendekati Vina .
Cerita dimulai . .
Setelah pertemuan Vina beberapa hari lalu dengan Axel di Bar membuat komunikasi mereka sedikit merenggang .
Bagaimana tidak, Vina diminta untuk menjadi kekasih kedua dari Axel . dan Vina tidak mau melakukan hal gila semacam itu , bagaimana dengan Harga dirinya yang hanya akan dijadikan kekasih kedua seorang Cassanova .
Saat Vina bersantai di kolam renang , tiba tiba ponselnya berbunyi nyaring tanda panggilan masuk dari Axel .
" Hallo " ucap Vina mengangkat telepon Axel
" Hai Vin, apa aku mengganggumu " tanya Axel di seberang sana
" Tidak kak, ada apa ?" ucap Vina
" Aku ingin bertemu denganmu malam ini" jawab Axel
" Iya kak dimana ? tanya Vina
" Di Restorant X ya Vin jam 7 malam nanti aku menjemputmu" jawab Axel
" Tidak usah kak , kita langsung ketemu disana saja" jawab Vina
" Yauda kalau begitu , sampai ketemu nanti malam" jawab Axel mengakhiri panggilan
Di seberang sana setelah mengakhiri panggilannya , Axel memijat pelipisnya bingung .
Bodoh banget gue , kalau Vina tau gue belum selesai dengan Alin bisa bisa ditolak lagi gue . Alin sialan , Batin Axel
Flasback On
Sehari setelah bertemu dengan Vina di Bar beberapa hari lalu , besok siangnya Axel menemui Alin di Apartementnya .
Tanpa basa basi Axel langsung memutuskan hubungannya dengan Alin, Alin yang tidak terima malah membanting semua barang barangnya .
" Gue mau kita putus " ucap Axel
" Apa kamu bilang " jawab Alin dengan suara meninggi
__ADS_1
" Kita putus , gue capek sama Loe " ucap Axel lagi
Lagi lagi Alin mengamuk seperti orang kesetanan dan itu membuat Axel semakin pusing .
Ini yang tidak disukai Axel dari Alin, Alin adalah cewek tempramen yang selalu memaksakan kehendaknya dan Axel muak dengan itu semua .
" Gak mau , gue gak mau putus Xel " ucap Alin tiba tiba dengan suara lirih . dasar drama quen , batin Axel
" Kita udah gak cocok lagi Alin, gue juga gak pernah cinta sama Loe , selama ini kita cuma saling memuaskan saja tanpa ada rasa cinta dan loe tau itu " Ucap Axel
" tapi gue cinta sama Loe Xel " ucap Alin
" Kita bisa jadi teman Lin tanpa harus berpacaran , gue tetep mau jadi temen loe , loe jangan khawatir " ucap Axel
" Gue gak mau, sekali gak mau ya gak mau " ucap Alin masih dengan keras kepalanya
" Terserah!! " jawab Axel datar , sungguh capek berbicara dengan Alin yang keras kepala . ini yang tidak di sukai oleh Axel dari Alin .
" Yasudah terserah saja, tapi jangan salahkan gue kalau besok pagi video scandal kita tersebar di media , Haahaha " ucap Alin dengan nada mengancam
beruntung banget gue masih punya senjata untuk membuat Axel tetap disiisi gue .
Cewek sialan . bego banget gue sampe kecolongan gini . Sial
" Ini juga untuk senjata gue sewaktu waktu loe minta putus, pinter kan gue " Ucap Alin dengan senyum smirk nya
Brak Brak Brak . . . Axel dengan kesal membanting apapun yang ada di depan matanya hingga membuat Apartement Alin seperti kapan pecah .
" Makanya jangan putusin gue , loe bisa bayangin aja kalo tu video sampai tersebar otomatis berpengaruh dengan nilai saham loe , dan pastinya kita akan disuruh menikah untuk menutupi Aib keluarga besar loe . Loe paham kan maksud gue Xel " lagi lagi Ucapan Alin membuat Axel kehilangan akal, ingin rasanya dia mencekik Alin sampai mati .
Axel yang terlanjut kesal keluar meninggalkan Alin dan membating pintunya dengan keras .
Sampai di parkiran mobilnya , Axel membanting stir dengan semua amarah yang dikeluarkan .
Alin sialan, kalau kaya gini gue gak bisa lepas dari jeratan tu cewek gila .
Gue harus cari cara untuk menghapus video di ponselnya
Axel menghubungi Raffa untuk mengajaknya ke Club menghilangan stres di pikirannya
" Ngapa lo ? tanya Raffa
" Alin diam diam rekam video kita saat bercinta dan itu dibuat senjata agar gak gue putusin, sialan emang " jawab Axel dengan mata merahnya
__ADS_1
" Wah repot kalo kaya gitu urusannya , kalau tu video di sebar bisa bisa perusahaan loe keos " ucap Raffa
" Itu yang gue pusingin dari tadi , kepala gue rasanya mau pecah " ucap Axel
" Yauda kalau gitu Vina buat gue aja gimana " goda Raffa
" Lo mau gue tonjok sebelah mana ha ? sialan loe lama lama ya " ucao Axel marah mendengar ucapan Raffa
" Hahahaha , lagian gitu aja di pusingin , abaikan Alin loe tembak aja Vina " ucap Raffa memberi solusi yang tidak ada baik baiknya .
" Kalau masalahnya segampang itu mana mungkin gue sepusing ini " ucap Axel
" Terus ?" tanya Raffa yang masih belum paham
" Masalahnya Vina gak mau jadi yang nomer dua , gue udah pernah nembak tapi dia gak mau kalau urusan gue sama Alin belum selesai " ucao Axel menjelaskan
"Hmm berat juga ya masalah hidup loe , kalau gue saranin ya mending lo jujur aja sama Vina . sukur sukur di terima " ucap Raffa memberi solusi
" Maksud loe jujur kalau Alin ngancam gue pake video mesum kita , gila loe bisa bisa Vina jijik liat gue " ucap Axel memijat pelipisnya .
" Ya loe jangan bilang masalah video mesum loe , bilang aja Alin cewek tempramen yang tidak mau di putusin , udah gitu " ucao Raffa
" menurut Loe Viba bakal percaya gak ?" ucap Axel yang masih Ragu
" ya lo coba aja dulu , gue doain berhasil " ucap Raffa memberi semangat pada Axel
Percintaan Raffa memang tak serumit Axel, karena senakal nakalnya Raffa ia tidak mau kalau sampe berhubungan dengan wanitanya . Bagi Raffa, berhubungan harus dengan wanita yang benar benar dicintainya , sedangkan wanita wanita yang pernah menjadi kekasihnya hanya cinta dengan Uang nya . jadi kalau ia minta pitus , tidak ada adegan diancam dengan Video mesumnya .
" Thanks bro, balik yuk pusing gue " ucap Axel
" Yoi man "
Flashback End
Axel yang memikirkan penolakan Vina membuat hatinya tiba tiba Resah
Cassanova yang tidak pernah kehabisan wanita ini ketakutan dengan penolakan Vina lagi .
Bagaimana tidak, Axel bahkan sudah merasakan bucin parah.
Membayangkan senyuman manis Vina saja sudah membuatnya menggila, apalagi membayangkan bibir tipis Vina yang sangat menggoda jika sedang berbicara , ingin sekali Axel membungkam dan memakan habis tak tersisa .
Sial , gue bener bener bucin sama dedek gemes gue satu ini
__ADS_1
Happy Reading