
Mereka saling pandang melihat Daniel yang terlihat sangat santai , dia memang paling pandai dalam menguasai keadaan .
" Gue mau tanya , apa loe punya pacar saat ini " tanya Raffa to the point
Axel, Revan, Rey dan Raffa penasaran dengan kehidupan percintaan Daniel .
Setelah putus dari Andin lima tahun lalu , belum pernah terdengar berita tentang Daniel menggandeng wanita lagi .
Padahal mereka tau kalau Daniel belum punya kekasih, tapi apa salahnya langsung bertanya ke orangnya langsung
" Ada " jawab Daniel singkat yang membuat teman temannya saling pandang kaget
" Siapa " jiwa jiwa kepo Axel mulai meronta .
" Rara " jawab Daniel singkat padat dan jelas sambil memandang ke arah Rara disampingnya
" What !!!!!!!! " teriak semua orang mendengar kejujuran Daniel
Rey yang mendengar itu tiba tiba hatinya merasa sakit , entah apa yang ada dipikirannya saat ini .
lagi lagi aku kalah sebelum berjuang , mungkin kamu memang bukan untukku Raa . batin Rey memandang Rara yang tersenyum manis
" Hmm .. " ucap Daniel singkat
" Sejak kapan?" tanya Lisa
" Loe belum cerita sama kita kita Raa " ucap Vina menatap tajam Rara
" baru saja guys , kan ini udah di ceritain " jawab Rara
" Ahhhh akhirnya temen gue laku lagi , gue percaya sih Raa cewe cewe modelan loe gini gak bakalan lama ngejomblo . Ya gak Lis ? " ucap Vina mulai bar bar
" Iya Vin , enak ya kalian udah pada punya pacar cuma gue doang yang jomblo " ucapan Lisa membuat Vina dan Rara tertawa .
" Gue bilang apa , terima aja kakak senior itu Lis lumayan kan udah tajir , cakep pula " ucap Vina membuat kening Revan mengernyit
Apa mereka bilang ? kakak senior ? jadi Lisa juga deket sama kakak seniornya . sialan
" Iya Lis , sekarang mah yang penting gak jomblo hahaha " ucap Rara ketularan virus bar bar si Vina membuat Daniel menatap tajam
" Menurut kalian oke gak kalau gue sama dia " tanya Lisa memastikan lagi
" Oke lah, ya gak Vin " ucap Rara
" Yoi Raa " jawab Vina
" Oke deh , besok gue bakalan jawab " ucap Lisa saling pandang dengan kedua temannya
Tanpa mereka tau, Vina Lisa dan Rara sedang memainkan drama demi membuat seseorang mengakui perasaannya .
Mungkin dengan memancing seperti ini dia bakalan jujur untuk mengungkapkan perasaannya pada Lisa .
" Selamat ya Raa, semoga kamu bahagia " ucap Rey sambil mengelus rambut Rara
" Terimakasih kak Rey " tiba tiba Rara memeluk tubuh Rey yang kini berada di samping kanannya .
Rey yang menganggap Rara seperti Lisa mulai membalas pelukan Rara .
" Terimakasih ya kak, kakak selalu ada buat Rara selama ini, selalu dengerin curhatan Rara dan selalu baik sama Rara . Maaf kalau Rar selalu godain kakak sampai bikin kakak kesel " bisik Rara di dalam pelukan Rey .
__ADS_1
" Iya, kakak seneng Rara udah bisa senyum lagi , bahagia ya Raa . Kalau Daniel macem macem bilang ke kakak, kakak sayang sama kamu " jawab Rey membalas bisikan Rara
Semua yang melihat adegan itu sudah tidak asing lagi karena Rara memamg sangat dekat denga Rey dibanding Raffa dan yang lainnya .
Kecuali Daniel yang merasa sedikit cemburu melihat kekasih barunya dipelukam orang lain meskipun itu temannya sendiri .
Bukan berarti Rara tidak peka dengan semua perhatian Rey selama ini, Rara tau kalau Rey memperlakukan dia dengan beda seperti Lisa dan Vina .
Rey memandang Rara sebagai wanita , bukan seorang adik .
Rey sudah dianggap sebagai kakak oleh Rara, Rara menyayanginya sebagai saudara .
Rara juga tau kalau Rey memiliki perasaan yang dalam dengannya, tapi Rara tidak bisa .
Rey terlalu sempurna untuk wanita biasa seperti dirinya .
Lisa yang melihat itu hanya tersenyum , dia tau kalau sang kakak menyukai sahabatnya .
Dia bangga karena Rey berbesar hati dalam menerima itu semua .
Lisa tidak pernah marah sama Rara karena tanpa sengaja menyakiti kakaknya , dia tau kalau Rara tidak mengetahui perasaan kakaknya .
*****
Pagi Hari
Pagi hari Rara Vina dan Lisa sibuk di dapur menyiapkan sarapan pagi , mereka sengaja melarang Mang Abi dan Bi Ani untuk membantunya karena mereka ingin mengerjakan sendiri .
" Kita bikin apa ni Raa ?" tanya Lisa
" Nasi goreng aja simple kayanya terus goreng nugget ayam dan sosis sisa kemarin, masih ada kan ?" tanya Rara
" Yee enak dong gampang " ucap Lisa
Mereka berkutat di dapur dan akhirnya siap semua di meja makan , sekarang tugas mereka membangunkan para para lelaki yang sampai saat ini masih tidur .
" Kak bangun , ayo mandi terus sarapan " ucap Rara yang kini berada dikamar Daniel .
" Hmm " jawab Daniel yang masih tetap tertidur
" Ayo bangun , keburu makanannya dingin " ucap Rara
" Iya iya sayang , morning kiss dulu buat aku mana " ucap Daniel sambil duduk diatas kasurnya
" Gak mau " jawab Rara dengan wajah merah merona
Cup ... Daniel mencium pucuk kepala Rara
" aku mandi dulu ya sayang, kamu tunggu di bawah dan tolong buatin aku kopi tanpa gula " ucap Daniel mengusap pelan pipi Rara sebelum melangkah ke kamar mandi
Setelah membangunkan Daniel, Rara ke kamar sebelah membangunkan Rey juga .
" Kak Rey bangun , ayo mandi terus sarapan keburu dingin " ucap Rara membangunkan Rey pelan
Rey yang mendengar suara Rara langsung duduk dan memandangi Rara yang berdiri dengan senyuman manis .
Dia tidak menjawab, hanya mengangguk dan langsung menuju ke kamar mandi .
Rara yang melihat itu merasa aneh, tidak biasanya Rey seperti itu , tapi dia tidak ambil pusing mungkin karena Rey baru bangun tidur .
__ADS_1
Rara turun kebawah dan membuatkan 5 kopi untuk para lelaki setelah itu menaruhnya di atas meja .
Setelah menunggu setengah jam , akhirnya mereka semua duduk dan sarapan pagi bersama .
" Setelah ini rencana kalian mau kemana ?" tanya Revan
" Sepertinya hari ini kita tidak kemana mana kak, enakan disini tenang " ucap Lisa
" Betul itu , aku juga males kemana mana " jawab Vina
" Gimana kalau kita santai santai saja di kolam renang , sambil berenang " ucap Rara
" Yok lah " jawab Axel semangat mengetahui para wanita berenang pagi pagi
Wah pagi pagi udah mau cuci mata .
Axel Raffa dan Revan sudah bersiap untuk turun berenang dengan Vina Lisa dan Rara ,
sedangkan Rey dan Daniel memilih duduk di kursi santai untuk menikmati
" Lo serius sama Rara ?" tanya Rey
" Iya " jawab Daniel
" Baiklah, jaga dia dengan baik bro " ucap Rey lirih
" loe suka sama Rara ? tanya Daniel
" Iya, dia adikku " jawab Rey singkat
" Sebagai wanita ?
" Tenang saja , aku hanya menyayanginya sebagai adik sepetti dengan Lisa dan Vina " jawab Rey
" Maaf !! ucap Daniel
" Santai aja , gue gpp " jawab Rey
" Gue janji akan selalu jagain dia , kalau gue lalai loe bisa ngambil dia dari gue " ucap Daniel dengan senyuman
" gue terima tantangan loe " jawab Rey
Diam diam Rey memandangi ke arah Rara yang sedang tersenyum dengan teman temannya
Mungkin perjuanganku cukup sampai disini Ra, dan sepertinya aku akan menerima penawaran papa kali ini .
Selama ini aku masih memikirkanmu, sekarang aku lega kamu sudah ada yang menjaga .
Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu Raa .
Mungkin berat , tapi aku tidak akan sanggup untuk melihatnya jika harus tetap disini .
Katakan aku bodoh , ini memang kebodohanku .
Aku selalu kalah sebelum berperang , aku terlalu takut hingga aku kalah dengan yang lain .
Aku akan selalu mencintaimu , semoga saja nanti saat aku kembali semua sudah baik baik saja .
dan semoga kepergianku bisa menyembuhkan lukaku .
__ADS_1
Happy reading