
" Gue liat mereka akrab , mungkin temennya " Ucap Raffa
" Hmm " Jawab Revan tanpa mengalihkan pandangan ke arah kucing nakalnya
" Lagi lagi gue tergoda liat Rara bro , gila tu anak sexy banget . Gue liat dia berkeringat aja bisa napsu gini " Ucap Raffa melihat Rara yang sedang bergoyang dengan berani
" Jangan aneh aneh loe, punya temen loe " Jawab Revan
" Ehmm , minta minum kak ? " Ucap Rara yang tiba tiba duduk di sebelah Raffa
" Capek ya Raa ? " Ucap Raffa sambil mengambilkan minuman Rara
" Iya kak , kamu gak turun ?" Tanya Rara
" Gak , liat kamu berkeringat gini udah bikin aku keringet dingin haha " Jawab Raffa menggoda Rara
" Apasih kak" Ucap Rara tiba tiba minum minuman Raffa yang beralkohol
" Eh jangan itu nanti kamu mabuk " Raffa mengambil paksa minuman yang ada di tangan Rara
" Hari ini saja , aku pusing kak " Ucap Rara lagi lagi minum hingga 3 gelas
" Kamu kenapa Raa ? gak biasanya kamu sampai minum ? " tanya Revan
" Heh, gpp kak . Aku turun dulu " Ucap Rara langsung bergabung dengan yang lain di lantai dansa
Beberapa menit kemudian Daniel dan Axel datang bersama , mereka berdua tidak tau kalau ada keberadaan kucing kucing nakal disini karena Revan hanya mengajak nongkrong ke tempat Raffa .
" Sorry lama , macet " Ucap Axel
" Gue juga baru selesai metting " ucap Daniel
Daniel dan Axel bergabung dengan Raffa dan Revan . Mereka pesen minuman banyak tapi hanya Revan yang tidak akan mabuk malam ini karena dia harus mengantar Lisa .
" Turun yuk " Ajak Axel
" Yuk " Jawab Raffa
Hanya Revan dan Daniel yang masih bertahan di table sambil menikmati wanita wanita yang sedang ada di lantai dansa .
Tanpa sengaja matanya melihat keberadaan Rara yang sedang meliuk liukan tubuhnya dengan Lisa dan Vina melingkar dengan Rendy Cs dan Raffa serta Axel .
Rahangnya mengeras melihat itu , tatapan tajam seolah ingin membunuh orang .
" Shit !! " Ucap Daniel mengeras
" Loe kaget ? " Tanya Revan
" Loe tau ? " Tanya Daniel balik
" Ya , gue di kasih tau cewe gue dan mengikuti mereka diam duam " Jawab Revan
" Hm!! " Ucap Daniel tanpa mengalihkan matanya dari Rara
__ADS_1
" Loe ada apa sama Rara ? " Tanya Revan
" Maksud loe ? " Ucap Daniel
" Rara banyak minum malam ini katanya lagi kacau " Jawab Revan
Daniel yang mendengar itu membulatkan matanya, sejak kapan Rara berani minum . Selama ini meski mereka main ke Club tapi Vina Rara dan Lisa tidak pernah sama sekali menyentuh minuman haram itu karena selalu dalam pengawasan Rey .
Saat melihat Rara yang mulai oleng dan bersandar di pelukan Raffa , Daniel turun untuk mengambil Rara dan mengajaknya kenbali ke Table .
Lisa berhadapan dengan Raffa serta Vina yang mulai berhadapan dengan Axel . Sedangkan Rendy Cs kembali ke Table nya semenjak kedatangan Raffa dan Axel .
Pandangan Rara setengah sadar karena kebanyakan minum , sayup sayup matanya melihat Daniel yang kini berada di depannya membuatnya meneteskan air mata secara tiba tiba .
" Kamu kenapa ? " Tanya Daniel menghapus air mata Rara
" Kamu jahat !! Aku benci sama kamu " Jawab Rara dengan setengah sadar
Daniel yang melihat kebencian di mata Rara membawa Rara kepelukannya, Revan yang melihat itu memilih pergi agar Daniel bisa menyelesaikan masalahnya dengan Rara .
" Gue turun, selesaiin masalah loe " Ucap Revan
Daniel tidak menjawab hanya mengangguk .
" Lepas ! aku mau putus " Ucap Rara berontak dalam pelukan Daniel
" Maafin aku , aku gak mau putus sama kamu " Ucap Daniel melepas pelukannya.
" Kamu sama seperti Al , brengsek !! " Rancau Rara
" Aku salah apa ? " Tanya Daniel yang masih belum menyadari kesalahnnya
" Perempuan rambut pendek !! " Ucap Rara
Deg . . Jantung Daniel berdetak tidak karuan .
" Kamu melihatku ? " Tanya Daniel
" Ya !! lebih baik kita putus, aku sudah muak sama kamu " ucap Rara
" Maaf , kamu hanya salah paham . aku tidak ada hubungan apa apa sama dia " Ucap Daniel menggenggam tangan Rara yang langsung di tepis kasar
" Stop ! sebulan aku menunggu kabarmu ternyata kau asik berkabar dengan wanita lain !! " Ucap Rara dengan tangisan di matanya
" Maafin aku sayang , kamu salah paham !!" jawab Daniel meyakinkan Rara
" Terserah, mulai sekarang kita udah gak ada hubungan apa apa lagi dan kamu bebas !! " ucap Rara dengan senyuman miring
" Aku gak mau putus ! " Ucao Daniel langsung ******* bibir Rara dengan ganas
Rara yang dalam pengaruh alkohol merasa tubuhnya panas akhirnya mengalungkan tangannya ke leher Daniel , mereka berciuman panas dan saling membalas .
Ingin sekali menolak tapi tubuhnya menginginkan .
__ADS_1
Rara yang sudah kehabisan oksigen akhirnya memukul dada Daniel minta di lepaskan .
" Itu hadiah terakhir dari aku, setelah ini jangan pernah menggangguku lagi " Ucap Rara berdiri dan berjalan ke arah Raffa
" Antar aku pulang kak, kepalaku pusing " Ucap Rara yang hampir jatuh dan di tahan oleh Raffa
" Kan ada Daniel " Jawab Raffa
" Kita udah putus, kalau kamu gak mau nganter aku biar aku pulang sendiri " ucap Rara yang kembali ke Table mengambil Tasnya
" Baiklah , ayo kakak anter " Ucap Raffa
" Biar gue anter Raff " ucap Daniel mengambil Alih Rara dari pelukan Raffa
" Oke , hati hati loe " Jawab Raffa
Rara yang sudah tidak sadar akhirnya di gendong Daniel sampai ke mobilnya dan di dudukan di kursi sebelah pengemudi .
Daniel yang bingung harus membawa Rara kemana karena Rara pulang dalam keadaan mabuk bisa bisa kedua orang tuanya marah , akhirnya membawa Rara ke Apartement Daniel biar di sangka menginap di rumah Lisa .
Daniel menidurkan Rara di ranjang kamarnya, Rara yang merasakan panas di tubuhnya tiba tiba menyerang Daniel yang kini tidur di sampingnya .
Rara menaiki perut Daniel dan mencium ganas bibir Daniel, tidak lama setelah itu dia ambruk di atas Daniel .
Shit, lagi lagi main solo , batin Daniel yang gairahnya terpancing karena kelakuan Rara
Setelah membersihkan tubuhnya , Daniel berdiri di balkon kamarnya memikirkan ucapan Rara .
Ini memang salahnya, dia merasa bersalah karena selama satu bulan ini bahkan sekalipun tidak pernah menghubungi Rara .
Tapi penjelasan apa yang akan di jelaskan ke Rara besok pagi , Rara pasti tidak akan percaya karena memang kenyataannya Daniel tidak menghubungi Rara dan malah jalan dengan wanita lain .
" Arrrrrggghh , Shit !!!! " Rancau Daniel menjambak rambutnya
**
Pagi pagi Rara bangun dari tidurnya dengan kepala yang masih pusing , dia meregangkan otot dan kaget melihat ada laki laki yang tidur di sofa dengan bertelanjang dada tengkurap menghadap ke arahnya .
Kak Daniel ,
Dengan susah payah Rara bangun pelan pelan , Rara cukup mengingat kejadian tadi malam saat bertengkar dengan Daniel meskipun tidak semuanya tapi dia sadar kalau dia dan Daniel sudah putus .
Rara memandangi wajah teduh Daniel saat lagi tertidur seperti ini, wajah yang sangat ia rindukan selama satu bulan ini, wajah yang sudahmembuat luka di hatinya . Rara tersenyum getir menyadari bahwa kisah cintanya lagi lagi membuatnya terluka .
Perlahan tangannya terangkat mengelus lembut wajah Daniel untuk yang terakhir kalinya
" Terimakasih atas waktunya selama ini , walaupun singkat tapi kamu sudah memberikan kenangan yang indah untukku . Jujur aku sangat kecewa , tapi aku cukup sadar diri kalau aku bukanlah prioritasmu lagi . Entah keputusanku ini benar atau salah, yang jelas aku tidak membenarkan sikapmu selama satu bulan ini . Jaga diri baik baik kak, mungkin setelah ini kita tidak akan pernah bertemu lagi . Aku sangat mencintai kamu , nanti aku pasti sangat merindukanmu " Ucap Rara lirih dengan tangisan air matanya .
Rara mengusap air matanya pelan, dan keluar dari Apartement ini .
Daniel yang masih tidur tidak menyadari kepergian Rara .
Happy Reading
__ADS_1