
Mereka semua pulang meninggalkan Raffa dan Axel yang masih di Bar .
Rara Vina tidak pulang kerumah karena sudah ijin menginap dirumah Lisaa . Saat di Parkiran , mereka bertiga yang tadi berangkat bersama Rey kini harus pulang diantar Revan .
sedangkan Daniel, pria itu berdiri di depan mobilnya sambil memainkan kunci ditangannya . Kaca hitam yang bertengger di hidung nya membuat para wanita menggila mengagumi ketampanan seorang Daniel Putra Admaja .
" Lissa sama Vinaa loe antar pulang ya Van " ucap Rey
" Loh kakak mau kemana ? " tanya Lisa penasaran
" Kakak ada urusan sebentar sama Rara " jawab Rey
" Cie kak Rey, urusan apa kak ? urusan masa depan " ledek Vina
" udah sana pulang , langsung pulang jangan mampir mampir Van udah malem " ucap Rey sambil menepuk lengan tangan Revan
" Yoi man " jawab Revan
" Liss Van kak Revan kak Daniel, kita duluan ya " pamit Rara ke teman temannya
" Oke hati hati Raa , kalau kaK Rey macem macem gigit aja " Goda Vinaa
Saat melewati Mobil Daniel, kaca mobil Rey yang belum di tutup sempurna membuat Rara melihat jelas Daniel dengan wajah dinginnya .
Mata mereka saling pandang beberapa detik , membuat Rara merasa tidak enak melihat wajah Daniel yang tidak bersahabat .
Itu kak daniel kenapa sih, kok wajahnya serem banget kaya mau makan orang .
Daniel yang melihat Rara bareng di mobil Rey merasa ada sesuatu yang tidak nyaman .
Apalagi melihat kedekatan Rey dan Rara selama ini .
Entah Daniel mulai suka denyan Rara atau karena mereka barusaja dekat .
Prasaan apa ini, kenapa gue gak suka liat mereka bareng
Di Dalam Mobil
" Mau makan dulu gak Raa ?" tanya Rey
" Boleh deh kak, aku juga laper " jawab Rara dengan senyum manisnya ke arah Rey membuat Rey salah tingkah
" Mau makan Dimana ? " ucap Rey
" Mau makan di pinggir jalan terus kita makannya di mobil , boleh gak kak ?" tanya Rara
" Boleh dong , Kita cari ya " ucap Rey sambil mengusap lembut kepala Rara
Mereka menemukan pedagang kaki lima di sekitar Danau buatan , Rey memberhentikan mobilnya di dekat Danau dan memesan nasi goreng request Rara .
__ADS_1
Sambil menunggu pesanan datang, Rey membuka suara .
" Raa , kamu masih galau ?" tanya Rey
" Udah enggak sih kak, cuman kadang masih suka kepikiran aja " jawab Rara dengan raut wajah sendu
" Kamu mau tau gak gimana caranya supaya bisa melupakan ?" tanya Rey yang kini duduk berhadapan dengan Rara di dalam mobil dengan Pintu yang dibuka
" Apa emang ?" tanya Rara
" Mengikhlaskan dan Membuka lembaran baru Raa . kamu harus mencoba membuka hatimu untuk orang lain biar bisa pelan pelan melupakan masalalumu " ucap Rey kasih saran
" Iya aku tau kak , aku juga lagi berusaha untuk membuka hati cuman mungkin lebih selektif dalam memilih " ucap Rara
" memilih yang bagaimana emang, mau dong kakak daftar juga hahaha " ucap Rey menggoda Rara
" Yang pasti tampan ya , baik dan bertanggung jawab . Dan satu lagi, yang punya pendirian " jawab Rara
" Gak mau yang Kaya Raya juga Raa ?" ucap Rey menggoda
" Kaya aja deh kak, yang sepadan dengan keluargaku , kalau yang Kaya Raya entar gak di restuin lagi , sakit lagi . " Jawab Rara dengan pandangan kosong
" Kenapa gitu Ra ? " ucap Rey memancing Rara untuk cerita lebih dalam
" Ya emang gitu kak, kalau mereka anak orang Kaya Raya apalagi pewaris tunggal sudah pasti jodohnya di atur oleh orang tuanya . " ucap Rara sambil memamdang wajah Rey
" Tergantung " jawab Rara singkat
" Tergantung apa ? tanya Rey mulai penasaran
" Kalau mereka kaya karena milik pribadi sih aku mau , kan mereka pasti punya kekuasaan untuk melawan orang tuanya kalau di jodohin Hahahaha " jawab Rara cengegesan .
" Contohnya kaya aku gini ya Raa " ucap Rey percaya diri
" Iya kayak kak Rey gini , andai aja kak Rey mau sama aku uda pasti aku gak bakal nolak " ucap Rara menggoda Rey sambil mecolek dagu Rey
Pernyataan Rara barusan seolah menjadi angin segar buat Rey, bagaimana tidak ternyata type Rara seperti dirinya .
Tampan, kaya raya milik pribadi, baik ,bertanggung jawab pula, ingin sekali mengajak Rara menikah .
Tiba tiba membuat tubuh Rey kepanasan karena terlalu bahagia .
sial , kenapa gue seneng banget sih .
" Emang kamu mau sama aku Raa " Tanya Rey sambil membenarkan duduknya karena Grogi
" Mau dong, tapi sayangnya kak Rey gak mau sama aku " Ucap Rara yang beneran atau hanya menggoda
" Aku mau Raa " ucap Rey semangat
__ADS_1
Deg deg deg . .
barusan kak rey bilang apa ? kak rey mau sama aku .
Saat Rara akan membalas ucapan Rey tibatiba makanannya datang dan mereka makan dalam diam .
setelah beberapa menit Rara dan Rey menyelesaikan makannya , mereka gak langsung pulang karena menikmati angin malam yang segar .
" Kak Rey, kenalin aku dong sama teman teman kakak yang jomblo " ucap Rara
" Daripada sama temenku mending sama aku aja " jawab Rey lirih yang di dengar Rara
" Yaudah ayok " ucap Rara menggoda
" kamu jangan godain kakak Raa , kalau kakak baper gimana ? ucap Rey salah tingkah
" Biar aja baper , nanti aku yang tanggung jawab . hahaha . jangan baper sama aku kak, aku gak pantas buat kakak " ucao Rara tibatiba
" Siapa bilang " ucao Rey
" Aku yang bilang " ledek Rara sambil keluar mobil dan berjalan ke arah danau
Rey yang melihat Rara keluar mobil langsung ikut turun juga .
Rara berdiri di tepi danau sambil memeluk tabuhnya dengan kedua tangganya karena merasa kedinginan
Rey yang melihat itu , tiba tiba memeluk Rara dari belakang .
" Eh kak " ucap Rara kaget melihat tangan kokoh memeluk tubuhnya dari belakang
deg . . perasaan apa ini ? pelukan kak rey membuatku nyaman . huft . aku gak boleh baper , kak rey kan kakak aku .
" Biarkan gini sebentar Raa , kamu kedinginan " ucap Rey yang melihat kegelisahan Rara
" Terimakasih kak, kakak selalu baik sama aku " ucap Rara tiba tiba mellow
" Karena aku sayang sama kamu Raa " ucap Rey berbisik di telinga Rara
Ungkapan sayang dari mulut Rey diartikan lain oleh Rara, Rara fikir Rey memang sayang karena Rara juga seperti adiknya sendiri seperti Vina dan Lisaa .
" Aku juga sayang sama kak Rey " ucap Rara yang tiba tiba meletakkan tangannya di atas tangan Rey yang masih melingkar di perutnya
Rey salah mengartikan ucapan Rara merasa hatinya senang .
Merasa ada banyak kupu kupu yang mengelitik hatinya
" ah kenapa gue seneng banget sih . kalau gak demi harga diri didepan Rara bisa bisa gue salto nih .
Happy Reading
__ADS_1