TIGA GADIS CANTIK

TIGA GADIS CANTIK
Bab 8


__ADS_3

Mereka semua pulang meninggalkan Raffa dan Axel yang masih di Bar .


Rara Vina tidak pulang kerumah karena sudah ijin menginap dirumah Lisaa . Saat di Parkiran , mereka bertiga yang tadi berangkat bersama Rey kini harus pulang diantar Revan .


sedangkan Daniel, pria itu berdiri di depan mobilnya sambil memainkan kunci ditangannya . Kaca hitam yang bertengger di hidung nya membuat para wanita menggila mengagumi ketampanan seorang Daniel Putra Admaja .


" Lissa sama Vinaa loe antar pulang ya Van " ucap Rey


" Loh kakak mau kemana ? " tanya Lisa penasaran


" Kakak ada urusan sebentar sama Rara " jawab Rey


" Cie kak Rey, urusan apa kak ? urusan masa depan " ledek Vina


" udah sana pulang , langsung pulang jangan mampir mampir Van udah malem " ucap Rey sambil menepuk lengan tangan Revan


" Yoi man " jawab Revan


" Liss Van kak Revan kak Daniel, kita duluan ya " pamit Rara ke teman temannya


" Oke hati hati Raa , kalau kaK Rey macem macem gigit aja " Goda Vinaa


Saat melewati Mobil Daniel, kaca mobil Rey yang belum di tutup sempurna membuat Rara melihat jelas Daniel dengan wajah dinginnya .


Mata mereka saling pandang beberapa detik , membuat Rara merasa tidak enak melihat wajah Daniel yang tidak bersahabat .


Itu kak daniel kenapa sih, kok wajahnya serem banget kaya mau makan orang .


Daniel yang melihat Rara bareng di mobil Rey merasa ada sesuatu yang tidak nyaman .


Apalagi melihat kedekatan Rey dan Rara selama ini .


Entah Daniel mulai suka denyan Rara atau karena mereka barusaja dekat .


Prasaan apa ini, kenapa gue gak suka liat mereka bareng


Di Dalam Mobil


" Mau makan dulu gak Raa ?" tanya Rey


" Boleh deh kak, aku juga laper " jawab Rara dengan senyum manisnya ke arah Rey membuat Rey salah tingkah


" Mau makan Dimana ? " ucap Rey


" Mau makan di pinggir jalan terus kita makannya di mobil , boleh gak kak ?" tanya Rara


" Boleh dong , Kita cari ya " ucap Rey sambil mengusap lembut kepala Rara


Mereka menemukan pedagang kaki lima di sekitar Danau buatan , Rey memberhentikan mobilnya di dekat Danau dan memesan nasi goreng request Rara .

__ADS_1


Sambil menunggu pesanan datang, Rey membuka suara .


" Raa , kamu masih galau ?" tanya Rey


" Udah enggak sih kak, cuman kadang masih suka kepikiran aja " jawab Rara dengan raut wajah sendu


" Kamu mau tau gak gimana caranya supaya bisa melupakan ?" tanya Rey yang kini duduk berhadapan dengan Rara di dalam mobil dengan Pintu yang dibuka


" Apa emang ?" tanya Rara


" Mengikhlaskan dan Membuka lembaran baru Raa . kamu harus mencoba membuka hatimu untuk orang lain biar bisa pelan pelan melupakan masalalumu " ucap Rey kasih saran


" Iya aku tau kak , aku juga lagi berusaha untuk membuka hati cuman mungkin lebih selektif dalam memilih " ucap Rara


" memilih yang bagaimana emang, mau dong kakak daftar juga hahaha " ucap Rey menggoda Rara


" Yang pasti tampan ya , baik dan bertanggung jawab . Dan satu lagi, yang punya pendirian " jawab Rara


" Gak mau yang Kaya Raya juga Raa ?" ucap Rey menggoda


" Kaya aja deh kak, yang sepadan dengan keluargaku , kalau yang Kaya Raya entar gak di restuin lagi , sakit lagi . " Jawab Rara dengan pandangan kosong


" Kenapa gitu Ra ? " ucap Rey memancing Rara untuk cerita lebih dalam


" Ya emang gitu kak, kalau mereka anak orang Kaya Raya apalagi pewaris tunggal sudah pasti jodohnya di atur oleh orang tuanya . " ucap Rara sambil memamdang wajah Rey


" Tergantung " jawab Rara singkat


" Tergantung apa ? tanya Rey mulai penasaran


" Kalau mereka kaya karena milik pribadi sih aku mau , kan mereka pasti punya kekuasaan untuk melawan orang tuanya kalau di jodohin Hahahaha " jawab Rara cengegesan .


" Contohnya kaya aku gini ya Raa " ucap Rey percaya diri


" Iya kayak kak Rey gini , andai aja kak Rey mau sama aku uda pasti aku gak bakal nolak " ucap Rara menggoda Rey sambil mecolek dagu Rey


Pernyataan Rara barusan seolah menjadi angin segar buat Rey, bagaimana tidak ternyata type Rara seperti dirinya .


Tampan, kaya raya milik pribadi, baik ,bertanggung jawab pula, ingin sekali mengajak Rara menikah .


Tiba tiba membuat tubuh Rey kepanasan karena terlalu bahagia .


sial , kenapa gue seneng banget sih .


" Emang kamu mau sama aku Raa " Tanya Rey sambil membenarkan duduknya karena Grogi


" Mau dong, tapi sayangnya kak Rey gak mau sama aku " Ucap Rara yang beneran atau hanya menggoda


" Aku mau Raa " ucap Rey semangat

__ADS_1


Deg deg deg . .


barusan kak rey bilang apa ? kak rey mau sama aku .


Saat Rara akan membalas ucapan Rey tibatiba makanannya datang dan mereka makan dalam diam .


setelah beberapa menit Rara dan Rey menyelesaikan makannya , mereka gak langsung pulang karena menikmati angin malam yang segar .


" Kak Rey, kenalin aku dong sama teman teman kakak yang jomblo " ucap Rara


" Daripada sama temenku mending sama aku aja " jawab Rey lirih yang di dengar Rara


" Yaudah ayok " ucap Rara menggoda


" kamu jangan godain kakak Raa , kalau kakak baper gimana ? ucap Rey salah tingkah


" Biar aja baper , nanti aku yang tanggung jawab . hahaha . jangan baper sama aku kak, aku gak pantas buat kakak " ucao Rara tibatiba


" Siapa bilang " ucao Rey


" Aku yang bilang " ledek Rara sambil keluar mobil dan berjalan ke arah danau


Rey yang melihat Rara keluar mobil langsung ikut turun juga .


Rara berdiri di tepi danau sambil memeluk tabuhnya dengan kedua tangganya karena merasa kedinginan


Rey yang melihat itu , tiba tiba memeluk Rara dari belakang .


" Eh kak " ucap Rara kaget melihat tangan kokoh memeluk tubuhnya dari belakang


deg . . perasaan apa ini ? pelukan kak rey membuatku nyaman . huft . aku gak boleh baper , kak rey kan kakak aku .


" Biarkan gini sebentar Raa , kamu kedinginan " ucap Rey yang melihat kegelisahan Rara


" Terimakasih kak, kakak selalu baik sama aku " ucap Rara tiba tiba mellow


" Karena aku sayang sama kamu Raa " ucap Rey berbisik di telinga Rara


Ungkapan sayang dari mulut Rey diartikan lain oleh Rara, Rara fikir Rey memang sayang karena Rara juga seperti adiknya sendiri seperti Vina dan Lisaa .


" Aku juga sayang sama kak Rey " ucap Rara yang tiba tiba meletakkan tangannya di atas tangan Rey yang masih melingkar di perutnya


Rey salah mengartikan ucapan Rara merasa hatinya senang .


Merasa ada banyak kupu kupu yang mengelitik hatinya


" ah kenapa gue seneng banget sih . kalau gak demi harga diri didepan Rara bisa bisa gue salto nih .


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2