
Pagi hari laki laki muda itu berada di ruang kerja papanya membicarakan keputusan yang sudah dia ambil .
" Apa yang ingin kamu bicarakan sama papa " tanya Papa Rey
" Aku sudah mengambil keputusan pa " jawab Rey tegas
" Bagaimana ? " tanya Papa
" Aku mau pergi ke USA dan memegang perusahaan di Pusat " jawab Rey mantap
" Kamu serius Rey " tanya sang papa senang . Tentu saja dia senang, ini keputusan yang ditunggu tunggu
"Iya Paa " jawab Rey lesu
" Baiklah kamu mau berangkat kapan ?" tanya Papa
" 1 minggu lagi , aku mau pamit ke anak anak dulu " ucap Rey
" Baiklah, biar sekretaris papa yang atur semua " ucap Papa
" Iya Paaa " ucap Rey langsung keluar dari ruangan kerja papanya
********
" Rara , bangun nak " panggil mama Rara diluar pintu kamarnya
" Iya ma, sudah bangun " jawab Rara
Setelah menyelesaikan ritual mandinya, Rara turun ke meja makan untuk sarapan bersama kedua orangtuanya dan langsung berangkat menuju kampus . Di depan gerbang kampus , Rara dikagetkan dengan kakak senior yang selama ini selalu mengganggunya .
" Pagi Rara " sapa Rendy
" Pagi juga kak Rendy , duluan ya kak " jawab Rara
" Ngapa buru buru amat dah " tanya Rendy
" Iya ini sudah ditungguin Vina sama Lisa kak, aku ada kelas pagi soalnya " jawab Rara dengan senyum manisnya
" Oke sampai ketemu nanti Ra " jawab Rendy
Tanpa mereka sadari ada yang memperhatikan mereka dengan mata tajamnya .
Niat hati ingin menjemput Rara dan mengantarkan ke kampus, ditengah perjalanan melihat mobil Rara yang sudah beranhkat akhirnya Daniel mengikuti dari belakang .
Setelah memastikan Rara dengan selamat sampai kampus, Daniel langsung pergi ke kantornya .
Pria datar dan dingin itu sampai di Kantor dengan mood yang sangat rusak , setelah melihat kekasihnya bercengkrama bahkan menunjukkan senyum manisnya pada lelaki lain itu membuat Daniel kesal sendiri .
Dengan pandangn datarnya membuat semua karyawan bergidik ketakutan dengan apa yang akan terjadi hari ini setelah melihat bosnya terlihat murka .
Siang hari di Kantor Daniel kedatangan 3 cecunguk resek yang selalu terbar pesona di kantornya . Axel , Raffa dan Revan datang mengganggu ketenangan Daniel yang baru saja bisa tenang setelah mendapat kata kata gombalan dari Rara .
__ADS_1
Bilang saja Daniel sebucin itu sekarang .
" Hai bro " ucap Axel yang kini duduk di sofa ruangan Daniel tanpa di suruh
" Ngapain kalian kesini " jawab Daniel datar
" Hmm .. ngapain ya " jawab Revan
" Ck ! buruan ada apa gue sibuk " jawab Daniel
" Makan siang di Resto XX yok, bosen gue " kali ini Raffa membuka suara
" Yoi man , disana terkenal barista nya cakep cakep " ucap Axel
" sok sok an , ketauan Vina baru tau rasa loe " ucap Revan
" Ya loe jangan bilang bilang lah , bisa mati gue kalau ketauan ama singa betina " jawab Axel yang bergidik membayangkan kemarahan Vina
" Yok lah Niel , loe gak capek apa ngurus kertas mulu " ucap Revan
" Kalau CEO modelan kaya loe gini, bisa bisa bikin bangkrut perusahaan " Ledek Daniel pada Revan
" Sialan " kesal Revan
Daniel berjalan ke arah pintu membiarkan teman temannya tetap duduk di ruangannya
" Eh loe mau kemana setan " ucap Axel
" Makan siang " ucap Daniel keluar ruangan
Akhirya disini mereka berada , Daniel dan para cecunguknya keluar makan siang di Restoran XX .
" Loe gimana sama Rara ?" tanya Axel membuka suara
" Gimana apanya ?" jawab Daniel bingung dengan pertanyaan Axel
" Loe serius sama dia " tanya Raffa mulai kepo
" Loe kira gue becanda " jawab Daniel datar
" Ya kali, jangan macam macam , dia cewe baik " ucap Raffa
" Yoi gue tau " jawab Daniel
" Loe sendir gimana sama Liisa ? ada perkembangan ?" tanya Daniel ke Revan
" Ya gini gini aja , masih stuck di tempat " jawab Revan
" Tembak yang romantis sana kalau emang loe beneran suka " ucap Raffa
" Iya gue juga udah ada rencana gitu ,nunggu dia gak sibuk " jawab Revan
__ADS_1
" Habis gini tinggal loe sama Rey doang yang jomblo hahaha " ledek Axel ke arah Raffa
" Bodo amat gue , rencananya gue mau tikung si Vina siapa tau dia mau sama gue yang jelas jelas jadiin dia nomer satu dan satu satunya " jawab Raffa membuat Axel kesal , niat hati meledek Raffa eh dia yang kepanasan sendiri
" Vina uda cinta mati ama gue, loe gak bakalan di lirik sama sekali " ucap Axel bangga
" Loe gak tau aja sebelum jadian sama loe , dia ngode ngode gue minta di tembak " jawab Raffa menggoda
" Gue gak percaya , loe kan bucin akut sama almarhum cewe loe " ucap Axel
" Loe tanya aja sama si Vina , kemana aja dulu kita berdua menghabiskan kenangan indah " ucap Raffa tetap berusaha memanas manasi Axel
sukurin dah loe ,panas panas dah . sapa suruh ngeledekin gue, gak tau apa kalau gue juga bisa bales
" Sialan loe " ucap Axel kesal sambil menatap tajam ke arah Raffa , sedangkan yang ditatap hanya tersenyum santai
" Gimana ? masih gak percaya kalau Vina gak bakalan mempertimbangkan gue " ucap Raffa menggoda Axel habis habisan , biar saja siapa suruh ngeledekin Raffa
" Sialaan loe , macem macem gue bunuh loe " ucap Axel benar benar kesal kali ini , sepertinya omongan Raffa di percaya .
Daniel dan Revan yang mendengar perdebatan sengit itu hanya tertawa , mereka berdua tau kalau apa yang sedang diomongin Raffa itu cuma becanda untuk memanas manasi Axel .
Mereka tau, Raffa tidak mungkin seperti itu, dia saja bucin akut sama almarhum kekasihnya .
Saat lagi berbincang tiba tiba ada seorang wanita datang dan duduk di samping Daniel
" Hai Daniel, loe kemana aja sih " tanya Andin
" Ngapain loe kesini " tanya Raffa tidak suka
" Nyamperin Daniel , kamu jahat banget sih aku telponin gak pernah di angkat , ke apartemen juga gak pernah ada " rengek Andin yang sok manja
" Gue abis ke puncak sama temen temen gue, loe ngapain nyari gue ke apart ? " tanya Daniel tidak suka siapapun yang berani dengan lancang mencarinya ke Apartemen
" Aku kangen sama kamu , habis nonton kamu hilang tanpa kabar " jawab Andin
" Pergi sana , loe jangan gangguin Daniel lagi " ucap Revan
" Tau, ngintil mulu " ketus Raffa
" Pergi sana " ucap Daniel
" Sialan kalian " ketus Andin kesal
Setelah lama berbincang tiba tiba di grub ada pesan masuk dari Rey yang mengajak kumpul nanti malam di tempat Raffa .
Tidak ada kecurigaa apa apa dari mereka , hanya Raffa yang tau maksud Rey mengajak kumpul untuk berpamitan sama teman temannya .
Sepertinya mereka akan berpisah beberapa tahun , dan itu pasti berat . Ingin sekali Raffa memberi tahu ini ke teman temannya, tapi ia tidak memiliki kapasitas disini .
Biar saja Rey yang bilang sendiri .
__ADS_1
Setelah menyelesaikan makan siang , mereka kembali ke habitat masing masing karena nanti malam akan ketemu lagi .
Happy Reading