TIGA GADIS CANTIK

TIGA GADIS CANTIK
Bab 24


__ADS_3

Pagi hari laki laki muda itu berada di ruang kerja papanya membicarakan keputusan yang sudah dia ambil .


" Apa yang ingin kamu bicarakan sama papa " tanya Papa Rey


" Aku sudah mengambil keputusan pa " jawab Rey tegas


" Bagaimana ? " tanya Papa


" Aku mau pergi ke USA dan memegang perusahaan di Pusat " jawab Rey mantap


" Kamu serius Rey " tanya sang papa senang . Tentu saja dia senang, ini keputusan yang ditunggu tunggu


"Iya Paa " jawab Rey lesu


" Baiklah kamu mau berangkat kapan ?" tanya Papa


" 1 minggu lagi , aku mau pamit ke anak anak dulu " ucap Rey


" Baiklah, biar sekretaris papa yang atur semua " ucap Papa


" Iya Paaa " ucap Rey langsung keluar dari ruangan kerja papanya


********


" Rara , bangun nak " panggil mama Rara diluar pintu kamarnya


" Iya ma, sudah bangun " jawab Rara


Setelah menyelesaikan ritual mandinya, Rara turun ke meja makan untuk sarapan bersama kedua orangtuanya dan langsung berangkat menuju kampus . Di depan gerbang kampus , Rara dikagetkan dengan kakak senior yang selama ini selalu mengganggunya .


" Pagi Rara " sapa Rendy


" Pagi juga kak Rendy , duluan ya kak " jawab Rara


" Ngapa buru buru amat dah " tanya Rendy


" Iya ini sudah ditungguin Vina sama Lisa kak, aku ada kelas pagi soalnya " jawab Rara dengan senyum manisnya


" Oke sampai ketemu nanti Ra " jawab Rendy


Tanpa mereka sadari ada yang memperhatikan mereka dengan mata tajamnya .


Niat hati ingin menjemput Rara dan mengantarkan ke kampus, ditengah perjalanan melihat mobil Rara yang sudah beranhkat akhirnya Daniel mengikuti dari belakang .


Setelah memastikan Rara dengan selamat sampai kampus, Daniel langsung pergi ke kantornya .


Pria datar dan dingin itu sampai di Kantor dengan mood yang sangat rusak , setelah melihat kekasihnya bercengkrama bahkan menunjukkan senyum manisnya pada lelaki lain itu membuat Daniel kesal sendiri .


Dengan pandangn datarnya membuat semua karyawan bergidik ketakutan dengan apa yang akan terjadi hari ini setelah melihat bosnya terlihat murka .


Siang hari di Kantor Daniel kedatangan 3 cecunguk resek yang selalu terbar pesona di kantornya . Axel , Raffa dan Revan datang mengganggu ketenangan Daniel yang baru saja bisa tenang setelah mendapat kata kata gombalan dari Rara .

__ADS_1


Bilang saja Daniel sebucin itu sekarang .


" Hai bro " ucap Axel yang kini duduk di sofa ruangan Daniel tanpa di suruh


" Ngapain kalian kesini " jawab Daniel datar


" Hmm .. ngapain ya " jawab Revan


" Ck ! buruan ada apa gue sibuk " jawab Daniel


" Makan siang di Resto XX yok, bosen gue " kali ini Raffa membuka suara


" Yoi man , disana terkenal barista nya cakep cakep " ucap Axel


" sok sok an , ketauan Vina baru tau rasa loe " ucap Revan


" Ya loe jangan bilang bilang lah , bisa mati gue kalau ketauan ama singa betina " jawab Axel yang bergidik membayangkan kemarahan Vina


" Yok lah Niel , loe gak capek apa ngurus kertas mulu " ucap Revan


" Kalau CEO modelan kaya loe gini, bisa bisa bikin bangkrut perusahaan " Ledek Daniel pada Revan


" Sialan " kesal Revan


Daniel berjalan ke arah pintu membiarkan teman temannya tetap duduk di ruangannya


" Eh loe mau kemana setan " ucap Axel


" Makan siang " ucap Daniel keluar ruangan


Akhirya disini mereka berada , Daniel dan para cecunguknya keluar makan siang di Restoran XX .


" Loe gimana sama Rara ?" tanya Axel membuka suara


" Gimana apanya ?" jawab Daniel bingung dengan pertanyaan Axel


" Loe serius sama dia " tanya Raffa mulai kepo


" Loe kira gue becanda " jawab Daniel datar


" Ya kali, jangan macam macam , dia cewe baik " ucap Raffa


" Yoi gue tau " jawab Daniel


" Loe sendir gimana sama Liisa ? ada perkembangan ?" tanya Daniel ke Revan


" Ya gini gini aja , masih stuck di tempat " jawab Revan


" Tembak yang romantis sana kalau emang loe beneran suka " ucap Raffa


" Iya gue juga udah ada rencana gitu ,nunggu dia gak sibuk " jawab Revan

__ADS_1


" Habis gini tinggal loe sama Rey doang yang jomblo hahaha " ledek Axel ke arah Raffa


" Bodo amat gue , rencananya gue mau tikung si Vina siapa tau dia mau sama gue yang jelas jelas jadiin dia nomer satu dan satu satunya " jawab Raffa membuat Axel kesal , niat hati meledek Raffa eh dia yang kepanasan sendiri


" Vina uda cinta mati ama gue, loe gak bakalan di lirik sama sekali " ucap Axel bangga


" Loe gak tau aja sebelum jadian sama loe , dia ngode ngode gue minta di tembak " jawab Raffa menggoda


" Gue gak percaya , loe kan bucin akut sama almarhum cewe loe " ucap Axel


" Loe tanya aja sama si Vina , kemana aja dulu kita berdua menghabiskan kenangan indah " ucap Raffa tetap berusaha memanas manasi Axel


sukurin dah loe ,panas panas dah . sapa suruh ngeledekin gue, gak tau apa kalau gue juga bisa bales


" Sialan loe " ucap Axel kesal sambil menatap tajam ke arah Raffa , sedangkan yang ditatap hanya tersenyum santai


" Gimana ? masih gak percaya kalau Vina gak bakalan mempertimbangkan gue " ucap Raffa menggoda Axel habis habisan , biar saja siapa suruh ngeledekin Raffa


" Sialaan loe , macem macem gue bunuh loe " ucap Axel benar benar kesal kali ini , sepertinya omongan Raffa di percaya .


Daniel dan Revan yang mendengar perdebatan sengit itu hanya tertawa , mereka berdua tau kalau apa yang sedang diomongin Raffa itu cuma becanda untuk memanas manasi Axel .


Mereka tau, Raffa tidak mungkin seperti itu, dia saja bucin akut sama almarhum kekasihnya .


Saat lagi berbincang tiba tiba ada seorang wanita datang dan duduk di samping Daniel


" Hai Daniel, loe kemana aja sih " tanya Andin


" Ngapain loe kesini " tanya Raffa tidak suka


" Nyamperin Daniel , kamu jahat banget sih aku telponin gak pernah di angkat , ke apartemen juga gak pernah ada " rengek Andin yang sok manja


" Gue abis ke puncak sama temen temen gue, loe ngapain nyari gue ke apart ? " tanya Daniel tidak suka siapapun yang berani dengan lancang mencarinya ke Apartemen


" Aku kangen sama kamu , habis nonton kamu hilang tanpa kabar " jawab Andin


" Pergi sana , loe jangan gangguin Daniel lagi " ucap Revan


" Tau, ngintil mulu " ketus Raffa


" Pergi sana " ucap Daniel


" Sialan kalian " ketus Andin kesal


Setelah lama berbincang tiba tiba di grub ada pesan masuk dari Rey yang mengajak kumpul nanti malam di tempat Raffa .


Tidak ada kecurigaa apa apa dari mereka , hanya Raffa yang tau maksud Rey mengajak kumpul untuk berpamitan sama teman temannya .


Sepertinya mereka akan berpisah beberapa tahun , dan itu pasti berat . Ingin sekali Raffa memberi tahu ini ke teman temannya, tapi ia tidak memiliki kapasitas disini .


Biar saja Rey yang bilang sendiri .

__ADS_1


Setelah menyelesaikan makan siang , mereka kembali ke habitat masing masing karena nanti malam akan ketemu lagi .


Happy Reading


__ADS_2