
Setelah Orangtua dan sang adik berangkat ke Solo , Rara duduk santai di Gazebo sambil memikirkan yang mengganjal di hatinya.
Rara mulai scrol scrol status WhatsApp teman temannya, lalu dia membuat status di WhatsApp miliknya
" Semua tak lagi sama, semua terasa berbeda, haruskah aku lari dari semua ini, perasaan ini membuatku semakin menjadi resah dan gelisah. "
Entah apa yang ada di fikiran Rara saat ini, tanpa disadari kembalinya Rey membuat hatinya sedikit goyah. Bilang saja dia plin plan, tapi itu diluar kendali Rara.
Pertama kali melihat Rey datang membawa teman seorang wanita, membuat hati Rara sedikit berdesir. Entah ada apa dengan Rara?
Dia mulai mencintai Daniel, tapi keberadaan Rey saat ini membuat Rara semakin bimbang dengan hatinya.
Dulu, sebelum mengenal Daniel , Rara sangat dekat dengan Rey seperti pasangan kekasih.
Namun kini, seperti ada jarak yang membentengi mereka berdua karena ada hati yang harus dijaga.
Huft, desah Rara
Setelah membuat status di WhatssApp, banyak teman teman yang komen. Tapi, tidak ada nama Daniel .
LISA : Apalagi hoii, galau mulu lo
VINA : Baru juga balikan, kenapa lagi lo
KAK REY : Kenapa Raa? ada masalah apa kamu?
KAK REVAN : belum dapet pajak balikan, udah galau aja Raa
KAK AXEL : apanya yang berbeda Ra?
KAK RAFFA : Kenapa cantik? balas Raffa dengan emoticon senyum
Rara hanya membaca komen komen tanpa membalasnya . Baginya, meluapkan perasaan di sosial media memang bukan kebiasaan Rara tapi entah kenapa rasanya saat ini dia lebih nyaman seperti ini daripada harus bercerita dengan orang orang terdekatnya.
Kembali ke kamar, Rara mulai tiduran dan mendengarkan music sembari melihat lihat album foto di Handphone miliknya.
Tiba tiba, teringat dengan Alvino sang mantan kekasih yang sudah menemaninya dua tahun ini.
"Apa kabarmu, Al? " ucap Rara dalam hati
Tidak bisa di pungkiri, menjalin hubungan dengan Alvino selama dua tahun membuat Rara sulit untuk melupakan semua kenangannya.
Alvino adalah laki laki yang sangat perhatian, dan tidak pernah menyakitinya selama menjadi kekasih Rara bahkan secara sengaja ataupun tidak. Baginya Rara adalah segalanya.
Setelah tahu Alvino di jodohkan, Rara merasakan dunianya Hancur. Impian impian indah yang pernah mereka bayangkan memang hanya tinggal hayalan . Kini yang tersisa hanyalah tinggal kenangan.
Rara mengusap air matanya di iringi lagu lagu kenangan bersama Alvino yang kini terdengar di telinga .
__ADS_1
ALVINO : Semua memang terasa berbeda saat kamu pergi Raa, aku masih disini dengan cinta yang sama. Berharap suatu saat kita akan kembali bersama, kuharap kau juga masih menyimpan rapi perasaan cintamu hanya untukku.
Deg.
Dengan peraaaan bergetar Rara membaca pesan Alvino, tanpa di sadari air matanya semakin tumpah.
" Aku masih sangat mencintaimu Al, tapi aku harus bisa mengikhlaskanmu untuk kebaikan hatiku sendiri " Ucap Rara dalam hati
Seperti yang lain, Rara memilih untuk tidak membalas pesan yang dikirim Alvino.
Drrtt.. Drrtt.. Drrtt..
Tiba tiba handphone Rara bunyi panggilan masuk dari Daniel.
" Haloo " ucap Rara menjawab panggilan Daniel
" Bisakah kita ketemu ?" Jawab Daniel diseberang sana
Jantung Rara berdetak tak karuan.
" Dimana? "tanya Rara
" Aku kerumah kamu sekarang, 10 menit lagi sampai, " Jawab Daniel
" Baiklah, hati hati di jalan" Jawab Rara lemah
Benar kata Daniel, 10 menit menunggu akhirnya Daniel datang juga.
" Hai sayang," Sapa Daniel saat Rara membuka pintu sembari mengecup kening Rara
" Hai, " Jawab Rara
" Bolehkah aku masuk, aku ingin berbicara panjang sama kamu Raa," tanya Daniel
"Ayo ke taman samping aja kak, " Jawab Rara
Mereka duduk di Gazebo sembari menunggu bibi membuatkan minum dan membawa camilan .
Entah kenapa suasana menjadi canggung begini, Rara dan Daniel sama sama diam tanpa ada yang mulai pembicaraan.
" Raa" panggil Daniel dengan datar seperti biasa
" Iya kak " jawab Rara
" Ada yang ingin kamu jelaskan? " tanya Daniel memancing soal status WhatsApp Rara
" Aku minta maaf kak, " ucap Rara dengan menunduk tanpa berani memandang Daniel yang kini ada di depannya
__ADS_1
" Kenapa,? " tanya Daniel datar
"Entah apa yang kini aku rasakan, semuanya hambar" jawab Rara
" Termasuk perasaan kamu untukku? " tanya Daniel
"Entahlah" jawab Rara memandang depan
"Apa kamu tidak bahagia bersamaku " tanya Daniel
" Aku bahagia kak, tapi terkadang rasa itu datang tanpa ku minta. Aku minta maaf kalau ini menyakiti perasaan kamu. Sungguh ini diluar kendaliku kak, aku juga gak pernah mengingingkan ini. Tapi sulit" jawab Rara panjang lebar
Daniel mendesah mendengar jawaban Rara. Entah apa yang ada di dalam fikirannya saat ini,
"Baiklah, lalu apa mau kamu sekarang? Tanya Daniel to the point
"Maksudnya? jawab Rara kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan Daniel
" Aku tidak akan membebanimu, jika memang aku tidak bisa membuatmu bahagia bersamaku maka aku akan membebaskanmu. Aku tidak akan membuatmu merasa berat hanya karena menjaga perasaanku " Jawab Daniel
Rara yang mendengar merasa kaget, kenapa jadi seperti ini. Bukan ini kemauan Rara, dia hanya belum bisa melupakan bukan berarti tidak bahagia dengan Daniel.
"Kenapa kamu ngomong kayak gitu kak? kamu mau ninggalin aku?" tanya Rara memandang Daniel lekat
"Tidak, aku hanya tidak mau memberatkanmu Raa. " jawab Daniel
"Tapi aku gak terpaksa jalan sama kamu, aku sayang sama kamu kak, aku juga bahagia sama kamu, jangan bicara omong kosong lagi aku gak suka dengernya " Jawab Rara sedikit ketakutan
" Tenangkan dulu hatimu, nanti aku ada urusan keluar kota. Mungkin tiga harian baru kembali" jawab Daniel sembari mengelus rambut Rara
"Hmmm baiklah kak, aku sayang kamu, aku minta maaf kalau terkadang masih menyakiti kamu" Jawab Rara tiba tiba memeluk Daniel
Rara dan Daniel berpelukan karena besok mereka berpisah sementara. Pelukan Daniel terasa nyaman dan hangat, Rara tidak mau kehilangan seseorang lagi, cukup kemarin Alvino. Sebisa mungkin dia menjaga hubungan ini.
"Aku pulang dulu, kamu baik baik dirumah" Ucap Daniel mengelus lembut pipi Rara
"Iya kak, kamu hati hati dijalan. kabari aku terus ya" jawab Rara. Daniel hanya mengangguk mengiyakan
Entah kenapa Daniel sedikit diam hari ini, biasanya dia senang sekali menggoda Rara, tapi kali ini hanya beberapa kata yang terucap. Senyum pun jarang, hanya tatapan datar yang di tunjukan.
"huftt batin Rara mendesah
Hari ini Rara galau segalau galaunya, sepertinya dia butuh hiburan.
Rara menghubungi Vina dan Lisa, nanti malam ingin mengajak mereka berdua karaoke di tempat kak Revan.
to be continue
__ADS_1