
Malam hari Daniel pergi keluar bersama Axel sebentar
" Aku keluar kedepan sebentar dengan Axel ya sayang " Pamit Daniel kepada Rara yang sedang duduk menyendiri di teras depan , dia tidak bergabung dengan teman temannya yang saat ini kumpul di ruang keluarga .
" Iya, kamu hati hati ya " jawab Rara dengan tersenyum
Dia duduk termenung sendiri menikmati dinginnya malam , merenungkan apa yang sudah terjadi .
Setelah melihat perubahan Rey padanya seharian ini membuat Rara befikir keras apa salahnya .
Rey seolah menghindarinya, tidak ada lagi senyuman hangat yang ia dapatkan dari Rey seperti biasa .
" Hufft " Rara bersandar di kursi tidur sambil menikmati indahnya bulan malam ini
Saat dia memejamkan mata , tiba tiba ada yang duduk di sampingnya .
" Apa yang sedang kamu fikirkan " tanya Raffa
" Aku sedang tidak memikirkan apa apa kak " jawab Rara
" Matamu berkaca kaca Raa , kamu bisa bercerita denganku" ucap Raffa
" Hufft " Rara mengadahkan kepalanya ke atas agar air matanya tidak tumpah
" Kak Rey dimana kak ?" tanya Rara
" Di kamar katanya mengecek email kerjaannya " jawab Raffa
" Hmm .. kak Rey tiba tiba menghindari aku kak " ucap Rara pelan
" Mungkin itu hanya perasaan kamu saja Raa " jawab Raffa
" Tidak kak, tidak biasanya kak Rey begitu . Mungkin aku ada salah sama dia " jawab Rara
" Kenapa kamu gak coba tanya aja sama Rey " ucap Raffa memberi saran
" Aku takut kak, entah kenapa rasanya ada yang aneh " ucap Rara memalingkan wajahnya ke arah Raffa , dan terlihat jelas matanya berkaca kaca .
" Kamu tidak akan pernah tau jawabannya sebelum kamu sendiri bertanya langsung " ucap Raffa mengelus rambut Rara
" Nanti kalau Daniel dateng nyari aku gimana ? tanya Rara
" Mereka lagi ada urusan Raa sepertinya sedikit lama , buruan sana " ucap Raffa
" Baiklah , terimakasih ya kak " ucap Rara
" Iya adik kecil " ucap Raffa menggoda
" Tapi aku sudah besar " jawab Rara sambil melangkahkan kakinya ke dalam rumah
Di ruang kelurga Rara melihat Lisa dan Vina menonton Drakor dengan Axel yang memainkan rambut Vina .
" Mau kemana Raa , sini nonton ada judul baru " ucap Lisa
" Sebentar Lis ,gue mau ke toilet " jawab Rara
" Oke " ucap Lisa
Rara menuju ke kamar Rey yang berada di lantai atas , saat membuka pintu tidak menemukan keberadaan Rey .
__ADS_1
Rara masuk dan melihat pintu balkon terbuka , sepertinya Rey ada di sana .
kenapa gue canggung gini ya , gak biasanya kaya gini .
Benar saja , Rara melihat Rey duduk di kursi dengan pandangan ke depan . Rara memberanikan diri untuk menyapa Rey
" Kak Rey " ucap Rara yang kini duduk di samping Rey
Rey tidak menjawab, dia hanya menoleh sekilas lalu kembali ke arah depan
" Kak Rey kenapa ?" tanya Rara hati hati sambil memegang lengan Rey
" Gpp " jawab Rey datar
" Apa aku ada salah sama kakak ?" tanya Rara
" Gk " ucap Rey singkat . Rara menelan ludah dengan susah mendengar jawaban Rey yang dingin
" Kenapa kamu menghindari aku, padahal kemarin kita baik baik saja ?" tanya Rara
" Hmm .. " jawab Rey lagi lagi datar
" Kenapa kamu berubah " tanya Rara
" Aku tidak pernah berubah, ini memang sifat asliku " jawab Rey tanpa memandang Rara
" Hikss .. Hiks .. Hiks .. " Rara menangis
kenapa sakit banget rasanya batin Rara
Rey yang melihat Rara menangis hanya bisa diam tanpa berusaha menenangkan seperti biasanya
Gue harus bisa , gue harus tahan , mungkin dengan cara ini Rara bisa benci dengan gue dan gue gak akan berat ninggalin dia
" Kamu gak salah, aku yang salah " jawab Rey lirih
" Jelasin sama aku kak, agar tidak ada salah paham lagi " ucap Rara
" gak ada yang perlu di jelasin , aku mau tidur , silahkan kamu keluar " ucap Rey
Berat rasanya Rey harus berpura pura bersikap dingin dengam Rara, tapi dia harus lakuin ini .
" Ya sudah kalau gitu , maaf kalau aku mengganggu " ucap Rara bangkit dari duduknya
Rey yang melihat itu hanya diam tanpa berusaha mencegah .
Rara keluar dari kamar Rey dan masuk ke kamarnya sendiri sampai akhirnya ketiduran karena terlalu banyak menangis .
Pukul 10 malam Daniel dan Raffa datang . Mereka melihat Vina, Lisa , Axel dan Raffa yang tertidur di ruang tengah .
Lalu dimana Rey dan Rara , pikir Daniel
Dia sengaja ke kamar Rara melihat kekasihnya itu yang ternyata sedang tidur menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut menyisakan kepalanya saja yang terlihat .
Perlahan Daniel mendekat dan berjongkok tepat di depan wajah Rara , dia menyibak rambut yang menutupi wajah Rara , dilihatnya ada bekas air mata yang tersisa di pipinya .
Apa yang sedang terjadi Raa, apa yang kamu tangisi ? batin Daniel
Tidak mau mengganggu tidur kekasihnya , Daniel berdiri dan mengecup kening Rara lama dan setelah itu keluar dari kamarnya menuju kamarnya sendiri .
__ADS_1
******
Pagi hari mereka bersiap siap untuk kembali ke kota karena setelah sarapan mereka akan berangkat . Saat manik matanya beradu pandang dengan Rey, dia memilih memalingkan wajahnya karena kesal .
Saat dalam perjalanan, Rara duduk bersandar di pundak Daniel .
" Kamu semalem balik jam berapa kak " tanya Rara
" Jam 10 sayang , maaf ya ninggalin kamu lama " jawab Daniel menggenggam tangan Rara
" Iya gpp kak, aku ketiduran dikamar hehe " ucap Rara
" Pantes aja gue tungguin sama si Lisa loe gak balik balik " ucap Vina
" Ngantuk banget gue Vin " ucap Rara
" Oh iya Raa , ini nanti kamu turun dimana ? langsung kerumah atau kerumah Lisa ? tanya Axel
" langsung kerumah aja kak , mau istirahat . kalo loe Vin " jawab Rara
" Gue juga langsung kerumah Raaa , mau pergi sama kak Axel soalnya " jawab Vina
Dimobil Rey , Rey terlihat lebih diam dan Lisa menyadari itu .
" Apa yang sedang kamu fikirin kak ? tanya Lisa
" Gak ada dek " jawab Rey
" Iya Rey, tumben loe diem , sariawan ? tanya Revan
" Gak , cuma gue capek aja " jawab Rey
" Minggir Rey biar gue gantiin nyetir " ucap Revan
Rey menepikan mobilnya dan turun digantikan dengan Revan .
Saat mobil kembali berjalan, Rey hanya diam bersandar dikursi dengan menutup matanya menggunakan lengan tangan . Raffa yang melihat itu tau kalau Rey sedang tidak baik baik saja
" Loe ada masalah di perusahaan ?" tanya Raffa pelan
" Gak Raff , gue cuma sedikit pusing aja " jawab Rey
" Semalem Rara cerita ke gue kalau loe ngehindar dari dia " ucap Raffa
" Hmm .. " jawab Rey singkat
" Apa gara gara itu ? Loe bisa cerita ke gue kalau loe mau " tanya Raffa pelan
" Hmm .. gue gpp Raff . gue cuma mikirin tawaran bokap gue " jawab Rey.
" Loe trima ? " tanya Raffa yang tau tentang itu. Rey memang lebih dekat dengan Raffa dibanding yang lain karena mereka bekerja sama dalam perusahaan dan sering bareng .
" Iya Raff , tapi mungkin gak dalam waktu dekat " ucap Rey
" Gue selalu dukung loe bro, karena bagaimanapun keputusan loe menyangkut orang banyak " jawab Raffa
" Thanks bro , loe jangan bilang anak anak dulu " ucap Rey
" Santai bro " jawab Raffa
__ADS_1
*********
Happy Reading