TIGA GADIS CANTIK

TIGA GADIS CANTIK
Bab 23


__ADS_3

Malam hari Daniel pergi keluar bersama Axel sebentar


" Aku keluar kedepan sebentar dengan Axel ya sayang " Pamit Daniel kepada Rara yang sedang duduk menyendiri di teras depan , dia tidak bergabung dengan teman temannya yang saat ini kumpul di ruang keluarga .


" Iya, kamu hati hati ya " jawab Rara dengan tersenyum


Dia duduk termenung sendiri menikmati dinginnya malam , merenungkan apa yang sudah terjadi .


Setelah melihat perubahan Rey padanya seharian ini membuat Rara befikir keras apa salahnya .


Rey seolah menghindarinya, tidak ada lagi senyuman hangat yang ia dapatkan dari Rey seperti biasa .


" Hufft " Rara bersandar di kursi tidur sambil menikmati indahnya bulan malam ini


Saat dia memejamkan mata , tiba tiba ada yang duduk di sampingnya .


" Apa yang sedang kamu fikirkan " tanya Raffa


" Aku sedang tidak memikirkan apa apa kak " jawab Rara


" Matamu berkaca kaca Raa , kamu bisa bercerita denganku" ucap Raffa


" Hufft " Rara mengadahkan kepalanya ke atas agar air matanya tidak tumpah


" Kak Rey dimana kak ?" tanya Rara


" Di kamar katanya mengecek email kerjaannya " jawab Raffa


" Hmm .. kak Rey tiba tiba menghindari aku kak " ucap Rara pelan


" Mungkin itu hanya perasaan kamu saja Raa " jawab Raffa


" Tidak kak, tidak biasanya kak Rey begitu . Mungkin aku ada salah sama dia " jawab Rara


" Kenapa kamu gak coba tanya aja sama Rey " ucap Raffa memberi saran


" Aku takut kak, entah kenapa rasanya ada yang aneh " ucap Rara memalingkan wajahnya ke arah Raffa , dan terlihat jelas matanya berkaca kaca .


" Kamu tidak akan pernah tau jawabannya sebelum kamu sendiri bertanya langsung " ucap Raffa mengelus rambut Rara


" Nanti kalau Daniel dateng nyari aku gimana ? tanya Rara


" Mereka lagi ada urusan Raa sepertinya sedikit lama , buruan sana " ucap Raffa


" Baiklah , terimakasih ya kak " ucap Rara


" Iya adik kecil " ucap Raffa menggoda


" Tapi aku sudah besar " jawab Rara sambil melangkahkan kakinya ke dalam rumah


Di ruang kelurga Rara melihat Lisa dan Vina menonton Drakor dengan Axel yang memainkan rambut Vina .


" Mau kemana Raa , sini nonton ada judul baru " ucap Lisa


" Sebentar Lis ,gue mau ke toilet " jawab Rara


" Oke " ucap Lisa


Rara menuju ke kamar Rey yang berada di lantai atas , saat membuka pintu tidak menemukan keberadaan Rey .

__ADS_1


Rara masuk dan melihat pintu balkon terbuka , sepertinya Rey ada di sana .


kenapa gue canggung gini ya , gak biasanya kaya gini .


Benar saja , Rara melihat Rey duduk di kursi dengan pandangan ke depan . Rara memberanikan diri untuk menyapa Rey


" Kak Rey " ucap Rara yang kini duduk di samping Rey


Rey tidak menjawab, dia hanya menoleh sekilas lalu kembali ke arah depan


" Kak Rey kenapa ?" tanya Rara hati hati sambil memegang lengan Rey


" Gpp " jawab Rey datar


" Apa aku ada salah sama kakak ?" tanya Rara


" Gk " ucap Rey singkat . Rara menelan ludah dengan susah mendengar jawaban Rey yang dingin


" Kenapa kamu menghindari aku, padahal kemarin kita baik baik saja ?" tanya Rara


" Hmm .. " jawab Rey lagi lagi datar


" Kenapa kamu berubah " tanya Rara


" Aku tidak pernah berubah, ini memang sifat asliku " jawab Rey tanpa memandang Rara


" Hikss .. Hiks .. Hiks .. " Rara menangis


kenapa sakit banget rasanya batin Rara


Rey yang melihat Rara menangis hanya bisa diam tanpa berusaha menenangkan seperti biasanya


Gue harus bisa , gue harus tahan , mungkin dengan cara ini Rara bisa benci dengan gue dan gue gak akan berat ninggalin dia


" Kamu gak salah, aku yang salah " jawab Rey lirih


" Jelasin sama aku kak, agar tidak ada salah paham lagi " ucap Rara


" gak ada yang perlu di jelasin , aku mau tidur , silahkan kamu keluar " ucap Rey


Berat rasanya Rey harus berpura pura bersikap dingin dengam Rara, tapi dia harus lakuin ini .


" Ya sudah kalau gitu , maaf kalau aku mengganggu " ucap Rara bangkit dari duduknya


Rey yang melihat itu hanya diam tanpa berusaha mencegah .


Rara keluar dari kamar Rey dan masuk ke kamarnya sendiri sampai akhirnya ketiduran karena terlalu banyak menangis .


Pukul 10 malam Daniel dan Raffa datang . Mereka melihat Vina, Lisa , Axel dan Raffa yang tertidur di ruang tengah .


Lalu dimana Rey dan Rara , pikir Daniel


Dia sengaja ke kamar Rara melihat kekasihnya itu yang ternyata sedang tidur menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut menyisakan kepalanya saja yang terlihat .


Perlahan Daniel mendekat dan berjongkok tepat di depan wajah Rara , dia menyibak rambut yang menutupi wajah Rara , dilihatnya ada bekas air mata yang tersisa di pipinya .


Apa yang sedang terjadi Raa, apa yang kamu tangisi ? batin Daniel


Tidak mau mengganggu tidur kekasihnya , Daniel berdiri dan mengecup kening Rara lama dan setelah itu keluar dari kamarnya menuju kamarnya sendiri .

__ADS_1


******


Pagi hari mereka bersiap siap untuk kembali ke kota karena setelah sarapan mereka akan berangkat . Saat manik matanya beradu pandang dengan Rey, dia memilih memalingkan wajahnya karena kesal .


Saat dalam perjalanan, Rara duduk bersandar di pundak Daniel .


" Kamu semalem balik jam berapa kak " tanya Rara


" Jam 10 sayang , maaf ya ninggalin kamu lama " jawab Daniel menggenggam tangan Rara


" Iya gpp kak, aku ketiduran dikamar hehe " ucap Rara


" Pantes aja gue tungguin sama si Lisa loe gak balik balik " ucap Vina


" Ngantuk banget gue Vin " ucap Rara


" Oh iya Raa , ini nanti kamu turun dimana ? langsung kerumah atau kerumah Lisa ? tanya Axel


" langsung kerumah aja kak , mau istirahat . kalo loe Vin " jawab Rara


" Gue juga langsung kerumah Raaa , mau pergi sama kak Axel soalnya " jawab Vina


Dimobil Rey , Rey terlihat lebih diam dan Lisa menyadari itu .


" Apa yang sedang kamu fikirin kak ? tanya Lisa


" Gak ada dek " jawab Rey


" Iya Rey, tumben loe diem , sariawan ? tanya Revan


" Gak , cuma gue capek aja " jawab Rey


" Minggir Rey biar gue gantiin nyetir " ucap Revan


Rey menepikan mobilnya dan turun digantikan dengan Revan .


Saat mobil kembali berjalan, Rey hanya diam bersandar dikursi dengan menutup matanya menggunakan lengan tangan . Raffa yang melihat itu tau kalau Rey sedang tidak baik baik saja


" Loe ada masalah di perusahaan ?" tanya Raffa pelan


" Gak Raff , gue cuma sedikit pusing aja " jawab Rey


" Semalem Rara cerita ke gue kalau loe ngehindar dari dia " ucap Raffa


" Hmm .. " jawab Rey singkat


" Apa gara gara itu ? Loe bisa cerita ke gue kalau loe mau " tanya Raffa pelan


" Hmm .. gue gpp Raff . gue cuma mikirin tawaran bokap gue " jawab Rey.


" Loe trima ? " tanya Raffa yang tau tentang itu. Rey memang lebih dekat dengan Raffa dibanding yang lain karena mereka bekerja sama dalam perusahaan dan sering bareng .


" Iya Raff , tapi mungkin gak dalam waktu dekat " ucap Rey


" Gue selalu dukung loe bro, karena bagaimanapun keputusan loe menyangkut orang banyak " jawab Raffa


" Thanks bro , loe jangan bilang anak anak dulu " ucap Rey


" Santai bro " jawab Raffa

__ADS_1


*********


Happy Reading


__ADS_2