
Setelah melakukan perjalanan lumayan jauh , akhirnya mereka sampai dipuncak sore hari .
Sejak turun dari mobil, para wanita memilih menikmati udara segar disana membiarkan para lelaki menurunkan dan membereskan tas juga beberapa barang yang dibawa .
" Seger banget udara disini guys , sejuk " ucap Rara merentangkan tangannya
" Iya guys , betah ni kayaknya gue " ucap Vina
" Gimana kalau kita foto foto disini " ucap Lisa si hobby foto yang selalu mengabadikan foto dimanapun mereka berada
Setelah puas berfoto foto, mereka bertiga masuk ke dalam Vila membantu yang lain membereskan segala makanan di dapur .
Villa milik keluarga Rey ini memang sengaja tidak di sewakan karena berjaga jaga kalau ada keluarga Rey liburan disini .
Hanya di siapkan dua orang untuk menjaga dan membersihan Villa ini .
Rencanya malam ini mereka mengadakan BBQ sekalian bersantai santai menikmati indahnya malam di Villa .
Para lelaki pada santai di Gazebo samping Villa dekat kolam renang
Dan para wanita mau tidur dulu karena capek perjalanan .
********
Lisa Rara dan Vina terbangun pukul 6 sore langsung mandi dan mencari keberadaan curut curut tampan yang tidak ada di dalam .
Ternyata mereka berlima sedang santai di depan Rumah dan sebagian ada yang menyiapkan bahan bahan untuk BBQ an .
" Hai semua, nyebelin banget gak bangunin kita kita " ucap Lisa merajuk
" Tau nih " Vina ikut ikutan ngomel
mulai deh dua singa betina ngomel , baru dua ini , belum ketiganya . batin para lelaki
Sedangkan Rara cuma diam sambil tersenyum manis melihatkan gigi gisulnya , diam diam Daniel dan Rara beradu pandang beberapa detik hingga Rara memutus kontak duluan karena tidak tahan
Nih cowo kenapa cakep banget sih, walau kadang nyebelin , batin Rara
Melihat senyuman manis Rara membuat Daniel salah tingkah tidak karuan .
Gila ni cewe bening banget dah , batin Daniel
Mereka asik bercerita dan saling meledek hingga Rara berpamitan untuk ke kamar mandi, entah apa yang mendorong Daniel untuk mengikuti Rara .
" Astaga , kaget gue " ucap Rara saat melihat keberadaan Daniel
__ADS_1
" Hmm " ucap Daniel
" Duluan ya kak " ucap Rara mempersilahkan Daniel masuk ke kamar mandi
Saat akan pergi , tangannya di cekal oleh Daniel dan ditarik ke taman yang berada di samping Villa .
" Aduh " ucap Rara kaget namun tetap mengikuti Daniel dan kini mereka duduk bersila saling berhadapan di Gazebo dengan cahaya lampu taman remang remang .
Rara yang duduk bersebelahan dengan Daniel merasa canggung, sesekali dia menelan Ludahnya susah payah karena melihat Daniel terus memandanginya .
Hingga beberapa menit mereka masih sama sama diam .
Rara yang sudah jengah dengan keadaan ini akhirnya membuka suara jengkel .
" Aku ke anak anak dulu kak " ucap Rara sebelum berdiri tapi di tahan Daniel
maunya apasih , gue ditahan disini tapi di diemin . ngeselin
" Kak, kalau cuma diem dieman mending aku ke anak anak aja , nanti mereka nyariin " ucao Rara
" aku uda izinin ke anak anak untuk ngobrol sama kamu " ucap Daniel
" Ha ?" ucap Rara kaget
" Disini aja Raa, aku masih mau ngobrol sama kamu " ucap Daniel sambil memandangi wajah Rara yang ada di depannya
" Apa kamu sudah memiliki kekasih Raa ? " tanya Daniel to the point
" Tidak kak, aku barusaja selesai dengan seseorang " jawab Rara
" Apa kamu sekarang lagi dekat dengan seseorang ?" tanya Daniel Lagi
" Tidak " jawab Rara singkat , dia semakin bingung dengan semua pertanyaaan Daniel
" Hmm.. bolehkah aku jujur sesuatu ?" tanya Daniel
" Silahkan " jawab Rara
" Aku menyukaimu Raa , sejak awal melihatmu pertama kali aku sudah merasakan ada yang beda dengan hatiku . Pandangan matamu yang teduh mampu menghancurkan dinding pertahanannku " ucap Daniel
Rara tidak bisa berkata kata setelah mendengar pernyataan cinta dari mulut Daniel si kulkas dua pintu yang kini menjelma menjadi seorang puitis .
Kenapa gue seneng banget ya , dan jantung gue juga berdetak sangat kencang .
" Aku memang lelaki datar cuek dan jelmaan kulkas dua pintu kalau katamu , tapi aku tidak mudah menyukai seseorang . Dan hanya denganmu , aku bisa membuka kembali hatiku Raa " ucap Daniel
__ADS_1
" Hmm .. " Rara diam diam mencerna ucapan Daniel
" Maukah kamu menjadi kekasih seorang lelaki datar dan dingin ini , Raa ? " ucaap Daniel sambil menggenggam tangan Rara
" Hmm .. gimana ya kak ? ini terlalu terburu buru buat aku sedangkan kita tidak sedekat itu , aku takut tersakiti lagi " jawan Rara yang jujur apa adanya
" Jangan dijawab sekarang Raa , maaf kalau menurutmu ini terlalu terburu buru, aku hanya tidak ingin menyesal setelah kamu dimiliki orang lain " ucap Daniel dengan kejujurannya
" Kalau boleh jujur, sebenarnya aku juga merasa lain saat melihatmu kak , tapi setelah pertemuan kita yang terakhir di Bioskop waktu itu , aku jadi sadar diri " ucap Rara
" Hmm .. itu memang mantan kekasihku saat kuliah dulu Raa . Dia sedang berlibur disini dan hanya ingin aku menemaninya saat disini . Semua sudah berlalu dan aku bukan milik siapa siapa saat ini . Aku janji, setelah kita memiliki komitmen aku akan menjaga jarak dengannya " ucap Daniel yang seolah tau apa yang ada di pikiran Rara
" Hmm .. iya kak . mungkin benar apa yang pernah seseorang katakan padaku , aku harus memulai dengan yang baru jika ingin melupakan yang lalu " ucap Rara
" Jadi ? tanya Daniel
" Aku mau memulai yang baru denganmu kak, tapi sebelum itu apakah kamu sanggup jika aku masih di bayangi kenanganku yang lalu :" tanya Rara memastikan
" Tidak masalah Raa asal kamu mencoba pelan pelan untuk melupakan , aku akan selalu membantumu " jawab Daniel tegas
" Baiklah , aku mau kak " jawab Rara dengan pipinya yang merah merona
" Kamu serius Raa ? tanya Daniel memastikan lagi
" Iya " jawaban Rara membuat Daniel merasa lega .
Sepertinya mereka berdua harus berjuang untuk saling mengerti satu sama lain .
Setelah ungkapan Cinta yang diutarakan Daniel diterima Rara, mereka asik bercerita dan melupakan teman teman yang lain .
Sedikit Cerita Daniel Putra Anggara adalah CEO di perusahaan terbesar di kotanya, anak pertama dari Keluarga Anggara yang kekayaannya sebanding dengan keluarga Rey dan Raffa .
Daniel menjadi pria dingin tak tersentuh setelah penghianatan mantan kekasihnya yang berkali kali membohonginya dahulu.
Kedua orang tuanya tidak pernah ikut campur dalam urusan pasangan , meskipun banyak dari rekan bisnis papanya yang berusaha menjodohkan putri mereka dengan Daniel tapi Orangtuanya bukan termasuk dalam kategori orangtua yang latah dalam soal jodoh menjodohkan anaknya seperti para orang kaya lainnya .
Apalagi dengan alasan demi mempelebarkan sayap bisnisnya , dan harus mengorbankan kebahagiaan anak nya .
Mereka tidak akan pernah jatuh miskin hanya karena menolak tradisi jodoh menjodohkan .
Karena Daniel adalah segalanya .
Mereka mau membebaskan Daniel dengan pilihannya sendiri . Apapun yang dipilih Anaknya , kedua orang tuanya akan sangat percaya tanpa melihat bibit bebet dan bobot nya . Baginya, yang penting anak semata wayangnya bahagia
Daniel Memiliki wajah tampan , mata yang tajam, rahang yang tegas , bertubuh tegap dan Sixpack dan berkulit putih itu memang sangat cocok jika di sandingkan dengam Rara si cewek seksi , cantik dan memiliki senyuman yang mematikan itu .
__ADS_1
**********
Happy Reading