TIGA GADIS CANTIK

TIGA GADIS CANTIK
Bab 21


__ADS_3

Setelah sekian lama mengobrol dengan Rara , Daniel terkesima melihat wajah cantik milik kekasihnya itu .


Perlahan dia mendekat ke Rara dan membawa kekasihnya ke pelukannya , menyalurkan rasa bahagia yang ia rasakan saat ini .


Dipeluknya erat tubuh Rara dan mengecup dahi kekasihnya .


" Mulai sekarang panggil aku sayang " ucap Daniel berbisik di telinga Rara


" Ha ?" Rara kaget dan pipinya merona


apaan sih, dari tadi gue dibuat baper mulu ah . batin Rara


" Kenapa hmm ?" tanya Daniel


" Nanti anak anak tau " ucap Rara polos


" Terus " tanya Daniel bingung . Emang kenapa kalau anak anak tau , pikir Daniel


" Aku malu " jawab Rara yang masih membenamkan kepalanya di dada bidang Daniel


" Kenapa harus malu ?" tanya Daniel menggoda


" Ih ngeselin " ucap Rara sebal . Selalu saja Daniel menggodanya dengan wajah datarnya itu .


Entah kenapa Rara merasa sangat bahagia, pelukan Daniel membuatnya terasa nyaman dan hangat .


Mungkin benar kata orang, kita harus mencoba berdamai dengan keadaan . Setelah kita ikhlas melupakan masalalu , akan ada kebahagiaan yang datang .


Kini Rara akan memulai kisah baru dan menciptakan kenangan baru bersama dengan Daniel Putra Anggara .


**********


Setelah 1 jam memisah dengan yang lain, Rara dan Daniel bergabung kembali bersama mereka dengan memasang wajah bahagia .


" Kemana aja loe " tanya Axel


" Taman samping Villa " jawab Daniel


" Ngapain " tanya Rey curiga melihat Rara dan Daniel kembali bersama dan dengan binar wajah yang bahagia


" Ngobrol sama Rara " jawab Daniel


" Ngobrolin apa hayo ? cie Rara .. " ucap Vina meledek


" Apasih , orang ngobrol biasa aja " jawab Rara mencoba menguasai wajahnya agar tidak terlalu malu


" Duduk sini " ucap Daniel menarik pelan tangan Rara untuk duduk di sampingnya


" Aku mau minta sosis bakar sama Mang Abi , kamu mau " jawab Rara


" iya " jawab Daniel singkat


Rara berjalan ke arah Mang Abi dan Bi Ani untuk minta dipanggangin sosis dan beberapa seafood lainnya .


Dia menunggu dan sesekali membantu sambil mengobrol sama mereka berdua .


Tiba tiba Vina dan Lisa datang membantu juga , sepertinya baru mulai karena belum ada makanan yang tersedia di meja .


Para wanita memanggang , sedangkan para lelaki membakar jagung dan ada juga yang bermain gitar sambil menyanyi .


" Kamu mau rasa apa Raa " bisik Rey di telinga Rara yang membuatnya kaget

__ADS_1


" Ih kakak bikin kaget aja , aku pedas manis kak " jawab Rara


" Aku juga kak , hehehe " ucap Lisa


" Iya kalian bertiga pasti dapat semua , tenang saja chef tampan ini akan memanjakan lidah kalian " ucap Rey dengan percaya dirinya


" Idihhh .. gaya gayaan banget " ledek Vina dengan tertawa


Rey Revan dan Raffa membakar jagung , sedangkan Axel dan Daniel duduk memainkan gitar sambil ngobrol ringan .


Setelah makanan siap semua dan ditata rapi di lesehan tikar , mereka duduk melingkar sambil menikmati masakannya .


Rara duduk diantara Rey dan Daniel, Lisa duduk diantara Raffa dan Revan sedangkan Vina duduk diantara Revan dan Axel


" Main botol kejujuran yuk " ajak Raffa


" Siapa takut " ucap Axel


" Siapa yang kena harus jujur , setelah itu dia berhak memutar gelasnya " ucap Lisa


" ini pake botol aja ya buat mutar " ucap Revan


" Yoi man " jawab Axel


" Ayo mau siapa dulu " ucap Vina


" Gue dulu " Revan memutar botol dan mengarah ke Raffa


Sialan, kenapa musti gue duluan sih ah


" Loe udah ngelupain dia " tanya Axel


" Emang siapa kak ? " tanya Rara kepo karna memang selama ini Raffa tidak pernah terlihat bermain wanita


" Kekasihku Raa " ucap Raffa lesu


" Emang dia kemana ?" tanya Rara lagi


" Meninggal " jawab Raffa yang sedih mengingat kekasihnya yang meninggal karena sakit setahun yang lalu .


" Yang sabar ya kak, semoga dia tenang karena memiliki kekasih yang setia seperti kakak , tapi kak Raffa juga jangan terlalu larut , kakak juga harus bahagia " ucap Rara menenangkan Raffa yang mulai sedih .


Diantara Rara Lisa dan Vina, memang Rara yang paling Dewasa dalam menyikapi sesuatu .


" Iya Raa terimakasih ya , kamu benar . Doakan saja semoga aku bisa membuka hati lagi " jawab Raffa yang merasa tersentuh dengan ucapan Rara


" Jangan memaksa kak, pelan pelan saja tapi harus di coba " jawab Rara memberi semangat


Semua yang mendengar itu merasa kagum, ternyata Rara bisa menenangkan Raffa karena selama ini teman temannya tidak ada yang bisa .


Raffa kalau sudah mengingat Almarhum kekasihnya , selalu diam dan tidak mau bicara sekalipun dengan teman dekatnya.


" Ayo ayo kak Raffa yang mutar botolnya " ucap Vina mencairkan suasana


" Apa ada yang kamu sembunyikan dari aku " tanya Vina saat melihat botol mengarah ke Axel


Daniel dan yang lainnya yang mendengar itu hanya menahan tawa , mereka tahu apa yang sedang di sembunyikan oleh Axel dari Vina tentang Alin .


" Gak ada sayang , kok kamu tanya kaya gitu " jawab Axel terbata bata


" Awas aja kamu berani bohongin aku , tak potong itumu " ancam Vina dengan melotot ke arah Axel , sedangkan Axel yang mendengar itu ketakutan dan reflek tangannya menutupi bagian bawahnya

__ADS_1


Teman temannya yang mendengar ucapan Vina itu akhirnya tawanya pecah tak tertahankan .


" Kamu jangan gitu dong sayang, masa kamu tega menghancurkan masa depan kita , kan gak lucu yank " ucap Axel sedikit merajuk


" Bodo amat " ucap Vina ketus mengabaikan rengekan Axel yang seperti anak kecil


" Sudah sudah , ayo kak Axel putar botolnya " ucap Lisa


" Wah kesempatan gue ni " ucap Axel saat mengetahui botol mengarah ke Rey


" Apa ada seseorang yang lo suka saat ini " tanya Axel


" Ada " jawab Rey singkat langsung memutar botolnya , dia takut di tanya macam macam oleh teman teman reseknya


" Wah kabur ini anak main muter aja belum juga selesai tanya tanya " ucap Raffa


" gue yang tanya " saat melihat botol mengarah ke arah Vina


" kamu balas dendam sama aku " ucap Vina memicingkan matanya


" Gak lah sayang, aku mau tanya apa ada seseorang yang berusaha deketin kamu " tanya Axel kepo karena sering kali melihat ponsel Vina berbunyi saat bersama dia


" Ada temen kampus " ucap Vina jujur


" Apaaaa !!! siapa namanya ?" tanya Axel kaget . Berani sekali dia mendekati kekasihnya mau mati apa gimana, pikir Axel


" Apa sih, orang aku gak gubris kok . Makanya kamu harus tau kalau cewe kamu ini cantik , kalau kamu macem macem ya aku gampang nyari pengganti kamu " ucap Vina membuat mata Axel melotot kaget


Lagi lagi mereka semua tertawa melihat perdebatan antara Vina dan Axel yang lucu .


" Gue mau tanya sama Lisa " ucap Revan saat melihat botol mengarah ke Lisa


" tanya apa kak ?" ucap Lisa


" Apa kamu sudah punya pacar saat ini?" tanya Revan


" Belum, mungkin sebentar lagi " jawab Lisa penuh tanda tanya membuat Revan heran


" udah aku putar " Lisa memutar botol dan mengarah pada Rara


" Baiklah aku yang tanya " ucap Rey


" Apa kak ? " jawab Rara


" Apakah ada seseorang yang kamu sukai " ucap Rey


" Ada " jawab Rara singkat dan langsung memutar botol menghindari pertanyaan aneh aneh seperti yang lain


" Wah curang ni cewek cewek , giliran kita ditanya banyak eh mereka langsung putar boto " ucap Axel


" Biar gue yang tanya " ucap Raffa saat botol mengarah ke arah Daniel . Kapan lagi bisa tanya tanya sama di dingin ini , pikir Raffa


Mengingat Daniel adalah teman mereka yang paling irit bicara, paling datar dan dingin , ini merupakan satu kesempatan untuk mengulik ulik Daniel .


Mereka sepakat menyembunyikan botol agar Daniel tidak memutar botolnya dan berakhir dengan satu pertanyaan saja .


Kapan lagi bisa lihat Daniel jujur hahaahaha , pikir mereka dengan saling pandang


****


Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2