TIGA GADIS CANTIK

TIGA GADIS CANTIK
Bab 32


__ADS_3

Pukul 12 malam mereka pulang ke rumah . Rara , Vina dan Lisa yang membawa satu mobil di ikuti oleh Axel dan Raffa sampai rumah karena waktu sudah menunjukkan tengah malam . Sangat bahaya membiarkan para wanita pulang sendiri .


" Gak mau nawarin mampir nih Lis , ? " tanya Axel cengengesan


" Gak boleh, dilarang bertamu tengah malam di rumah anak gadis " bukan Lisa yang menjawab tapi Vina


" Kan aku masih kangen sayang " ucap Axel manja


" Besok aja , kan besok kita keluar " jawab Vina mengelus manja pipi Axel


" Yauda kalau gitu sayang, besok main ya " bisik Axel


" Main apa ?" bisik Vina juga


" Main yang *** *** hehehe " jawab Axel


" Mesum . pulang sana " ucap Vina kesal memukul mukul dada Axel


" Hehehe becanda sayang , aku pulang dulu ya " ucap Axel mencium kening Vina


" Iya sayang " ucap Vina memeluk Axel


" Tinn... Tinn..Tinn .. Buruan " kesal Raffa yang menunggu di dalam mobil


" Iya sabar , dasar jomblo " ucap Axel mencibir Raffa


" Pulang dulu ya Vin " ucap Raffa sambil mengerlingkan mata ke arah Vina


Vina yang melihat itu hanya tersenyum malu dan membuat pipinya merah


" Jangan ganjen " ucap Axel kesal


*******


Setelah membersihkan tubuh , mereka belum mau tidur dan memilih duduk di balkon kamar sambil bercerita .


" Eh Kak Rey belum pulang ya Lis kok gue gak liat dari tadi " tanya Rara


Vina tidak menghiraukan itu karena lagi asyik chat dengan Axel


" Hmm .. Kak Rey udah pergi Raa " ucap Lisa dengan raut wajah sedih


Vina yang mendengar itu langsung mengalihkan pandangan ke Lisa


" Maksud loe ? " tanya Rara


" Kak Rey udah pindah ke Luar Negeri , dia disuruh papi pegang perusahaan pusat yang ada di sana sebelum dipindah ke sini " jawab Lisa


:" Kenapa mendadak ? " tanya Rara


" Sebenernya udah lama cuma baru di setujui kemarin sama kakak " Jawab Lisa


" Kenapa gak ada yang ngasih tau gue ? " tanya Rara lesu


" Gue juga gak tau Raa " ucap Vina


" Sejak kapan ? " tanya Rara datar


" Seminggu yang lalu " jawab Lisa

__ADS_1


" Ya Tuhan, baru aja gue mau ngobrol empat mata , eh udah pergi duluan " ucap Rara menyesal


" Pantes kok tadi Kak Rey gak ikutan " ucap Vina


" Doain ya semoga urusan nya cepet selesai , biar cepet balik ke sini " ucap Lisa


" Yaudahlah , mungkin itu yang terbaik " jawab Rara lesu


Sebenarnya banyak yang di fikirkan Rara .


Rey yang tiba tiba bersikap dingin dan pergi tanpa memberitahunya .


Semakin terlihat kalau kamu menghindari aku kak . Sebenernya apa kesalahanku ? Batin Rara


Pukul 1 dini hari mereka tidur , hanya Rara yang masih terjaga sampai saat ini .


Rara memilih bermain ponsel dan melihat chat terakhir dengan Rey dua minggu lalu , saat mereka akan pergi ke puncak .


" Kak Rey lagi online , gue telpon aja kali ya " . Batin Rara yang melihat Whatsapp Rey sedang online . Sudah bisa di pastikan kalau Rey juga masih terjaga .


****


Di belahan dunia sana , sosok lelaki tampan itu sedang duduk termenung di balkon kamarnya .


Rey yang baru seminggu ini tinggal disini, kini sudah sangat merindukan wanita yang dicintainya .


"Kamu sedang apa Raa ? Baru saja aku disini tapi sudah sangat merindukanmu " Batin Rey sambil melihat fotonya bersama Rara .


Saat tengah melamun , tiba tiba ponselnya berbunyi dan itu panggilan dari Rara .


angkat gak ya . Batin Rey


" Hallo " jawab Rey


" Hai kak " ucap Rara di seberang sana


" Iya Raa " jawab Rey terbata


" Bagaimana kabar kak Rey disana ? " tanya Rara


" Baik " jawab Rey singkat


" Hmm .. Maaf ya aku mengganggu , tiba tiba aku kefikiran sama kakak " ucap Rara


Deg . .


Jantung Rey berdetak tidak karuan .


" Ada apa ? " tanya Rey menguasai perasaannya


" Aku kangen kakak, udah lama ya kak kita ngga ngobrol " jawab Rara


" Iya " jawab Rey lagi lagi singkat


" Ini aku lagi di rumah kakak, mau ngobrol sama kak Rey tapi kakak udah pergi duluan hehe " ucap Rara tetap dengan suara tenangnya


" Maaf ! " jawab Rey


" Sepertinya aku mengganggu ya, ya sudah kalau gitu aku tutup aja panggilnnya . Aku cuma memastikan kalau kak Rey baik baik aja disana " ucap Rara sesak menahan tangisnya

__ADS_1


Entah kenapa rasanya sesakit ini, Rara seperti ditinggal sang kekasih .


" Iya " jawab Rey


Maafin aku Raa, aku gak sanggup kalau harus berbicara panjang lebar sama kamu . Batin Rey


" Aku cuma mau bilang, aku minta maaf kalau ada salah sama kakak . Aku ngerasa kakak menghindar, mungkin aku tidak sengaja berbuat salah sama kakak . Aku minta maaf ya kak, semoga di pertemuan kita nanti , kita sudah dalam keadaan yang jauh lebih baik " ucap Rara dengan suara bergetar .


Kamu menangis Raa , maafkan aku . Harusnya aku tidak seegois itu . batin Rey


Karena tidak ada jawaban dari Rey, Rara memutuskan panggilannya .


Tutt .. tutt .. tutt ..


Sial. bego banget sih gue . batin Rey


Setelah mematikan telponnya, Rara menangis dalam diam takut Vina dan Lisa mendengar .


Entah apa yang ada di fikiran Rara .


Bukan karena Rara menyukai Rey, hanya saja dia merasa kehilangan seseorang yang dulu sangat dekat dengannya .


Setelah lama menangis Rara akhirnya ketiduran juga .


***


Raffa si jomblo terhormat kini berada di pusara kekasihnya yang meninggal satu tahun lalu .


Entah kenapa sampai saat ini dia masih belum bisa melupakan kekasihnya .


Banyak sekali wanita wanita yang mencoba mendekatinya , tapi dia tidak pernah menghiraukan , baginya tidak ada yang tulus seperti kekasihnya dulu .


Wanita wanita itu hanya mendekatinya karena wajahnya yang tampan dan juga harta yang melimpah .


Kedua orang tuanya berusaha mengenalkan anak tunggalnya itu ke putri teman bisnisnya tapi tetap saja sikapnya yang dingin dan datar itu membuat mereka mundur teratur .


Kecuali bersama sahabatnya , Raffa adalah pribadi yang hangat dan humoris .


Tapi diluar itu, dia menjadi pria dingin dan tak tersentuh .


Raffa dan Daniel memang memiliki sifat yang hampir sama .


" Hai sayang , maaf aku baru mengunjungimu " ucap lelaki itu yang kini duduk berjongkok di sebelah pusara yang bernama Tiara


Raffa menangis dalam diam mengingat kekasih yang sangat dicintainya itu . Wajah yang cantik, senyum yang manis dan sikap manjanya itu membuat Raffa tidak bisa melupakannya .


" Kamu apa kabar ? Maaf lagi lagi aku menangis , aku sangat merindukanmu sayang .Aku masih belum bisa melupkanmu " ucap Raffa dengan tangisan dibibirnya


Setelah bercerita panjang lebar dengan pusara Tiara , tak lupa Raffa memanjatkan doa untuk ketenangan kekasihnya disana .


" Aku pamit dulu ya sayang, lain kali aku tidak akan menangis lagi saat mengunjungimu . Temui aku di mimpi ya , aku merindukanmu " pamit Raffa sambil mengelus lembut Nisan itu .


Ini yang selalu di lakukan Raffa sebulan sekali , dia diam diam mengunjungi makan kekasihnya tanpa siapapun yang tahu .


Raffa tidak mau terlihat lemah di depan semua orang, dia selalu mencoba kuat meski hatinya tidak baik baik saja .


****


.Happy Reading

__ADS_1


__ADS_2