
Pukul 12 malam mereka pulang ke rumah . Rara , Vina dan Lisa yang membawa satu mobil di ikuti oleh Axel dan Raffa sampai rumah karena waktu sudah menunjukkan tengah malam . Sangat bahaya membiarkan para wanita pulang sendiri .
" Gak mau nawarin mampir nih Lis , ? " tanya Axel cengengesan
" Gak boleh, dilarang bertamu tengah malam di rumah anak gadis " bukan Lisa yang menjawab tapi Vina
" Kan aku masih kangen sayang " ucap Axel manja
" Besok aja , kan besok kita keluar " jawab Vina mengelus manja pipi Axel
" Yauda kalau gitu sayang, besok main ya " bisik Axel
" Main apa ?" bisik Vina juga
" Main yang *** *** hehehe " jawab Axel
" Mesum . pulang sana " ucap Vina kesal memukul mukul dada Axel
" Hehehe becanda sayang , aku pulang dulu ya " ucap Axel mencium kening Vina
" Iya sayang " ucap Vina memeluk Axel
" Tinn... Tinn..Tinn .. Buruan " kesal Raffa yang menunggu di dalam mobil
" Iya sabar , dasar jomblo " ucap Axel mencibir Raffa
" Pulang dulu ya Vin " ucap Raffa sambil mengerlingkan mata ke arah Vina
Vina yang melihat itu hanya tersenyum malu dan membuat pipinya merah
" Jangan ganjen " ucap Axel kesal
*******
Setelah membersihkan tubuh , mereka belum mau tidur dan memilih duduk di balkon kamar sambil bercerita .
" Eh Kak Rey belum pulang ya Lis kok gue gak liat dari tadi " tanya Rara
Vina tidak menghiraukan itu karena lagi asyik chat dengan Axel
" Hmm .. Kak Rey udah pergi Raa " ucap Lisa dengan raut wajah sedih
Vina yang mendengar itu langsung mengalihkan pandangan ke Lisa
" Maksud loe ? " tanya Rara
" Kak Rey udah pindah ke Luar Negeri , dia disuruh papi pegang perusahaan pusat yang ada di sana sebelum dipindah ke sini " jawab Lisa
:" Kenapa mendadak ? " tanya Rara
" Sebenernya udah lama cuma baru di setujui kemarin sama kakak " Jawab Lisa
" Kenapa gak ada yang ngasih tau gue ? " tanya Rara lesu
" Gue juga gak tau Raa " ucap Vina
" Sejak kapan ? " tanya Rara datar
" Seminggu yang lalu " jawab Lisa
__ADS_1
" Ya Tuhan, baru aja gue mau ngobrol empat mata , eh udah pergi duluan " ucap Rara menyesal
" Pantes kok tadi Kak Rey gak ikutan " ucap Vina
" Doain ya semoga urusan nya cepet selesai , biar cepet balik ke sini " ucap Lisa
" Yaudahlah , mungkin itu yang terbaik " jawab Rara lesu
Sebenarnya banyak yang di fikirkan Rara .
Rey yang tiba tiba bersikap dingin dan pergi tanpa memberitahunya .
Semakin terlihat kalau kamu menghindari aku kak . Sebenernya apa kesalahanku ? Batin Rara
Pukul 1 dini hari mereka tidur , hanya Rara yang masih terjaga sampai saat ini .
Rara memilih bermain ponsel dan melihat chat terakhir dengan Rey dua minggu lalu , saat mereka akan pergi ke puncak .
" Kak Rey lagi online , gue telpon aja kali ya " . Batin Rara yang melihat Whatsapp Rey sedang online . Sudah bisa di pastikan kalau Rey juga masih terjaga .
****
Di belahan dunia sana , sosok lelaki tampan itu sedang duduk termenung di balkon kamarnya .
Rey yang baru seminggu ini tinggal disini, kini sudah sangat merindukan wanita yang dicintainya .
"Kamu sedang apa Raa ? Baru saja aku disini tapi sudah sangat merindukanmu " Batin Rey sambil melihat fotonya bersama Rara .
Saat tengah melamun , tiba tiba ponselnya berbunyi dan itu panggilan dari Rara .
angkat gak ya . Batin Rey
" Hallo " jawab Rey
" Hai kak " ucap Rara di seberang sana
" Iya Raa " jawab Rey terbata
" Bagaimana kabar kak Rey disana ? " tanya Rara
" Baik " jawab Rey singkat
" Hmm .. Maaf ya aku mengganggu , tiba tiba aku kefikiran sama kakak " ucap Rara
Deg . .
Jantung Rey berdetak tidak karuan .
" Ada apa ? " tanya Rey menguasai perasaannya
" Aku kangen kakak, udah lama ya kak kita ngga ngobrol " jawab Rara
" Iya " jawab Rey lagi lagi singkat
" Ini aku lagi di rumah kakak, mau ngobrol sama kak Rey tapi kakak udah pergi duluan hehe " ucap Rara tetap dengan suara tenangnya
" Maaf ! " jawab Rey
" Sepertinya aku mengganggu ya, ya sudah kalau gitu aku tutup aja panggilnnya . Aku cuma memastikan kalau kak Rey baik baik aja disana " ucap Rara sesak menahan tangisnya
__ADS_1
Entah kenapa rasanya sesakit ini, Rara seperti ditinggal sang kekasih .
" Iya " jawab Rey
Maafin aku Raa, aku gak sanggup kalau harus berbicara panjang lebar sama kamu . Batin Rey
" Aku cuma mau bilang, aku minta maaf kalau ada salah sama kakak . Aku ngerasa kakak menghindar, mungkin aku tidak sengaja berbuat salah sama kakak . Aku minta maaf ya kak, semoga di pertemuan kita nanti , kita sudah dalam keadaan yang jauh lebih baik " ucap Rara dengan suara bergetar .
Kamu menangis Raa , maafkan aku . Harusnya aku tidak seegois itu . batin Rey
Karena tidak ada jawaban dari Rey, Rara memutuskan panggilannya .
Tutt .. tutt .. tutt ..
Sial. bego banget sih gue . batin Rey
Setelah mematikan telponnya, Rara menangis dalam diam takut Vina dan Lisa mendengar .
Entah apa yang ada di fikiran Rara .
Bukan karena Rara menyukai Rey, hanya saja dia merasa kehilangan seseorang yang dulu sangat dekat dengannya .
Setelah lama menangis Rara akhirnya ketiduran juga .
***
Raffa si jomblo terhormat kini berada di pusara kekasihnya yang meninggal satu tahun lalu .
Entah kenapa sampai saat ini dia masih belum bisa melupakan kekasihnya .
Banyak sekali wanita wanita yang mencoba mendekatinya , tapi dia tidak pernah menghiraukan , baginya tidak ada yang tulus seperti kekasihnya dulu .
Wanita wanita itu hanya mendekatinya karena wajahnya yang tampan dan juga harta yang melimpah .
Kedua orang tuanya berusaha mengenalkan anak tunggalnya itu ke putri teman bisnisnya tapi tetap saja sikapnya yang dingin dan datar itu membuat mereka mundur teratur .
Kecuali bersama sahabatnya , Raffa adalah pribadi yang hangat dan humoris .
Tapi diluar itu, dia menjadi pria dingin dan tak tersentuh .
Raffa dan Daniel memang memiliki sifat yang hampir sama .
" Hai sayang , maaf aku baru mengunjungimu " ucap lelaki itu yang kini duduk berjongkok di sebelah pusara yang bernama Tiara
Raffa menangis dalam diam mengingat kekasih yang sangat dicintainya itu . Wajah yang cantik, senyum yang manis dan sikap manjanya itu membuat Raffa tidak bisa melupakannya .
" Kamu apa kabar ? Maaf lagi lagi aku menangis , aku sangat merindukanmu sayang .Aku masih belum bisa melupkanmu " ucap Raffa dengan tangisan dibibirnya
Setelah bercerita panjang lebar dengan pusara Tiara , tak lupa Raffa memanjatkan doa untuk ketenangan kekasihnya disana .
" Aku pamit dulu ya sayang, lain kali aku tidak akan menangis lagi saat mengunjungimu . Temui aku di mimpi ya , aku merindukanmu " pamit Raffa sambil mengelus lembut Nisan itu .
Ini yang selalu di lakukan Raffa sebulan sekali , dia diam diam mengunjungi makan kekasihnya tanpa siapapun yang tahu .
Raffa tidak mau terlihat lemah di depan semua orang, dia selalu mencoba kuat meski hatinya tidak baik baik saja .
****
.Happy Reading
__ADS_1