
Kini Rara duduk di kursi belakang dengan Daniel .
Meski ada kecanggungan , tapi Rara type cewek yang rame .
Dia akan selalu bisa mencairkan suasana .
" Hai kak " sapa Rara saat melihat ada Daniel yang duduk di sampingnya
" Hmm " jawab Daniel datar
Ni cowo ada masalah apa sih sama gue, dari kemarin ham hem ham hem , gak jelas banget .
" Sariawan ya kak " ucap Rara cengengesan
" Gk " Lagi lagi Daniel menjawab dengan singkat
" Kalau di ajak ngobrol itu jawabnya yang enak dikit bisa gak sih , bener bener jelmaan kulkas dua pintu " ucap Rara kezal . biar marah sekalian bodo amat ,pikir Rara
" Terus " ucap Daniel
" Kasihan banget pacarnya , punya cowo datar cuek jutek kayak gini " ucap Rara terus meledek
" Oh ya " jawaban Daniel membuat Axel dan Vina tertawa
" Hm " ucap Rara singkat
" Kamu kenapa ?" tanya Daniel bingung dengan sikap Rara yang berubah ubah
" Kamu yang kenapa , kezel banget gue " ucap Rara ngegas
" Kenapa si Raaa ?" tanya Vina akhirnya buka suara
" Tau gitu tadi gue ikut mobilnya kak Rey , enak pasti rame gak merinding kaya disini " ucap Rara sambil melirik Daniel
Daniel yang mendengar itu hanya tersenyum tipis , tipis banget bahkan tidak ada yang menyadarinya .
" Loe PMS Raa ? tanya Axel yang baru kali ini ngeliat Rara sedikit cerewet
" gak kak " jawab Rara ketus
" Kamu itu kenapa ? aku salah apa sama kamu hemm ?" tanya Daniel mulai mengeluarkan Jurus si pitung untuk membuat Rara sedikit tenang
" Banyak . Dasar cowok kulkas " jawab Rara
" Rara kezel yank, kemarin ngeliat kak Daniel sama cewek " bisik VinA ke Axel pelan . Rara yang mendengar itu murka gak terima
" Gak usah ngarang Vin , loe jangan ikut ikutan resek deh " ancam Rara .
" Hahahahahaha . " lagi lagi Vina meledek Rara habis habisan
" Hmm " ucap Daniel merasa di abaikan
" Kalau di telpon aja mulutnya manis , kalau ketemu langsung Kiyep . dasar cowok " ucap Rara kelepasan , membuat Vina dan Axel saling pandang .
" Upss " Rara menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat merasa kelepasan bicara
__ADS_1
" Hayolo , ternyata kalian sering telponan ? kok lo gak cerita ke gue bro ? tanya Axel
" Ngapain ? jawab Daniel singkat
" Ya sapa tau gue bisa bantuin lo kan " ucap Axel menawarkan diri
Rara yang merasakan malu akhirnya diam seribu bahasa , sepertinya jurus pura pura tidur akan di praktekan , ia harus diam agar tidak di tanya macam macam .
" Maaf !" ucap Daniel lirih yang hanya di dengar oleh Rara tapi ia tak menggubris . biar saja ngomong sendiri , pikir Rara
" Raaa " ucap Daniel tiba tiba menggenggam tangan Rara
deg deg deg .. apaan sih , kenapa jantung gue selalu berdetak gak karuan gini sih . hmm sepertinya gue emang harus milih dua duanya ini . Kak Rey dan kak Daniel lumayan juga . hahaha
" Kalau kamu tetap diam, aku akan menciummu disini " ancam Daniel
dih mainnya ngancem dikira gue takut apa , kaya berani aja cium cium gue .
Tidak juga mendapatkan pergerakan dari Rara , Daniel mulai mendekatkan diri untuk lebih dekat dengan Rara .
" Beneran masih mau pura pura tidur " ancam Daniel sekali lagi
Bodo amat , gue males ngomong sama jelmaan kulkas duapintu
" Oke aku anggap kamu yang minta ya, sepertinya kamu merindukan ciuman kita saat di Bar " ucap Daniel berbisik di telinga Rara
Cup .. tiba tiba Daniel mencium pipi Rara dan membuat yang punya pipi terbangun dari tidur pura puranya .
Rara memegangi pipinya yang terasa panas , untung saja Axel fokus menyetir dan Vina si mulut bar bar lagi tidur .
Rara ingin marah tapi lidahnya kelu saat melihat senyum manis dari Daniel yang tanpa merasa bersalah ,
Dia hanya melotot ke arah Daniel dan melengos kesal .
Bisa bisanya masih pagi gue dapet ciuman dari dua cowok, gak ada takut takutnya sama sekali udah kayak bebek main nyosor nyosor pipi orang .
******
Di dalam mobil Rey
Rey dibalik kemudi dengan Raffa di sampingnya, dan Revan serta Lisa duduk di kursi belakang .
Lisa kesal sama mereka bertiga , bagaimana tidak mau pergi bersenang senang saja masih saja membahas bisnis bisnis dan bisnis .
" Tau gitu aku ikut semobil sama Vina dan Rara , disini garing gak seru sama sekali " ucap Lisa kesal
" Salah sendiri ngapain ikut disini , mending Rara aja tadi " jawab Rey tertawa mendengar sang adik kezal
" Eh btw , lo ada hubungan apa sama si Rara ?" tanya Revan penasaran
" Gak ada apa apa " jawab Rey jujur karena memang belum ada apa apa . Mungkin nanti menyusul , batin Rey
" Gaya lo pake sok nutupin segala , cerita aja bro " ucap Raffa yang sangat mengetahui sifat sahabatnya itu
" Aku juga penasaran kak, kakak udah jadian sama Rara " tanya Lisa
__ADS_1
" Belum , anak kecil gak usah kepo " jawab Rey
" Kasihan amat Rara punya cowok resek kayak kakak mending sama kak Daniel " ucap Lisa meledek
" Daniel ?" tanya Revan kaget
" Iya , kak Daniel kan lagi deket sama Rara " jawab Lisa yang berusaha tidak menutupi apa apa .
emang apa yang harus di tutupin , emang kaya gitu adanya .
Rey yang mendengar pernyataan Lisa , merasa ketakutan sendiri .
Bagaimana jika itu memang benar , bisa bisa dia tidak akan mempunyai kesempatan lagi untuk mendapatkan Rara .
Setelah mengalah dari Vino, setelah menunggu dua tahun masa iya dia harus mengalah lagi sama Daniel .
kalau memang itu beneran, mungkin lagi lagi gue yang harus mengalah . mana bisa gue bersaing sama sobat gue sendiri
" Tumben si Daniel mau deket sama cewek ? ucap Raffa heran
" Wajar lah kak namanya juga normal " ucap Lisa
" Setelah putus dari Andin lima tahun lalu ,Daniel menjadi pria dingin dan tak tersentuh , rada kaget gue kalau dia bisa deket sama Rara " ucap Raffa
" Kenapa putus kak " Tanya Lisa
" Dibohongi habis habisan sama Andin , Daniel sangat benci dibohongi " jawab Revan
" Owh , mungkin dia mau belajar memulai sama Rara " tanpa sadar Ucapan Lisa membuat Rey terdiam
" Sukur deh kalau gitu, biar kaga jomblo tu anak " jawab Raffa
" Emang kakak gak jomblo " ledek Lisa
" Ya jomblo lah hahahaha " ucap Raffa tertawa garing karena di ejek Lisa
" Kaya gue dong , biar jomblo tapi terhormat " ucap Revan
" Jomblo kok bangga " ucap Lisa lirih
" Yaudah jadian sama kamu aja biar aku gak jomblo lagi " ucap Revan menggoda
deg deg deg . apaan sih ni jantung gue, jangan kenceng kenceng dong nanti kedengeran kan malu gue .
Tiba tiba pipi Lisa merona , ia menggunakan kedua tangannya untuk mengipasi bagian wajahnya yang terasa panas .
" Dih, gak romantis banget " ucap Lisa meledek
" Kamu maunya ditembak pakai apa Lis , dipinggir pantai dengan candlelight dinner atau langsung lamaran aja " ucap Revan menggoda sambil menaik turunkan alisnya
" Apaan sih, dasar buaya . Gak lucu tau " ucap Lisa memukul pelan lengan Revan yang membuat seisi mobil tertawa karenanya .
Happy Reading
*****
__ADS_1