
Rey Lisa dan Revan akhirnya ikutan bergabung duduk.
"Lo kenapa Vin muka lo kesal gitu" Tanya Lisa
"Gara gara kak Raffa ini, Kak Axel jadi nuduh gue yang macem macem" Jawab Vina kesal
"Ngapain nyalahin Raffa, orang kamu sendiri yang curhat" ucap Axel
"Yaudah kalau kamu gak percaya, putus aja" Ucap Vina kesal dengan Axel.
"Yaudah, oke" ucap Axel berdiri dari duduknya
"Eh eh, jangan dong aku becanda doang . Kamu kenapa sih sensitive banget" Ucap Vina
"Gpp" jawab Axel datar
Tiba tiba terdengar ponsel Axel yang ada di atas meja bunyi ada panggilan masuk berkali kali
Kyara, Deg....
Vina yang merasa asing dengan nama itu hanya diam sambil menatap tajam Axel .
Axel yang melihat tatapan Vina jadi gelagapan , akhirnya diabaikan ponsel itu sampai panggilan terputus dengan sendirinya .
Vina memilih diam, entah siapa lagi orang yang bernama Kyara itu, Vina tidak mau bertanya ataupun mencari tahu.
Biarkan Axel menjelaskan dengan sendiri kalau emang itu bukan suatu yang penting.
Vina cukup sadar diri menjalin hubungan dengan mantan Cassanova ya memang seperti ini resikonya .
Suasana jadi sedikit canggung, Revan memilih ngobrol dengan Lisa.
sedangkan Rey Rara dan Raffa memilih asik dengan ponselnya masing masing .
"Balik yuk Raa, Lis" ajak Vina
"Yuk lah, cari angin aja pengen ngopi gue" Jawab Rara
"Yuk? Lisaa mengiyakan
Vina mengabaikan Axel yang kini diam tanpa kata .
"Aku balik aja ya sayang, kepalaku sedikit pusing" Ucap Revan
"Iya kak, lagian aku sama kak Rey juga" jawab Lisa
Mereka di parkiran mobil memisahkan diri. Lisa Rara dan Vina satu mobil, sedangkan Rey dan Raffa juga semobil, hanya Axel yang sendirian di mobilnya.
:"Kamu ikut mobilku aja Vin" Ajak Axel
"Gak kak, aku sama mereka aja" jawab Vina lirih
"Baiklah, aku pulang aja kalau gitu" Jawab Axel
"Iya" jawab Vina padat dan jelas
Suasana menjadi sedikit canggung sejak ada panggilan masuk di ponsel Axel, Vina yang memilih diam sedangkan Axel juga tidak berusaha menjelaskan.
__ADS_1
Baiklah, biarkan semua mengalir seperti ini, batin Vina
Akhirnya mereka memutuskan pergi ke Cafe X mumpung masih jam 8 malam.
Kini hanya tinggal Rara Vina Lisa Rey dan Raffa.
Tibatiba Rara menjadi gelisah karena sampai saat ini Daniel tidak memberikan kabar.
Di telpon juga tidak tersambung. Di Chat masih centang satu.
Tidak biasanya Daniel begini .
kamu kenapa kak? batin Rara
Saat lagi asik ngobrol, tiba tiba datanglah seseorang yang tidak di harapkan Rara
"Kamu disini Raa, " ucap Alvino dengan mata berbinar
Ya, tiba tiba Alvino menghampiri meja Rara. Alvino tidak sendiri, dia datang dengan seorang perempuan yang mungkin itu Tunangannya yang kini ada di meja lain.
"eh, Iya Al" jawab Rara terbata
Rey dan Raffa seolah pernah melihat Alvino tapi mereka lupa dimana.
"Hai Bro, gue Alvino yang kapan hari sama si Daniel" Ucap Al menyapa Rey dan Raffa yang hanya terdiam
" Hai, pantesan kaya pernah lihat tapi gue lupa dimana" Jawab Raffa
" Hai, sendirian lo" tanya Rey
"Ngapain kamu kesini kak" Tanya Vina ketus
"Tau nih, sana kemeja lain" ucap Lisa sewot juga
"Aku cuma mau melihat Rara," jawab Al sembari menatap Rara yang kini menunduk
"Kok lo kenal sama Rara bro?" tanya Raffa
"Rara itu.. " sebelum Al menjawab sudah di potong sama Rara
"Kamu kesini sama siapa Al? tanya Rara mengalihkan pertanyaan Raffa
"Sama dia Raa, " jawab Al lirih
"Oh, terus kamu ngapain kesini? mau pamer gitu?" seperti biasa ucapan pedas Vina keluar juga
"Enggak gitu Vin," jawab Al
"Yauda aku kesana dulu ya Raa, jangan minum soda nanti perutmu sakit. Baik baik ya" ucap Al bangun dari duduk sembari mengelus lembut rambut Rara
Rara tidak menjawab, hanya menunduk mengiyakan.
Rara yang mendapat perlakuan seperti itu diam diam meneteskan air matanya sambil menunduk, perhatian kecil seperti ini yang selalu dirindukan oleh Rara dari sosok Alvino .
Raffa dan Rey yang tidak tahu hanya diam melongo memperhatikan perlakuan Al ke Rara
"Dia siapa Raa?" tanya Raffa
__ADS_1
"Dia mantan Rara yang kemarin membuat Rara galau" Jawab Vina ketus
"Ha? jadi Vino mantan kamu Raa? " kini Rey mulai membuka suara
"Kamu kenal kak,?" tanya Lisa penasaran. Kok manggil Vino, namanya kan Al.
"Kenal, dia kan sahabat Daniel. Daniel yang mengenalkan Vino ke kita pas lagi di Bar kapan hari" jawab Rey
"Whaattt? " ucap Vina dan Lisa kaget.
Rara yang mendengar itu juga merasakan kaget, dunia memang sempit. Apa apaan ini, pikir Rara dalam hati.
"Jadi dia Al yang selama ini sering kamu ceritakan Raa? tanya Rey
Rara tidak menjawab, hanya mengangguk sebagai jawaban.
Rara masih diam,
Rara tau ini sudah terjadi, tapi melihat Al dengan wanita lain membuat hatinya semakin terasa sakit .
Sebenarnya Rara daritadi sudah melihat keberadaan Al dengan tunangannya, tapi dia memilih diam dan acuh. Tapi tanpa di sangka, Al menghampiri ke mejanya semakin membuat perasaan Rara tak karuan.
"Heran deh sama Al, bisa bisanya malah nyamperin kesini mau pamer apa gimana sih" gerutu Vina
"Tau ni Vin, pura pura gak kenal kan bisa ya" ucap Lisa menambahi
"Iya Lis, udah Raa gak usah di pikirin kan lo juga udah punya kan Daniel" ucap Vina
"Iya Raa, pamerin balik aja biar tahu rasa. Secara kan mantan kekasihnya sekarang sama sahabat sendiri, pasti sakitnya doble tuh" tambah Lisa memberi saran.
"Bener juga ya Liss " ucap Vina
Hahahahahha Lisa dan Vina tertawa bersama, entah apa yang mereka tertawakan hanya mereka berdua yang tahu
"Jadi Vino mantan kamu Raa" tanya Raffa
"Iya kak" jawab Rara lesu
"Dunia emang sempit ya, apalagi dia sahabat dekat Daniel" ucap Rey menambahi
"Biarin aja kak, biar tahu rasa" ucap Vina
"Iya Haahahahahaha, " lagi lagi Vina dan Lisa tertawa dengan kencangnya
Rara semakin diam, entah apa yang di fikirkannya saat ini. Raffa yang memperhatikan Rara tiba tiba mengelus lembut rambut Rara dengan sayang, seperti seorang kakak yang menenangkan adiknya.
Tindakan Raffa membuat Rey menghela nafas pelan, karena dia tahu perasaan Raffa ke Rara. Berbeda dengan Vina dan Lisa yang menganggap itu sudah biasa .
"Udah jangan di fikirin lagi, hidup terus berjalan Raa seperti yang pernah kamu ucapkan ke aku" ucap Raffa yang kini memandang lekat wajah Rara yang sembab
"Iya kak" jawab Rara dengan senyuman manisnya
Rey yang melihat itu hanya diam, ingin mendekat tapi seolah Rara menciptakan jarak dengannya semenjak ada kesalahpahaman dengan Daniel.
*Lagi lagi kamu menangisi dia Raa, batin Rey
TBC*
__ADS_1