
Satu minggu setelah kepergian Rey ke Luar Negeri, Vina dan Rara masih tidak menyadari karena mereka berdua tidak main atau menginap dirumah Lisa seperti biasanya .
Lisa juga tidak memberi tahu keduanya , biarkanlah nanti kalau mereka bertanya baru Lisa menjawab .
Daniel dan yang lain juga tidak bercerita karena menurutnya Rara dan Vina pasti sudah tahu .
Di taman Kampus mereka bertiga berada sekarang .
" Lis , gue nanti main kerumah loe ya " ucap Rara
" Gue juga deh , udah lama kita nggak main kerumah loe " ucap Vina
" Ayuk lah , mami juga nanyain kalian berdua " jawab Lisa
" Gue kangen sama Kak Rey Lis " ucap Rara berkaca kaca
" Ya nanti kan kita ketemu Raa " ucap Vina
Mati gue , pasti ni anak berdua marahin gue abis abisan , Batin Lisa
" Hmm .. Entah kenapa prasaan gue gak enak . Rasanya pengen banget ketemu sama kak Rey " ucap Rara dengan mata berkaca-kaca
" Sebenernya loe ada masalah apa sama kak Rey ?" tanya Vina
" Gue gak tau Vin, tiba tiba saja sikap kak Rey berubah dingin ke gue . Waktu gue tanya dia cuma diem aja , gue gak tau apa kesalahan gue " ucap Rara
Lisa yang mendengar itu sebenarnya kasihan sama Rara, dia tidak membenarkan sikap Rey tapi dia juga tidak tau apa yang ada di dalam fikiran Rey hingga berubah seperti itu
" Sabar ya Raa, nanti coba gue tanya sama Kak Rey " ucap Lisa menenangkan Rara
" Gak usah Lis, biar gue tanya sendiri sama kak Rey " jawab Rara
" Ya udah loe jangan nangis dong, nanti loe coba berbicara sama kak Rey kalau dia tetep diem cium aja bibirnya pasti gak bakalan nolak " ucap Vina memberi saran gila
Rara dan Lisa yang mendengar itu tertawa , Vina selalu saja bisa mencairkan suasana
Tiba tiba ponsel Rara berdering
" Hallo kak " tanya Rara
" Keluarlah sayang , aku di depan " ucap Daniel di seberang sana
" Ha ? kok gak bilang kalau mau kesini " ucap Rara
" Ayo ikut aku " ucap Daniel
" Aku mau main ke rumah Lisa kak sama Vina " ucap Rara
" Sebentar saja " ucap Daniel
" Gak bisa kak , nanti mereka marah " ucap Rara melirik ke arah Lisa dan Vina
" Keluar sekarang atau aku yang masuk ke dalam " ancam Daniel
" Masuk aja kalau berani " ucap Rara menatang
Tut .. telepon di matikan Daniel sepihak
Tiba tiba terdengar suara gaduh di luar , para wanita banyak yang tebar pesona melihat Pria tampan berjalan sendiri dengan tatapan dinginnya .
Daniel mengedarkan matanya mencari sosok gadis nakal yang kini berada di Taman Kampus
Setelah melihat Rara duduk dengan Vina dan Lisa , Daniel berjalan ke arah mereka .
__ADS_1
Tiba tiba Daniel menjewer telinga Rara dari belakang , Rara yang kaget melihat Daniel di belakangnya hanya nyengir kuda .
Sedangkan Vina dan Lisa ketakutan melihat tatapan tajam dari Daniel .
" Gue takut banget liat tatapan kak Daniel Vin " Lisa berbisik pelan ke arah Vina
" Sama , gila baru kali ini gue liat Kak Daniel kaya gitu " ucap Vina berbisik pelan
" Hehehe , kamu kok ada disini sayang " ucap Rara cengengesan
" Hmm .. " jawan Daniel datar
Hmm mulai kan , selalu kaya gitu . batin Rara
" Eh kak Daniel ada disini " tanya Vina dengan cengengesan
" Hmm .. " jawab Daniel menatap tajam ketiga nya
" Jangan melotot dong kak, Lisa takut " ucap Lisa menunduk takut
" Hmm .. " jawab Daniel lagi lagi tetap datar
Mereka bertiga ketakutan sendiri padahal gak ada salah apapun, tapi tatapan Daniel seolah menelanjangi mereka .
Saat mereka diam tiba tiba datanglah cowo yang mengganggu Rara .
" Hai Rara ada disini , di cariin dari tadi " ucap Rendy yang kini duduk di depan Rara
Mampus gue, kenapa kak Rendy datang di saat yang tidak tepat sih . batin Rara
" Hello .. Kenapa kalian bertiga diam saja . Kantin yuk nanti aku traktir lagi " ucap Rendy yang melihat Rara Vina dan Lisa diam dan menunduk tanpa menjawab sapaan nya
Duhh, kak Rendy ini bikin suasana makin runyam aja . batin Vina
" Eh tunggu dong bang main ajak pulang aja, aku mau pacaran dulu sama Rara " ucao Rendy menarik tangan Rara yang di genggam Daniel
Daniel menatap tajam ke arah Rendy
" Etdah , serem banget sih bang tatapannya . Jangan gitu sama adik ipar :" ucap Rendy semakin memancing emosi Daniel
" Ayo pulang " ajak Rara yang melihat emosi Daniel berada di ubun ubun
" Raa , nanti jadi ya aku jemput deh " ajak Rendy
Rara menepuk jidatnya, apa yang harus di jelaskan ke Daniel nanti . Pasti tu anak bakalan marah
" mau kemana ?" tanya Daniel
" Mau kencan dong bang , biar romantis " ucap Rendy cengengeaan
" Enggak kok , kak Rendy jangan ngaco deh " ucap Rara
" Mumpung ada abang kamu sekalian aja aku minta ijin " jawab Rendy
" Punya nyawa berapa kamu berani mengajak Istri orang " ucap Daniel dingin
Deg .
Jantung Rara berdetak tidak karuan, apalagi Rendy semakin tidak paham dengan situasi ini .
Apa tadi dia bilang ? istri ? sungguh Rara Vina dan Lisa yang mendengar itu menjadi terkejut
" Haa ? rendy terkejut
__ADS_1
" Pulang !! " ajak Daniel menggandeng tangan Rara di ikuti Lisa dan Vina
Rara yang sudah ketakutan itu hanya menurut tanpa protes daripada nanti Daniel semakin marah
" Gue bareng sama Lisa Raaa , loe hati hati ya " pamit Vina
" Iya " jawab Rara lemes
*************
Sepanjang perjalanan Rara dan Daniel saling diam .
Rara tidak berani memulai obrolan karena melihat wajah Daniel yang dingin dan datar itu .
Daniel membawa Rara ke Apartemen .
" Sepertinya kamu harus di hukum " ucap Daniel berbisik di telinga Rara
" Aku kan gak salah apa apa sayang , kok di hukum " jawab Rara mengerucutkan bibirnya
" Oh ya ? " jawab Daniel datar
" Iya sayang, kan aku gak ngapa ngapain " jawab Rara
" Hmm .. terus apa dong hukuman pacar yang berani janjian keluar sama cowo lain " tanya Daniel menatap tajam Rara
" Eh , enggak sayang . Kak Rendy aja yang halu " Jawab Rara ketakutan
Daniel semakin mendekatkan tubuhnya ke arah Rara membuat jantung Rara berdetak semakin tidak karuan .
Deru nafas Daniel terasa di hangat di wajah Rara
Cup ..
Daniel mencium bibir Rara , pelan pelan menjadi ******* yang menuntut satu sama lain .
Daniel mencurahkan rasa kesal dan cemburunya sehingga membuat ciuman itu sedikit ganas .
Rara yang kehabisa pasokan oksigen , memukul mukul dada Daniel untuk minta dilepaskan
" Hah Hah Hah . ih ngeselin " Rara memukul lengan tangan Daniel
Daniel tersenyum manis menghapus sisa saliva yang ada di bibir Rara dengan ibu jarinya .
" Jangan macam macam atau aku akan membuat kamu menjadi milikku seutuhnya " ancam Daniel
" Aku gak macam macam sayang , cuma satu macam aja hehehe " jawab Rara cengengesan
" Raraaaaa .. " teriak Daniel kesal
" Iya iya sayang , kamu ini bucin banget sih . Gak mau banget ya kalau aku di rebut cowo lain " ucap Rara
" Akan aku penggal kepala siapapun yang berani mendekati milikku " ucap Daniel datar
" Hehehe , maaf sayang . Jangan marah marah dong nanti kamu cepet tua terus aku gak mau sama kamu lagi " ucap Rara menggoda Daniel
" Hmm .. " jawab Daniel singkat
" Aku laper " ucap Rara dengan mengusap lembut perut ratanya
" Ayo makan , sekalian aku antar pulang ke rumah Lisa " jawab Daniel .
*****
__ADS_1
Happy Reading