
Daniel datang lagi tempat Revan karena teman temannya juga masih ada disana .
Raffa yang melihat wajah kacau Daniel langsung bertanya
" Napa muka loe kusut amat ? " Tanya Raffa
" Gpp " Jawab Daniel singkat , tidak mungkin dia menceritakan sama Raffa
" Kaya orang lagi nahan hasrat hahaha " Ledek Revan
" Sialan loe " Jawab Daniel kesal
Jangan tanya dimana Axel, sudah pasti dia teler karena menghabiskan beberapa botol minuman .
Kini giliran Daniel yang akan menghabiskan karena suasana hatinya sangat kacau .
Raffa dan Revan yang melihat itu saling pandang .
Tumben sekali seorang Daniel minum sampai segitu banyaknya , sepertinya ada yang tidak beres .
Kini hanya tinggal Raffa dan Revan yang masih sadar karena hanya minum sedikit .
Mereka berdua memutuska untuk membawa pulang Axel dan Daniel
**
Di belahan dunia yang berbeda, seorang laki laki sedang berdiri memandang luar jendela yang berada di dalam ruangan kerjanya .
Tok tok tok
" Masuk " Ucap Rey
" Permisi pak, ini sekretaris baru pengganti Ibu Nadia " Ucap HRD
" Iya , bawa kesini " Jawab Rey
Tidak lama setelah itu datanglah sekretaris baru yang menggantikan Nadia karena cuti melahirkan . Wanita berasal dari Indonesia yang berparas cantik namun berkulit hitam manis .
" Siapa namamu ? " Tanya Rey
" Nama saya Rena pak " Jawab wanita itu sambil menundukan kepalanya
" Baiklah, selamat bergabung di perusahaan " Ucap Rey
" Terimakasih pak " Jawab Rena
" Tolong susun ulang jadwal saya mulai besok , karena hari ini saya tidak mau kemana mana " Ucap Rey
" Baik pak " Ucap Rena langsung keluar ruangan, karena mejanya berada di depan pintu Ruangan CEO
Setelah itu Rey mulai berkutat dengan pekerjaannya , dia tidak akan membuang buang waktunya disini karena sebisa mungkin mempercepat waktu agar bisa kembali ke Negaranya .
Pukul 4 Sore , Rey bersiap siap untuk pulang karena semua karyawan juga akan segera pulang .
" Kamu tidak bersiap siap pulang " Tanya Rey saat melihat sekretaris barunya itu masih berkutat dengan komputernya
" Eh , iya pak sebentar lagi selesai nanggung " Jawab Rena dengan senyuman
" Besok bisa dilanjut, ayo pulang " Ucap Rey
" Baik pak " Rena bersiap siap untuk pulang karena ditunggu Rey di depan pintunya
__ADS_1
Inilah pribadi Rey, dia selalu bersikap ramah dan manis kepada semua orang . Walaupun dia CEO di Perusahaan ini tapi dia tidak pernah mengganggap karyawan sebagai bawahannya .
Baginya semua sama , yang membedakan hanya status saja .
" Mari pak " Ucap Rena
" Hmm " Jawab Rey yang kini berjalan sejajar dengan Rena
**
Sampai di Rumah, Rey membersihkan dirinya lalu berbaring ke ranjang untuk mengistirahatkan tubuh .
Saat bermain ponsel , dia melihat status Vina yang di posting di media sosialnya .
" Lebih baik di sakiti dengan kejujuran ,daripada di bahagiakan dengan kebohongan "
*Kenapa lagi ni anak , batin Rey
" Kenapa Vin* ?" Ucap Rey membalas status Vina
" Aku sudah selesai sama kak Axel kak , dia ngebohongin aku hehe " Jawab Vina
" Bohong gimana ? " Tanya Rey
" Ternyata dia belum selesai dengan mbak Alin dan mereka masih sering bertemu di belakangku " Jawab Vina
" Hmm .. yang sabar ya . Mungkin ada alasan dibalik itu, aku lihat Axel sangat mencintai kamu " Ucap Rey
" Entahlah kak. Aku masih menenangkan hatiku " Jawab Vina
" Ya sudah kalau gitu , cantik cantik gak usah galau " Ledek Rey menghibur Vina
" Hmm baiklah , kak Rey gimana kabarnya disana ?" Tanya Vina
" Aku juga baik kak , Oh ya dapat salam nih dari Rara " Ucap Vina
" Hmm .. Salam balik ya . Emang Rara disitu ? " Tanya Rey
" Iya , dia di sebelah aku nih " Jawab Vina
" Yasuda " Jawab Rey
" Idih gitu doang " Jawab Vina
Rey hanya membaca tanpa membalas . Tidak lama setelah itu ponselnya berbunyi ada panggilan masuk dari Rara .
Drrrrtt .. Drrttt .. Drrrtt
" Hallo ? " Jawab Rey mengangkat telepon Rara
" Hai kak , ganggu gak ? " Tanya Rara di seberang sana
" Hmm.. nggak " Jawab Rey singkat
" Kakak lagi ngapain ? " Tanya Rara
" Tiduran " Jawab Rey singkat
" Hmm .. Yauda maaf ganggu " Ucap Rara merasa sedih , masih saja sikap Rey dingin padanya
Sebenernya apa salahku kak, Batin Rara
__ADS_1
" Ya " jawab Rey singkat lalu mematikan telpon sepihak .
Rara yang melhat itu mendesah pelan , Vina memperhatikan raut wajah Rara merasa penasaran
" Napa loe ? " Tanya Vina
" Kak Rey masih dingin , sebenernya apa salah gue Vin ?" Ucap Rara
" Masa sih Raa , perasaan dia asik aja deh " Jawab Vina
" Itu sama loe, kalau sama gue sikapnya dingin " Ucap Rara lagi lagi mendengus kesal
" Ada apa ya Raa ? " Tanya Vina yang mulai penasaran juga
" Entahlah, kalau dia udah gak mau temenan lagi sama gue yasudah , gue juga gak akan ganggu dia lagi " Ucap Rara
" Ya loe jangan gitu juga Raa , sapa tau kak Rey lagi banyak masalah makanya cuek sama loe " Ucap Vina menenangkan Rara
" Capek gue Vin , gatau apa salah gue tiba tiba gue di cuekin . Gak jelas emang " Jawab Rara
Vina yang mendengar itu juga kasihan sama Rara, dia juga penasaran kenapa tiba tiba Rey sikapnya berubah ke Rara .
" Gue cabut ya , supir uda jemput " Ucap Rara berdiri dan menggambil tas yang ada di atas ranjang Vina
" Hati hati loe " Ucap Vina
" Yoi " Jawab Rara
Setelah kejadian Daniel dan Rara beberapa hari lalu , Rara tidak berani menghubungi Daniel sedangkan Daniel yang sibuk dengan pekerjaannya juga tidak ada waktu untuk menghubungi Rara .
kesel gue lama lama , tau gini mending gue jomblo enak bebas daripada kaya gini , Batin Rara
Rara merasa kesal dengan Daniel yang menurutnya kekanak kanakan, hanya masalah sepele tapi dia marah sampai gak mengubunginya lagi .
**
Pagi ini Vina berniat pergi membeli bubur ayam yang ada di sebelah sekolahannya dahulu , tanpa mengajak Lisa dan Rara karena waktu juga masih menunjukkan pukul 6 pagi .
Saat sedang asik makan , tiba tiba matanya melihat seseorang yang sangat dikenali berada di seberang jalan sedang berada di dalam mobil dengan seorang wanita .
Kak Axel kah itu ? sama siapa dia ? hmm
Vina melihat Axel sedang tertawa dengan seorang wanita yang entah siapa karena hanya terlihat punggungnya saja .
Saat Vina menatap mereka berdua , tanpa sengaja pandangannya bertemu dengan Axel , mereka saling pandang beberapa detik sampai akhirnya Vina mengalihkan penglihatannya .
Hahaha , bodoh banget sih gue pantes aja gue di bohongi . batin Vina
Saat Axel turun dari mobil dan hendak menyebrang jalan, Vina buru buru menuju mobilnya sebelum Axel menemuinya .
Tapi sayang nasib jelek berpihak padanya , kunci mobilnya tertinggal di meja saat dia makan bubur ayam .
" Vin " Sapa Axel yang kini ada di depan Vina
" Iya kak ? " Jawab Vina canggung sambil mengalihkan pandangan matanya
" Aku kangen sama kamu , kenapa kamu susah sekali di hubungi " Ucap Axel memegang tangan Vina dan di tepis pelan oleh Vina
" Hmm .. Aku pulang dulu kak " Vina tidak menjawab dan memilih pulang
Tapi sebelum itu ....
__ADS_1
Happy Reading