
Satu minggu setelah kejadian itu , Vina dan Axel tidak lagi bertemu walau hanya sekedar komunikasi .
Vina memutuskan untuk menenangkan hatinya, dia tau kalau Axel menjadikannya yang kedua , tapi tidak tau kalau sampai sejauh ini Axel belum menyelesaikan urusannya dengan Alin padahal dia sudah berjanji .
Kalau tau ini yang akan terjadi , Vina memilih untuk tidak memulai dan menerima Axel .
Kini rasanya dia yang terlalu bodoh karena terlalu mempercayai seorang Axel mantan Cassanova .
" Jangan terlalu difikirin Vin, semua akan indah pada waktunya " ucap Lisa
" Iya Vin, tenangin dulu hati loe " Kini Rara ikut menimpali
" Iya guys , gue cuma sedih aja . Gue ngerasa bodoh, gue tau kalau gue cuma jadi yang kedua, tapi entah kenapa rasanya sakit banget " Ucap Vina dengan tangisannya
" Sabar ah , kita akan selalu ada buat loe " ucap Lisa
" Iya Vin, sini pelukan " Rara memeluk Vina dan Lisa
Rara dan Lisa merasa kasihan melihat Vina yang kini terpuruk , Vina yang selalu ceria dengan mulut bar bar nya , kini menjadi gadis yang pendiam dan suka melamun .
**
Malam hari Axel mengajak Daniel , Revan dan Raffa pergi ke tempat karaoke Revan .
Kali ini mereka memilih ke tempat Revan daripada Club milik Raffa untuk lebih tenang .
" Gue udah pernah bilang kan sama loe , mending loe jujur sama Vina daripada kaya gini berabe " Ucap Raffa
" Gue gak tau kalau secepat ini " Ucap Axel rapuh
" Yang namanya kebohongan gak akan bertahan lama bro " Ucap Revan
Mereka bertiga kasihan melihat Axel yang seperti ini .
Baru kali ini mereka melihat Axel sehancur ini karena wanita, biasanya dia bodoamat karena baginya wanita gak hanya satu tapi dengan Vina .
Drrtt .. Drrtt .. Drrtt
" Hallo sayang " Ucap Daniel menjawab telepon Rara
" Hallo , kamu dimana sayang . ?" Tanya Rara
" Ini ditempat Revan nemenin Axel , ada apa sayang ? " Tanya Daniel
" Hmm .. Kak Revan kenapa ? " Tanya Rara
" Biasa , patah hati " Jawab Daniel
" Hmm .. Bisa jemput aku nggak sayang , aku dirumah Vina mau pulang sudah malam " Ucap Rara
" Kamu tunggu situ ya, aku jalan sekarang " Jawab Daniel
" Iya, kamu hati hati " Jawab Rara
Tutt ..
__ADS_1
" Gue cabut duluan, Rara minta jemput " Pamit Daniel ke tema temannya
" Yoi, hati hati bro " Jawab Raffa
Setengah jam Daniel sudah sampai di depan Rumah Vina dan mengirim pesan ke Rara
Kak Daniel
Aku sudah di depan sayang , kamu keluar ya
Rara
Iya sayang tunggu bentaran
Rara pamit ke Vina karena sudah di jemput Daniel , Lisa tadi pulang terlebih dahulu karena ada urusan .
Waktu masih menunjukkan pukul 7 malam , akhirnya membuat Daniel mengurungkan niat untuk mengantar Rara pulang karena mereka akan keluar dulu .
" Makasih ya sayang " Ucap Rara ke arah Daniel yang kini bersandar di balik kursi kemudinya
Cup .. tiba tiba Daniel mencium bibir Rara , yang awalnya hanya menempel kini berubah menjadi ******* dan saling membalas .
Melihat perlakuan Daniel membuat semburat merah di pipi Rara , entah kenapa dia tidak pernah bisa menolak saat Daniel mencium bibirnya
" Kenapa ? Mau lagi " Ucap Daniel saat melihat Rara memegang bibirnya
Rara yang merasa di goda oleh Daniel, kini memajukan tubuhnya untuk menggoda balik Daniel
kita lihat siapa yang menang , batin Rara
Tanpa di duga , Daniel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi . Merasa di tantang oleh Rara, Daniel akan menjawab tantangan Rara yang seolah hanya bisa mencium saja .
Lihat saja setelah ini kau akan memohon untuk aku lepaskan, dasar kucing nakal , Batin Daniel tersenyum miring ke arah Rara
" Mau kemana sayang ? jangan ugal ugalan ah , aku belum mau mati " Ucap Rara yang ketakutan
Daniel tidak menjawab , setelah sampai di Parkiran Apartemen miliknya, Daniel mengajak Rara untuk turun .
Tanpa menaruh curiga Rara mengikuti Daniel masuk dan Daniel menjatuhkan tubuh Rara ke atas Ranjang .
Bug ..
Rara kaget saat melihat tatapan Daniel yang tajam .
Daniel berada di atas Rara dan mencumbu mesra bibir Rara yang tadi menantangnya .
Daniel tidak akan melepaskan Rara kali ini , siapa suruh menantangnya .
Ciuman Daniel begitu lembut membuat Rara tanpa sadar mengalungkan tangannya ke leher Daniel .
Tangan Daniel tidak tinggal diam terangkat menyentuh bola raksasa Rara yang menyembul di balik bajunya .
" Ahh .. " lenguhan Rara tanpa sadar karena sangat menikmati perlakuan Daniel , dan ini yang pertama bagi Rara
" Kak jangan gini " ucap Rara di sela sela cumbuannya
__ADS_1
" Kenapa ? Tadi kau yang menantangku " Bisik Daniel ke telinga Rara
" Aku kan cuma becanda sayang " Ucap Rara cengengesan . Kalau seperti ini pasti dia yang akan kalah .
Daniel tidak menjawab , dia melakukan aksinya lagi dan lagi .
Itu membuat tubuh Rara seolah menuntut untuk melalukan yang lebih .
Karena terlena dengan perlakuan Daniel , Rara akhirnya pasrah . Tubuhnya terasa melayang merasakan kenikmatan yang belum pernah di rasakan selama ini .
" Euhhh, Stop kak " Ucap Rara saat kesadarannya mulai kembali
" Jangan pernah mengatakan itu kepada lelaki lain " Ucap Daniel di sela sela ciumannya
" Iyaa " Jawab Rara bergetar . Sepertinya dia menyesal kali ini karena sudah berani membangunkan singa kelaparan .
Daniel menyudahi kegiatannya dan mencium kening Rara lalu berguling di sampingnya .
" Lain kali jangan menantangku, aku juga laki laki normal " Ucap Daniel dengan suara parau
" Iya, maaf " Jawab Rara masuk ke dalam pelukan Daniel .
" Bersihkan dirimu, setelah itu aku antar pulang " Ucap Daniel
Rara membersihkan wajahnya karena saliva yang ditinggalkan Daniel, bukan hanya di bibir namun juga di sekitar tubuhnya bagian atas .
Setelah itu gantian Daniel yang masuk ke kamar mandi guna menyelesaikan tongkat ajaib yang tiba tiba on .
Huh , lagi lagi aku main solo , Ucap Daniel
" Kenapa lama sekali ?" Ucap Rara menunggu Daniel yang hampir satu jam menghabiskan waktu di kamar mandi
" Aku harus menyelesaikan akibat dari perbuatanmu " Jawab Daniel singkat
" Maaf sayang , lain kali aku tidak akan mengulangi hehe " Ucap Rara
" Dasar kucing nakal " Umpat Daniel
Setelah itu mereka memutuskan untuk pulang , jam sudah menunjukan pukul 9 malam .
Entah kenapa suasana di mobil menjadi secanggung ini , Rara mengingat ingat wajah tampan Daniel dengan mata berkabut nya tadi saat mencumbunya dan membuatnya malu hingga pipinya merah .
Sial, kenapa gue jadi mesum gini sih . Batin Rara
Dia tidak berani membuka obrolan karena melihat raut wajah Daniel yang datar dan menakutkan .
Tanpa terasa mereka sudah sampai di pekarangan rumah Rara .
" Terimakasih, Maaf " Ucap Rara langsung turun dari mobil
Dan tak lama itu Daniel langsung menancapkan gas pergi dari sana , entah kenapa suasana hatinya mendadak jadi jelek setelah kejadian tadi .
Bukan karena dia kecewa , hanya karena menyayangkan sikap Rara yang seolah manantangnya .
Bukankah dia tau kalau Daniel juga laki laki normal .
__ADS_1
Happy Reading