TIGA GADIS CANTIK

TIGA GADIS CANTIK
Bab 34


__ADS_3

Satu minggu setelah kejadian itu , Vina dan Axel tidak lagi bertemu walau hanya sekedar komunikasi .


Vina memutuskan untuk menenangkan hatinya, dia tau kalau Axel menjadikannya yang kedua , tapi tidak tau kalau sampai sejauh ini Axel belum menyelesaikan urusannya dengan Alin padahal dia sudah berjanji .


Kalau tau ini yang akan terjadi , Vina memilih untuk tidak memulai dan menerima Axel .


Kini rasanya dia yang terlalu bodoh karena terlalu mempercayai seorang Axel mantan Cassanova .


" Jangan terlalu difikirin Vin, semua akan indah pada waktunya " ucap Lisa


" Iya Vin, tenangin dulu hati loe " Kini Rara ikut menimpali


" Iya guys , gue cuma sedih aja . Gue ngerasa bodoh, gue tau kalau gue cuma jadi yang kedua, tapi entah kenapa rasanya sakit banget " Ucap Vina dengan tangisannya


" Sabar ah , kita akan selalu ada buat loe " ucap Lisa


" Iya Vin, sini pelukan " Rara memeluk Vina dan Lisa


Rara dan Lisa merasa kasihan melihat Vina yang kini terpuruk , Vina yang selalu ceria dengan mulut bar bar nya , kini menjadi gadis yang pendiam dan suka melamun .


**


Malam hari Axel mengajak Daniel , Revan dan Raffa pergi ke tempat karaoke Revan .


Kali ini mereka memilih ke tempat Revan daripada Club milik Raffa untuk lebih tenang .


" Gue udah pernah bilang kan sama loe , mending loe jujur sama Vina daripada kaya gini berabe " Ucap Raffa


" Gue gak tau kalau secepat ini " Ucap Axel rapuh


" Yang namanya kebohongan gak akan bertahan lama bro " Ucap Revan


Mereka bertiga kasihan melihat Axel yang seperti ini .


Baru kali ini mereka melihat Axel sehancur ini karena wanita, biasanya dia bodoamat karena baginya wanita gak hanya satu tapi dengan Vina .


Drrtt .. Drrtt .. Drrtt


" Hallo sayang " Ucap Daniel menjawab telepon Rara


" Hallo , kamu dimana sayang . ?" Tanya Rara


" Ini ditempat Revan nemenin Axel , ada apa sayang ? " Tanya Daniel


" Hmm .. Kak Revan kenapa ? " Tanya Rara


" Biasa , patah hati " Jawab Daniel


" Hmm .. Bisa jemput aku nggak sayang , aku dirumah Vina mau pulang sudah malam " Ucap Rara


" Kamu tunggu situ ya, aku jalan sekarang " Jawab Daniel


" Iya, kamu hati hati " Jawab Rara


Tutt ..

__ADS_1


" Gue cabut duluan, Rara minta jemput " Pamit Daniel ke tema temannya


" Yoi, hati hati bro " Jawab Raffa


Setengah jam Daniel sudah sampai di depan Rumah Vina dan mengirim pesan ke Rara


Kak Daniel


Aku sudah di depan sayang , kamu keluar ya


Rara


Iya sayang tunggu bentaran


Rara pamit ke Vina karena sudah di jemput Daniel , Lisa tadi pulang terlebih dahulu karena ada urusan .


Waktu masih menunjukkan pukul 7 malam , akhirnya membuat Daniel mengurungkan niat untuk mengantar Rara pulang karena mereka akan keluar dulu .


" Makasih ya sayang " Ucap Rara ke arah Daniel yang kini bersandar di balik kursi kemudinya


Cup .. tiba tiba Daniel mencium bibir Rara , yang awalnya hanya menempel kini berubah menjadi ******* dan saling membalas .


Melihat perlakuan Daniel membuat semburat merah di pipi Rara , entah kenapa dia tidak pernah bisa menolak saat Daniel mencium bibirnya


" Kenapa ? Mau lagi " Ucap Daniel saat melihat Rara memegang bibirnya


Rara yang merasa di goda oleh Daniel, kini memajukan tubuhnya untuk menggoda balik Daniel


kita lihat siapa yang menang , batin Rara


Tanpa di duga , Daniel melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi . Merasa di tantang oleh Rara, Daniel akan menjawab tantangan Rara yang seolah hanya bisa mencium saja .


Lihat saja setelah ini kau akan memohon untuk aku lepaskan, dasar kucing nakal , Batin Daniel tersenyum miring ke arah Rara


" Mau kemana sayang ? jangan ugal ugalan ah , aku belum mau mati " Ucap Rara yang ketakutan


Daniel tidak menjawab , setelah sampai di Parkiran Apartemen miliknya, Daniel mengajak Rara untuk turun .


Tanpa menaruh curiga Rara mengikuti Daniel masuk dan Daniel menjatuhkan tubuh Rara ke atas Ranjang .


Bug ..


Rara kaget saat melihat tatapan Daniel yang tajam .


Daniel berada di atas Rara dan mencumbu mesra bibir Rara yang tadi menantangnya .


Daniel tidak akan melepaskan Rara kali ini , siapa suruh menantangnya .


Ciuman Daniel begitu lembut membuat Rara tanpa sadar mengalungkan tangannya ke leher Daniel .


Tangan Daniel tidak tinggal diam terangkat menyentuh bola raksasa Rara yang menyembul di balik bajunya .


" Ahh .. " lenguhan Rara tanpa sadar karena sangat menikmati perlakuan Daniel , dan ini yang pertama bagi Rara


" Kak jangan gini " ucap Rara di sela sela cumbuannya

__ADS_1


" Kenapa ? Tadi kau yang menantangku " Bisik Daniel ke telinga Rara


" Aku kan cuma becanda sayang " Ucap Rara cengengesan . Kalau seperti ini pasti dia yang akan kalah .


Daniel tidak menjawab , dia melakukan aksinya lagi dan lagi .


Itu membuat tubuh Rara seolah menuntut untuk melalukan yang lebih .


Karena terlena dengan perlakuan Daniel , Rara akhirnya pasrah . Tubuhnya terasa melayang merasakan kenikmatan yang belum pernah di rasakan selama ini .


" Euhhh, Stop kak " Ucap Rara saat kesadarannya mulai kembali


" Jangan pernah mengatakan itu kepada lelaki lain " Ucap Daniel di sela sela ciumannya


" Iyaa " Jawab Rara bergetar . Sepertinya dia menyesal kali ini karena sudah berani membangunkan singa kelaparan .


Daniel menyudahi kegiatannya dan mencium kening Rara lalu berguling di sampingnya .


" Lain kali jangan menantangku, aku juga laki laki normal " Ucap Daniel dengan suara parau


" Iya, maaf " Jawab Rara masuk ke dalam pelukan Daniel .


" Bersihkan dirimu, setelah itu aku antar pulang " Ucap Daniel


Rara membersihkan wajahnya karena saliva yang ditinggalkan Daniel, bukan hanya di bibir namun juga di sekitar tubuhnya bagian atas .


Setelah itu gantian Daniel yang masuk ke kamar mandi guna menyelesaikan tongkat ajaib yang tiba tiba on .


Huh , lagi lagi aku main solo , Ucap Daniel


" Kenapa lama sekali ?" Ucap Rara menunggu Daniel yang hampir satu jam menghabiskan waktu di kamar mandi


" Aku harus menyelesaikan akibat dari perbuatanmu " Jawab Daniel singkat


" Maaf sayang , lain kali aku tidak akan mengulangi hehe " Ucap Rara


" Dasar kucing nakal " Umpat Daniel


Setelah itu mereka memutuskan untuk pulang , jam sudah menunjukan pukul 9 malam .


Entah kenapa suasana di mobil menjadi secanggung ini , Rara mengingat ingat wajah tampan Daniel dengan mata berkabut nya tadi saat mencumbunya dan membuatnya malu hingga pipinya merah .


Sial, kenapa gue jadi mesum gini sih . Batin Rara


Dia tidak berani membuka obrolan karena melihat raut wajah Daniel yang datar dan menakutkan .


Tanpa terasa mereka sudah sampai di pekarangan rumah Rara .


" Terimakasih, Maaf " Ucap Rara langsung turun dari mobil


Dan tak lama itu Daniel langsung menancapkan gas pergi dari sana , entah kenapa suasana hatinya mendadak jadi jelek setelah kejadian tadi .


Bukan karena dia kecewa , hanya karena menyayangkan sikap Rara yang seolah manantangnya .


Bukankah dia tau kalau Daniel juga laki laki normal .

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2