Time Travel Kiyara

Time Travel Kiyara
panen


__ADS_3

Lanjut


Dia sudah sampai dan menatap kosong kearah jurang itu,


"Kenapa abang harus kehilanganmu untuk kedua kalinya sayang, Abang tidak sanggup lagi untuk sendiri abang ingin menyusulmu apakah boleh" kata pangeran Han Chen Zhao dan tanpa terasa air matanya mengalir


"Kau sudah berjanji bukan kita akan menikah setelah pulang dari sini, ayo tepati janji itu sayang abang mohon. Abang sangat ingin kau menjadi pendamping abang, abang ingin melihat kau mengandung dan melahirkan anak kita. Abang ingin membahagiakanmu lebih dari yang pernah abang lakukan untuk mu dulu, abang ingin sekali terus bersamamu. Abang mohon sayang, jangan buat abang kehilanganmu untuk kesekian kalinya, sudah cukup dulu kau pergi didepan abang bahkan dipangkuan abang sendiri jangan pernah pergi lagi sayang" kata pangeran Han Chen Zhao dengan derai air mata


Dia kembali mengingat kenangan kebersamaan mereka, dia mengingat senyumnya, tawanya, marah dan lainnya. Kemudian dia mengingat sebuah janji sebelum peperangan ini dimulai, janji dimana pangeran Han Chen Zhao akan menunggu Su Zu kembali


"Abang akan menunggumu kembali sayang, abang tidak akan menikah kecuali denganmu. Abang akan menunggumu bahkan jika abang harus menunggu hingga ajal menjemput abang dan kita dipertemukan kembali untuk ketiga kalinya oleh takdir" kata pangeran Han Chen Zhao


"Pangeran" kata Jendral Ju yang ada dibelakangnya


"Pangeran mari kita makan, makanan sudah disiapkan" kata Jendral Ju


"Aku tidak mau Ju, aku ingin makan bersamanya seperti biasanya" kata pangeran Han Chen Zhao


"Pangeran, jika putri melihat pangeran seperti ini putri pasti akan memarahi pangeran bukan. Jadi mari pangeran" kata Jendral Ju


"Kau benar dia pasti akan memarahi ku seperti ibu memarahi anaknya, dia akan menjewer telinga ku sambil marah-marah dan dia terlihat sangat cantik ketika begitu" kata pangeran Han Chen Zhao sambil tertawa miris


"Mari pangeran" kata Jendral Ju


Pangeran Han Chen Zhao akhirnya menurut saja, dia kembali ke tendanya kemudian dia makan tapi tidak bernafsu bahkan dia hanya mengaduk-aduk makanannya.


Kembali ke sisi Su Zu


Dia sedang memikirkan keluarganya dan tunangannya yang pasti amat sangat kehilangan dia, dia juga tau pasti anggota marah besar tapi mereka tidak tahu harus menyalahkan siapa dan melampiaskan pada siapa yang akhir mereka hanya bisa menangisi dirinya.


"Apa yang kau pikirkan" kata He Ye Ma


"Keluarga" kata Su Zu


"Mereka pasti sangat kehilanganmu" kata He Ye Ma


"Aku yakin sifat mereka akan berubah, aku yakin anggota ku akan semakin ganas" kata Su Zu menerawang


"Heummm daripada begitu lebih baik sekarang kita jalan-jalan" kata He Ye Ma


"Ini sudah sore" kata Su Zu

__ADS_1


"Itu benar, tapi kau tahu disini tidak akan gelap akan ada sinar rembulan yang menerangi kita dengan sangat cerah sehingga malam hanya akan terasa seperti sore" kata He Ye Ma


"Benarkah" kata Su Zu


"Jadi, mau jalan-jalan" kata He Ye Ma


"Baiklah" kata Su Zu


Mereka akhirnya jalan-jalan, Su Zu melihat aliran sungai yang tidak terlalu deras dan banyak bebatuan besar. Dia melihat hutan yang sangat lebat dan tebing yang menjulang sangat tinggi, dia sangat penasaran dan ingin bertanya tapi dia merasa malu


"Apa ada yang ingin kau tanyakan" kata He Ye Ma


"Bolehkah jelaskan semua situasi ini" kata Su Zu


"Baiklah. Itu adalah hutan source, disana banyak tumbuhan yang bisa dijadikan obat dan juga makanan. Tapi semua spirit beast disana sangat berbahaya dan sangat buas, katanya hanya ratunya saja yang bisa menjinakkan mereka. Aku juga tak tahu seperti apa, tapi yang pasti mereka sangat buas. Tebing itu adalah tebing kehidupan, karena dari sana banyak buah-buahan dan herbal juga terdapat lebah petir" kata He Ye Ma


"Lebah petir" beo Su Zu


"Iya lebah petir, dia mengumpulkan madu tapi jika ada yang mendekati sarangnya dia akan marah dan menyerang orang itu dengan petirnya. Tapi petir itu bisa membuat elemen petir milikmu semakin baik, dan naik tingkat" kata He Ye Ma


"Benarkah, aku tak pernah menggunakan elemen petir selama ini" kata Su Zu


"Ini kebun siapa" kata Su Zu


"Ini kebun milikku, disini aku menanam banyak sekali sayuran dan buah juga. Ini adalah tempat dimana kemarin aku membawakanmu makanan" kata He Ye Ma


"Tapi kenapa kemarin sangat lama" kata Su Zu


"Kemarin ada spirit beast kelinci yang datang kesini dan mencuri jadi aku mengejarnya dulu" kata He Ye Ma


"Ouh begitu" kata Su Zu


Su Zu melihat sekeliling dan mendapati banyak sekali buah tapi warnanya cukup aneh, dia mengambil anggur kemudian dia memakannya tapi rasanya bukan manis melainkan pedas.


"Huhh hah kenapa rasanya bukan manis hah malah pedas" kata Su Zu


"Kukira kau suka pedas, makanya aku membiarkan mu memakan anggur api itu" kata He Ye Ma


"Anggur api" kata Su Zu


"Iya, anggur itu bisa menaikkan kualitas api mu" kata He Ye Ma

__ADS_1


"Air" kata Su Zu


Kemudian keluarlah satu gelas air kehidupan dan Su Zu meminumnya, membuat dia merasakan sensasi hangat dalam dirinya. Dia mengambil posisi lotus dan bermeditasi, ternyata QI dalam dantian elemen apinya terisi penuh.


"Baru memakan satu saja sudah penuh apalagi banyak" kata Su Zu


"Itu keunggulannya" kata He Ye Ma


"Apa ada manfaat lainnya" kata Su Zu


"Jika kau memakan cukup banyak buah itu, dantianmu akan pecah dan digantikan dengan dantian emas seperti dantian kekuatan (QI) milikmu" kata He Ye Ma


"Benarkah" kata Su Zu


"Iya, sekarang apa yang ingin kau lakukan" kata He Ye Ma


"Belum ada aku hanya ingin berlatih saja" kata Su Zu


"Sebelum itu lihatlah apa elemenmu bisa digunakan" kata He Ye Ma


"Kau benar" kata Su Zu kemudian mengetes semua elemennya ternyata masih bisa kecuali elemen cahayanya


"Kenapa" kata He Ye Ma yang melihat Su Zu sedikit tertunduk


"Elemen cahaya ku tidak berfungsi disini" kata Su Zu


"Ya lagipula untuk apa, kau bisa menyembuhkan lukamu dengan herbal. Nanti juga akan kembali lagi elemen itu jika sudah waktunya" kata He Ye Ma


"Heumm baiklah" kata Su Zu


"Apa kau memiliki elemen alam" kata He Ye Ma


"Ada, kenapa memangnya" kata Su Zu


"Buatkan beberapa keranjang untuk buah dan sayur, aku ingin memanen ini dan menanam yang baru" kata He Ye Ma


"Sebentar" kata Su Zu kemudian mulai membuat keranjang dengan elemen nya, tidak lama kemudian ada beberapa keranjang dengan ukuran sedang


"Sudah cukup" kata He Ye Ma


Merekapun mulai memanen tanaman disana, mulai dari buah-buahan dan sayuran juga herbal. Setelah selesai mereka kembali ke goa dan menyusun nya disana, Su Zu sendiri memilih untuk membuat tong untuk persediaan air mereka agar ketika akan mandi mereka tidak perlu setiap hari kesungai. Dia membuat beberapa tong atau kendi dengan ukuran besar yang bisa menampung air sekitar 3000 liter sebanyak 3 buah, kemudian dia mulai membuat kendi-kendi kecil untuk air minum dan teko juga beberapa gelas. Setelah itu selesai dia merasa cukup lelah akhirnya memilih untuk tidur.

__ADS_1


__ADS_2