
Skip beberapa hari kemudian
Su Zu dan Shali sedang duduk di gazebo sambil mengasuh bayi yang mereka temukan, mereka belum memberikan bayi itu nama karena jika diberikan nama bagaimana dengan orangtuanya yang sudah menamai bayi itu.
Saat tengah asik mengasuh bayi itu, muncul Mandala.
"Salam yang mulia" kata Mandala
"Kau sudah kembali" kata Su Zu
"Iya yang mulia"" kata Mandala dengan suara khasnya yang maskulin
"Kabar apa yang kau dapatkan" kata Su Zu serius
"Bayi itu bayi yang terlempar dari dimensi lain" kata Mandala
"Maksudnya" kata Su Zu Bingung
"Dia bayi dari dimensi lain yang mulia, dan dimensi itu sudah sangat kacau sekarang" kata Mandala
"Kita harus secepatnya membereskan masalah ini, hari ini juga kita berangkat" kata Su Zu tegas
"Lalu bayi ini" kata Shali
"Kita titipkan saja dimarkas" kata Su Zu
"Baiklah" kata Shali
Merekapun pergi untuk menitipkan bayi itu,
"Gege jiejie aku titip bayi ini yah" kata Su Zu
"Kau mau kemana?? Lalu ini bayi siapa" kata Nu Nu
"Aku ada sedikit masalah jadi aku harus pergi, dia bayi yang aku temukan dipasar" kata Su Zu
"Kemana kau akan pergi" kata Nu Nu
"Jiejie tidak perlu tahu, aku pergi dulu" kata Su Zu kemudian pergi bersama Mandala dan Shali kehutan kegelapan
"Yang mulia siap" kata Mandala
"Heummm" kata Su Zu
Mandala pun membuat sebuah portal dan mereka memasuki portal itu, dan saat keluar dari portal itu suasana yang dilihat Su Zu sangat berbeda dengan suasana di benuanya maupun dunia modern. Benar-benar berbeda, disana hanya ada warna hitam dan putih tidak ada warna lain entah itu hijau untuk pohon atau warna lainnya. Disana benar-benar hanya ada hitam dan putih saja
"Apa ini dimensi Hitam Putih" kata Su Zu
"Iya yang mulia" kata Mandala
"Kenapa ini benar-benar aneh" kata Su Zu
"Setiap dimensi memiliki keistimewaan tersendiri yang mulia" kata Mandala
"Ahk baiklah" kata Su Zu kemudian mereka berjalan untuk pergi ke pusat kota karena saat mereka sampai mereka seperti ada di ujung desa terpencil
Su Zu sampai di pusat dimensi itu kemudian dia bersama Manda dan Shali mencari masalah utamanya kemudian Su Zu mencoba menyelesaikannya, memang sulit namun dengan bantuan Mandala dan Shali Su Zu merasa itu sedikit ringan.
Butuh waktu yang cukup lama untuk menemukan semua masalah dan mencari jalan keluarnya, hingga setelah waktu berjalan sekitar 1 bulan akhirnya masalah terselesaikan dengan baik dan Su Zu mengembalikan bayi yang dia temukan (dia menyuruh Shali untuk mengambil bayi itu dan menyerahkan pada keluarga bayi itu) Setelah itu dia kembali ke benua Chi untuk menemui keluarganya lagi karena sebentar lagi kakak tersayang akan menikah, saat sampai dia melihat bahwa kerajaan serang dihias. Banyak pelayan dan prajurit yang mondar mandir mempersiapkan perayaan, sepertinya acara akan digekar 2 atau e hari lagi
"Apa ini acara ini untuk pernikahan Gege Lin" kata Su Zu
"Mungkin saja yang mulia, tidak ada yang akan menikah selain pangeran Lin" kata Shali
__ADS_1
"Ahk baiklah mari temui keluarga ku, aku yakin mereka pasti khawatir karena aku pergi terlalu lama" kata Su Zu
"Mereka pasti marah karena yang mulia tidak meminta ijin terlebih dahulu pada mereka" kata Shali
"Ahk aku lupa, biarkan sajalah aku pasti bisa mengatasi nya" kata Su Zu
"Baik yang mulia" kata Shali
Su Zu bersama Shali menuju ke aula kerajaan karena penjaga bilang keluarga kerajaan tengah berkumpul di aula untuk membicarakan acara pernikahan ini
"Yang mulia putri ke empat memasuki ruangan" kata penjaga
Su Zu masuk dan dia merasakan aura disana sangat dingin, dia tau ini pasti aura dari keluarganya yang mengkhawatirkan dia. Baru kali ini Su Zu atau Kiya merasa terintimidasi, biasanya dia yang berbuat seperti itu pada orang lain.
"Salam ayah, ibu Gege Jiejie" kata Su Zu gugup
"Ingat pulang rupanya" kata pangeran mahkota Jin dingin
"Kukira kau lupa jalan pulang" kata pangeran mahkota Jin lagi
"Gege aku...." Kata Su Zu terpotong
"Aku apa" kata pangeran mahkota Jin dingin
"Aku punya urusan, jadi lupa mengabari kalian. Maaf yah" kata Su Zu dengan suara yang cukup rendah
"Masalah apa hingga untuk ijin saja kau sampai lupa" kata pangeran Lin dingin
"Itu... Anu...." Kata Su Zu gugup
"Apa" kata pangeran Lue dingin
"Hufftt baiklah aku akan menjelaskannya pada kalian, tapi jangan ada yang memotong penjelasanku" kata Su Zu
"Saat aku kembali aku bertemu dengan mommy di mimpiku, dia bilang aku pencipta dan dia mengajariku cara menciptakan. Dia bilang dia dan ayahku adalah dewa dan dewi, dan mereka hanya punya aku dan abangku. Saat aku mencoba menciptakan, aku berhasil menciptakan satu penjaga yaitu Mandala yang aku sendiri tidak tahu dari dimensi mana dia. Kemudian dia menyuruhku untuk menciptakan seseorang yang mungkin akan selalu ada disisiku yaitu Shali, dan aku merasa semuanya baik-baik saja hingga akhirnya aku mendengar kabar bahwa dari perbuatan ku itu membuat dimensi lain bermasalah dan aku harus menyelesaikannya. Aku lupa mengabari kalian, dan aku juga tidak mau membuat kalian merasa khawatir karena ada hal sebesar ini yang harus aku selesaikan." Kata Su Zu
"Aku tidak mau merepotkan kalian, lagipula ada Mandala dan Shali yang membantuku" kata Su Zu
"Tapi kau membuat kami khawatir" kata permaisuri Lien
"Semuanya sudah selesai sekarang dan aku hanya tinggal menyelesaikan satu masalah lagi" kata Su Zu
"Masalah apa lagi" kata pangeran Lin
"Ada satu benua yang jaraknya jauh dari sini, benua itu bernama benua Shin disana sedang terjadi kekacauan dan kekacauan itu ada sangkut pautnya dengan masalah yang sudah aku selesaikan. Aku harus secepatnya menyelesaikan masalah ini, dan mungkin beberapa hari setelah pernikahan Gege aku akan berangkat" kata Su Zu
"Tapi bukankah kau baru kembali" kata permaisuri Lien
"Ibunda aku harus secepatnya menyelesaikan masalah ini agar semua benua aman, kekacauan ini akan masuk ke benua kita. Disini sudah ada lembah yang penuh dengan demonic beast, mereka lebih kuat dari spirit beast dan mungkin hampir sama dengan spirit beast suci (sacred beast)" kata Su Zu
"binatang suci" beo pangeran Lin
"Seperti naga milikku dan spirit beast yang aku miliki" kata Su Zu
"Jadi benua kita juga sudah terancam" kata pangeran mahkota Jin
"Iya dan aku harus secepatnya menyelesaikan permasalahannya" kata Su Zu
"Baiklah, ibu akan mengijinkan mu tapi kau harus berjanji akan baik-baik saja" kata permaisuri Lien
"Iya ibu, Zu'er janji" kata Su Zu
"ouh iya dimana adik Zu'er" kata Su Zu
__ADS_1
"Dia sedang tidur" kata permaisuri Lien
"Ahk apa dia mencariku" kata Su Zu
"Selalu, dia benar-benar menyayangimu" kata Su Zu
"Dia bisa menyayangiku bahkan tanpa bertemu" jaga Su Zu
"Karena kami semua selalu menceritakan dirimu padanya" kata pangeran Lue
"Heummm setidaknya dia harus lebih kuat dariku" kata Su Zu
"Ayah kenapa ayah diam saja" Kata Su Zu yang melihat ayahnya dari tadi tidak berbicara padanya
"Dia menahan amarahnya Zu'er, tenangkan dia" kata permaisuri Lien
"Baik ibu" kata Su Zu kemudian berjalan mendekati Raja Tang
"Ayah" panggil Su Zu pelan
"Ayah Zu'er baik-baik saja ok, ayah jangan khawatir" kata Su Zu sambil duduk dibawah kaki Raja Tang dan dia menidurkan kepalanya dipangkuan Raja Tang
"Ayah Zu'er janji akan selalu baik-baik saja, ayah jangan terlalu khawatir ok Zu'er pasti bisa beresin semua ini Zu'er janji secepatnya semuanya akan selesai" kata Su Zu
"Ayah bicaralah, Zu'er tidak bisa ayah diamkan seperti ini. Lebih baik ayah marahin Zu'er daripada ayah diam begini" kata Su Zu sambil menangis
Mereka yang ada diruangan itu tak tega melihat Su Zu menangis, terlebih lagi jika Su Zu menangis dia akan demam jika tidak bisa mengontrol diri.
"Ayah Zu'er mohon jangan marah, Zu'er tidak bisa ayah diamkan seperti ini. Ayah boleh marahin Zu'er, ayah boleh hukum Zu'er tapi jangan diam begini ayah" kata Su Zu sambil menangis
semua orang ikut menangis karena melihat Zu'er yang biasanya kuat dan menunjukkan ekspresinya yang dingin sekarang menangis, Hingga akhirnya Su Zu jatuh pingsan.
Kenapa dia bisa jatuh pingsan?? karena dia merasa lelah dan dia memang tidak bisa menangis terlalu lama. Meskipun dia kuat dan berkuasa, dia tetap manusia bukan jadi jangan mempertanyakan kekuatannya karena sang pencipta memberikan kelebihan dan kekurangan bagi setiap orang.
"Zu'er" semua orang yang disana merasa panik melihat kondisi Su Zu
"Kau apa kau puas membuat putriku seperti ini, kenapa kau keras kepala. Bukankah kau tahu, dia lebih baik dimarahi daripada di diamkan seperti itu" teriak permaisuri Lien
"A...aku...aku" kata Raja Tang gugup
"Jika dia kenapa-kenapa, awas saja kau" kata permaisuri Lien dan menyusul Su Zu yang digendong oleh pangeran Lin
Su Zu dibawa ke kamar yang dekat dengan suka, dan mereka memanggil tabib untuk melihat kondisi Su Zu. Tapi sebelum tabib datang, muncul beberapa anggota Su Zu diruangan itu dan langsung menangani Su Zu.
Semuanya mondar-mandir mengkhawatirkan keadaan Su Zu, mereka benar-benar khawatir. Padahal mereka tahu kalo Su penguasa, tapi hanya karena hal spele dia jatuh pingsan membuat mereka benar-benar tidak paham dan khawatir.
"Apa Zu'er akan baik-baik saja" kata permaisuri Lien khawatir
"Tenanglah ibunda, Zu'er pasti baik-baik saja" kata pangeran mahkota Jin
Mereka terus memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada Su Zu, setelah beberapa saat akhirnya Su Zu bangun
"Ayah" kata Su Zu pelan
"Sayang ayah disini, Daddy disini sayang. Maafkan Daddy yah, maafkan Daddy yang membuatmu sedih, Daddy hanya khawatir kamu kenapa-kenapa sayang, Daddy benar-benar takut" kata Raja Tang sambil menangis dan menciumi punggung tangan Su Zu
"Daddy, Zu'er baik-baik aja kok" kata Su Zu pelan
"Kamu istirahat yah, nanti kita bicara lagi" kata Raja Tang lembut
"Baik ayah" kata Su Zu kemudian memejamkan matanya
Mandala dengan sigap membuat perisai atau pelindung agar tidur Su Zu tidak terganggu, dan semuanya keluar dari kamar itu.
__ADS_1
...**Hai author comeback nih...
jangan lupa like komen dan vote yah