
Masih di situasi yang sama
Selir agung yang melihat putri kesayangannya kesakitan pergi untuk membalaskan perbuatan itu pada putri Xie Su Zu, dia sampai dikediaman putri Xie Su Zu dan tanpa mengetuk dia masuk dan mendapati Su Zu yang sedang terlelap tidur.
"Kau bangun Su Zu" kata selir agung tegas
"Siapa lagi yang berani mengganggu tidurku hah" kata Su Zu dingin
"Aku, bangun kau" teriak selir agung
"Ada apa selir agung" kata Su Zu tanpa membuka matanya tapi dia bergerak untuk duduk
"Kau berani-beraninya tidak menghormati ku, dan kau juga berani melukai putri kesayangan ku" teriak selir agung
"Lalu apa" kata Su Zu tapi dia mendengar suara langkah kaki yang tidak jauh dari kediamannya dan dia pastikan bahwa itu ke 3 pangeran dan juga Raja Tang dia buru-buru berdiri dan membuka matanya
"Seharusnya kau mati" kata selir agung tegas
"Apa maksud ibu selir" kata Su Zu pura-pura
"Seharusnya kau mati saat air yang kau gunakan aku racuni" kata selir agung
"Aku masih tidak paham ibu selir" kata Su Zu
__ADS_1
"kau tahu para pengawal yang menemanimu mati karena air yang kau gunakan beracun dan yang meracuni air itu adalah aku, seharusnya kau juga mati bersama para prajurit dan menyusul ibumu" kata selir agung
"Ibu" kata Su Zu dan dia mendengar langkah kaki yang berhenti didepan pintu kamar nya
"Iya ibumu mati ketika melahirkan mu, tapi bukan hanya karena itu tapi juga karena dia aku racuni sehingga dia mati seolah-olah karena melahirkan mu" teriak selir agung
"Jadi kau yang membunuh ibundaku" kata Su Zu
"Iya aku dan selir Ai Yo bekerjasama untuk menyingkirkan ibumu dan juga kamu, aku menginginkan posisi ibumu dan anakku menginginkan posisi mu sebagai putri mahkota. Meskipun anakku yang paling tua diantara putri, tapi yang memiliki gelar putri mahkota adalah dirimu karena anak dari permaisuri" kata selir agung tegas
"Matilah dan susul ibumu" teriak selir agung sambil mengarahkan sebuah belati kearah Su Zu
"Berhenti" suara bariton Raja Tang menggema dikediaman Su Zu
"Jadi selama ini kau bohong padaku, kau membuatku menjauh dan membenci putriku sendiri. Kau sungguh gila selir Yue" kata Raja Tang murka
"Aku sudah mendengar semuanya, kita akan putuskan hukuman apa yang pantas untuk mu setelah para tamu kembali ke kerajaan mereka masing-masing jadi selama acara ulangtahun ku masih berlangsung jangan pernah kau membuat kekacauan" kata Raja Tang tegas
"Sejenak renungkan kesalahan mu dan pergi ke kediaman mu sendiri" kata Raja Tang
Selir agung dengan perasaan takut memilih untuk pergi, dan setelah selir agung pergi para pangeran dan Raja Tang menatap Su Zu yang kini tengah duduk dengan pandangan kosong. Meskipun dia tahu yang dibunuh oleh selir itu adalah ibu dari Putri Xie Su Zu yang dulu, tapi dia tahu bagaimana rasanya kehilangan seorang ibu apalagi nasib Xie Su Zu lebih menyakitkan daripada nasibnya. Putri Xie Su Zu sama sekali tidak mendapatkan kasih sayang dari siapapun sedangkan dia mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari Daddy dan abangnya meskipun ibunya sudah tiada, tanpa dia sadari air matanya mengalir bahkan deras
"Zu'er" kata pangeran Lin
__ADS_1
"Pergi" kata Su Zu dingin
"Zu'er" kata Raja Tang
"Pergi!" Kata Su Zu lebih dinging
"Zu'er" kata pangeran mahkota Jin
"AKU BILANG PERGI ARTINYA PERGI APA KALIAN PAHAM" teriak Su Zu
"Lebih baik kita pergi dulu baru nanti kita bicara lagi pada Zu'er" kata pangeran Lin yang paham bahwa Su Zu tak ingin diganggu
Akhirnya para pangeran dan Raja Tang pergi dengan perasaan campur aduk terutama pangeran mahkota Jin dan Raja Tang, bagaimana tidak meskipun mereka tidak menyiksa pisik Su Zu tapi mereka menyiksa batin Su Zu dengan tidak menganggap nya bahkan tidak memperdulikan nya. Mereka berdua benar-benar merasa sangat bersalah, dan mereka berpikir bahwa Su Zu takan memaafkan mereka.
Disisi Su Zu dia masih menangis mengingat bagaimana kasih sahang daddy-nya dan abangnya, dia sangat merindukan limpahan kasih sayang itu dia sangat rindu pelukan mereka dan kekhawatiran mereka. Sekarang hidupnya sangat jauh berbeda, pemilik tubuh ini tumbuh tanpa kasih sayang dari siapapun bahkan justru bukan di sayang tapi dia malah disiksa secara pisik dan batin. Saat masih sibuk mengingat dan membandingkan kehidupan awalnya dan kehidupannya yang sekarang, Nu Nu datang dan memeluknya
"Sabarlah, ini adalah jalan yang dewa berikan padamu mei-mei kau harus bisa melewati semua ini" kata Nu Nu
"Tapi jiejie kenapa ini tidak adil, aku tak mendapatkan sedikitpun kasih sayang dari ibunda ataupun ayahanda. Apa salahku jiejie" kata Su Zu dengan berderai air mata
"Sudahlah ini jalan hidupmu, jiejie juga tak tahu kenapa ini bisa terjadi. Kau harus kuat Kiya, banyak diluar sana yang justru lebih tidak beruntung dari kamu. Lihatlah para anggota kita, mereka bahkan tak memiliki keluarga lagi selain kita dan organisasi kita. Sekarang tidurlah agar kau tenang" kata Nu Nu
"Baiklah jika nanti ada yang ingin menemui aku jangan biarkan mereka masuk, aku ingin menguatkan hatiku dulu" kata Su Zu
__ADS_1
"Baiklah" kata Nu Nu kemudian pergi
Setelah kepergian Nu Nu, Su Zu memilih untuk masuk ke dimensi nya dan mulai berkultivasi dan dia menghabiskan waktu sekitar 2 bulan untuk berkultivasi. Setelah selesai dia belajar ilmu pedang, elemen dan lainnya kemudian mengasah kembali keahliannya alchemis nya dengan membuat banyak pil dan dia menghabiskan waktu selama 2 bulan untuk itu bahkan dia hanya akan tidur satu minggu satu kali selama 4 jam dan setelah dia habiskan dengan latihan. Setelah selesai latihan itu dia memilih melatih pisiknya dengan melakukan olahraga modern dan membentuk otot-otot ditubuhnya, dia berkeliling istana push up dan lainnya dan dia menghabiskan waktu 2 minggu untuk itu dan sekarang postur tubuhnya sudah sangat indah depan dan belakang yang semakin kencang dan berisi, pinggang ramping dengan perut six pack, kulit semakin kencang dan ototnya indah pokonya sangat indah . Setelah itu selesai dia memilih untuk memanen herbal dan menyimpannya untuk dijadikan persediaan karena persediaan yang kemarin sudah setengahnya habis karena ulahnya yang membuat pil terus menerus, dia menghabiskan waktu 2 minggu untuk itu dan setelah itu dia memilih untuk keluar dari dimensinya kemudian tidur karena cuacanya sama seperti cuaca sebelum dia masuk dimensi tapi hari ini adalah hari ke 5 Su Zu tidak keluar dari ruangannya dan dia mengabaikan para pangeran dan Raja yang bolak-balik dari kediaman mereka kekediaman Su Zu hanya ingin minta maaf. Su Zu sengaja melakukan itu agar mereka merasakan apa yang Su Zu rasakan selama ini, perasaan diabaikan oleh seseorang perasaan itu sangat sakit.