
Ok kita lanjut
Su Zu kembali merasakan yang namanya melintasi waktu, dia melihat situasi sekitar dan ternyata dia merasa dia kembali ke jaman sebelum dia pindah ke benua Chi. Ya dia merasa bahwa dia kembali ke dunia modern, kenapa?? Karena dia melihat situasi sekitar, melihat bangunan dan udara sekitar.
"Meskipun kultivasi menghilang tapi aku bisa merasakan bahwa disini tidak terdapat QI, disini seperti jaman modern" batin Su Zu
Tapi saat sedang melihat sekitar dia merasakan sakit yang teramat sangat di kepalanya, ya dia kembali mengingat memori seseorang. Seorang anak berusia 5 tahun yang tinggal bersama pria berumur sekitar 40 tahun lebih disebuah desa terpencil dengan kehidupan yang sangat sederhana, dan banyak lagi ingatan-ingatan lainnya yang masuk kedalam pikirannya
"Aku akan menjaga kakek dan Terim kasih mengijinkan aku untuk menggantikan mu" batin Su Zu
Saat sedang menyerap semua ingatan pemilik tubuh, dia dikejutkan dengan seseorang yang membuka pintu.
"Kiya" kata orang itu yang Su Zu yakini adalah kakek dari pemilik tubuh ini,
"Kau sudah bangun, makan dulu yah" kata kakek yang masuk ke kamarnya sambil membawa mangkuk yang sepertinya berisikan bubur
"Anda siapa" kata Su Zu bingung
"Kiya lupa pada kakek" kata kakek sambil tersenyum
"Kiya, siapa Kiya" kata Su Zu
"Sepertinya kejadian itu membuat kamu kehilangan ingatan mu" kata kakek
"Kejadian?? Ingatan?" kata Su Zu
"Iya Kiya, kamu jatuh dan sepertinya kepalamu terbentur membuat kamu kehilangan ingatan" kata kakek
"Ahk percuma menjelaskannya pada bocah seperti mu" kata kakek sambil tersenyum canggung
"Kakek siapa?? Aku siapa? Dimana ini??" kata Su Zu pura-pura
Kenapa harus pura-pura?? Jawabannya, karena jika dikemudian hari dia berbeda maka kakeknya akan langsung menganggap bahwa itu adalah efek dari ingatan Kiya yang hilang.
"Nama kakek Tama, kamu sekarang berada dirumah mu dirumah kita berdua. Namamu adalah Kiyara Monica" kata kakek Tama
"Kiyara Monica??" beo Su Zu
"Iya namamu Kiyara Monica" kata kakek Tama
"Eumm Kiya mengerti kek" kata Kiya (Su Zu)
"Sekarang makanlah agar kau cepat sembuh" kata kakek Tama sambil memberikan bubur yang dia pegang
"Terimakasih kek" kata Kiya kemudian mengambil bubur itu dan mulai makan
"Makanan apa ini, kenapa tidak ada rasanya" batin Kiya sambil menghentikan acara makannya
__ADS_1
"Apa buburnya tidak enak?? Maaf garam dirumah sudah habis jadi bubur itu tidak memiliki rasa lain" kata kakek Tama merasa sedikit tidak enak
"Tidak papa kek" kata Kiya kemudian melanjutkan makannya
"Apa kami benar-benar miskin?? sehingga untuk membeli penyedap rasa saja tidak mampu" batin Kiya
"Kalau begitu kakek mau pergi ke hutan dulu, mau cari kayu bakar buat kita pakai dan kita jual" kata kakek Tama
"Kayu bakar?? Jual" kata Kiya
"Iya, kakek akan mencari kayu bakar kemudian menjualnya untuk membeli beras dan yang lainnya" kata kakek Tama
"Kiya boleh ikut" kata Kiya sambil menatap kakek Tama
"Kau kan baru saja bangun bahkan belum sembuh sepenuhnya, jadi lebih baik istirahat saja" kata Kakek Tama
"Eumm baiklah kek Kiya tidak ikut hari ini karena takut merepotkan kakek, Tapi besok Kiya harus ikut" kata Kiya
"Baiklah" kata kakek Tama kemudian keluar dari kamar itu
"Huh kehidupan yang benar-benar menyedihkan, bahkan hanya untuk makan saja harus bekerja keras. Tapi aku juga sama harus bekerja keras dulu untuk mendapatkan makanan, tapi ini berbeda" batin Kiya
"Huh aku akan berkeliling rumah dulu" kata Kiya kemudian keluar dari kamar itu dan melihat-lihat rumah yang saat ini dia tempati
Rumah yang hanya seukuran kamarnya, bahkan mungkin tidak seluas itu. hanya ada kamar tidur dengan ukuran kecil yang hanya muat untuk dia dan kakeknya, ruang tengah dan dapur juga kamar mandi yang ukurannya juga kecil. halaman yang juga kecil, lingkungan yang masih asri membuat Kiya merasa nyaman.
"Heummm bagaimana jika aku mengajak kakek untuk tinggal dikota" kata Kiya
"Lagipula disini aku tidak punya teman dan kakek juga tidak begitu dihargai karena tidak memiliki apa-apa, setidaknya setelah dikota aku bisa memulai kehidupan baru bersama kakek" kata Kiya
"Ok berarti besok aku harus berpura-pura menemukan sesuatu yang berharga yang bisa membuat aku dan kakek hidup nyaman di kota" kata Kiya kemudian kembali masuk ke kamarnya dan kembali tidur karena merasa sedikit sakit dikepalanya
Saat bangun hari sudah siang (tadi masih pagi yah), Kiya bangun dan keluar dari kamar tapi dia tidak mendapati kakek berada di rumah.
"Apa kakek belum pulang" kata Kiya
"Ahk lebih baik aku menyiapkan sesuatu untuk besok" kata Kiya kemudian dia melihat tangannya tapi dia tidak mendapati gelang dimensi miliknya
"Dimana gelang dimensi ku" kata Kiya sambil melihat tangan kanan dan kirinya
Saat terus mencari gelang dan memutar tangannya, Kiya melihat ada sesuatu yang beda ditangannya lebih tepatnya dipergelangan tangannya dekat dengan nadi nya. Disana seperti terdapat sebuah tato dengan bentuk bunga, sangat cantik dan sama seperti bentuk bunga yang ada di gelang dimensinya.
"Apa gelang dimensi menyatu dengan tubuhku" kata Kiya kemudian dia masuk ke kamar dan masuk ke dimensinya
"Heumm ternyata benar, untunglah semuanya masih bisa berfungsi dan membuat aku tidak terlalu kesulitan" kata Kiya
"Sekarang hanya tinggal mencari peti berukuran kecil yang sudah kelihatan sangat tua dan mengisinya dengan benda-benda berharga" kata Kiya kemudian pergi ke gudang harta dan mencari yang dia butuhkan
__ADS_1
Tapi saat dia masuk ke ruangan yang merupakan ruangan penghasilan dari rumah makan, dan mafia BL dia justru bukan melihat koin dan uang kertas dari jaman itu tetapi tumpukan uang yang sepertinya merupakan uang yang sering dijadikan transaksi dijaman ini.
Kita pakai rupiah tapi negara dan kotanya kita kasih nama lain yah, biar gak terlalu banyak ngehapal.
"Heumm ternyata benar aku kembali ke jaman modern, lihat saja uang ini masih sama" kata Kiya
"Setidaknya aku bisa menggunakan uang ini untuk membantu kehidupan ku sebelum membangun perusahaan kembali, dan membuat perusahaan" kata Kiya
"Yatuhan, tujuan awal kesini buat cari harta Karun" kata Kiya kemudian kembali melancarkan niat awalnya
Setelah mendapatkan beberapa batang emas, dan beberapa berlian akhirnya Kiya memilih untuk keluar.
"Huh sayang cincin ruang tidak berfungsi" kata Kiya
Setelah keluar dari gelang dimensi akhirnya Kiya memilih untuk mandi, dan setelah mandi dia mencari baju yang akan dia pakai. Tapi saat membuka lemari pakaian, dia malah mendapati baju-baju yang sudah tidak layak pakai. Sudah ada yang robek dan sebagainnya, sudah benar-benar tidak layak untuk dipakai.
"Semenyedihkan ini rupanya" kata Kiya kemudian memilih salah satu baju yang menurutnya tidak terlalu jelek dan masih bisa dipakai
Tak lama kakek Tama pulang sambil membawa kantong plastik dengan ukuran yang tidak besar, ya bisa dibilang sedang.
"Kakek pulang" kata kakek Tama
"Kakek" kata Kiya
"Kau sudah mandi, dan sepertinya kau sudah jauh lebih baik" kata kakek Tama
"Iya kek" kata Kiya
"Yasudah kakek mau kedapur untuk memasak untuk kita" kata kakek Tama
"Apa yang kakek bawa" kata Kiya
"Sedikit beras dan juga telur, juga ada garam untuk perasa nya" kata kakek Tama
"Kakek masak dulu" kata kakek Tama pergi ke dapur
Sebenarnya kakek Tama masih muda dan bisa mencari pekerjaan yang mungkin bisa sedikit membantu perekonomian keluarga, ya tenaganya masih besar dan masih bisa diandalkan. Namun karena dia tidak memiliki kenalan yang bisa membantunya dan malah banyak yang mengejeknya membuat dia tidak bisa berbuat apa-apa, dan memilih untuk tinggal seadanya saja bersama cucu nya.
Lanjut
"Bersabarlah, sebentar lagi semuanya akan berubah" batin Kiya
Akhirnya Kiya menunggu kakek Tama selesai memasak, kemudian mereka makan bersama seadanya. Dan setelah selesai kakek Tama mandi kemudian istirahat,
**Hai guys author comeback nih
jangan lupa like komen dan vote yah biar author semangat
__ADS_1
Terimakasih buat yang udah dukung author dan kasih support juga masukan, bye-bye ❤️**