Time Travel Kiyara

Time Travel Kiyara
pemanasan


__ADS_3

Keesokan harinya


Kiya bersama dengan Rosa pergi ke sebuah perusahaan untuk menemui seseorang, dia masuk ke perusahaan itu dan bertemu dengan resepsionis.


"Selamat siang ada yang bisa saya bantu nona" kata resepsionis itu ramah


"Bisa bertemu dengan ibu Intan" kata Kiya


"Apa nona sudah membuat janji" kata resepsionis itu


"Belum" kata Kiya


"Maaf nona, saya tidak bisa mengijinkan nona untuk masuk menemui Ibu Intan jika nona belum membuat janji. Nona bisa kemari lagi besok setelah membuat janji" kata resepsionis itu sopan


"Begitukah, tapi boleh hubungi Ibu Intan sebentar dan bilang ada nona Ara ingin bertemu" kata Kiya


"Maaf nona kami takut mengganggu waktu Ibu Intan, karena ibu Intan sangat sibuk" kata resepsionis itu


"Coba hubungi sebentar saja, saya akan pergi jika anda mencobanya walau sekali" kata Kiya


"Baiklah nona, sebentar yah" kata resepsionis itu kemudian mulai menekan nomor di telepon


📞"Halo selamat pagi Bu, maaf mengganggu. Dibawah ada nona Ara ingin bertemu dengan ibu" kata resepsionis itu


📞"................" Jawaban dari sebrang telepon


📞"Baik bu" kata resepsionis kemudian menyimpan gagang telepon setelah panggilan diakhiri oleh pihak lain


"Nona bisa naik menggunakan lift itu dan naik ke lantai 65, ruangan sekretaris CEO" kata resepsionis itu


"Terimakasih" kata Kiya kemudian pergi bersama Rosa


Kiya naik lift yang tadi ditunjukkan oleh resepsionis itu, lift itu merupakan lift khusus karyawan. Ada satu lift lagi diperusahaan ini, yaitu lift khusus tamu penting dan pemilik perusahaan atau orang-orang penting diperusahaan.


"Kenapa nona naik lift ini, tidak naik lift khusus CEO?" Kata Rosa


"Mereka belum tahu ini perusahaan ku, jika aku melakukan hal itu maka akan terjadi kekacauan disini" kata Kiya


Merekapun akhirnya sampai dilantai yang tadi diberitahu oleh resepsionis, setelah menemukan ruangan sekretaris CEO dia masuk dan menemui orang yang dia tuju.


"Tan" kata Kiya


"Selamat siang ibu Ara, maaf tidak menjemput ibu dari bawah" kata Intan


"Tidak papa, lagipula jika kau melakukannya kau akan membongkar rahasia ku" kata Kiya


"Terimakasih bu" kata Intan


"Ada sesuatu yang harus aku bicarakan padamu Tan" kata Kiya


"Baik Bu" kata Intan


"Aku ingin membangun kerjasama dengan perusahaan A'A company" kata Kiya


"Bukankah kita sempat mengabaikan pengajuan kerjasama dengan perusahaan itu dulu Bu, dan menurut ibu perusahaan itu tidak memenuhi kriteria ibu untuk menjadi rekan kerja" kata Intan


"Ya awalnya memang begitu, tapi kau tidak perlu tau alasan aku berubah pikiran. Untuk tander kita yang sekarang, yang jumlahnya hampir 2 T itu kamu berikan pada perusahaan A'A Company" kata Kiya

__ADS_1


"Ini tander besar Bu, apa ibu tidak salah memberikan tander besar ini pada perusahaan itu" kata Intan


"Turuti saja Tan" kata Kiya


"Baik bu" kata Intan sopan


"Siapkan semuanya, dan kirim padaku nanti. Untuk hal-hal penting lainnya akan aku kabari nanti dan aku kirimkan padamu" kata Kiya


"Baik Bu" kata Intan


"Kalo begitu terimakasih, selamat siang" kata Kiya kemudian melangkah pergi bersama dengan Rosa


"siang Bu" kata Intan


Kiya pergi bersama Rosa ke suatu tempat, Setelah itu dia kembali ke rumah. Tapi saat diperjalanan, dia melihat ada beberapa mobil yang terparkir di jalanan sembarangan. Saat melihat sekelilingnya, dia mendapati beberapa orang tengah bertarung atau lebih tepatnya 2 orang melawan 10 orang.


"Stop" kata Kiya


"Kenapa nona" kata Rosa berhenti mendadak


"Ada yang sedang berkelahi" kata Kiya sambil terus memperhatikan perkelahian itu


"Bukan urusan kita nona" kata Rosa


"Bagaimana jika anggota keluarga kita yang dalam posisi itu, dan orang lain berpikiran sama denganmu??" Kata Kiya


"Maaf nona" kata Rosa


"Tunggu disini, sudah lama aku tidak merenggangkan otot ku" kata Kiya kemudian keluar sambil merenggangkan otot-ototnya


Kiya mencoba membaca situasi, sepertinya pihak yang mengenakan pakaian Formal dihadang oleh pihak satunya yang mengenakan pakaian serba hitam. Kiya juga melihat pihak dari yang mengenakan pakaian serba hitam lebih banyak bahkan jumlahnya sekitar 15 orang sedangkan pihak satunya hanya berdua, meskipun hanya berdua mereka sudah menumbangkan 5 orang tapi mereka juga mendapatkan luka yang cukup parah.


Setelah merasa bahwa orang yang mengenakan pakaian formal dirugikan, Kiya semakin mempercepat langkahnya.


"Ternyata masih banyak pecundang di dunia ini" kata Kiya sambil bersandar di sebuah pohon


Suara Kiya berhasil menghentikan sejenak pertarungan, meskipun suara Kiya tidak begitu keras namun terdapat ketegasan didalamnya.


"Jangan disini pergilah" kata salah satu orang yang mengenakan pakaian formal


"Jangan ikut campur kau gadis kecil, lebih baik kau pergi atau aku akan membunuhmu juga seperti mereka" kata salah satu orang yang mengenakan pakaian serba hitam


"Pergilah aku sudah tidak bisa bertahan dan tidak bisa melindungi mu, jadi pergi" kata orang yang mengenakan pakaian formal yang terluka dibagian perutnya


"Syuuttt sudah lama aku tidak merenggangkan otot-otot ku" kata Kiya kemudian berjalan dan langsung menyerang orang yang mengenakan pakaian serba hitam yang membuat pertarungan kembali berlanjut


Kiya bergerak dengan lincah untuk menyerang mereka satu-persatu, dia juga bergerak dengan lincah untuk menghindari serangan dari mereka, Kiya memberikan tendangan juga pukulan yang sangat keras membuat mereka merasa sakit juga heran karena gadis itu memiliki kekuatan yang sangat diluar pemikiran mereka. Kiya terus menyerang dan menghindar, hingga satu persatu pihak mereka tumbang dan hanya menyisakan 6 orang (yang tumbang 4).


"Lumayan" kata Kiya kemudian menyerang dua orang lagi yang sedang mengepung kedua orang yang sedang Kiya bantu


Kiya terus memberikan pelajaran, mereka yang melihat Kiya bisa mengalahkan orang-orang itu dibuat terkejut. Karena seorang remaja seumurannya sudah memiliki ilmu beladiri yang sangat bagus dan sudah menguasainya dengan baik, Meskipun merasa kaget yapi mereka cepat pulih karena ada lawan di hadapan mereka.


Kiya terus menyerang hingga menyisakan 2 orang yang masih hidup dan melawan dua orang yang sedang Kiya tolong dan terluka cukup parah, Kiya yang tidak mau membuang waktu lagi karena melihat kondisi keduanya akhirnya memilih untuk mengeluarkan pistol yang selalu dia bawa kemana-mana sebagai alat untuk berjaga-jaga bila ada yang terjadi di perjalanan. Dia menembak orang yang mengenai pakaian serba hitam sehingga mereka tumbang dan menyisakan dia beserta dua orang yang sedang terluka yang dia tolong.


"Kalian baik" kata Kiya sambil menyimpan kembali pistol nya


"Sepertinya iya" kata salah satunya dengan nada kesal

__ADS_1


"Sorry" kata Kiya kemudian membantu orang itu untuk berjalan


"Mau kemana" kata orang itu kaget


"Ke mobil, luka lo harus cepet-cepet diobatin seenggaknya pertolongan pertama" kata Kiya dan membopong orang yang terluka di bagian perut yang dibantu temannya


Saat sampai di dekat mobil dia menyuruh Rosa untuk mengambilkan peralatan kesehatan yang selalu mereka bawa, juga menyuruh menelpon polisi untuk menyelidiki apa yang terjadi.


"Buka baju lo" kata Kiya pada orang yang terluka di bagian perut


"Mau apa" kata orang itu


"Gue tau lo ketebak kan tadi, cepet sebelum lo kekurangan darah" kata Kiya


Dengan sedikit tak rela orang itu membuka jas beserta rompi dan kemeja yang dia kenakan, tapi kemejanya hanya kancingnya aja yang dibuka.


"Ros obatin juga dia" kata Kiya sambil menunjuk orang satunya


"Baik nona" kata Rosa


"Tahan yah ini bakalan agak sakit" kata Kiya


Dia berusaha untuk mengeluarkan peluru yang bersarang diperut orang itu, dia berusaha melakukannya sepelan mungkin. Meskipun dia terkenal dingin atau kejam, tapi dia masih punya perasaan. Dia tahu pasti sakit terkena tembakan seperti itu, apalagi bagi orang yang tidak pernah atau baru satu dua kali mengalaminya pasti rasanya sangat sakit.


Setelah berhasil mengeluarkan peluru itu, dia membersihkan lukanya kemudian menjaitnya setelah itu memperban lukanya.


"Sudah, setelah ini kau mau periksa ke dokter juga boleh" kata Kiya sambil berdiri dan merenggangkan ototnya


"Nona tidak terluka" kata Rosa


"Tidak, cukup untuk pemanasan" kata Kiya sambil mengambil air dan meminumnya


"Terimakasih nona" kata orang yang diobati Rosa


"Kau berterimakasih padaku atau padanya yang mengobatimu" tanya Kiya


"Keduanya" katanya


"Ouh sama-sama" kata Kiya


"Saya Toni sekertaris tuan muda Theo" kata Toni


"Salam kenal Tuan Toni dan tuan muda Theo, saya Caca dan ini sekertaris sekaligus sahabat saya Rosa" kata Kiya


"Apa anda bisa menyetir untuk pulang??" Kata Kiya


"Bisa nona" kata Toni


"Baguslah, jika begitu aku pergi. Bye" kata Kiya kemudian masuk di susul Rosa kemudian pergi


"Mari tuan muda saya bantu" kata Toni kemudian membantu Theo untuk bangun dan masuk kedalam mobil kemudian pulang.


Hai author comeback


Jangan lupa like komen dan vote yah, Kritik dan sarannya juga yah.


Terim kasih

__ADS_1


__ADS_2