
Skip 2 tahun kemudian
Kita skip aja yah, soalnya kalo gak di skip, agak bingung juga kelanjutannya kek gimana. Inspirasinya mentok soalnya 😁😁
Selama dua tahun ini tidak banyak hal yang merepotkan Kiya, dia hanya mengurus perusahaan dan latihannya. Kenapa dia terus latihan padahal dia sudah jago? Ya dia harus mengasah keahliannya agar semuanya menjadi lebih baik lagi. Dan sekarang hasilnya sangat memuaskan, tubuhnya tidak kaku dan sudah lincah seperti sebelumnya dan dia sudah pandai menguasai semuanya kembali. Keluarganya tahu bahwa dia sering berlatih seperti itu, tapi mereka tidak mengetahui sampai sejauh mana keahlian beladiri Kiya
Sekarang dia juga sudah memiliki 2 teman, salah satunya Luna anak bi Nani dan yang satunya Delvia anak pengusaha yang memiliki kerjasama dengan keluarga Tn. Tama dan tinggal di dekat rumahnya. Mereka berdua juga sekolah disekolah Elite, sekolah milik Kiya yang waktu itu Kiya minta dari Rendy. Kenapa bisa?? Luna memang biayanya ditanggung oleh Tn. Tama sedangkan Delvia ya dia keluarga kaya tentu saja bisa.
Kedua temannya itu meminta agar Kiya ikut sekolah bersama mereka, dulu Kiya hanya mengiyakan karena dia masih sibuk tapi sekarang semuanya sudah ada yang menghandle jadi kemungkinan dia akan ikut sekolah. Ya ibunya juga meminta dia agar tidak terlalu lelah mengurus kantor dan tumbuh menjadi remaja kebanyakan, alasannya ibunya tidak tahu kebenaran tentang dirinya.
Dan hari ini adalah hari dimana dia akan masuk sekolah, semua kebutuhannya sudah dia siapkan dan sudah dia bawa dan sekarang dia sedang sarapan bersama keluarganya.
"Kamu serius mau dandan kaya gituh" kata Ny. Tama
"Kenapa memangnya mom" kata Kiya
"Itu kamu pake kacamata kek gituh, tar kena bully loh" kata Ny. Tama
"Tenang aja mom, sementara kok" kata Kiya
"Iya dek, disekolah abang banyak bullying tau" kata Lio
"Tenang aja, kan ada abang" kata Kiya
"Yaudah bang, jagain adeknya yah" kata Ny. Tama
"Pasti mom" kata Lio
"Berangkat bareng siapa dek" kata Lio lagi
"Bareng Luna sama Via" kata Kiya
"Gak mau bareng abang aja" kata Lio
"Enggak deh bang" kata Kiya
"Yaudah, tapi bawa mobil atau dianter sopir" kata Lio
"Dianter deh kayaknya, malas bawa mmobil juga" kata Kiya
"Ouh yaudah" kata Lio
__ADS_1
Merekapun melanjutkan acara makan mereka, setelah selesai mereka pergi dan melakukan kegiatan mereka masing-masing. Tn. dan Ny. Tama pergi ke kantor dan butik mereka masing-masing dan Kiya juga Lio berangkat sekolah.
Kiya sudah berada dimobil bersama Luna dan sedang menunggu Delvia yang belum keluar dari rumahnya, dan setelah cukup lama menunggu akhirnya Via keluar dan mereka berangkat.
"Lama" kata Luna dari kursi penumpang samping sopir
"Maaf Lun, cewek namanya juga" kata Via
"Gue juga cewek" kata Luna
"Nyenyenyenye" kata Via
Ya mereka berteman tanpa melihat kasta makanya Via dan Luna bisa sedekat itu, mungkin akan terkesan kurang sopan atau tidak seharusnya seperti itu karena perbedaan kasta tapi bagi mereka bertiga tidak ada istilah kasta dalam pertemanan. Meskipun awalnya Luna tidak mau dan tidak berani, namun karena Via dan Kiya memaksanya, makanya dia mau. Dia juga sering mendapat teguran dari orangtuanya karena terlalu akbrab dengan Kiya, tapi karena itu permintaan Kiya dia tidak bisa menolak dan lebih berhati-hati jika bersikap dihadapan orangtuanya.
Setelah menikmati perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka sampai di sekolah itu. Sekolah SMA yang terkenal elite karena fasilitasnya yang lengkap dan bayarannya yang tinggi membuat sekolah ini menjadi sekola elite favorit dikalangan remaja, apalagi kebanyakan yang sekolah disini adalah orang-orang yang berada ya setidaknya orangtuanya adalah pegawai tetap yang memiliki gaji yang cukup tinggi. Ada juga yang dari kalangan biasa saja, tapi kebanyakan dari mereka memakai jalur beasiswa untuk masuk kesini.
Sekolah itu bernama YHS (Yara High school) (😁😁 ngasal ye)
Mereka turun dari mobil dan mendapati tatapan yang sepertinya tatapan jijik atau menghina, dan Kiya paham tatapan itu diberikan pada Luna yang notabenenya adalah anak dari pembantu dirumah Kiya dan itu sudah bukan rahasia lagi karena banyak tetangga Kiya yang bersekolah disini.
Tetangga memang mengetahui bahwa Luna anak dari pembantu dirumah Kiya, tapi mereka tidak mengetahui bagaimana rupa dari Kiya soalnya Kiya sering menggunakan masker juga topi saat keluar rumah.
"Udah jangan dipikirin biarin aja" kata Via
"Yaudah yuk masuk, makasih ya paman" kata Kiya kemudian berjalan bersama menuju ke ruang kepala sekolah
Saat sampai diruang kepala sekolah, hanya Kiya yang masuk. Luna dan Via menunggu diluar.
"Queen" kata kepala sekolah itu
"Masukin gue dikelas yang sama kayak abang dan sahabat gue" kata Kiya
"Baik Queen" katanya kemudian menelpon seorang guru yang merupakan wali kelas Kiya
Tak lama seorang pria yang masih cukup muda datang, memberi salam dan menanyakan siapa murid yang akan masuk ke kelasnya. Setelah itu, guru itu keluar duluan dan Kiya menyusul
"Thanks" kata Kiya sambil berkalan keluar
"Sama-sama Queen" kata kepsek itu
"Kamu dikelas mana Ya" kata Luna
__ADS_1
"Tuh wali kelasnya" kata Kiya menunjuk seseorang yang berjalan di depan mereka
"Pak Rio, kelas kita dong" kata Via senang
"Gue kira tadi dia ada perlu apa" kata Luna
"Ya itu perlunya, ada murid baru" kata Via
"Udah ahk yuk cepet dah bel nih" kata Luna
Merekapun masuk ke kelas mereka bersama dengan pak Rio
"Selamat pagi, hari ini kita kedatangan murid baru" kata pak Rio
"Silahkan perkenalkan nama kamu" kata pak Rio
"Kiyara Monica" kata Kiya
"Nah Kiya, bapak adalah wali kelas kamu nama bapak Rio. Silahkan duduk di kursi yang kosong" kata pak Rio
"Terimakasih pak" kata Kiya kemudian duduk di kuris belakang
Banyak bisik-bisik yang membicarakan Kiya tapi Kiya mengabaikannya, lagipula tidak ada untungnya dia menanggapi mereka. Ada yang menghina Kiya karena tadi datang bersama Luna dan ada juga yang memuji kecantikannya, ya Kiya memang memiliki paras yang sangat cantik dan membuat para siswi merasa iri karena tidak secantik Kiya. Bagaimana tidak cantik, perawatan yang dilakukan tidak murah harganya. Kiya berani mengeluarkan uang yang cukup besar untuk merawat dirinya, karena dia lebih suka merawat dirinya dari pada bergaya.
Ya dia memiliki banyak sekali serum atau sebagainya yang bisa membuat kulitnya sehat, tapi dia tidak memiliki banyak koleksi baju atau tas atau mungkin sepatu dengan jumlah dan harga yang sangat mahal. Dia lebih suka berpakaian sederhana tapi terlihat mewah karena perbawaan dari dirinya.
Tapi ada saja yang menghina penampilan Kiya karena memakai kacamata bulat seperti seorang nerd, ya bisa dibilang Kiya menjadi fake nerd Sekarang.
"Dek" kata Lio pelan, yang duduk dihadapannya
"Apah" kata Kiya
"Kenapa gak pake marga Daddy" kata Lio
"Gak deh bang, males" kata Kiya santai
"Yaudah" kata Lio
Pelajaran dimulai dan Kiya mengikutinya dengan baik, meskipun dia sudah memiliki pemahaman melebihi anak-anak seusianya atau bahkan melebihi gurunya tapi dia tetap tidak mau menyia-nyiakan pelajaran.
Setelah selesai dengan pelajaran itu mereka pergi untuk mengisi perutnya yang kosong, ya walaupun hanya sekedar minum dikantin tapi mereka tetap harus mengisi perut mereka bukan.
__ADS_1
Hai guys author comeback nih
Jangan lupa like komen dan vote yah