
Lanjut
Didalam Shali dan Mandala sedang mengobrol masalah pangeran Han Chen Zhao yang datang untuk menemui Su, tapi tidak lama Su Zu bangun.
"Kenapa kalian berteriak" kata Su Zu
"Yang mulia sudah bangun" kata Shali gugup
"Iya kau mengganggu tidurku" kata Su Zu sambil membenarkan posisinya menjadi bersandar dikepala ranjang
"Bukankah yang mulia sering menggunakan perisai agar tidur yang mulia tidak terganggu" kata Shali gugup
"Iya tapi suara mu benar-benar kencang Shali" kata Su Zu
"Maafkan hamba yang mulia" kata Shali
"Heummm" kata Su Zu
"Apa yang mulia ingin aku siapkan air untuk yang mulia mandi" kata Shali
"Tidak perlu, aku bisa sendiri" kata Su Zu kemudian pergi
"Kenapa kalian menahannya untuk menemui ku" batin Su Zu
"Kalian terlalu takut aku terluka, padahal kalian tahu aku mencintainya" batin Su Zu lagi
Setelah selesai mandi dan berpakaian, Su Zu memilih untuk berjalan-jalan dipasar.
Su Zu berjalan-jalan sambil menikmati suasana pasar yang sudah lama tidak dia temui, dia benar-benar menikmati suasana ini.
"Ala yang mulia senang" kata Shali
"Tentu saja, apa kau tahu Shali saat dikehidupanku yang pertama aku menjadi penguasa pasar dan dunia. Semuanya ada dalam genggaman tanganku, semuanya dibawah kendali ku" kata Su Zu sambil tersenyum dibalik cadarnya
"Bukankah dikehidupan yang sekarang juga sama yang mulia?? Yang mulia menguasai perdagangan dan juga penguasa segalanya, bahkan yang mulia menguasai semua dimensi" kata Shali
"Penguasa dimensi?? maksudnya" kata Su Zu bingung
"Yang mulia bisa menciptakan bukan?? Jadi ya yang mulia pemilik semuanya, bahkan mungkin jaman yang dulu yang mulia tempati juga dalam kendali yang mulia. Yang mulia bisa menciptakan atau menarik siapapun dari dimensi lain seperti hamba dan Mandala, hamba dan Mandala seperti sama tapi sebenarnya berbeda. Yang mulia beruntung karena bisa menarik Mandala, dia sosok yang sangat kuat dan juga sangat royal terhadap tuannya dan ya dia adalah yang sempurna diantara mereka yang sempurna. Menurutku" kata Shali
__ADS_1
"Tapi bagiku dia yang paling sempurna Shali" kata Su Zu
"Kenapa yang mulia sangat mencintai dia" kata Shali
"Kamu tahu Shali, dia selalu ada untuk ku bahkan saat aku berada dibawah. Dia yang menemaniku menguasai dunia, dia adalah partner terbaik menurutku. Aku dan dia selalu satu pemahaman pemikiran, bahkan saat napas terakhir ku di duniaku yang dulu dia yang menemaniku dan menangis" kata Su Zu
"Pentas saja yang mulia mencintai dia dengan sangat" kata Shali
"Ya, aku terbiasa bersama dia dan dia segalanya bagiku. Bodoh memang, aku mencintai seseorang yang ditaksir menjadi penjaga ku tapi ya mau bagaimana lagi" kata Su Zu
"Bagaimana kehidupan yang mulia bersamanya di dimensi yang mulia dulu" kata Shali
"Entah aku menyebutnya dimensi atau apa, tapi aku hidup ditempat yang bernama bumi. Aku hidup bersama dia dan keluargaku, tapi keluarga ku tidak tahu akan kesuksesan ku hingga akhirnya mereka tahu saat aku tiada, yang benar-benar mengetahui aku adalah dia penjaga ku. Dia tahu apa yang aku inginkan dan tidak, sia tahu apa yang aku suka atau tidak. Bahkan aku selalu bersikap manja padanya, tapi pada keluarga ku aku bisa bersikap dingin. Jika dia tahu aku berbicara banyak seperti ini padamu dia akan menertawakan aku, sambil berkata baru kali ini aku mendengar seorang Kiyara bicara panjang lebar" kata Su Zu
"Benarkah, tapi saat bersama kami yang mulia sering bicara panjang seperti ini" kata Shali
"Iya, semenjak aku hidup disini aku tidak ingin membuat orang-orang sedih karena merasa ku acuhkan dan ya aku terbiasa menjelaskan banyak hal jadi ya bisa dibilang ini menjadi kebiasaan dan hobi untuk ku" kata Su Zu
"ouuhh begitu" kata Shali
Mereka terus berjalan mengelilingi pasar sambil mengobrol, hingga akhirnya Su Zu melihat seorang pria berumur sekitar 10 tahunan sedang berada di depan kedai makan Fang.
"Bunda?" beo Shali bingung
"Bunda adalah Panggilan ibu didunia ku sebelumnya" kata Su Zu
"Yang mulia sudah memiliki putra?" tanya Shali bingung
"Belum, dia adalah adik salah satu anggota ku yang sempat aku besarkan" kata Su Zu
Mereka terus berjalan menghampiri anak itu
"Die'er" kata Su Zu
"Maaf anda siapa?? Kenapa anda bisa mengetahui siapa saya" kata anak itu terkejut tapi tetap berusaha sopan
Ya bagaimana tidak, semua orang tahu bahwa anggota BL diberikan nama yang sama seperti Fang, Lien dan lainnya dan akhirnya diberikan nomor. Tapi kali ini ada seseorang yang memanggil nya dengan nama dan juga panggilan dayang ('er panggilan akrab atau sayang)
"Die'er lupa ini siapa??" kata Su Zu
__ADS_1
"Aku tidak mengenal anda tamu terhormat, apa anda mengenal saya?? kenapa anda memanggil saya dengan panggilan sedekat itu, padahal kita tidak saling mengenal dan nama itu hanya anggota kami saja yang tahu" kata anak itu, ya anak itu adalah Die'er adiknya San yang sempat Su Zu besarkan selama beberapa tahun sebelum kakaknya sanggup mengurusnya
"Ala Die'er lupa pada bunda" kata Su Zu sambil membuka cadarnya tapi menggunakan ilmunya agar hanya Die'er yang melihatnya
"Bu...bunda hikss😥" kata nya kemudian dia berjalan dan memeluk Su Zu dan Su Zu membalas pelukannya
"Bunda kemana saja, kenapa tidak menemui Die'er. Mereka bilang bunda sudah meninggalkan Die'er dan tidak akan menemui Die'er lagi, kenapa mereka jahat bunda hikkss" kata Die'er sambil menangis
"Sekarang bunda sudah kembali bukan, maaf bunda tidak pernah menemui Die'er setelah Die'er bersama Gege. Bunda sibuk sayang, dan ya Die'er tahukan" kata Su Zu
"Iya bunda, Die'er tahu. Die'er paham maksud bunda, bunda masih sayang Die'er kan" kata Die'er
"Tentu saja sayang" kata Su Zu
"Bunda Die'er benar-benar sayang bunda" kata Die'er
"Bunda juga, sudah ayo masuk dan temani bunda makan" kata Su Zu sambil tersenyum
"Baik unda😁, ouh iya bibi ini siapa" kata Die'er sambil melepaskan pelukannya
"Ini bibi Shali, teman bunda" kata Su Zu
"Halo bibi, aku Die" kata Die'er
"Hai tampan aku Shali" kata Shali
"Yuk masuk, bunda lapar" kata Su Zu
"Ayo bunda" kata Die'er dan mereka masuk
Mereka memesan ruangan pribadi dan memesan makanan banyak, mereka mulai makan dan Die'er disuapi Su Zu karena benar-benar merindukan suapan dan perilaku Su Zu padanya. Mereka juga mengobrol dan bertukar cerita membuat suasana benar-benar nyaman, Su Zu sendiri bahagia melihat anak yang dia urus Waktu itu sudah tumbuh besar.
Setelah selesai makan Su Zu pamit pada Die'er untuk kembali ke istana karena sudah malam, awalnya Die'er tidak mengijinkan karena meminta Su Zu untuk menemaninya tidur malam ini. Tapi setelah dibujuk dengan sangat lama dan sabar juga dengan janji yang Su Zu berikan membuat Die'er mengijinkan Su Zu kembali ke kerajaan, dan saat sampai di kerajaan Su Zu mandi kemudian tidur.
Hai author comeback nih maaf baru up
Doa'nya yah biar author sehat selalu dan ujiannya cepet selesai biar bisa up terus tiap hari.
Makasih buat kalian yang udah dukung author selalu, Makasih buat kritik dan sarannya.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote yah biar author semangat ❤️