
Keesokan harinya
Kiya dan kakek Tama sedang sarapan, setelah selesai sarapan mereka duduk di ruang keluarga.
"Kakek" kata Kiya
"Kenapa heumm" kata kakek Tama sambil mengelus kepala Kiya
"Apa kita bisa membeli baju dan yang lainnya" kata Kiya
"Apa kamu ingin membelinya" tanya kakek Tama
"Apa boleh" kata Kiya
"Tentu saja" kata kakek Tama kemudian tersenyum
"Baiklah sekarang kita pergi" kata kakek Tama lagi
Merekapun meminta paman Gun untuk mengantar mereka ke pusat perbelanjaan, mereka berniat untuk membeli kebutuhan mereka. Ya seperti yang kalian tahu kalo pakaian dan semua milik mereka itu sudah sangat lusuh, dan jika mereka memakai pakaian itu mungkin banyak orang yang akan memandang lemah mereka. Bukan tak mau dipandang lemah, hanya saja di jaman ini materi dan penampilan adalah hal yang pertama dilihat oleh setiap orang.
Merekapun pergi ke Mall yang ada di ibu kota, mereka membeli kebutuhan yang memang mereka butuhkan saja. Seperti baju, sepatu dan hal-hal lainnya. Setelah selesai dengan itu mereka pulang, tidak langsung pulang melainkan makan dulu di salah satu restoran bersama paman Gun. Mereka makan sambil bercerita mengenai pekerjaan paman Gun dan rumah itu, peraturan dan kebiasaan. Mereka juga membicarakan mengenai orang-orang sekitar sana, ya setidaknya mereka memiliki tetangga meskipun sibuk.
Setelah menyelesaikan acara makan mereka pulang dan istirahat karena hari sudah siang dan saatnya untuk tidur siang.
Dikamar Kiya
"Apa gue jujur aja yah ama kakek" kata Kiya pada pantulan dirinya di cermin
"Tapi apa kakek bakalan percaya??" kata Kiya lagi
"Setidaknya gue udah bilang kan" kata Kiya
"Kalo gue jujur gue bisa secepatnya berkembang dan juga bisa bergerak bebas, bisa juga jagain kakek" kata Kiya
"Ok keputusannya gue bakalan jujur ama kakek" kata Kiya kemudian pergi menemui kakeknya di kamar utama
Tok
Tok
Tok
"Masuk" kata Kakek Tama dari dalam
Kiya masuk dan mendapati kakek Tama sedang berbaring hendak tidur
"Kakek bolehkah Kiya bicara dengan kakek" kata Kiya
"Kemarilah" kata kakek Tama menepuk kasur di sebelahnya dan Kiya berjalan kemudian duduk di samping kakek Tama
"Apa yang ingin cucu kakek sampaikan" kata kakek Tama lagi
"Tapi apa kakek akan percaya" kata Kiya
"Tergantung" kata kakek Tama
"Kakek iih" rengek Kiya
__ADS_1
"Baiklah-baiklah kakek akan percaya" kata kakek Tama
"Janji" kata Kiya sambil mengacungkan jari kelingkingnya
"Janji" kata kakek Tama kemudian melakukan hal yang sama
"Aku bukan cucu kakek yang asli" kata Kiya
"Hah...... hahahahhahaha" kakek Tama malah tertawa mendengar perkataan Kiya
"Kakek stop" kata Kiya kesal
"Huh iya maafkan kakek ok" kata kakek Tama kemudian menghentikan tawanya
"Aku serius kakek" kata Kiya
"Tapi bagaimana mungkin kau bukan cucu kakek?? Kakek membesarkan mu, kakek yang merawatmu dari kamu kecil. sekarang tiba-tiba kamu bilang kamu bukan cucu kakek, apa-apaan ini??" kata kakek Tama
"Kakek percaya dengan reinkarnasi" kata Kiya
"Bukankah itu hanya dongeng??" kata kakek Tama
"Tidak kek itu nyata bukan dongen, dan buktinya adalah aku" kata Kiya
"Maksudnya" kata kakek Tama
Kiya pun menjelaskan kenapa dia bilang begitu, awalnya kakek Tama tidak percaya dengan apa yang Kiya bicarakan namun setelah melihat banyaknya kata yang tak seharusnya Kiya tahu dan juga sikap Kiya akhirnya kakek Tama percaya bahwa memang yang menempati tubuh cucunya itu bukanlah Cucunya melainkan orang lain. Lalu dimana cucu nya?? Dan jawaban Kiya membuat kakek Tama merasa sakit hati, cucu yang dia besarkan meninggalkan dia tanpa bilang apapun padanya.
"Jadi kau bukan jiwa asli dari tubuh ini" kata kakek Tama pelan
"Bukan, aku adalah jiwa dari jaman kerajaan Tang. aku adalah gadis dewasa yang sudah memiliki anak, dan karena aku sudah berada dipuncak makanya aku pindah ke dunia ini" kata Kiya
"Tentu saja kakek" kata Kiya kemudian memeluk kakek Tama
"Terimakasih sudah menerima aku kek" kata Kiya
"Sama-sama" kata kakek Tama sambil membalas pelukan Kiya
Setelah acara berpelukan itu, akhirnya Kiya tidur bersama kakek Tama di kamar kakek Tama.
"Meskipun iya kamu bukan cucu ku yang sebenarnya, tapi dirimu menempati tubuhnya dan secara otomatis kamu menggantikannya" kata kakek Tama sambil memandang Kiya yang sudah nyenyak dengan tidurnya
Akhirnya kakek Tama pun ikut tidur, setelah tidur cukup lama kakek Tama bangun dan mendapati Kiya sudah tidak ada di kasur.
"Kemana anak itu pergi" kata kakek Tama kemudian bangun dan keluar kamar
"Kiya" panggil kakek Tama
"Kiya dibawah kek" teriak Kiya
"sedang apa" kata kakek Tama yang sedang berjalan di anak tangga
"Tidak ada, hanya menunggu kakek bangun" kata Kiya
"Sudah mandi" kata kakek Tama
"Sudah kek" kata Kiya
__ADS_1
"Kalo begitu kakek akan mandi dulu" kata kakek Tama kemudian naik lagi
"Huh aku harus memulai semuanya lagi dari awal" kata Kiya
"Ok tinggal minta laptop sama HP ke kakek dan kita mulai semuanya" kata Kiya
Tak lama kakek Tama turun dengan gaya santainya, ya meskipun dia dipanggil kakek oleh Kiya tapi usianya masih 40 tahun (kalo gak salah) belum terlalu tua kan.
"Kek" kata Kiya
"Heumm" kata kakek Tama kemudian duduk disamping Kiya
"Kiya akan manggil kakek Daddy" kata Kiya
"Daddy??" kata kakek Tama bingung
"Daddy itu ayah kek, lagian umur kakek masih muda kan" kata Kiya
"Terserah kamu saja" kata kakek Tama
"Siap Daddy" kata Kiya sambil tersenyum
"Dad" kata Kiya lagi
"Kenapa lagi" kata Tn. Tama (kakek Tama)
"Boleh minta black card nya" kata Kiya
"Buat apa" kata Tn. Tama
"Mau beli laptop sama HP, mau bangun usaha juga" kata Kiya
"Yaudah besok aja yah, Sekarang kan udah sore" kata Tn. Tama
"Iya Dad" kata Kiya
Merekapun akhirnya memilih untuk mengobrol, Tn. Tama yang tadinya terkejut karena Kiya bukan Cucunya meminta Kiya untuk menceritakan tentang dirinya agar sia semakin percaya. Dengan senang hati Kiya menceritakan tentang dia, dia menceritakan tentang kehidupannya. Dimulai dari kehidupan jaman modern hingga jaman kerajaan, Tn. Tama yang mendengarkan cerita Kiya merasa bingung dan ada rasa tidak percaya dalam hatinya. Tapi melihat tidak ada sedikitpun kebohongan dalam mata dan mimik wajah, Tn. Tama akhirnya percaya bahwa memang cucunya telah tiada dan digantikan oleh orang lain.
"Jadi ini alasan kamu ingin membeli laptop dan HP" kata Tn. Tama
"Iya dad, ya gak selamanya uang yang kita miliki sekarang akan terus ada kan?? Belum lagi gaji paman Bimo, dan paman juga bibi yang lain, kebutuhan kita, masa depan aku, pokonya banyak deh" kata Kiya
"Kamu benar, tapi Daddy tidak bisa apa-apa" kata Tn. Tama
"Tenang dad, nanti kalo semuanya udah berjalan Daddy bisa dibantu sekertaris sekaligus belajar" kata Kiya
"Ok kalo begitu" kata Tn. Tama
"Dad aku belum puas berkeliling rumah, aku mau keliling dulu yah" kata Kiya
"Iya" kata Tn. Tama
Kiya pergi dan berkeliling untuk melihat rumah yang saat ini dia tinggali, ya siapa tau ada ruang rahasia atau semacamnya.
Hai guys author comeback nih
Jangan lupa like komen dan vote yah
__ADS_1
bye-bye ❤️ Terima kasih ❤️