Time Travel Kiyara

Time Travel Kiyara
Jalan-jalan


__ADS_3

Setelah sampai dirumah Kiya meminta agar paman Deni membantunya untuk membawa barang-barang yang dia beli ke kamarnya, setelah itu dia masuk dan mengunci dirinya dikamar. Dia membuka laptop itu dan mulai mengotak-atik laptop itu, Dia juga mengaktifkan HP yang dia beli.


Cukup lama dia mengotak-atik kedua benda canggih itu, tanpa dia sadari hari sudah malam. Dia melewati waktu makan siang dan makan malamnya, saking seriusnya. Namun semuanya terbayar dengan hasil yang ditunjukkan oleh kedua alat itu, Dia tersenyum dan merasa bangga karena keahliannya tidak berkurang terlalu jauh.


Setelah menyelesaikan itu dia memilih untuk turun dan makan, ya dia merasa cukup lapar karena melewati jam makannya. Kenapa tidak ada yang memberitahunya dan menyuruhnya makan?? Karena dia menyuruh mereka untuk tidak mengganggunya sampai dia sendiri yang keluar dari kamar itu, setelah selesai dia makan kemudian mandi dan beristirahat.


Skip beberapa bulan kemudian


Keahlian nya dalam mengoperasikan HP juga laptop semakin meningkat, dia juga sudah memilik saham di beberapa perusahaan dan juga menyuruh salah satu guru privat untuk mengajari ayahnya.


Dia juga berencana untuk membangun perusahaan sendiri, tapi menunggu hingga Tn. Tama mampu untuk membantunya mengembangkan perusahaan itu.


Tidak ada rasa bosan meskipun seharian dia habiskan dengan mengoperasikan laptop miliknya, bahkan terkadang dia meminta agar makan siang dan makan malamnya dikirim ke kamarnya agar dia tidak perlu repot-repot turun ke bawah untuk makan.


Tn. Tama sendiri tidak keberatan karena ya dia memahami itu, dia mencoba menerima keanehan dan kecerdasan yang dimiliki oleh cucu nya, eits bukan lagi cucu melainkan anaknya. Ya sekarang Kiya sudah menjadi anak dari Tn. Tama, bukan lagi cucu. Lagipula Kiya bukan anak dari anak Tn. Tama, melainkan anak yang ditemukan saat Tn. Tama sedang mencari kayu bakar di hutan dan diangkat menjadi cucu oleh Tn. Tama karena merasa tidak pantas jika dipanggil ayah padahal usianya masih cukup muda.


Kiya sendiri belum ada niatan untuk menempuh pendidikan meskipun hanya Pendidikan/sekolah dasar, karena apa?? Tentu saja karena dia sudah bisa segalanya, jadi ya bukan menyepelekan hanya saja dia terlalu malas menyia-nyiakan waktu berharganya.


Dia tidak pergi keluar untuk jalan-jalan atau sekedar bermain dengan anak seusianya di komplek perumahan nya, dia lebih suka menghabiskan waktunya dikamar nya. Menurutnya itu lebih baik karena dia bisa menghasilkan daripada keluar dan bermain dengan anak-anak kecil, anak kecil?? padahal dia sendiri berada ditubuh anak berusia 5 tahun, tapi meskipun begitu pola pikirnya sudah sangat jauh melebihi anak seusianya jadi jangan heran jika dia memiliki pemikiran seperti itu.


Bahkan dia lebih suka berteman dengan mereka yang sudah memiliki pangkat dan pekerjaan dia luar kota bahkan luar negeri, darimana dia bisa berteman dengan mereka?? Tentu saja dari hasil dia mengotak-atik laptop dan juga HP nya, dia berhasil berteman dengan mereka yang memiliki kemampuan tidak jauh dari kemampuannya.


Teman-teman nya itu heran kenapa anak seusianya bisa mengerti dan mengoperasikan laptop dengan sangat lihai sedangkan mereka harus menghabiskan banyak waktu untuk mempelajarinya, mereka benar-benar mengagumi sosok Kiya.


Ya Kiya memang mempublikasikan bahwa dia masih bocah berusia 5 tahun, bahkan dia sempat melakukan video call dengan mereka dan membuat mereka terkejut karena Kiya benar-benar bocah berusia 5 tahun. Meskipun mereka sempat meragukan Kiya, tapi melihat kemampuan Kiya yang hampir setara dengan mereka membuat mereka mau tidak mau harus percaya. Tanpa mereka ketahui bahwa kemampuan Kiya berada diatas mereka.


Saat ini Kiya sedang memantau kelompok nya, ya kelompok orang-orang yang berhasil meretas atau masuk kesalah satu web yang dilindungi atau dilarang dimasuki secara sembarangan. Mereka yang berhasil bisa saja ditangkap karena melanggar peraturan, tapi Kiya dan kelompoknya bermain bersih membuat mereka aman dari hukum


Memang menyalahi aturan, tapi mereka memiliki tujuan mereka masing-masing. Meskipun mungkin berbeda dengan tujuan Kiya, tapi mereka berusaha untuk tetap sejalan hingga menemukan titik pemberhentian mereka masing-masing.


"Mereka memang sudah handal, hanya saja kurang diasah membuat mereka sedikit kaku dan memiliki beberapa celah" kata Kiya


"Huh secepatnya, aku ingin secepatnya besar" kata Kiya lagi sambil membaringkan tubuhnya di kasur dan menatap langit-langit


"Apa dunia ini hanya tentang harta dan tahta?? Apa tidak ada misteri yang harus dipecahkan atau sebagainya" kata Kiya


"Semoga saja tidak ada hal yang harus dipecahkan, aku mungkin tidak akan bisa membantu jika kultivasi dan juga kekuatan ku tidak ada" kata Kiya lagi


"Aku hanya bisa menjadi penonton saat ini, bukan lagi ratu pengatur. Mungkin belum saatnya aku kembali mengatur keseimbangan dunia, aku masih terlalu kecil untuk menguasainya. Jika nanti waktunya tiba mungkin aku akan melakukannya lagi dan lagi" kata Kiya sambil memejamkan matanya


Dia ingin istirahat dan berhenti mengurus dunia yang membuatnya bingung dan tertekan, tapi dunia seakan terus menuntunnya untuk terus mengatur. Seakan jika dia tidak mengatur dunia akan runtuh, pemimpin yang tidak adil dan seenaknya pada masyarakat memicu semangatnya untuk terus berusaha sebaik mungkin. Yang ada dalam benaknya, semuanya harus mendapatkan hak mereka tidak boleh dirampas. Jika ada yang berani merampas hak milik orang lain, maka berurusan dengannya.

__ADS_1


Setelah merasa bahwa tubuhnya sudah lebih baik Kiya memilih untuk turun dan makan siang, sudah lama juga dia tidak menemani Daddy nya makan siang.


"Siang dad" kata Kiya saat mendapati Daddy sudah duduk di kursinya


"Siang sayank" kata Tn. Tama


"Tumben turun, biasanya makanannya yang harus nyamperin" kata Tn. Tama lagi


"Lagi pengen dad" kata Kiya kemudian mereka mulai makan


"Ouh iya dad, yang harta itu kapan mau d tuker" kata Kiya


"Mungkin hari ini" kata Tn. Tama


"Iya dad, lagipula keuangan udah mulai menipis" kata Kiya


"Iya daddy tau kok" kata Tn. Tama


"Ouh iya dad, Daddy siap belum kalo kita bangun perusahaan" kata Kiya


"Dibidang apa" kata Tn. Tama


"Pengennya sih disemua bidang, tapi gak papa kok kalo disatu bidang juga" kata Kiya


"Siap dad" kata Kiya


Merekapun melanjutkan acara makannya, setelah selesai mereka duduk diruang keluarga. Sudah cukup lama juga mereka gak ngobrol


"Kamu ngapain aja sih selama ini dikamar?? Anak-anak seumuran kamu tuh pada maen di taman atau dimana, lah ini malah diem aja di kamar" kata Tn. Tama


"Ya namanya juga bocah dad wajar aja dipikirannya maen maen dan maen" kata Kiya enteng


"Yey situ juga bocah" kata Tn. Tama


"Badannya doang elah, otak sama Jiwanya udah 20 tahun lebih bahkan 30 taun" kata Kiya


"Udah tua juga yah" kata Tn. Tama


"Ya udah punya anak satu dad wajar aja" kata Kiya kesal


"Nyenyenyenye" kata Tn. Tama

__ADS_1


"Kenapa lama-lama ngeselin sih dad" kata Kiya


"Bodoamat" kata Tn. Tama


"Terserahlah" kata Kiya


Dia berbaring dan menerawang jauh


"Ouhiya dad, urusan Daddy belajar masalah kantor dan yang lain gimana" kata Kiya


"Agak susah juga yah diumur segini baru belajar, belajar dasarnya aja susah" kata Tn. Tama


"Eumm gitu yah, nanti dicariin deh ramuan ajaib supaya jadi pinter" kata Kiya


"Emang ada" kata Tn. Tama


"Ada, tapi dijaman Sekarang gak tau mempan gak tau enggak" kata Kiya


"Tapi di coba aja dulu" kata Kiya lagi


"Okkk" kata Tn. Tama


"Yaudah ahk mau ke kamar lagi" kata Kiya kemudian berdiri


"Mending temenin Daddy ke Bank buat nukerin itu" kata Tn. Tama


"Yaudah deh iyah" kata Kiya


"Mau kapan" kata Kiya lagi


"Sekarang, kamu ganti baju dulu aja" kata Tn. Tama


"Ok" kata Kiya kemudian pergi


Setelah Kiya selesai berganti baju mereka pergi untuk menukar harta milik Kiya, setelah itu jalan-jalan di mall untuk menambah perlengkapan yang mereka butuhkan. Ya kalian taukan Kiya baru berapa kali belanja, jadi barang-barang nya masih sedikit begitupun dengan Tn. Tama maka dari itu mumpung ada kesempatan makanya mereka tidak menyia-nyiakan.


Setelah selesai belanja mereka makan malam dulu, ya saking asiknya berkeliling dan memborong mereka sampe lupa waktu dan sekarang sudah saatnya makan malam. Mereka makan disalah satu restoran, setelah selesai mereka pulang mandi dan istirahat.


**Hai guys author comeback nih


Jangan lupa like komen dan vote yah

__ADS_1


Bye-bye**


__ADS_2