
Setelah masalah wabah penyakit itu selesai, Su Zu menyuruh semua orang untuk melanjutkan pelatihan mereka dan dia juga memberikan mereka pil agar mereka kebih kuat dan daya tahan tubuh mereka menjadi kebih baik lagi.
Beberapa bulan kemudian
Pelatihan terus dilakukan hingga semua prajurit siap untuk melawan raja kegelapan, kemampuan mereka meningkat menjadi dua kali lipat dari sebelumnya. Mereka juga sudah memahami setiap kode yang mungkin akan di gunakan ketika perang, entah itu kode untuk mulai menyerang atau mundur. Mereka juga sudah mahir menggunakan pedang dan juga panah, karena kedua senjata itulah yang akan sering di gunakan. Bahkan cukup banyak anggota yang dikhususkan untuk memegang masing-masing senjata, ya agar semuanya dapat aman terkendali.
Bukan hanya di ajarkan berperang tapi mereka juga di ajarkan untuk menangani pertolongan pertama jika mereka terluka, mereka juga diberikan herbal untuk memperkuat daya tahan tubuh mereka. Fisik mereka juga digembleng agar menjadi lebih kuat lagi, mereka juga makan makanan yang memang di anjurkan agar tidak mudah sakit dan lelah.
Pelatihan bagi para putri dan pangeran pun tidak kalah keras, semua putri dan pangeran yang ada di setiap kerajaan di setiap benua di latih langsung oleh tangan kanan Su Zu karena mereka harus bisa membantu dan bergerak juga berperan lebih dari yang prajurit atau orang lain lakukan. Begitupun dengan para Raja, permaisuri dan para selir, mereka akan sama-sama dilatih oleh tangan kanan Su Zu bersama para putri dan pangeran.
Untuk pelatihan para pangeran dan putri dari kerajaan Tang jauh lebih berat, selain waktu yang lebih lama, orang yang mengajari mereka lebih mahir dan lebih tegas. Mereka benar-benar dibentuk agar menjadi lebih kuat dari sebelumnya, bahkan harus lebih kuat beberapa kali lipat dari sebelum mereka dilatih. Meskipun terkadang mereka mengeluh tapi dengan dukungan dari Su Zu mereka semua tetap semangat melanjutkan pelatihan, dan mereka telah menjadi sosok yang benar-benar sempurna.
Para pangeran dan putri kerajaan Tang sudah ada dimensi selama kurang lebih 20 tahun, karena mereka harus meningkatkan kultivasi mereka selama 13 tahun dan sekarang sudah berada di tahap bumi akhir dan begitupun dengan Raja Tang karena terpengaruhi oleh faktor usia jadi tidak bisa menerobos jauh. Para pangeran dan putri kerajaan Tang sudah sangat mahir dalam bersenjata dan juga menggunakan elemennya karena kebanyakan elemen mereka sama dengan raja yaitu angin, tapi ada beberapa juga yang mengikuti ibu mereka dengan berelement tanah. Bahkan pangeran Lin dan putri Ai Lu memiliki elemen ganda dan mereka sudah menguasai kedua elemen itu dengan banyak jurus, begitupun dengan Raja Tang karena Su Zu sering mengajarinya ketika tugas kerajaan telah selesai.
Untuk prajurit dari seluruh benua, mereka memiliki peningkatan yang cukup memuaskan. Pangeran Han Chen Zhao dan Su Zu sendiri melewati hari-hari mereka dengan tugas masing-masing dan kebersamaan mereka jika telah selesai, hubungan mereka pun semakin dekat. Untuk Mafia BL sendiri sudah tidak menerima anggota baru karena mereka sedang pokus melatih anggota nya dan meningkatkan kekuatan mereka sehingga bisa memastikan sebuah kemenangan bagi pihak mereka, meskipun resikonya mereka akan kehilangan banyak pihak.
Hari ini Su Zu berencana untuk mengajak para jiejie dan Gege nya untuk keluar karena mereka sudah selesai, dan dia sekarang sedang duduk di gazebo kediamannya bersama pangeran Han Chen Zhao
"Kapan kau akan menjemput mereka" kata pangeran Han Chen Zhao
"Sekarang" kata Su Zu kemudian memegang tangan pangeran Han Chen Zhao dan masuk dimensi
"Gege jiejie," kata Su Zu saat melihat semua Gege dan jiejie nya sedang berkumpul sambil memakan buah dihalaman
"Zu'er" kata mereka
"Pelatihan kalian telah selesai dan hari ini kalian akan kembali ke kerajaan dan membantu menyiapkan semua persiapan sebelum bulan depan kita memulai perjalanan" kata Su Zu
"Baik Zu'er" kata mereka
"Kalian (pada para spirit beast) bisa meningkatkan kekuatan kalian lagi selama 2 bulan sebelum peperangan dimulai" kata Su Zu
"Baik Kiya" kata mereka
"Baiklah ayo" kata Su Zu kemudian mereka memegang tangan Su Zu dan keluar
Saat sampai semuanya bernafas lega
"Hufft meskipun udara disini tidak lebih baik dari dimensi milik Zu'er tapi aku merindukan udara ini" kata Ai Lu
"Heumm kau benar mei-mei" kata Putri Lu Lu
"Sudahlah sekarang kalian temui dulu ayah, dia pasti sangat ingin tahu apa yang kalian dapatkan setelah berlatih denganku" kata Su Zu
"Baiklah mei-mei, kalo begitu kami pergi. Bye" kata mereka kemudian pergi
"Apa kau tak mengajari mereka teleportasi" kata pangeran Han Chen Zhao
"Tidak, aku tidak mau mereka terlalu tergantung pada itu. Tapi aku mengajari mereka cara memanggil anggota ku agar mereka bisa berteleportasi jika sangat genting" kata Su Zu
"Baiklah, lalu apa yang sekarang akan kau lakukan" kata pangeran Han Chen Zhao
"Aku akan memberikan mereka semua persediaan pil dan membuat persediaan lagi, aku takut jika peperangan ini akan merenggut banyak korban. Setidaknya dengan pil ku, saat mereka berada diujung kematian mereka tidak akan terlalu merasakan kesakitan" kata Su Zu
"Apa kau yakin, aku tahu kau akan membuat pil bukan untuk anggota keluarga mu tetapi untuk semua orang yang mengikuti peperangan" kata pangeran Han Chen Zhao menyelidik
"Kau benar, aku hanya menghawatirkan mereka aku tak mau kehilangan terlalu banyak orang dari pihak kita" kata Su Zu lirih
__ADS_1
"Tapi kau sudah berusaha semampu mu jadi hasilnya pun akan sesuai, jangan terlalu memaksakan diri" kata pangeran Han Chen Zhao khawatir
"Aku tidak begitu sayang, aku nanya ingin membuat persediaan itu saja. Jadi jangan larang aku yah, temani aku dimensi agar aku bisa secepatnya menyelesaikan itu" kata Su Zu
"Baiklah, tapi jika sudah tak sanggup jangan memaksakan diri. Kau juga harus mempersiapkan diri untuk perang ini karena disini kaulah peran utamanya, kau pahlawannya" kata pangeran Han Chen Zhao memperingati
"Baiklah abangku yang keras kepala" kata Su Zu
"Sekarang aku tunangan mu" kata pangeran Han Chen Zhao kesal
"Iya aku tahu, kenapa kau jadi pemarah" kata Su Zu
"Ayolah sayang jangan marah" kata Su Zu sambil mengelus pipi pangeran Han Chen Zhao
"Kau hanya menghawatirkan mu, aku tak mau kau terluka" kata pangeran Han Chen Zhao sambil memegang tangan Su Zu yang sedang membelai pipinya
"Aku janji akan berhati-hati" kata Su Zu menenangkan
"Baiklah, aku mengantuk" kata pangeran Han Chen Zhao
"Kemarilah tidur dipangkuan ku" kata Su Zu dan pangeran Han Chen Zhao menurut
Tak berapa lama dia sudah terlelap dengan sangat nyenyak dengan posisi memeluk pinggang Su Zu dan menikmati elusan lembut di kepalanya.
Siang harinya dia terbangun dan mendapati Su Zu yang tidur dengan posisi duduk dan memangku kepalanya, dia bangun kemudian membawa Su Zu kekamar dan menidurkan nya di ranjang kemudian dia juga ikut berbaring dan kembali terlelap sambil memeluk Su Zu. Su Zu sendiri sebenarnya sudah bangun tapi dia ingin tetap tidur dipelukan pangeran Han Chen Zhao sehingga dia tidak mau membuka matanya hingga sore hari, saat pangeran Han Chen Zhao bangun untuk kedua kalinya dan melihat dia masih terlelap barulah dia bangun
"Sudah bangun" kata Su Zu pura-pura
"Kedua kalinya, lihatlah kita sudah dikamar" kata pangeran Han Chen Zhao
"Ahk benar, cup" kata Su Zu kemudian mengecup singkat bibir pangeran Han Chen
"Ke suami sendiri" kata Su Zu
"Kalau begitu aku meminta hak ku sebagai suami" kata pangeran Han Chen Zhao
"Belum saatnya" kata Su Zu
"Kau curang, kau boleh seenaknya mencium ku tapi aku tak boleh melakukan apapun padamu" kata pangeran Han Chen Zhao
"Terserah" kata Su Zu kemudian pergi tapi ditahan oleh pangeran Han Chen Zhao
"Maaf aku hanya bercanda kenapa kau menanggapinya dengan serius, ayolah aku paham bagaimana pemikiran mu dan aku akan meminta itu saat kita sudah resmi jadi suami istri" kata pangeran Han Chen Zhao
"Terserah" kata Su Zu kemudian kembali berjalan tapi kembali terhenti dan sekarang dia justru kembali jatuh ke ranjang dan seseorang menindihnya
"Kenapa hanya karena ucapan itu kau menjadi sangat marah" kata pangeran Han Chen Zhao sambil mengunci pergerakan Su Zu
"Kau bilang kau tahu bagaimana aku, tapi kau tetap membahas itu" kata Su Zu kesal
"Kau menggoda ku dengan mencium ku dan aku berakhir dengan menyelesaikan itu sendiri tapi aku tak marah bahkan tak kesal sedikitpun, sedangkan aku menggoda mu dengan kata-kata saja kau sudah marah. Seegois itukah dirimu" kata pangeran Han Chen Zhao kemudian dia melepaskan dirinya dan dia pergi ke kamarnya dan mengunci pintu.
"Apa aku salah dengan bersikap begitu, tapi aku hanya ingin dia tahu bahwa sekarang belum saatnya dia mendapatkan itu dariku. Tapi dia juga benar, aku selalu menggodanya dan setidaknya jiwa laki-laki sejatinya akan bangkit dan menuntut untuk diselesaikan dan selama ini dia tidak pernah meminta atau mengadu padaku tentang itu. Aku salah dengan berpikir bahwa dia suka akan perilaku ku, meskipun dia suka tapi dia tetap tersiksa. Belum lagi dengan klaim sebagai suami istri dariku membuat dia semakin berpikir bahwa dia sudah berhak atas aku karena akupun berhak sepenuhnya atas dia, ya dewa kenapa aku lupa akan hal ini. Sekarang dia marah padaku, aku harus bagaimana" gumam Su Zu sambil bangkit dan menuju ke jendela sambil memikirkan cara untuk membujuk pangeran Han Chen Zhao
Disisi pangeran Han Chen Zhao, dia sedang mengacak-acak isi kamarnya karena merasa sangat kesal.
"Apa yang aku katakan padanya tadi, aku menyakiti perasaannya dengan berkata tentang apa yang aku rasakan selama ini. Dia pasti sangat terluka, tapi aku juga terluka disini. Aku selalu berharap setidaknya dia takan memancing jiwa lelakiku sehingga aku tidak perlu penuntasan, tapi apa yang dia lakukan menyiksaku dan membuatku gila. Apa yang harus aku lakukan sekarang, meminta maaf atau biarkan saja dia yang minta maaf?? Lagipula ini kesalahan dia dan pelajaran untuk nya agar dia bisa berpikir lebih jernih tentang semua langkah yang dia ambil kedepannya" kata pangeran Han Chen Zhao
__ADS_1
Kembali ke Su Zu,
"Apa aku harus memberikan ini saat ini juga agar dia tak marah, tapi aku tak mungkin melakukan itu. Aku akan menemuinya dan mencoba berbicara dengannya, jika cara satu-satunya dengan memberikan ini aku akan memberikan dia pengertian bahwa aku akan memberikan ini setelah kita menikah nanti saat perang telah usai" kata Su Zu kemudian melangkah menuju kamar pangeran Han Chen Zhao dan langsung masuk
Dia sangat terkejut melihat kondisi kamar yang sangat berantakan, bantal guling dan selimut berserakan dibawah, belum lagi barang lain dan baju.
"Abang kenapa" kata Su Zu dan tak ada jawaban dari pangeran Han Chen Zhao yang sekarang sedang berbaring di ranjang
"Bang jawab, kenapa abang seperti ini" kata Su Zu sambil mendekat Kemudian duduk di samping pangeran Han Chen Zhao
"Untuk apa kesini" kata pangeran Han Chen Zhao dingin
"Melihat kondisi mu, dan ternyata sangat berantakan" kata Su Zu
"Sudahkan, sekarang pergilah" kata pangeran Han Chen Zhao yang masih menutup matanya
"Abang kenapa sih, jika ini masalah keegoisanku aku minta maaf tapi jangan bersikap begini. Lagipula abang tahukan bahwa aku takan mau memberikan ini sebelum kita menikah , jika kita sudah menikah abang juga akan bebas melakukannya bukan" kata Su Zu mencoba menjelaskan
"Lalu" kata pangeran Han Chen Zhao acuh
"Aku tau, klaim kepemilikan ku terhadap Abang membuat abang merasa sudah memiliki ku seutuhnya tapi belum ada ikatan diantara kita selain pertunangan" kata Su Zu
"Kau tahu, kau bisa seenaknya mengklaim dan bertindak apapun padaku tapi aku lelaki dewasa juga normal memiliki pemikiran dan pengartian tersendiri tentang semuanya" kata pangeran Han Chen Zhao yang masih dengan posisi sama
"Aku paham aku minta maaf" kata Su Zu lirih
"Sudahlah pergilah aku ingin tidur" kata pangeran Han Chen Zhao sambil menyimpan satu tangannya untuk menutupi matanya
"Bang" kata Su Zu tapi tak ada jawaban, Su Zu terus mencoba tapi tidak ada hasilnya
"Apa yang harus aku lakukan, setidaknya aku harus berbicara dengan kepala dingin padanya" kata Su Zu kemudian fokusnya teralihkan pada bibir pangeran Han Chen Zhao.
Tanpa pikir panjang lagi Su Zu menarik tangan pangeran Han Chen Zhao agar tak menutupi matanya kemudian menciumi seluruh wajahnya dan berakhir dengan ******* bibir pangeran Han Chen Zhao. Cium*n kian memanas dan berhasil membuat pangeran Han Chen Zhao mengikuti permainan Su Zu hingga akhirnya pangeran Han Chen Zhao yang mendominasi permainan.
"Sudahlah, kau juga takan memberikan lebih dari ini" kata pangeran Han Chen Zhao sambil melepaskan cium*nnya
"Abang" kata Su Zu
"Aku siap untuk memberikan semuanya padamu termasuk diriku, tapi situasi sekarang tidak memungkinkan untuk itu. Aku hanya tak mau seluruh benua diratakan anggota ku apabila ada rumor jelek beredar tentang kita, abang bisa menunggu kan. Aku janji setelah perang ini selesai kita akan menikah, meskipun aku harus melewati Gege dan jiejie ku. Aku akan meminta pada ayah agar kita bisa secepatnya menikah, abang sabar yah. Bersabarlah hanya butuh waktu 4 bulan untuk kita menjadi suami istri, dan abang hanya tinggal menunggu waktu 4 bulan" kata Su Zu sambil memegang kedua tangan pangeran Han Chen Zhao
"Janji" kata pangeran Han Chen Zhao
"Iya, kenapa abang sangat ingin menikah secepatnya" kata Su Zu
"Abang sudah begitu lama menunggu mu, abang tak bisa menahan diri abang untuk bisa menjadi suami yang baik untuk mu. Abang ingin memiliki banyak keturunan darimu, abang menginginkan kebahagiaan itu kebahagiaan yang sudah lama abang impikan" kata pangeran Han Chen Zhao
"Dan kebahagiaan itu akan secepatnya terwujud jika kita memenangkan perang" kata Su Zu
"Abang akan berusaha agar kita menang" kata pangeran Han Chen Zhao kemudian memeluk Su Zu
"Ya dewa aku ingin secepatnya membahagiakan dia dan memiliki keluarga kecil impian ku" batin pangeran Han Chen Zhao
"Itu akan terjadi jika aku masih bisa bernapas dan ada disampingmu bang" batin Su Zu kemudian mereka melepaskan pelukannya dan membereskan kamar pangeran Han Chen Zhao yang terlihat seperti sebuah pesawat yang jatuh
...***Hai guys author comeback nih, chapter kali ini banyak kan bahkan sampe 2000 lebih loh jadi jangan lu like nya yah❤️...
...Jangan lupa like komen dan vote*....
__ADS_1
...Author juga mau tanya lagi ni, lebih baik author bikin karya chat story atau biasa kaya gini? ...
...Mohon masukannya ❤️**...