Time Travel Kiyara

Time Travel Kiyara
Kenyataan


__ADS_3

Skip beberapa bulan kemudian


Selama beberapa bulan ini Su Zu menjalani kegiatannya, ya kegiatannya hanya sekedar tidur makan dan jalan-jalan atau melihat perkembangan para anggotanya.


Para Gege nya yang lain juga sudah bertemu dengannya dan menangis bahagia karena bisa bertemu lagi dengan adik kebanggaan nya, dan para jiejie nya pun sama mereka benar-benar bahagia.


Dia tidak pernah bertemu dengan pangeran Han Chen Zhao lagi karena Shali dan Mandala selalu menghalangi pangeran Han Chen Zhao yang ingin menemuinya, dia juga tidak bisa melarang mereka karena dia tahu Mandala dan Shali benar-benar perduli akan perasaannya.


Dia juga merasa sakit saat melihat pangeran Han Chen Zhao dihalangi bahkan sampai terkena pukulan atau serangan dari Mandala ataupun Shali, meskipun hanya sedikit tapi kekuatan Mandala maupun Shali tinggi membuat pangeran Han Chen Zhao terpental dan memiliki luka yang cukup serius.


Saat ini dia sedang duduk di gazebo dan menikmati makanannya, suasana sedang cerah membuat dia ingin menikmati suasana ini. Lagipula dia tidak memiliki kegiatan lain, ya kalian tahu dia hanya perlu memantau dan mengarahkan.


Tiba-tiba muncul pangeran Han Chen Zhao dihadapannya membuat Shali dan Mandala bergerak cepat menjauhkan dia dari Su Zu,


"Kiya abang mohon dengarkan abang dulu abang mohon" kata pangeran Han Chen Zhao sambil menangis saat diseret oleh Shali dan Mandala


"Biarkan dia bicara" kata Su Zu tegas


"Tapi yang mulia dia....." Kata Shali


"Aku bisa mengatasinya" kata Su Zu


"Tapi...." Kata Mandala


"Sekali ini saja, jika dia berbuat sesuatu yang tidak mengenakkan dan menyakitkan kalian bisa menghabisi dia" kata Su Zu


"Sungguh" kata Shali senang


Kenapa senang?? Pasalnya sudah sejak awal dia ingin melenyapkan pangeran Han Chen Zhao dan tunangannya yang menyakiti tuannya itu


"Heummm" kata Su Zu


"Baiklah" kata Shali dan Mandala melepaskan pangeran Han Chen Zhao

__ADS_1


"Pergilah dan jangan coba-coba menguping pembicaraan kami, atau kalian akan terkena hukuman" kata Su Zu


"Baik yang mulia" kata mereka kemudian pergi


Mereka takut terkena hukuman karena ya hukuman dari Su Zu benar-benar berat bagi mereka, ya mereka pernah merasakannya karena melakukan kesalahan. Mereka disuruh untuk kesuatu dimensi dan membereskan kekacauan disana, sedangkan dimensi itu tidak mengenal siapapun yang ada dihadapannya jika menurut mereka itu berbahaya mereka akan membunuhnya (seperti dimensi spirit beast tapi ukurannya dan bentuknya yang tidak biasa, dan kekuatan jauh dari spirit beast yang ada di benua Chi tapi dibawah spirit beast kontrak Su Zu)


"Apa yang ingin Abang sampaikan" kata Su Zu


BRUKK


Pangeran Han Chen Zhao memeluk Su Zu tapi Su Zu berusaha melepaskan pelukannya itu.


"Abang mohon biarkan abang memeluk mu, abang tidak bisa hidup tanpamu" kata pangeran Han Chen Zhao sambil menangis membuat Su Zu membiarkan dia memeluknya


"Bukankah saat aku dikabarkan mati abang masih bisa hidup sampai sekarang" kata Su Zu


"Kau pasti tahu apa yang terjadi, abang seperti mayat hidup. Abang memang bernafas tapi abang tidak bernyawa, kamu tahu itukan" kata pangeran Han Chen Zhao sambil menangis


"Bukankah sekarang abang sudah memiliki pengganti ku" kata Su Zu lirih


"Tentu saja, kabar itu didapatkan oleh anggota ku dan aku melihatnya sendiri" kata Su Zu lirih


"Maukah kau dengarkan penjelasan abang" kata pangeran Han Chen Zhao sambil melepaskan pelukannya dan memegang kedua tangan Su Zu dan menatap lekat mata Su Zu


"Tatap mata abang dan kamu akan melihat apa abang berbohong atau tidak" kata pangeran Han Chen Zhao dan Su Zu melakukan nya


"Dia, wanita itu. Kami memang dijodohkan tapi hati abang hanya untukmu, jika kau mendengar kabar bahwa abang tertarik padanya itu hanyalah skenario yang abang buat. Kau tahu jika abang tidak setuju mereka akan terus bicara dan menjodohkan abang, sedangkan abang sudah berjanji untuk menunggu mu bahkan hingga abang mati. Ini alasan kenapa abang menyebarkan kabar bahwa abang tertarik pada tunangan abang, padahal tidak. Bahkan anggota mu marah pada abang, dan itu alasan abang kenapa abang langsung menunggumu di kamar saat tahu kepulangan mu dan maaf atas kejadian itu" kata pangeran Han Chen Zhao menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya


"Tapi dia" kata Su Zu ragu


"Dia memang mengikuti keinginan abang karena dia tidak ingin terikat tali pernikahan, dia ingin menjelajahi seluruh benua dan menjadi kuat dan itu alasan kenapa sandiwara ini bisa terjadi" kata pangeran Han Chen Zhao menjelaskan lagi


"Jadi" kata Su Zu ragu

__ADS_1


"Ya, Abang menunggumu hingga saat ini, abang tidak berpaling darimu, abang hanya tidak ingin keluarga abang terus menekan abang untuk mencari pengganti mu sedangkan abang tahu tidak akan ada yang bisa menggantikan kamu, karena kamu satu-satunya wanita yang sempurna dimata abang" kata pangeran Han Chen Zhao sambil menarik Su Zu kedalam pelukannya


"Hikss hikss jadi selama ini abang membohongi dunia agar bisa menungguku hikss hikss" kada Su Zu terisak


"Tentu saja sayang" kata pangeran Han Chen Zhao sambil mengecup pucuk kepala Su Zu


"Aku tidak mungkin meninggalkan berlian demi batu biasa, mau seindah apapun batu itu tetap akan kalah dengan berlian yang tertutup oleh tanah setebal apapun. Aku sudah tahu isi dari dirimu, sedangkan dia aku tidak tahu. Jikapun aku tahu dia memiliki sesuatu yang mungkin tidak ada pada dirimu, aku akan tetap memilih mu" batin pangeran Han Chen Zhao tulus


"Terimakasih bang hikss" kata Su Zu sambil membalas pelukannya pangeran Han Chen Zhao


"Abang sudah menepati janji abang padamu, dan kamu harus menepati janjimu juga" kata pangeran Han Chen Zhao sambil sedikit memberikan jarak diantara mereka


"Jani apa" kata Su Zu bingung


"Janji menjadikan Abang segalanya untukmu dan jadi jodohmu" kata pangeran Han Chen Zhao sambil tersenyum manis pada Su Zu


"Tentu saja" kata Su Zu sambil memeluk pangeran Han Chen Zhao dengan erat


Disisi Mandala dan Shali, mereka melihat tuannya kembali tersenyum dibalik tangis bahagianya membuat mereka tenang dan senang karena tuannya kembali mendapatkan kebahagiaan nya.


"Apa ini sudah takdirnya yang mulia" kata Shali


"Heumm tentu saja, mereka sudah ditakdirkan untuk bersama bahkan sebelum mereka ada" kata Mandala


"Apa semuanya akan baik-baik saja" kata Shali


"Akan banyak rintangan yang hadir setelah ini, kehadiran ku adalah pemicunya. Itu sebabnya aku tidak selalu ada disisinya dan itu alasan aku menyuruhnya untuk memanggil mu" kata Mandala


"Tapi bagaimana yang mulia bisa hadir saat yang mulia Su Zu membacakan mantra" kata Shali


"Aku yang menentukan bukan, jadi aku bisa menggantikan" kata Mandala


"Baiklah yang mulia" kata Shali

__ADS_1


Hai guys author comeback nih


Jangan lupa like komen dan vote yah


__ADS_2