
Ke sisi Su Zu
Dia mengikuti orang-orang yang membawa seseorang yang tadi duduk di sebuah singgasana, dia terus mengikuti mereka hingga sampai di sebuah ruangan yang sepertinya dulunya merupakan sebuah ruangan atau kamar milik raja atau ratu. Tak lama setelah masuk, orang-yang tadi mengantarkan orang yang duduk di singgasana itu keluar tanpa orang yang duduk di singgasana. Karena merasa penasaran akhirnya Su Zu masuk dan mendapati orang itu tengah duduk sambil bersila ditengah kasur, dia seperti sedang bersemedi karena menutup matanya.
Tak lama dari situ muncul sebuah sosok yang menyeramkan, berperawakan tinggi besar dengan rambut yang panjang. Memiliki gigi yang sangat tajam, kuku yang panjang dan sangat menyeramkan.
"Kau hanya membutuhkan satu ritual lagi untuk menguasai seluruh dimensi yang ada, ilmu yang kau inginkan dan keabadian yang kau inginkan akan kau dapatkan setelah ritual terakhir" kata sosok itu
"Jadi kemampuan ku belum bertambah" kata orang yang duduk di kasur
"Ya kau masih belum memiliki kekuatan yang cukup untuk menguasai dunia ini dan melawan sang pemilik yang asli, kau harus menyelesaikan ritual terakhir ini dan setelah itu semuanya akan selesai" kata sosok itu
"Ingat jangan sampai ada yang mengetahui keberadaan ku jika ada maka semuanya akan sia-sia saja, apalagi sampai dia melihat ku" kata sosok itu lagi
"Kenapa" kata orang itu
"Jika itu terjadi maka mau tidak mau aku harus menghabisinya sebelum dia yang menghabisi aku" kata sosok itu
"Apa kau takut" kata orang itu
"Tidak hanya saja aku tidak mau lebih banyak sosok hang muncul" kata sosok itu
Merekapun terus membicarakan hal yang menurut Su Zu tidak harus dibicarakan, namun ada beberapa hal juga yang menguntungkan Su Zu karena mendapatkan informasi secara tidak langsung dari percakapan itu.
Saat tengah mendengarkan pembicaraan mereka, tiba-tiba dia mendapat telepati dari Mandala yang menanyakan dia dimana. Su Zu memberitahu dia berada dimana dan menyuruh mereka dengan tenang untuk datang kesana, setelah itu dia kembali mendengarkan pembicaraan mereka.
Tak lama Mandala dan yang lain datang, Su Zu mengisyaratkan mereka untuk berpegangan tangan kecuali Nagini. Su Zu mengajak yang lain masuk ke gelang dimensi dan menyisakan Nagini untuk mendengarkan pembicaraan yang dilakukan sosok itu dengan orang itu, dan saat sampai Su Zu menyuruh semua hewan kontrak nya berkumpul untuk membuat rencana lagi
"Kenapa yang mulia ingin membuat rencana lain, bukankah kita sudah membuat rencana yang matang" kata Shali
"Begini, orang yang saat ini kita hadapi bukan orang yang bisa kita remehkan. Dia bukan hanya orang yang menjalankan ritual ini tapi dia jiga ratu dari benua ini, dia mungkin bisa mengendalikan semuanya disini. Bahkan sosok yang tadi kita lihat tidak bisa kita sepelekan, kita harus bekerja ekstra untuk ini" kata Su Zu
"Yang mulia benar,lalu bagaimana Sekarang" kata Shali
__ADS_1
Su Zu menjelaskan rencana yang akan dia lakukan bersama yang lain, rencana yang mungkin akan membuat semuanya benar-benar cepat diselesaikan.
"Sekarang lakukan sesuai rencana" kata Su Zu
Su Zu dan Shali keluar kemudian memunculkan dirinya dihadapan sosok itu dan orang yang merupakan ratu atau permaisuri dari Raja/Kaisar benua ini
"Siapa kalian" kata sosok itu
"Aku?? Harusnya aku yang bertanya untuk apa kau disini" kata Shali
"Aku sepertinya mengenali dirimu, ahk aku ingat kau bukankah kau ratu Shali ratu dari para iblis (ngarang ya)" kata sosok itu sambil tersenyum mengejek
"Rupanya kau memiliki ingatan yang baik Dur" kata Shali
"Suatu kehormatan bisa bertemu dengan yang mulia" kata kata Dur (sosok itu)
"Untuk apa kau kemari?? untuk menyesatkan mereka?? Apa kau tidak tahu resiko apa yang akan kau dapatkan?" kata Shali
"Bukan menyesatkan, aku hanya ingin membawa mereka kejalan ku kejalan yang kita lalui" kata Dur
"Ohouuu apa kau sudah menjadi budak dari manusia yang lemah itu" kata Dur
"Lancang sekali kau bicara pada tuanku" kata Shali dengan nada tingginya
"Hahahaha seorang ratu iblis menjadi budak manusia lemah?? Apa kau tidak malu pada kaummu" kata Dur
"Lemah?? Apa kau menganggap ku lemah" kata Su Zu
"Tentu saja, manusia akan lemah tanpa batuan kami para iblis yang paling kuat" kata Dur
"Benarkah" kata Su Zu sambil mengeluarkan smirk andalannya
"Sepertinya kau harus mencoba kelemahan ku" kata Su Zu
__ADS_1
Kemudian dia mengikat Dur dengan cahayanya yang membuat Dur perlahan-lahan menghilang sambil berteriak seperti orang kesakitan
"Bagaimana" kata Su Zu
"Lepaskan dia sialan" kata ratu itu dengan nada tingginya sambil berdiri dan berniat menyerang Su Zu
"Rendahkan suaramu pada tuanku" kata Shali sambil mengibaskan tangannya dan membuat ratu itu terpental menabrak dinding
"Kau ingin berakhir sekarang" kata Shali sambil mendekati ratu itu
"Hahahahahhah hahahahahahhh kau pikir bisa menghabisi aku" kata Dur kemudian lepas dari ikatan Su Zu
"Kau tidak bisa bermimpi dalam keadaan bangun" kata Dur
"Kau tidak akan mampu menghabisiku" kata Dur
"Benarkah" kata Su Zu
Tentu saja
Terjadilah pertukaran serangan antara Dur dan Su Zu, Su Zu mengunakan elemen-elemen nya untuk melawan Dur begitupun Dur yang menggunakan elemen kegelapannya untuk menahan serangan Su Zu dan membalas serangan itu. Su Zu hampir kewalahan tapi dia terus berusaha karena kemampuan belum keluar sepenuhnya, Su Zu terus memojokkan Dur hingga akhirnya Dur kalah dan hangus.
Tenaga Su Zu cukup terkuras bahkan terkuras sangat banyak hampir setengahnya, tapi Su Zu masih bertahan. Hingga tiba-tiba muncul lagi Dur tapi dengan ukuran yang sedikit lebih kecil namun jumlahnya 2 seperti Dur membelah diri
"Dia hidup lagi" kata Su Zu pelan
Su Zu terus melawan kedua Dur itu hingga dia kelelahan, dia meminum air surgawi dan staminanya kembali bertambah dan dia berhasil mengalahkan salah satu Dur itu. Dia melawan salah satunya lagi dan dia kehabisan tenaga lagi, dia meminum air surgawi dan tenaganya kembali terisi dan bisa melawan dan menghabisi salah satu Dur yang masih tersisa.
Shali juga tidak tinggal diam, dia melawan ratu itu dengan kemampuannya. Ternyata ratu itu memiliki kemampuan yang cukup juga, meskipun tidak berada diatas Shali atau seimbang setidaknya ratu itu memiliki kemampuan setengahnya dari kemampuan Shali. Mereka terus bertukar serangan, ratu yang semakin merasa terpojokkan memanggil bawahannya dan menyerang Shali secara bersamaan membuat Shali cukup kewalahan, tapi bukan Shali namanya jika tidak bisa mengatasi hal seperti ini.
Mereka terus bertukar serangan hingga bawahan ratu itu semakin berkurang dan membuat ratu itu semakin khawatir, dan akhirnya semua bawahannya mati ditangan Shali. Shali menyerang ratu itu dan dia akan segera membereskan ratu yang membuat kekacauan itu. Saat Shali mengangkat tangannya untuk menyerang, tiba-tiba........
Kita lanjut chapter selanjutnya
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote yah biar author semangat
Bye-bye ❤️❤️