
Dia tidur hingga keesokan paginya dia bangun dan mendapati makanan untuk dia sarapan, dia memilih untuk cuci muka kemudian makan setelah itu baru dia mandi dan berpakaian setelah itu dia memilih untuk kembali masuk ke dimensinya dan berjalan-jalan di mall nya.
Dari kemarin dia tidak melihat kelima spirit beast nya, dia memilih untuk mencari kelima spirit beast nya itu dan ternyata mereka sedang berkultivasi di dalam sungai air surgawi dan setelah melihat itu dia memilih untuk masuk mall dan mulai berjalan-jalan. Meski dia hanya sendiri dimall sebesar ini tapi dia tidak merasa bosan, dia masuk ke setiap toko yang ada disana dan melihat barang-barang disana. Bukan hanya baju tapi juga banyak tas branded, sepatu, dan perhiasan juga. Setelah itu dia pergi ke Timezone dan mulai bermain, dia ingin melupakan sejenak bebannya. Sebenarnya dia tidak terlalu terbebani hanya saja dia ingin Raja Tang dan para pangeran menyadari kesalahannya dan benar-benar menyesal.
Dia juga tahu dia keterlaluan karena langsung menghilang, bahkan dia tidak ikut acara ulangtahun Raja tang dan tidak melihat hari eksekusi kedua selir. Tapi dia tahu bahwa kedua selir dieksekusi dengan dipenggal karena terbukti melakukan banyak kesalahan, dan untuk para putri yang mengikuti rencana selir di hukum kurungan di istana dingin selama 6 bulan.
Setelah puas bermain dan berjalan-jalan dia pergi ke tempat belanja makanan, dia mengambil banyak susu, coklat, buah, Snack, dan minuman (seperti yogurt, soda). Setelah itu dia membawa makanannya itu ke kamarnya yang ada dilantai 4, dia memakan makanan itu dikamarnya sambil melamun tapi dia sangat merindukan perilaku abangnya yang selalu menjahilinya.
Setelah makanannya habis dia bingung harus apa dan memilih untuk masuk kembali ke mall itu dan kembali berkeliling, langkahnya terhenti saat melihat lantai yang dia pijak adalah lantai yang setiap tokonya menjual barang elektronik dia ingin melihat apa barang ini akan berfungsi disini. Dia mengambil laptop dan mulai mengoperasikan, tapi tidak ada sinyal. Dia mencoba berkeliling dan melihat apa ada toko yang menjual alat elektronik yang bisa memberikan sinyal, akhirnya dia mendapat kan itu disalah satu toko elektronik. Dia mencoba menyambungnya dengan laptop yang tadi dia ambil dan akhirnya bisa, dia tersenyum bangga tapi air matanya mengalir deras. Ya dia menangis karena dia berpikir bahwa setidaknya dia masih bisa mengawasi Daddy dan abangnya meskipun tanpa sepengetahuan mereka, Su Zu mulai mengotak ngatik laptopnya dan meretas CCTV disetiap daerah yang sering keluarganya lewati dan dia juga meretas CCTV yang ada do perusahaan daddy-nya, Abang nya dan Sendy juga CCTV mansion utama. Dia melihat hasilnya dan melihat apa yang sedang terjadi disana, mereka sedang beraktivitas tapi tak seperti biasanya. Mereka bertiga menjadi semakin dingin dan tidak tersentuh,
"Terimakasih dewa, setidaknya aku bisa mengobati rasa rinduku pada mereka. Aku tahu aku tak mungkin bisa mengubah takdir, tapi setidaknya aku takan terlalu tersiksa dengan rinduku ini" batin Su Zu
Setelah puas melihat itu, Su Zu membawa laptop dan alat satunya ke kamarnya kemudian menyimpannya dan dia keluar sari dimensinya. Saat dia keluar itu bertepatan dengan seseorang menerobos masuk, ya meskipun tak ada pengawal tapi selama ini mereka tak berani untuk bersikap begitu karena mencoba memahami Su Zu yang ingin menguatkan hatinya
"Zu'er" kata pangeran Lin
"Heummmm" jawab Su Zu dingin
"Apa kau tak mau memaafkan ayahanda, Gege jin dan Lue'er" kata pangeran Lin
__ADS_1
"Tidak juga" kata Su Zu acuh
"Lalu kenapa kau bersikap seperti ini" kata pangeran Lin
"Lalu aku harus bagaimana Gege, aku hanya ingin mereka benar-benar menyesali perbuatan mereka baru aku akan memaafkan mereka" kata Su Zu kemudian berjalan dan berdiri dekat jendela sambil menatap kearah halaman samping
"Mereka sudah benar-benar menyesal Zu'er, kau tahu kedua selir sudah dihukum dengan hukuman mati dan para putri yang membantu mereka sudah di kurung diistana dingin selama 6 bulan" kata pangeran Lin
"Lalu" kata Su Zu tanpa melihat pangeran Lin
"Apa kau tetap akan mendiamkan mereka seperti ini" kata pangeran Lin
"Gege paham tapi cobalah untuk menerima semuanya, kau tahu ini bukan sepenuhnya salah ayahanda dan Gege Jin dan Lue'er tapi ini ada campur tangan orang lain dan orang itu sudah dihukum begitupun dengan mereka yang sudah dihukum dengan rasa penyesalan mereka. Jadi Gege minta jangan tambah kan penderitaan mereka dengan hukuman darimu Zu'er" kata pangeran Lin
"Apa setelah aku memaafkan mereka, mereka akan menyayangi ku" kata Su Zu lirih
"Mereka pasti menyayangimu" kata pangeran Lin
"Baiklah Gege aku akan memaafkan mereka," kata Su Zu
__ADS_1
"Terimakasih" kata pangeran Lin kemudian memeluk Su Zu dari belakang
"Tapi Gege, bolehkah aku tidak menemui mereka sekarang?? aku masih belum siap" kata Su Zu
"Tapi..." kata pangeran Lin tergantung
"Aku mohon Gege, hanya satu bulan saja" kata Su Zu
"Janji, setelah satu bulan kau akan menemui mereka dan akan memaafkan mereka" kata pangeran Lin
"heummm iya, tapi jangan bilang pada mereka dulu kalau aku sudah memaafkan mereka" kata Su Zu
"baiklah" kata pangeran Lin
Su Zu berbalik dan membalas pelukan pangeran Lin, dia sangat merindukan abangnya jadi dia menganggap bahwa pangeran Lin adalah abangnya Deny meskipun sebenarnya pangeran Lin memang abangnya di zaman ini.
"Putri Xie Su Zu, aku sudah membuat mereka tiada sekarang tugasku terhadap dirimu adalah kasih sayang mereka setelah kau mendapatkan tugasku selesai hanya tinggal tugas untuk membuat dunia ini tetap aman saja" batin Su Zu dan akhirnya dia terlelap dalam pelukan hangat pangeran Lin
......***Maaf yah baru up, author baru beres latihan soalnya. Selalu dukung author biar makin semangat untuk mencari inspirasi agar novel ini berlanjut, takutnya tiba-tiba alur ceritanya acak-acakan. ......
__ADS_1
...Jangan lupa like, komen, juga vote biar author makin semangat nulis nya***. ...