
Skip
Setelah pangeran Han Chen Zhao menemui keluarganya, dia kembali kekediaman nya dan mendapati Su Zu masih di posisi nya.
"kau tidak mau pergi kemana" kata pangeran Han Chen Zhao
"Tidak, udah sore juga kan" kata Su Zu
"Jalan-jalan sore yuk" kata pangeran Han Chen Zhao
"Boleh, kemana tapi" kata Su Zu
"Kemana saja asalkan bersama" kata pangeran Han Chen Zhao
"Ok" kata Su Zu kemudian turun dari kasur
Merekapun akhirnya memilih untuk pergi ke taman kerajaan, dan melihat bunga-bunga disana.
"Jika anak kita perempuan, mau beri nama siapa" kata pangeran Han Chen Zhao
"Han Gao Lien" kata Su Zu
"Nama yang bagus, kalo laki-laki aku yang akan kasih nama" kata pangeran Han Chen Zhao
"okk" kata Su Zu
"Awssss Zhao awssss" ringis Su Zu
"Kenapa" kata pangeran Han Chen Zhao
"Perut aku sakit, iisshh sepertinya aku mau melahirkan" kata Su Zu
"Me.... melahirkan" kata pangeran Han Chen Zhao gugup
Pangeran Han Chen Zhao panik dan Langsung membawa Su Zu ke kediamannya, dia juga menyuruh penjaga untuk memanggil tabib kerajaan. Spirit Beast Su Zu keluar semua, bahkan Shali juga ada disana.
Su Zu berada didalam bersama tabib kerajaan dan juga Nagini, Su Zu sedang berusaha untuk melahirkan anaknya. Pangeran Han Chen Zhao dan anggota keluarga kerajaan Han yang lain menunggu diluar dengan perasaan cemas, mereka takut terjadi apa-apa pada Su Zu ataupun pada bayinya.
Saat sedang menunggu dengan perasaan yang amat sangat cemas, tabib itu keluar.
"Bagaimana kondisinya, apa dia sudah melahirkan?? Aku belum mendengar tangisan bayi, aku belum mendengar tangisan dari putra ataupun putriku" kata pangeran Han Chen Zhao
"Pangeran mohon maaf, sepertinya saat diawal kandungan banyak hal yang terjadi pada Puteri sehingga mempengaruhi kandungan tuan putri" kata tabib itu
"Apa maksudmu" kata pangeran Han Chen Zhao
"Pangeran harus memilih untuk menyelamatkan putrinya atau menyelamatkan tuan putri, karena kami tidak bisa menyelamatkan keduanya" kata tabib itu
"Apa yang kau bicarakan?? Mereka akan baik-baik saja mereka kuat" kata pangeran Han Chen Zhao
"Tapi pangeran" kata tabib itu
"Kau harus selamatkan keduanya, aku tidak bisa memilih salah satunya. Aku ingin keduanya, aku tidak bisa kehilangan salah satunya" kata pangeran Han Chen Zhao dengan berderai air mata dan terduduk dilantai
"Pangeran, selama kandungan mungkin tuan putri mengalami sedikit gejala dan menganggap itu hanya gejala biasa namun itu adalah akibat dari luka yang didapatkan. Mungkin saat mengandung tuan putri mengalami cedera, tapi karena kandungan tuan putri kuat tuan putri tidak mengalami keguguran saat itu. Tapi efek dari cedera itu terlihat sekarang" kata tabib
"Pangeran lebih baik anda ambil keputusan sekarang" kata Nagini
"Tidak, aku tidak bisa kehilangan salah satunya" kata pangeran Han Chen Zhao
"Zhao" teriak Su Zu dari dalam
Pangeran Han Chen Zhao pun langsung berlari masuk
"Sayang kau tenang yah, kalian pasti akan baik-baik saja" kata pangeran Han Chen Zhao
"Zhao" kata Su Zu
"Iya" kata pangeran Han Chen Zhao
"Aku akan melahirkan anakku" kata Su Zu
"Tapi jika kau memaksanya kau akan kehilangan nyawamu sendiri" kata Nagini
__ADS_1
"Tidak, itu tidak akan terjadi. Aku tidak bisa kehilanganmu" kata pangeran Han Chen Zhao
"Tenanglah, aku akan baik-baik saja" kata Su Zu
"Dengarkan aku, setelah melahirkan anak kita aku mungkin akan pergi tapi untuk menyelesaikan masalah dan hal lainnya. Aku akan kembali, jika tidak kalian bisa menyusul ku" kata Su Zu
"Apa maksudnya" kata pangeran Han Chen Zhao
"Aku akan kembali mengalami perpindahan waktu, entah itu kemasa depan atau kemasa lalu lagi" kata Su Zu
"Tapi" kata pangeran Han Chen Zhao
"Kau tidak akan kesepian, kita akan kembali bertemu" kata Su Zu
"Percayalah" kata Su Zu lagi
"Ta... Tapi" kata pangeran Han Chen Zhao
"Selamat kan saja istriku, aku bisa memiliki anak dilain waktu" kata pangeran Han Chen Zhao kemudian pergi
Akhirnya semuanya keluar dan Su Zu didalam masih berusaha untuk melahirkan anaknya
"Nagin" kata Su Zu
"Iya yang mulia" kata Nagini
"Aku bermimpi" kata Su Zu
"Mimpi apa" kata Nagini
"Anak ini akan tetap lahir, aku akan kembali berpindah dimensi, aku akan menjalani hari-hari ku seperti sebelumnya" kata Su Zu
"Maksudnya" kata Nagini
"Sepertinya akan ada kehidupan lain yang aku jalani, entah apa itu" kata Su Zu
"Lalu yang mulia" kata Nagini
"Dimimpi itu juga, dia memberitahu ku bahwa kalian bisa menyusul ku" kata Su Zu
"Ada sebuah buku yang menerangkan mengenai perpindahan waktu, dibuku itu diterangkan bahwa kalian bisa menyusul ku Setelah kalian berada dipuncak kultivasi seperti ku. Tidak lama setelah kalian berada dipuncak kultivasi, kalian akan mendapatkan pilihan untuk hidup abadi di dimensi ini, atau berpindah dimensi atau dunia. Tapi kalian akan menjadi sama seperti mereka yang ada dibenua itu" kata Su Zu
"Maksudnya" kata Nagini yang belum paham
"Jika kau pindah ke dunia modern, maka kau akan menjadi manusia biasa. Jika kau pindah ke dunia kultivator, kau akan menjadi kultivator. Intinya kau akan sama seperti yang lain" kata Su Zu
"Kenapa yang mulia bisa menjelaskan ini dan mengetahui ini" kata Nagini
"Proses melahirkan ini memang sakit Nagini, tapi dia dan aku kuat. Aku dan tabib istana sudah membicarakan ini sejak lama" kata Su Zu
"Lalu" kata Nagini
"Setelah aku melahirkan, aku akan langsung pergi" kata Su Zu
"Tapi yang mulia" kata Nagini
"Tenanglah, aku sudah menyiapkan semuanya. Shali dan Mandala akan kembali ke dimensinya, beberapa detik setelah anakku lahir, dan kekacauan nya akan selesai dengan mengembalikan kalian" kata Su Zu
"Apa maksudnya dengan kalian" kata Nagini
"Aku akan mengembalikan Fox juga kamu dan spirit beast yang lain ke hutan kegelapan dan kematian, juga Red dan yang lain untuk menjaga dimensi ini" kata Su Zu
"Ki... Kiya" kata Nagini sambil menangis
"Demi aku Nagin" kata Su Zu
"Tapi untuk hutan dan semua harta, aku tidak bisa karena semua itu akan terbawa" kata Su Zu
"Kenapa kami tidak bisa ikut" kata Nagini
"Aku tidak tahu" kata Su Zu
"Nagin aku sudah menjelaskan semuanya, jika kau Masih belum paham aku sudah secara sembunyi-sembunyi menulis semua mimpi itu didalam buku yang aku simpan di atas meja kerja ku. Nanti kau ambil dan bacalah, kemudian beritahu pada yang lain" kata Su Zu
__ADS_1
"Tabib, mari" kata Su Zu
"Baik tuan putri" kata tabib itu
Kemudian tabib itu membelah perut Su Zu membuat Su Zu meringis
"Apa yang kau lakukan, kau bisa membunuhnya. Meskipun s
Dia sangat sakti tapi dia manusia" kata Nagini
"Nagin, diamlah" kata Su Zu sambil memegang tangan Nagin dengan sangat erat bahkan kukunya menancap di kulit putih Nagin
"Enix" telepati Nagini dan Enix langsung datang
"Apa ini Kiya" kata Enix
"Terimakasih" kaya Su Zu
Tak lama proses melahirkan dengan cara sesar (bener gak sih) selesai.
"Terimakasih tabib" kata Su Zu sambil tersenyum
"Sama-sama yang mulia" kata tabib itu
"Selamat tinggal" kata Su Zu
Kemudian dia merapalkan sebuah mantra yang membuat Shali dan Mandala tersedot dan kembali kedimensi nya, keretakan kembali terjadi namun Su Zu mencoba menahan dan memperbaikinya dengan mengorbankan takdirnya sebagai pencipta (penarik). Kemudian Fox dan yang lain (termasuk Gra, Gri dan yang lain), menghilang dari sana. Hutan kematian dan kegelapan semakin mencekam dan semakin menakutkan, membuat siapapun tidak akan berani walau hanya untuk melintas.
Diluar terjadi hujan yang sangat lebat disertai dengan petir yang menggelegar dan bersahutan, belum lagi angin kencang seakan memberikan pertanda bahwa telah terjadi hal yang besar di sana.
Bayi yang dilahirkan oleh Su Zu menangis sangat kencang, Su Zu tersenyum kemudian menutup matanya.
"Tugasku selesai" kata Su Zu
Semua orang yang berada diluar kediaman kebingungan melihat Mandala dan Shali menangis kemudian menghilang, belum lagi spirit beast yang lain juga ikut menghilang. Cuaca yang secara tiba-tiba berubah, dan suara tangisan bayi yang sangat kencang.
Mereka merasakan takut, khawatir, heran dan bahagia secara bersamaan. Takut karena menantikan Su Zu melahirkan, khawatir kondisi Su Zu dan bayinya, heran karena Mandala dan Shali juga yang lain menangis dan tiba-tiba menghilang, juga bahagia karena mendengar suara tangisan bayi.
Namun belum selesai dengan rasa itu, rasa heran juga kembali hadir. Bukankah tadi pangeran Han Chen Zhao memilih untuk menyelamatkan Su Zu, tapi kenapa malah terdengar tangisan bayi?? Apa yang terjadi.
Mereka buru-buru masuk dan mendapati bayi yang ditidurkan disamping Su Zu yang sedang memejamkan matanya, mereka menangis. Tangis bahagia, karena berpikir keduanya bisa selamat. Merekapun menghampiri bayi dan juga ibunya,
"Sayang" kata pangeran Han Chen Zhao
"Zhao" kata Su Zu
"Terimakasih" kata Su Zu lagi
"Untuk" kata pangeran Han Chen Zhao
"Mencintai ku" kata Su Zu
"Aku yang harusnya berterimakasih karena sudah menerima ku apa adanya" kata pangeran Han Chen Zhao
"Tugasku sudah selesai, cari Nagini jika kalian merindukan aku" kata Su Zu
"Tapi ingatlah, jika kalian melakukannya pun kalian belum tentu kembali bersamaku. Relakan aku, semuanya akan baik-baik saja mulai sekarang" kata Su Zu
"Selamat tinggal" kata Su Zu kemudian menutup matanya dengan sangat rapat, seakan-akan dia tidak akan membukanya lagi.
Perlahan-lahan tubuh itu diselimuti cahaya membuat mereka yang ada disana menutup matanya, perlahan-lahan cahaya meredup dan mereka bisa membuka matanya. Tapi saat membuka matanya, mereka tidak mendapati Su Zu dihadapan mereka.
Mereka kebingungan, mereka mencari Su Zu sambil berderai air mata. Bahkan Zhao sangat kebingungan mencari Su Zu, tapi satu jawabannya. Mereka harus menemukan Nagini sesuai dengan keinginan Su Zu
Akhirnya dengan putus asa mereka memilih untuk menunggu waktu yang tepat untuk menemui Nagini, lagipula mereka percaya pasti ada kejutan yang akan sangat mengejutkan mereka akibat dari kejadian ini. Merekapun dengan tak rela menerima kenyataan ini, mereka harus rela meskipun mereka tidak bisa
**Yeyy akhirnya tamat juga, t
eiittssss tenang, author bakal lanjutin ceritanya ko. tapi ceritanya bakalan tetep disini kok, cuman ya dunia nya berbeda. Namanya juga TIME TRAVEL jadi ya wajar kan pindah??
Bukan apa-apa nih yah, inspirasi author di cerita jaman ini udah mentok banget, bener-bener gak jalan jadi ya mohon dimaklumi yah.
Terimakasih buat yang udah support author buat terus berkarya, author juga minta pendapatnya mengenai keputusan author ini.
__ADS_1
jangan lupa like komen dan vote yah biar author semangat**