Time Travel Kiyara

Time Travel Kiyara
Ibu kota


__ADS_3

Keesokan harinya


Kiya sudah bangun begitupun dengan kakek Tama, mereka segera bersiap sebelum pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar


"Kiya, sarapannya nanti aja yah kita cari buah-buahan. Dan uang yang nanti kita dapet buat kita beli makan siang" kata kakek Tama sambil mengelus kepala Kiya


"Iya kek" kata Kiya


Kakek Tama merasa bangga karena Kiya memahami kondisinya dan bisa menerima semuanya kenyataan yang ada, dia juga merasa kasihan karena bocah sekecil ini harus merasakan kejamnya kehidupan.


"Ayok" kata Kakek Tama kemudian mereka pergi mencari kayu bakar


Mereka menelusuri hutan dan sudah sampai di hutan bagian dalam, hutan yang jarang terjamah itu membuat kakek Tama dan Kiya mendapatkan cukup banyak kayu bakar. Mereka bisa menjual sebagian besarnya, dan bisa menggunakan untuk kebutuhan mereka juga.


"Kiya, ayo pulang" teriak kakek Tama kepada Kiya yang jaraknya cukup jauh dari kakek Tama


"Sebentar kek" kata Kiya kemudian berjalan namun kakinya tersangkut oleh akar


BUGHH


"Aduh" teriak Kiya cukup kencang membuat kakek Tama berlari menghampirinya


"Kenapa" kata kakek Tama khawatir


"Kaki Kiya tersandung" kata Kiya sambil menunjuk kearah kakinya yang memerah karena terjerat akar


"Sini kakek bantu" kata kakek Tama sambil memangku Kiya untuk bangun


Saat mereka bangun mereka melihat ada sesuatu dibawa tanah yang tergali akibat tertarik kaki Kiya, seperti sebuah kotak


"Kakek itu apa" kata Kiya


"Kakek tidak tahu" kata kakek Tama


Kiya berjalan dan mengambil benda itu yang ternyata merupakan sebuah kotak yang sudah sangat tua dan sepertinya rapuh


"Kotak kek" kata Kiya


"Kiya simpan saja mungkin itu milik orang" kata kakek Tama


"Kakek jika milik orang kita kembalikan saja" kata Kiya kemudian membuka kotaknya


"Ada kertas" kata Kiya


"Biar kakek lihat, siapa tau ini petunjuk dari pemilik kotak itu" kata kakek Tama, dan Kiya pun memberikan kertas itu


Kakek Tama membaca isi dari kertas itu, dan setelah selesai membaca dia menatap Kiya.


"Apa isinya kek" kata Kiya tak sabar

__ADS_1


"Dia bilang jika menemukan ini maka ini milik kita" kata kakek Tama


"Benarkah, kita lihat isinya lagi kek" kata Kiya


Mereka melihat isi dari kotaknya dan terkejut, pasalnya didalamnya terdapat emas batangan dan juga berlian. Bahkan jumlahnya lebih dari 2, mereka benar-benar terkejut


"I....iiii.....ini" kata kakek Tama terbata


"Ini mainan kan kek" kata Kiya polos


"Bu...bukan" kata kakek Tama


"Terus apa" kata Kiya murung


"Ini, nanti akan kakek jelaskan. Sekarang kita pulang dulu" kata kakek Tama kemudian memangku Kiya dan membawanya pulang tak lupa dengan kayu bakar yang ada di gerobak sederhana milik kakek Tama


Kakek Tama pergi menjual kayu bakar ke tetangga yang sering membeli kayu bakar yang dia cari, Setelah itu dia pulang bersama Kiya


"Sebenarnya apa nama benda ini?? Sangat cantik" kaya Kiya


"Itu emas dan berlian" kata kakek Tama


"Emas?? Berlian?? Apa itu kek, lalu kita apakan" kata Kiya


"Kakek tidak tahu" kata kakek Tama


"Tapi" kata kakek Tama


"Tapi apa" kata Kiya


"Ini miliknya, meskipun secara tidak langsung diberikan pada kita" kata kakek Tama


"Kakek mungkin orang itu sudah merelakannya makanya membuat surat itu, jika dia masih menginginkannya dia pasti akan mencarinya" kata Kiya polos


"Tapi ini tetap miliknya" kata kakek Tama,


"Kita tidak bisa mengambil milik orang lain" kata kakek Tama lagi


"Kita tidak mengambil kakek, kita menemukannya dan dia memberikannya. Sekarang ibaratkan saja kakek menemukan kayu, bukankah pemilik hutan itu tidak meminta kakek untuk mengembalikan kayu bakar yang sudah kakek temukan dan kakek jual" kata Kiya


"Dia benar, tapi. Setidaknya aku bisa memberikan kehidupan yang layak untuknya, dan memberikan masa depan yang baik untuk dia. Terimakasih untuk kamu pemilik harta ini, saya akan memanfaatkan ini sebaik mungkin" batin Kakek Tama


"Baiklah, kita akan menjualnya dan kita akan memberikan juga pada mereka yang membutuhkan" kata kakek Tama


"Baiklah kek" kata Kiya polos


"Setidaknya kakek menerima itu" batin Kiya


"Kakek kata orang-orang kehidupan dikota lebih menyenangkan" kata Kiya polos

__ADS_1


"Kau tahu darimana" kata kakek Tama sambil menatap Kiya


"Ya sering ada yang membicarakannya" kata Kiya


"Bisakah kita tinggal di kota kek" kata Kiya lagi


"Kenapa harus dikota" kata kakek Tama


"Kakek Kiya ingin melihat dunia yang kata kakek luas" kata Kiya


"Jika aku dan dia selamanya hidup disini, dia tidak akan menjadi orang sukses. Sekali lagi terimakasih untuk mu yang memiliki harta ini, aku akan menggunakan dengan baik" batin Kakek Tama


"Baiklah besok kita ke kota" kata kakek Tama


"Untung saja disana ada beberapa lembar uang yang bisa digunakan untuk biaya perjalanan ke kota" batin kakek Tama


"Sekarang makan dulu" kata kakek Tama dan menyodorkan makanan yang dia beli dari hasil menjual kayu bakar


"Baik kek" kata Kiya kemudian makan bersama


"Setidaknya kehidupannya akan lebih baik disana" batin Kiya


"Sepertinya kakek ini masih sangat muda, kenapa dipanggil kakek" kata Kiya


"Kakek memang masih muda, tapi jika kakek dipanggil paman oleh mu itu terasa sangat jauh" kata kakek Tama


"Ouh aku mengerti" kata Kiya kemudian melanjutkan acara makannya


Setelah selesai makan mereka membereskannya dan membereskan beberapa pakaian yang masih bisa di pakai sebelum mereka memiliki pakaian yang baru, dan mereka berniat sore ini juga mereka akan pergi ke kota.


"Kiya ayo, sore ini ada jadwal bus yang akan pergi ke kota" kata kakek Tama yang sudah menunggu di luar rumah


"Baik kek" kata Kiya kemudian datang


"Kamu siap" kata kakek Tama


"Siap kek" kata Kiya


Merekapun berjalan ke jalan raya untuk menaiki taksi dan pergi ke stasiun bus (bener kan yah), Setelah sampai di stasiun bus mereka menaiki bus yang tujuannya ke kota lebih tepatnya ibu kota negara A. Ya saat ini Kiya berada di negara A, negara yang banyak penduduknya berprofesi sebagai seorang pengusaha. Ya di negara ini hampir semua orang kaya mendirikan perusahaan dan merajai perdagangan, entah itu perusahaan yang bekerja di bidang makanan atau bidang lainnya yang pasti negara-negara lainpun banyak yang menjual dan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di negara ini (paham gak, kalo enggak paham-pahamin aja yah).


Saat ini Kiya sudah sampai di ibu kota, mereka sampai saat hari sudah malam bahkan mungkin sudah tengah malam. Kiya dan kakek Tama memilih untuk menginap satu malam di hotel terdekat sebelum mereka pergi untuk menjual benda berharga yang mereka temukan,


***Hai guys author comeback nih


Jangan lupa like komen dan vote yah


Maaf kalo ceritanya makin kesini makin gak seru, author udah susah cari inspirasi. Author juga lagi sibuk ujian, ditambah bulan puasa begini jadi makin banyak deh pikiran yang harus dipikirin. Maaf yah kalo gak seruπŸ™πŸ™πŸ™


bye***

__ADS_1


__ADS_2