
Saat ini Kiya dan juga Lio dkk sudah sampai di basecamp tempat mereka berkumpul, basecamp ini sebenarnya sebuah rumah yang mereka beli dari uang hasil mereka patungan. Meskipun tiidak semua anggota nya dari kalangan orang berada, tapi mereka berusaha untuk mengumpulkan uang dengan cara berdagang dan keuntungan ditabung dan akhirnya bisa membeli rumah ini. Meskipun tidak terlalu besar tapi bisa menampung semua anggota BST, dan yang mereka butuhkan bukan rumahnya tapi kebersamaannya.
"Yuk turun" kata Lio
"Iya bang" kata Kiya
Merekapun masuk ke rumah atau basecamp tempat Lio dkk berkumpul, saat masuk ke rumah itu Kiya disuguhi dengan keadaan rumah yang rapi meskipun banyak orang. Ada sekitar 50 orang yang saat ini ada dirumah itu, kenapa bisa dihitung?? Karena rumah ini hanya memiliki beberapa ruangan yang sudah di jelaskan oleh Lio pada Kiya, dan anggota BST juga sudah memberitahu siapa saja yang ada di basecamp dan yang akan ke basecamp dan juga yang tidak bisa hadir.
Meskipun hanya sebatas mengobrol dab nongkrong tapi orang tua mereka mengijinkan karena tempat tongkrongan mereka tidak menuntut atau tidak melakukan hal-hal yang merugikan, malah sering melakukan hal yang positif.
Merekapun duduk setelah menyapa satu sama lain, mereka semua menghormati atau menghargai Lio dkk karena Lio dkk merupakan ketua BST lebih tepatnya Al yang menjadi ketuanya dan Lio wakilnya. Alasannya mudah, karena diantara mereka Al dan Lio yang paling dewasa, pintar dan juga bisa diandalkan.
"Ada masalah" kata seseorang
"Masalah apa" kata Al
"Itu anak sekolah Galaxy bikin ribut" kata orang itu
"Terus yang jadi masalah" kata Lio
"Sandi cedera, masuk RS" kata yang lain
"Bicarain dulu baik-baik" kata Al
"Kita bisa, tapi Galaxy kasar karena kebanyakan dari mereka ikut eskul beladiri dan juga dijalan. Sedangkan kita?? Kita tidak terlalu suka kekerasan" kata yang lain
"Coba bicarain aja dulu, urusan mereka kasar dan yang lain kita liat nanti aja" kata Al
"Siap" kata orang itu
Kesisi Kiya
"Bang" kata Kiya
"Apa" kata Lio
"Masalah apa?? Galaxy??" Kata Kiya
"Biasa, mereka takut kalah saing gituh. Padahal sekolah abang gak pernah cari masalah" kata Lio
"Ouhhh terus cara beresinnya" kata Kiya
"Dibicarain" kata Lio
"Bukannya mereka jago beladiri" kata Kiya
"Iya" kata Lio
"Kalo BST banyak yang jago" kata Kiya
"Gak banyak malahan gak nyampe 50%, itu juga bisa belum jago kaya Galaxy" kata Lio
"Kenapa gak belajar" kata Kiya
"Belajar yang kayak gituh gak gampang nyari gurunya, belum lagi bayarannya" kata Lio
"Sejak kapan anak Daddy mikirin bayaran" kata Kiya
"Kamu udah sama Daddy lama, abang masih baru. Kehidupan abang gak sebaik seperti sekarang saat ada Daddy," kata Lio
"Kalo gitu aku cariin guru yah, abang kan tau aku juga bisa beladiri" kata Kiya
"Tapi" kata Lio ragu
"Urusan bayaran sama yang lainnya aku yang tanggung bang, demi keselamatan kalian. Bukan karena kalian sering cari masalah atau dapet masalah, kita kan gak tau mana kawan mana lawan bang" kata Kiya
"Yaudah kalo gituh" kata Lio
"Sekarang yah" kata Kiya
"Bisa" kata Lio ragu
"Heumm" kata Kiya kemudian menelpon seseorang
__ADS_1
tuuuutt
Panggilan tersambung
📞 "15 menit, 5 orang. Cari lokasi sendiri. Bawain motor juga buat gue" kata Kiya
📞 "Baik Queen" kata orang disebrang sana
Tut
Panggilan terputus
"Tunggu bentar" kata Kiya
"Siapa sih" kata Lio
"Ada deh" kata Kiya kemudian memainkan HP nya
"Dengan ini gue bisa sedikit tenang tentang abang, tinggal daddy dan mommy yang harus dijaga super ketat"batin Kiya
Tak lama terdengar suara motor yang berhenti didepan rumah itu, semua anggota BST sudah khawatir karena mengira sekolah Galaxy yang datang.
"Bang tenangin mereka, itu suruhan aku" kata Kiya dan Lio melakukannya
Kiya keluar dan menemui anggotanya KC (King Cobra) (ngasal ye) kemudian memberitahu agar mereka hanya bilang mengenal bukan bawahan. Dan mereka langsung paham, kemudian mereka berjalan dan berhenti diteras karena anggota BST sudah berada diteras dengan mendengar arahan Lio.
"Mereka siapa" kata salah satu anggota BST
"Yang cewek adek gue, kalo yang lainnya gue juga belum kenal" kata Lio
"Kenalin mereka kenalan gue yang bakalan latih kalian beladiri" kata Kiya
"Beladiri" kata anggota BST
"Iya, gue tadi denger masalah kalian dan gue berpikir bahwa kalian harus bisa beladiri. Meskipun kalian gak cari masalah, tapi buat jaga-jaga dari orang yang punya niat gak baik ke kalian" kata Kiya
"Tapi" kata Daffa ragu
"Urusan lainnya gue yang urus" kata Kiya
"Sekarang aja biar lebih cepet, mumpung kalian semangat juga dan ini masih cukup pagi" kata Kiya
"Kalian latih mereka gue mau balik" kata Kiya lagi
"Bang gue balik" kata Kiya kemudian berbalik
"Balik naek apa lo" kata Lio
"Tuh" kata Kiya sambil menunjuk sebuah motor sport dengan dagunya
"Serius bisa" kata Lio ragu
"Bisa" kata Kiya
Kenapa Lio meragukannya?? Karena Kiya masih dibawah umur, dan mengendarai kendaraan pribadi bisa membuatnya dalam masalah. Lalu kenapa dia malah membawa mobil?? Ya entahlah, dia juga tidak tahu kenapa jika dia berada dijalan dan ada polisi, polisi tidak pernah menilangnya makanya dia berani bawa mobil. Padahal itu ulah adiknya, dia memberitahu anggotanya untuk tidak menilang mobil dan motor dengan plat yang sudah di berikan daftarnya. Tapi yang paling mencolok adalah, plat motor maupun mobil milik Kiya dan keluarga akan berakhiran KY atau TM (ngasal) dan itu memudahkan polisi untuk bertugas dan tidak terkena masalah.
Lanjut
"Yaudah hati-hati yah" kata Lio
"Gue gak langsung pulang, tar kalo abang pulang duluan bilangin ke mommy Daddy aku ada keperluan" kata Kiya
"Iyah" kata Lio
Kiya mengendarai motor sport miliknya dan melesat meninggalkan basecamp BST ke suatu tempat, dia berkendara dengan kecepatan yang cukup tinggi membuat Lio dan abangnya merasa takut. Ya anggota BST tidak semuanya membawa kendaraan, meren lebih sering datang bersamaan karena dari arah yang sama.
Setelah berkendara cukup lama, akhirnya dia sampai di sebuah rumah mewah yang bagai istana. Rumah pribadi miliknya, rumah yang dia miliki sebelum perpindahan waktu. Ya dia menemui pengacara pribadinya dulu dan dia menyampaikan rahasia yang membuat semua hartanya kembali atas nama dia, ya dulu hartanya dikelola oleh sekertaris yang merupakan adik dari pengacara itu jadi dengan mudah semuanya kembali atas namanya.
Bukan dengan mudah, tapi ada sebuah rahasia atau password apabila kekayaannya ingin dipindah namakan. Itu sudah Kiya siapkan sejak dulu, dan yang mengetahui rahasia itu hanya dia, pengacara itu dan juga Sendy (Chen Zhao). Dulu Sendy juga sempat ingin mengambil alih karena kekayaan Kiya tidaklah sedikit, tapi banyak hal yang harus dia selesaikan sebelum kenygambil alih harta itu hingga akhirnya dia malah menyusul Kiya.
Kiya masuk ke dalam mansion itu dan menemui seseorang yang tengah sibuk dengan laptopnya, seorang pria yang memiliki perawakan yang tinggi dan juga sangat tampan. Dia adalah abang sekaligus sekertaris nya yang juga merupakan adik dari pengacara pribadinya, intinya dia dengan pengacara dan orang-orang disekitarnya memiliki hubungan dan juga rahasia tersendiri.
"Bang" kata Kiya
__ADS_1
"Heumm tumben kesini" katanya yang masih pokus pada pekerjaannya
"Iihh abang mah" kata Kiya merengek
"Dih sejak kapan Kiyara manja" katanya meledek
"Abang, aku itu ada dibadan bocah ya jadi ngerti kek" kata Kiya cemberut
"Yayaya, ada apa kesini" kata Rendy (sekretaris Kiya)
"Mau minta sesuatu" kata Kiya
"Apa" kata Rendy
"Beliin SMA dong, tapi yang elite gituh" kata Kiya
"Buat apaan" kata Rendy
"Ya mau sekolah lagi" kata Kiya sambil duduk di kursi single
"Udah S3, uda jago dalam segala hal, mau sekolah lagi?? Yang bener aja" kata Rendy
"Ya kan tubuh ini masih umur harus menempuh pendidikan, meskipun udah S3 lagi tapi bosen juga kalo cuman tiduran dirumah" kata Kiya
"Ya kerjalah" kata Rendy
"Abang mau mempekerjakan anak dibawah umur?? Mau kena hukuman??" Kata Kiya
"Kamu yang ngaturnya juga" kata Rendy
"Beda lagi urusannya" kata Kiya
"Udah gak usah banyak tanya, beliin terus masukin salah satu anggota kepercayaan gue disana dan jadiin kepala sekolah biar gue bisa bergerak bebas" kata Kiya kemudian berdiri dan pergi
Dia pun memilih untuk berkeliling kota, ya jalan-jalan aja daripada dirumah diem gak ada kerjaan. Dia terus mengendarai motornya dengan kecepatan sedang, tanpa dia sadari hari sudah sore. Dia masih berada disebuah restoran seafood, ya dia sedang makan karena merasa lapar setelah berkeliling. Seteleha selesai makan dan membayar tagihan, dia memilih untuk pulang.
Saat sampai dirumah, ternyata keluarganya sudah menunggu kepulangannya. Bagaimana tidak ditunggu, dia pulang melebihi jam makan malam
"Aku pulang" kata Kiya
"Abis darimana aja" kata Tn. Tama
"Keliling dad" kata Kiya
"Sama siapa" kata Tn. Tama
"Sendiri" kata Kiya
"Gak macem-macem kan" kata Tn. Tama
"Enggak dad" kata Kiya
"Udah ahk mau mandi dulu" kata Kiya kemudian pergi
"Makan dulu sayang" kata Ny. Tama
"Nanti aja mom, mau mandi dulu. Nanti kalo laper, turun lagi kok" kata Kiya sambil menaiki anak tangga
"Kamu manjain dia terus" kata Tn. Tama
"Bukan manjain Dad, mungkin dia emang ada urusan" kata Ny. Tama
"Yaudah yuk tidur" kata Tn. Tama
Kemana Lio?? Dia ada tapi tak bicara, dan saat Kiya pergi dia juga ikut pergi. Ya inilah keluarga Tama, sangat perhatian satu sama lain meskipun dengan caranya masing-masing. Orang-orang luar tidak akan melihat kasih sayang mereka satu sama lain, karena orang luar tidak mengetahui bahwa Tn. Tama memiliki putri tapi putra?? jelas tau karena pernikahan Tn. dan Ny. Tama menggemparkan dunia, tapi kenapa tidak mengetahui adanya Kiya?? Karena keinginannya untuk menutupi identitasnya yang asli.
Tapi orang-orang terdekat mereka mengetahui bahwa Lio punya adik, meskipun mereka menganggap bahwa adik yang Lio bilang hanyalah anak dari pembantu yang bekerja dirumah Lio. Kenapa bisa?? Karena ada anak dari Paman Bimo yang Lio anggap adik, karena mereka seumur dan satu sekolah juga akrab. Jadi jika Lio memperkenalkan siapapun sebagai keluarga nya, teman-temannya akan menganggap bahwa itu hanyalah anak dari para pekerja yang bekerja dirumah Lio.
(paham kan??)
Segini dulu yah
Jangan lupa like komen dan vote yah
__ADS_1
Makasih ❤️