
Hari ini Kiya sedang duduk di kamarnya dengan jari jemari yang bergerak lincah diatas sebuah keyboard laptop hitam miliknya, dia sedang memantau kegiatan seseorang yang sedang menjadi targetnya.
"Kau akan secepatnya ingat apa yg terjadi padaku dan keluarga ku, namun saat kau ingat kau sudah harus kembali bertemu dengan hal yang paling kau takutkan. KEMATIAN" kata Kiya dengan sebuah smirk yang menghiasi wajah cantiknya
Setelah puas dengan kegiatannya, dia memilih untuk keluar dan menuju ke ruang makan. Dia sudah melewatkan sarapan karena terlalu lelah dan baru bangun saat hari menjelang siang, bahkan dia bangun saat waktu sudah menunjukkan waktunya makan siang tapi dia masih enggan untuk turun dan memilih untuk mengotak atik laptopnya, alhasil dia keluar saat hari sudah sore.
"Sore nona" kata kepala pelayan yang melihat Kiya berjalan di tangga
"Selamat sore paman" kata Kiya
"Apa nona membutuhkan sesuatu" kata kepala pelayan itu yang bernama paman Wahyu
"Aku mau makan paman" kata Kiya
"Baik nona akan saya munta pelayan untuk menghangatkan makanan" kata paman Wahyu
"Tida usah paman, aku mau membuat sesuatu" kata Kiya
"Apa perlu bantuan nona" kata paman Wahyu
__ADS_1
"Tidak perlu paman" kata Kiya kemudian berjalan ke arah dapur
Saat di dapur semua pelayan yang bekerja disana terkejut karena nona nya datang ke dapur,
"Apa ada yg nona butuhkan?" Kata salah satu pelayan
"Aku ingin memasak sesuatu" kata Kiya
"Biar saya saja nona yang menyiapkan masakan untuk nona, atau mau saya hangatkan makanannya" kata pelayan itu
"Tidak perlu, aku akan memasak sendiri" kata Kiya
"Tidak ada bantahan, kalian istirahat saja dulu" kata Kiya
"Tapi....." Kata pelayan
"Tidak ada bantahan" kata Kiya tegas
"Ba...baik nona" kata pelayan
__ADS_1
Akhirnya Kiya pun memulai mengambil bahan-bahan yang mereka butuhkan, setelah itu dia memotong-motong bahan itu dan mulai memasak.
Setelah cukup lama berkutat dengan peralatan dapur, akhirnya masakannya selesai juga dia masak. Setelah itu dia membawanya ke meja makan dan mulai memakannya, yah masakannya tidak pernah gagal karena ya dia sudah sering memasak.
Setelah selesai makan, dia kembali ke kamarnya dan mandi kemudian dia pergi jalan-jalan. Ya bukan hanya jalan-jalan saja, melainkan memantau keadaan sekitar siapa tau ada hal yang mencurigakan.
Saat melewati sebuah rumah yang sepertinya sudah lama kosong, dia merasakan sebuah hawa yang familiar. Rasanya benar-benar familiar membuat dia berhenti sejenak dan memperhatikan rumah itu, tapi lama kelamaan perasaan itu semakin menghilang membuat dia memilih untuk pergi.
"Ada perasaan aneh, perasaan apa itu rasanya sangat familiar tapi aku tidak tahu apa" kata Kiya sambil memukul setir
setelah itu dia kembali berkeliling dan menikmati udara sore hingga hari menjelang malam, saat malam sebelum memutuskan untuk pulang ke rumah dia memilih untuk pergi ke restoran dulu untuk mengisi perutnya yang sudah berdemo minta di isi. Setelah selesai makan, baru lah dia pulang dan istirahat.
***Hai semuanya, maaf banget nih author baru update.
akhir-akhir ini author bener-bener sibuk, bener-bener gak ada waktu buat up. Author lagi cari kerja kan author baru lulus SMK, nanti kalo author udah kerja, author bakal usahain buat up secara teratur jadi mohon doa nya yah
minta doa nya yah
jangan lupa like komen dan vote juga
__ADS_1
bye-bye ❤️***