
Mereka ada di dimensi kalung
"Kiya kita ada dimana" kata Ren
"Ini adalah dimensi kalung milikku, ini mungkin luasnya seperti sebuah kota kecil" kata Kiya
"Wahhhh ini indah" kata Nu Nu
"Iya ini sangat indah, apalagi banyak tanaman herbal yang sepertinya sudah berumur lebih dari 50 tahun" kata Ren terkagum
"Iya disini memang memiliki banyak herbal yang lebih dari umur 50 tahun bahkan ada yang berusia 2000 tahun, karena waktu disini dan diluar itu sangat jauh berbeda. Jika kita ada disini selama 1 hari itu sama dengan 1 jam didunia luar," kata Kiya
"Benarkah" kata mereka bersama
"Iya, aku akan mengajak kalian berkeliling" kata Kiya
"Ayo" kata mereka kompak
Merekapun berkeliling dan melihat kebun milik kiya yang menurut mereka sangat luas, padahal itu hanya sebesar 5 % dari kebun yang kiya miliki di dimensi gelangnya. Mereka memasuki rumah dan hanya melihat ruangan pertama dilantai pertama yang hampir penuh diisi oleh keranjang yang berisi berbagai jenis herbal, dan sisanya hanya ada ruangan kosong dapur dan 3 kamar tidur. Mereka keluar dan berkeliling lagi di dan mereka sampai di kolam air surgawi (seperti danau karena cukup luas untuk disebut kolam), mereka bingung kenapa ada danau disini dan bertanya
"Kiya kenapa ada danau disini" kata Nu Nu
"Itu adalah danau air surgawi" kata Kiya
"Air surgawi, bukankah itu hanya ada beberapa tetes saja di benua ini dan itupun ada di sekte atas awan saja" kata Nu Nu
"Ya itu hanya satu botol giok saja, karena aku memiliki pusat airnya. Eummm kalian coba saja minum, kalian akan merasakan khasiatnya" kata Kiya
Mereka menurut yang kiya katakan dan mereka merasa tubuh mereka sangat nyaman, dan bertenaga
"Ini sangat nyaman" kata Ren
"Iya aku merasa tubuhku lebih ringan dan bertenaga" kata Nu Nu
"Air inilah yang menghilangkan racun yang menumpuk dalam diriku selama aku kecil" kata Kiya
"Maksudnya" kata mereka
"Dalam tubuh putri Xie Su Zu sudah banyak racun, racun itu sudah dia makan sejak lama mungkin ketika dia berumur 5 tahun. Oleh karena itu dia tak bisa berkultivasi dan juga buruk rupa" kata Kiya
"Ouh begitu, bolehkah jiejie mandi disini Kiya." Kata Nu Nu
"Baiklah jiejie dan Gege gantian untuk mandi aku akan menunggu kalian di dalam, jangan saling mengintip oke" kata Kiya
"Oke" kata Nu Nu tapi Ren malah bengong
__ADS_1
"Kenapa Ge" kata Kiya
"O..oke itu apa" kata Ren
"Oke itu baiklah" kata Kiya
"Ouh ok kalau begitu" kata Ren
Kiya pergi ke rumah kemudian masuk kamar.
"Fox, keluar" kata Kiya kemudian fox ada dihadapannya
"Ada apa Kiya" kata Fox
"Kemarilah" kata kiya kemudian Fox duduk di ranjang samping Kiya
"Eummm apa aku harus membuat organisasi pembunuh bayaran Fox, tapi aku sudah tak mau terlibat dalam dunia seperti itu" kata Kiya
"Jika kamu sudah tak ingin kenapa harus dipaksakan" kata Fox
"Tapi siapa yang akan melindungi dunia ini" kata Kiya
"Kau memang diberikan amanat oleh tuanku yang terdahulu untuk melindungi dunia tapi itu bukan berarti kau harus memaksanya, kau hanya tinggal berusaha semampu mu karena jika terlalu dipaksakan itu takan baik Kiya" kata Fox
"Begini saja, bagaimana jika kamu membuat mereka yang nanti akan menjadi pekerja rumah makan mu sebagai pencari informasi" kata Fox
"Itu bisa saja Fox, tapi apa itu akan membuahkan hasil" kata Kiya
"Tentunya akan meskipun sedikit, tapi jika ada sedikit informasi kau bisa menggali nya menjadi lebih dalam dengan mengandalkan mereka yang mampu nantinya" kata Fox
"Kau benar Fox, eumm ouh iya bukankah aku sudah mendapatkan 4 telur dimana mereka" kata Kiya
"Mereka masih ada ditempat nya karena kau masih belum meneteskan darahmu ditelur itu" kata Fox
"Aku selalu lupa Fox" kata Kiya
"Kau ini" kata Fox
"Nanti saja yah setelah anak buahku berkultivasi baru aku akan menetes kan darahku pada telur-telur itu" kata Kiya
"Terserah kau saja" kata Fox
"Eummm Fox jika bisakah aku menemui keluarga ku di zaman modern, aku sangat merindukan mereka Fox" kata Kiya
"Bisa hanya saja kau bisa bertahan disana selama 2 jam saja" kata Fox
__ADS_1
"Itu sudah cukup Fox, dan apakah aku bisa memindahkan sebuah bangunan dari sana" kata Kiya
"Bisa saja, tapi bukan dipindahkan tapi disalin. Karena jika dipindahkan itu akan menggemparkan Kiya" kata Fox
"Baguslah setidaknya aku bisa memindahkan pusat pembelanjaan agar aku bisa tak terlalu kebosanan dengan makanan dari zaman ini" batin Kiya
"Baiklah nanti setelah aku mendapat anak buah dan setelah mengontrak telur itu aku ingin menemui keluarga tersayang ku" kata Kiya
"Baiklah Kiya" kata Fox
"Kemarilah aku ingin memelukmu" kata Kiya
Fox pun mendekati kiya dan mereka berpelukan, jika diperhatikan ada rona merah di pipi Fox. Mau bagaimana dia itu laki-laki yang sudah berumur dan normal, dan posisi ini sangat intim. Setelah berpelukan cukup lama akhirnya Kiya melepaskan pelukan itu
"Eummm aku akan menemui mereka karena mereka pasti sudah selesai" kata Kiya
"Lalu aku" kata Fox
"Kembali ke dimensi gelang dan makanlah yang banyak agar kekuatan mu cepat pulih" kata Kiya
"Baiklah kiya" kata Fox
Setelah Fox pergi Kiya keluar dan menemui Nu Nu juga Ren yang sudah selesai berendam, Kiya melihat itu tak terlalu terkejut karena dia pernah merasakan itu.
Dia melihat laki-laki dengan tinggi sekitar 180 dengan hidung mancung, rahang tajam, alis dan bulu mata yang tebal dengan mata coklat, bibir tipis berwarna pink, rambut hitam panjang dan tubuh yang putih bersih dan mulus.
Ada seorang wanita yang tingginya sekitar 165 yang sangat cantik dengan bibir Semerah ceri, mata coklat, alis dan bulu mata tebal dan lentik, kulit putih tapi agak pucat, dan badan yang pas dengan porsi mukanya. Sangat serasi mereka berdua, pikir Kiya
"Ini" kata Kiya sambil menyerahkan cermin
"Wahhhh ini apa ini benar aku" kata Nu Nu
"Apa ini aku" kata Ren
"Iya siapa lagi" kata Kiya
"Sungguh perubahan yang terlalu indah Kiya" kata mereka
"Sudahlah sekarang ayo kita keluar dan pergi ke pasar gelap, aku akan membeli beberapa orang budak untuk menjadi pegawai rumah makan ku nanti" kata Kiya
"Ouh iya ini cadarnya, dan Gege ini topeng saja" kata Kiya sambil menyerahkan satu cadar tipis dan topeng yang hanya menutupi area mata
"Baiklah" kata mereka kemudian mengenakan pemberian kiya itu
Jangan lupa like, komen juga vote yah biar author semangat. ouh iya author bakal bikin crazy up kalo banyak yang kasih support lewat komen juga like, Terim kasih.
__ADS_1