
Keesokan harinya kiya sudah bangun dan semua persiapan untuk pergi ke pasar sudah siap, dia mandi kemudian makan. Setelah itu mereka berangkat menuju desa terdekat untuk menyewa kereta agar mereka tak perlu berjalan kaki, bisa saja Kiya berteleportasi tapi dia tak mau menunjukkan ilmunya dulu.
Di perjalanan sesekali mereka berhenti untuk sekedar makan dan istirahat, sebenarnya ada pasar yang sudah kiya lewati tapi pasar itu hanya pasar kecil dan tidak memiliki banyak persediaan jadi kiya lebih memilih untuk pergi ke pusat kota untuk belanja karena pasti banyak barang menarik dan dia juga berniat untuk menetap disana.
Setelah menempuh waktu sekitar 2 hari kiya sudah sampai di pusat kota dan ketika turun dia menjadi pusat perhatian karena melihat pakaiannya yang mewah dan kiya menggunakan cadar untuk menutupi kecantikannya. Kiya mencari rumah makan karena hari juga sudah siang dan sekarang kiya sudah ada di depan rumah makan
"Selamat siang tamu terhormat" kata pelayan
"Siang, saya ingin memesan ruang pribadi" kata Kiya
"Bisa tamu terhormat, tapi ada harga untuk menyewa ruang pribadi" kata pelayan
"Berapa" kata Kiya
"2 koin emas" kata pelayan
"Kenapa sangat mahal" kata Nu Nu
"Itu sudah ditentukan manajer kami nona" kata pelayan
"Baiklah antarkan kami ke sana" kata Kiya
"Baiklah mari" kata pelayan
Kemudian kiya mengikuti pelayan itu untuk keruangan pribadi, ketika sampai kiya memberikan 3 koin emas sebagai bayaran untuk ruangan dan upah mengantarkan.
"ini terlalu banyak tamu terhormat" kata pelayan
"Tak apa itu juga bonus untuk mu" kata Kiya
"Terimakasih tamu terhormat" kata pelayan
"Sekarang aku pesan menu terbaik disini, juga teh" kata Kiya
"Baiklah tamu terhormat" kata pelayan tersebut kemudian turun untuk menyiapkan pesanan kiya
Sambil menunggu Kiya mendengarkan pembicaraan disekitarnya (karena pendengaran tajam),
"Kau tahu katanya akan ada pelelangan" kata A
"Iya katanya ada banyak hal yang dilelang, bahkan pihak dari kerajaan lain pun sudah berkumpul hanya untuk mengikuti acara lelang" kata B
"Aku jadi penasaran apa saja yang dilelang sehingga mendatangkan pihak dari kerajaan lain" kata C
"Iya jika kita kesana kita harus membayar setidaknya 10 koin perak" kata A
__ADS_1
Ketika sedang pokus mendengar kan datang pelayan yang mengantarkan makanan
"Kau kemari sebentar" kata Kiya
"Iya tamu terhormat" kata pelayan
"Apa benar akan ada pelelangan" kata Kiya
"Iya tamu terhormat, besok akan ada pelelangan di balai obat mawar. Katanya akan banyak dari kerajaan tetangga yang datang karena banyak barang langka yang dijual, juga ada spirit beast yang dilelang." Kata pelayan
"Terimakasih ini bayarannya" kata kiya kemudian memberikan 2 tael emas
"Terimakasih tamu terhormat" kata pelayan
"Ouh aku lupa, berapa yang harus aku bayar untuk makanan ini" kata kiya
"4 tael mas dan 50 koin perak tamu terhormat" kata pelayan
"Ini sisanya untuk mu" kata kiya memberikan 5 tael emas (tael emas itu satu koin yah, soalnya gak tau perhitungan aslinya)
"Terimakasih tamu terhormat" kata dia kemudian pergi
"Kau dapat banyak uang dari mana Su Zu" kata Nu Nu
"Jiejie" beo Nu Nu
"Iya, dan sekarang biasakan memanggil ku Meimei atau kiya pun tak papa" kata Kiya
"Kiya" beo Nu Nu
"iya Kiya" kata Su Zu
"Baiklah, lalu sebanyak apa harta yang kau dapatkan" kata Nu Nu
"Eummmm itu, aku mendapatkan sekitar 10.000.000 keping emas dan banyak koin lainnya juga setumpuk uang kertas" kata Kiya polos
"Pu...putri..apa... Benar" kata Nu Nu
"Benar jiejie aku menemukan itu didalam goa dan ada surat yang bilang bahwa itu untuk ku jika aku menemukan nya" kata Kiya
"Baiklah aku percaya padamu, sekarang habiskan makanan mu. Kita masih harus mencari bahan keperluan Kita untuk makan di tempat pengasingan" kata Nu Nu
"Jiejie bagaimana jika kita tinggal disini saja dan membeli rumah" kata Kiya sambil mengunyah makanannya
"Nanti jika yang mulia raja tahu bagaimana" kata Nu Nu khawatir
__ADS_1
"Bukankah aku sudah banyak berubah jiejie jadi mereka takan kenal padaku, lalu untuk urusan jiejie nanti aku akan membawa jiejie kesatu tempat agar jiejie semakin cantik" kata Kiya
"Baiklah jiejie akan ikut apapun keputusan mu, tapi jika nanti ada yang datang ke gubuk dan mencari kita bagaimana" kata Nu Nu
"Begini saja, setelah kita mendapatkan tempat tinggal kita cari seseorang untuk menjadi anggota kita lalu buat dia menjadi kuat dan kita bisa meminta dia untuk mengawasi gubuk kita dan jika ada seseorang kita langsung kesana" kata Kiya
"Baiklah jiejie ikuti semua keinginan mu" kata Nu Nu
"Jiejie yang terbaik" kata kiya
Kemudian mereka menikmati makanan mereka dengan tenang, setelah selesai dia menyuruh kusir kereta nya untuk mencari penginapan untuk mereka bertiga dan memberikan satu kantung koin perunggu dan beberapa koin emas untuk dia makan juga. Kia menyuruh kusir itu untuk melakukan itu karena kiya ingin berkeliling pasar dan mencari orang untuk menjadi anggota nya
Setelah kusir kuda pergi bersama kereta yang dia sewa sebelum ke pusat kota kiya dan Nu Nu mulai berkeliling dan membeli banyak persediaan untuk makan mereka dan disimpan di cincin penyimpanan yang kiya berikan pada Nu Nu. Setelah itu mereka mencicipi jajanan dan berjalan-jalan, tapi ketika sedang asik berjalan perhatian Kiya teralihkan pada seorang pemuda yang sepertinya sedang menjual sesuatu. Akhirnya kiya menemui pemuda tersebut dan melihat apa yang sedang pemuda tersebut jual
"Hey" kata Kiya
"Iya nona" kata pemuda tersebut
"Apa kau sedang menjual sesuatu" kata Kiya
"Iya nona, saya sedang menjual cincin milik ibu saya" kata pemuda itu
"Kenapa dijual" kata Kiya
"Saya hanya hidup sendiri dan membutuhkan makan nona" kata pemuda itu
"Kau butuh koin" kata Kiya
"Sangat butuh nona" kata nya Senang
"Apa nona mau membeli cincin ini, harganya hanya 2 koin perak saja nona" kata nya sambil menunjukkan sebuah cincin
"Eummmm tapi itu pemberian ibu mu" kata Kiya
"Tak apa nona, setidaknya saya bisa makan hari ini" kata nya
"Begini saja, cincin itu kau simpan dan kau antar kan aku ke penjual rumah nanti aku akan memberikan beberapa koin emas" kata Kiya
"Benarkah" kata nya Senang
"Tentu saja" kata Kiya
"Baiklah" kata nya kemudian memimpin jalan kesebuah bangunan seperti sebuah toko dan itu adalah sebuah tempat penjualan rumah.
Tanpa kiya sadari dari dia berbelanja kebutuhan dapur sampai dia berbicara dengan pemuda yang menjual cincin ada 2 orang yang memerhatikan dia dari jauh, lebih tepatnya satu orang tapi di temani 1 orang lain. Dia tidak lain adalah pangeran Han Chen Zao yang sedang berada di kerajaan Tang karena ingin ikut dalam pelelangan, tapi dia malah bertemu dengan seseorang yang pernah dia temui dihutan. Kenapa dia bisa tahu bahwa itu kiya, itu karena perhiasan yang menjadi kesepakatan untuk menjadi pemandu jalan kiya gunakan dan perhiasan itu hanya ada 1 di benua Chi (perhiasan khusus pesanan pangeran Han Chen Zao yang berniat dia berikan pada ibundanya ketika nanti sembuh, tapi perhiasan itu malah dia berikan pada seseorang yang membuat ibunda nya sembuh. Meskipun tak terlalu rugi baginya menukarkan beberapa barang yang biasa saja dengan herbal yang sangat langka)
__ADS_1