
Keesokan harinya Su Zu bangun kemudian bersiap untuk mengantarkan pihak kerajaan lain kembali ke kerajaan mereka masing-masing, setelah selesai bersiap dia pergi ke gerbang dan mendapati semua orang sudah berkumpul disana. Dia berdiri diantara para Gege nya, dia melihat satu persatu rombongan kerajaan meninggalkan kerajaan. Saat giliran kerajaan Han, Su Zu dipanggil oleh raja Han untuk mendekat dan Su Zu berjalan mendekat kemudian memberikan salam.
"Kau akan menjadi menantu setelah Zhao'er menyelesaikan pelajaran dia disekte jadi bersabarlah, dan kau harus sering berkunjung ke kerajaan Han untuk menemui aku dan ibunda dari tunangan mu" kata Raja Han
"Iya ayah, Su Zu akan sering kesana" kata Su Zu
"Kemarilah Zu'er" kata permaisuri
"Iya ibunda permaisuri" kata Su Zu kemudian mendekat
"Zhao'er adalah pemuda yang baik, kau pasti tau bagaimana dia. Jadi jangan pernah meragukan apapun padanya" kata permaisuri
"Tapi ibunda, bukankah ketika diluar atau diistana dia akan dingin tapi kenapa kepadaku dia sangat cerewet" kata Su Zu dengan nada seperti anak kecil yang sedang mengadu
"Kata siapa aku tidak begitu" kata pangeran Han Chen Zhao menyangkal
"Lihatlah aku bicara begitu saja dia menyahut, bukankah jika orang lain bertanya dia akan diam saja dan memakai ekspresi temboknya yang dingin itu" kata Su Zu sambil menyontohkan ekspresi dingin dan datar
"Kau" kata pangeran Han Chen Zhao kemudian mendekat tapi Su Zu berlari dan bersembunyi dibelakang permaisuri dan para selir
"Ibu tolong ada singa mengamuk" kata Su Zu
Dan akhirnya terjadilah kejar-kejaran diantara Su Zu dan pangeran Han Chen Zhao dan membuat pihak kerajaan Tang dan Han tertawa terbahak-bahak begitupun dengan orang yang melihat tingkah mereka.
"Abang kau minta maaf aku, aku takan melakukannya lagi" kata Su Zu sambil terus berlari
__ADS_1
"Abang takan memaafkan mu sebelum abang menghukum mu" kata pangeran Han Chen Zhao berlari dan dia menangkap Su Zu
"Sekarang kau kena" kata pangeran Han Chen Zhao memeluk Su Zu kemudian menggelitik Su Zu
"Hahah....hahahah abang.... Hahahahh berhenti hahahh.... Abang aku mohon hahahah" kata Su Zu
"Ada syarat nya" kata pangeran Han Chen Zhao
"Apa hahahah...." Kata Su Zu
"Cium dulu" kata pangeran Han Chen Zhao
"Baiklah hahahah..." Kata Su Zu kemudian pangeran Han Chen Zhao menghentikan kelitikannya
Cup
"Sudah, eummm sekarang ayo kembali. Tapi abang bagaimana kalau Abang dan jendral kesayangan Abang itu berlatih bersama ku saja," kata Su Zu
"Eummm bukankah kau akan ada disekte" kata pangeran Han Chen Zhao
"Aku sudah berhenti" kata Su Zu
"Lalu caranya, tidak mungkin abang langsung bilang bahwa akan tetap disini kan" kata pangeran Han Chen Zhao
"Abang kembali ke kerajaan abang terus ke sekte dan bilang akan berhenti atau apalah alasannya, kemudian temui orang yang ada rumah makan Fang, atau balai obat Fang atau BL dan bilang disuruh Miss Kiya untuk menemuinya nanti tunjukkan ini dan mereka akan paham juga percaya" kata Su Zu kemudian memberikan giok identitas bahwa dia tamu penting yang sering BL gunakan
__ADS_1
"Baiklah, yaudah ayo yang lain pasti udah nunggu" kata pangeran Han Chen Zhao setelah mengambil identitas itu dan memasukkannya
"Ouh iya spirit beast abang tinggal dimana" kata Su Zu
"Ini" kata pangeran Han Chen Zhao menunjukkan tangan kirinya dan terdapat cincin berbentuk spirit beast miliknya
"Eumm kasihan, kemarikan cincin penyimpanan abang" kata Su Zu
"untuk apa" kata pangeran Han Chen Zhao
"untuk spirit beast abang tinggal" kata Su Zu dan pangeran Han Chen Zhao menurut
"Eummmm ini sudah" kata Su Zu setelah membacakan mantra pada kedua cincin itu dan mereka menggunakannya kembali dan satu cincin di titipkan untuk Jendral Zu
"Ayok" kata Su Zu kemudian berjalan lebih dulu dan menghampiri para selir dari Raja Han
"Ibu, ibu harus jaga kesehatan yah kalau ada apa-apa hubungi Zu'er" kata Su Zu pada permaisuri dan para selir
"Kau juga Zu'er" kata selir agung
"Pasti" kata Su Zu
"Baiklah ayo kita mulai perjalanan" kata raja Han
"Baiklah" kata anggota keluarga kerajaan Han
__ADS_1
kemudian pihak kerajaan Han pergi menggunakan kereta kuda mereka masing-masing, dan juga kuda untuk para pangeran.