Time Travel Kiyara

Time Travel Kiyara
Rahasia II


__ADS_3

Keesokan harinya


Kiya bangun kemudian mandi dan berpakaian, setelah itu dia duduk di kasur dan menatap HP nya yang selama ini tidak dia aktifkan. Ya HP yang dulu dia gunakan saat berada di keluarga Adipati, Sekarang dia tidak mengaktifkan hp itu karena tidak mau keluarganya menghubungi dia sebelum urusannya selesai.


"Aku tahu kalian khawatir, tapi bersabarlah aku akan secepatnya kembali. Aku seperti ini agar kalian tetap baik-baik saja, tidak boleh ada yang menyakiti kalian karena aku sudah sangat menyayangi kalian meskipun kalian bukan keluarga kandung ku" kata Kiya pelan


Karena tidak mau larut dalam perasaanya, Kiya memilih menyimpan HP itu dan turun ke bawah untuk sarapan. Dia mendapati kakeknya sedang menikmati secangkir teh hangat di meja makan


"Kakek" kata Kiya


Seseorang yang mendengar suara yang sangat dia rindukan itu langsung berbalik dan mendapati orang yang dia rindukan berada di belakangnya, dia langsung berdiri dan memeluk Cucunya itu.


"Akhirnya kau mau keluar juga" kata kakek Cris


"Maaf membuat kakek khawatir" kata Kiya


"Apa kau baik-baik saja, selama ini kau tidak pernah keluar untuk makan." Kata kakek Cris khawatir sambil melepaskan pelukannya


"Aku baik-baik saja kek, selama ini banyak persediaan makanan di kamar ku" kata Kiya


"Benarkah" kata kakek Cris memastikan


"Benar kek, sekarang mari sarapan" kata Kiya kemudian duduk dan mulai memakan sarapannya


Setelah selesai sarapan, Kiya dan kakek Cris duduk diruang tengah.


"Apa yang sebenarnya terjadi" kata kakek Cris


"Ayolah tidak ada hal besar yang terjadi, hanya hal-hal kecil yang aku ketahui" kata Kiya santai


"Hal kecil" beo Kakek Cris


"Iya hal kecil yang seseorang tutupi dari dunia ini" kata Kiya dan kakek Cris hanya diam


"Aku tahu seharusnya tubuh itu sudah mati saat terjadi kecelakaan pesawat saat pemilik aslinya pulang dari negara J, tapi jiwa seseorang memasuki tubuh itu dan menggantikannya" kata Kiya dan membuat kakek Cris menatapnya


"Aku tahu kau terkejut kenapa aku bisa mengetahui hal ini, hal yang bahkan tidak diketahui oleh siapapun termasuk anak buahmu yang bernama Rosa yang sangat kau banggakan" kata Kiya


"Itu artinya kau juga sudah tahu tujuanku ada disini dan bertahan hingga saat ini" kata Kakek Cris dingin


"Ya aku tahu" kata Kiya


"Baguslah, jadi aku tidak perlu repot-repot menjelaskannya padamu" kata kakek Cris dingin


"Jadi bayaran apa yang akan aku dapatkan kalau aku menyelesaikan semua ini" kata Kiya


"Bukankah ini juga tanggung jawab mu?? Kenapa kau meminta bayaran untuk itu??" Kata kakek Cris dingin


"Aku tidak akan meminta bayaran materi tuan, aku hanya ingin kau memastikan keselamatan keluarga ku dan dendammu akan terbalaskan secepatnya" kata Kiya

__ADS_1


"Kau bernegosiasi dengan ku?? Dengan pendiri MOON??" Kata kakek Cris dingin


"Aku tahu kau pendiri MOON, kau juga memiliki keahlian yang tidak bisa diremehkan karena sudah menempati tubuh itu lama. Bahkan sebelum ibuku dewasa, tapi kau juga tidak bisa meremehkan aku dan aku tidak bisa membahayakan keselamatan keluarga ku" kata Kiya dan kata-kata itu sukses membuat kakek Cris diam dan merenung sejenak


"Baik, aku akan memastikan keselamatan mereka dan kau harus pastikan dendamku terbalaskan" kata kakek Cris dingin


"Dengan senang hati" kata Kiya kemudian pergi ke kamar nya


"Aku bukan tidak mau membantumu kakek, tapi aku harus memastikan keselamatan kalian semua. Setelah dendam kita terbalaskan, kita akan hidup dengan tenang" batin Kiya


Setelah itu Kiya memilih untuk masuk kamar dan memanggil Rosa untuk menemuinya, setelah Rosa datang dia menjelaskan rencananya dan Rosa mendengarkan semuanya dengan baik.


"Apa nona akan baik-baik saja" kata Rosa


"Kenapa menanyakan hal itu" kata Kiya


"Ini terlalu beresiko" kata Rosa


"Bukankah ada kau yang akan selalu disamping ku" kata Kiya


"Iya tapi nona...." Kata Rosa


"Apa kau tidak percaya dengan kemampuan mu sendiri??" Kata Kiya


"Bukan seperti itu nona, saya hanya khawatir saya tidak bisa menjaga nona" kata Rosa


"Kau punya waktu satu bulan untuk mengasah kemampuan mu, setelah satu bulan kau harus siap dalam segala hal" kata Kiya


"Baik nona" kata Rosa


"Kau bisa pergi" kaya Kiya


"Baik nona, saya permisi" kata Rosa kemudian keluar dari kamar Kiya


"Aku harus kembali melanjutkan penelitian" kata Kiya kemudian masuk ke dimensinya dan melakukan penelitian mengenai pil-pil yang ada disana,


Selain meneliti pil dia juga meneliti buah juga tanaman herbal yang berguna dijaman kuno dulu, dia juga membaca buku-buku yang ada disana. Ya siapa tau ada buku yang bermanfaat untuk dia pelajari, dan ya ada beberapa buku yang benar-benar berguna dan memberikan dia petunjuk. Dia membawanya keluar dan membacanya, setelah selesai membaca sebuah senyuman atau smirk muncul di bibir indahnya.


Kemudian dia memilih untuk mengoperasikan komputer dan mengerjakan berkas-berkas kantor yang sudah dia tinggalkan lama, kakeknya juga sudah tahu bahwa dia orang paling kaya didunia ini tapi karena pengaruhnya terhadap dunia membuat kakeknya juga bungkam. Lagipula siapa yang mau membahayakan dirinya dengan muncul sebagai orang paling kaya, dia tidak sebodoh itu membahayakan nyawa cucu satu-satunya itu.


Skip 1 bulan kemudian,


Kiya selama ini mengerjakan pekerjaan kantornya juga mengintai targetnya, dia terus memantau dengan siapa saja targetnya bergabung dan siapa saja yang menjadi orang-orang terdekatnya. Dengan mengetahui hal-hal besar seperti itu membuat rencananya akan cukup mudah berjalan karena sudah mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, meskipun awalnya Kiya sudah melakukan pengintaian itu tapi tetap saja dia ingin tahu dalam satu bulan ini atau dalam satu hari apakah ada seseorang yang akan menjadi pendukungnya atau menjadi temannya. Dia tidak bisa gegabah mengabaikan hal-hal kecil sekalipun, karena akibatnya tidak akan hanya membahayakan dirinya tapi juga keluarga dan orang-orang terdekatnya yang mungkin tidak bersalah dan tidak ada sangkut pautnya dengan urusan ini.


Kakeknya juga sudah menjelaskan beberapa hal yang dia dapatkan dalam pengintaian yang dilakukannya selama ini, meskipun informasi itu sangat kecil dan ada beberapa yang sudah dia ketahui tapi dia menerima semua laporannya agar bisa disesuaikan atau digabungkan dengan informasi yang dia dapatkan.


Dia juga mempersiapkan peralatan yang mungkin akan berguna untuknya, selain peralatan ada juga obat-obatan yang dia sediakan. Beberapa dia racik sendiri, dan itu membuat anggota MOON kebingungan. Darimana anak berusia 15 tahun mengetahui manfaat dari tanaman, bahkan mereka harus melakukan penelitian beberapa tahun untuk memastikan manfaat itu. Mereka bingung karena dalam buku maupun internet tidak ada yang pernah menjelaskannya, tapi sekarang mereka melihat sendiri bagaimana obat atau ramuan itu dibuat dan bekerja. Mereka benar-benar tidak bisa meremehkan remaja yang sekarang ada dalam organisasi mereka,mereka merasa beruntung karena Kiya ada dipihak mereka jika dipihak musuh mereka pasti tidak akan berumur panjang.


Saat ini dia tengah menikmati harinya tanpa kegiatan ataupun penelitian, hari ini jadwalnya benar-benar kosong. Bahkan urusan kantornya sudah dia bereskan, dan tinggal bersantai. Saat tengah menikmati segelas wine di balkon kamarnya, ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya dan setelah dia mempersiapkan orang itu untuk masuk dia mendapati seorang wanita cantik yang selama satu bulan ini tidak ada disampingnya tengah berjalan masuk. Jika orang lain yang melihatnya mereka akan terpana dan jatuh cinta pada wanita itu, tapi dalam penglihatan Kiya wanita ini sangat berbahaya. Banyak rahasia yang dia tutupi dengan tatapan dinginnya, banyak kejadian yang membuat dia seolah tidak memiliki rasa. Dia terlihat benar-benar kejam, dia tidak akan mengampuni musuhnya apapun yang terjadi, sekalipun dia harus kehilangan segalanya dia akan tetap mengejar targetnya.

__ADS_1


"Kau sudah kembali Ros" kata Kiya


"Iya nona" katanya


"Berarti kau siap untuk semua kemungkinan yang akan terjadi nanti" kata Kiya sambil menggoyangkan gelasnya


"Siap nona" kata Rosa


"Bagus, besok kita akan memulai semuanya Ros" kata Kiya


"Baik nona" kata Rosa


"Kau masih ingat dengan rencananya" kata Kiya


"Masih nona" kata Rosa


"Bagus, siapkan dirimu Ros" kata Kiya kemudian berjalan masuk dan menyimpan gelasnya di nakas


"Kemarikan tanganmu" kata Kiya


"Untuk apa nona" kata Rosa


"Kau akan tahu nanti" kata Kiya


Rosa memberikan kedua tangannya namun kiya hanya menarik tangan kiri Rosa yang membuat Rosa menurunkan tangan kanannya, Kiya mengoleskan sebuah tisu yang sepertinya sudah di baluri alkohol agar tidak terasa sakit saat terkena suntikan. Namun setelah dioleskan itu, yang Kiya keluarkan bukan suntikan melainkan sebuah belati. Hal itu membuat Rosa menatapnya bingung, dia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan nonanya padanya.


"Aku akan menanamkan sebuah alat yang bisa melacak keberadaan, aku bisa melacak keberadaan mu dan kau juga bisa melacak keberadaan ku karena aku juga menanamkannya ditubuh ku" kata Kiya kemudian melukai tangan Rosa dsn memasukan sebuah benda kecil kedalam luka itu kemudian dia menjaitnya.


"Ini tidak akan ada yang bisa mendeteksi, dan ini akan membaik dalam satu Minggu" kata Kiya


"Terimakasih nona" kata Rosa


"Istiralah" kata Kiya


"Tapi nona" kata Rosa


"Hari ini tidak ada kegiatan apapun dan aku tidak akan kemanapun jadi kau bisa istirahat" kata Kiya


"Baik nona" kata Rosa


"Permisi" kata Rosa lagi kemudian pergi


"Setidaknya dia akan berguna" kata Kiya sambil membaringkan tubuhnya di kasur dan terlelap


Hai author comeback nih


jangan lupa like komen dan vote yah


Terimakasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2