
keesokan harinya Kiya memutuskan untuk keluar dan pergi ke pasar untuk jalan-jalan tapi saat disana tak ada hal yang menarik, tapi dia melanjutkan perjalanan untuk mencari toko yang cukup luas yang akan dijual atau setidaknya ada lahan kosong yang ada di pasar itu. Saat berkeliling dia melihat ada lahan kosong di tengah pusat kota tapi lahan kosong itu seperti bekas bangunan yang dihancurkan. Dia melihat ada seseorang yang berdiri tak jauh dari lokasi lahan itu sepertinya berumur 35 tahun.
"Eummm paman siapa pemilik lahan ini" kata Kiya
"Ada apa nona apa nona ingin membelinya" kata nya
"Iya paman" kata Kiya
"Pemiliknya saya sendiri Nona" katanya
"Benarkah, kalau begitu berapa harga lahan ini paman" kata kiya
"Karena ini lahan kosong harganya 10 tael emas nona" kata nya
"Kenapa murah" batin Kiya
"Itu harga yang mahal Kiya" kata Fox
"Ini terlalu murah fox, lihatlah lahannya cukup luas" kata Kiya
"Tapi itu kenyataannya Kiya" kata Fox
"Baiklah" kata Kiya
"Eummm apa benar segitu paman" kata Kiya
"Eummm nona jika itu kemahalan tak apa jika 8 tael emas juga" kata nya
__ADS_1
"Eummm bukan begitu paman, eummmm baiklah aku akan membelinya" kata Kiya kemudian mengeluarkan 1 kantung berisi 25 tael emas
"Ini untuk paman gunakan sebaik mungkin yah paman" kata Kiya
"Ini terlalu banyak nona" kata nya
"Tak apa ini keberuntungan untuk paman karena aku sedang membutuhkan lahan" kata Kiya
"Baiklah nona terimakasih banyak nona" kata nya
"Sama-sama paman" kata Kiya
"Saya permisi nona, saya harus membeli obat untuk istri saya" kata nya
"Obat apa" kata Kiya
"Dia sedang mengandung nona jadi saya harus memberikan pil agar kandungan nya kuat" kata nya
"Terimakasih nona terimakasih banyak, saya permisi" katanya kemudian pergi
"Eummm aku tak mungkin melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan pada kediamanku untuk membangun kedai disini, lalu bagaimana aku harus menyelesaikan bangunan ini kurang dari 1 bulan" batin Kiya
"Eummm Kiya kami bisa menjadi manusia dan bisa membantu mu untuk membuat rumah makan seperti yang kau inginkan" kata dragon
"Benarkah" batin Kiya senang
"Benar Kiya" kata Enix
__ADS_1
"Baiklah besok kalian mulai mengerjakan ok" kata Kiya
"Apa itu oke" kata mereka
"Oke itu baiklah" kata Kiya
"Oke Kiya" kata mereka
Kemudian kiya kembali pulang lalu istirahat karena lelah, dia bangun siang hari karena merasa lapar tadi pagi belum sarapan. Kiya meminta Fox untuk mengambil ikan di danau yang ikan hasil dari sungai, Fox memberikan 6 ikan dengan berat sekitar 2 kg sesuai instruksi kiya. Kiya tahu pasti Fox dan yang lain akan ikut makan makanya dia memutuskan untuk membuat banyak, setelah membersihkan ikan Kiya meminta Fox untuk menyiapkan bahan-bahan nya kemudian Kiya mulai meracik bahan itu dan mengolahnya dengan ikan yang besar. Tak lama ikan itu jadi kemudian Kiya menyuruh Fox dan yang lain keluar untuk makan bersama, awalnya yang lain ragu tapi saat melihat Fox sangat menikmati itu akhirnya mereka mulai makan dan setelah suapan pertama mereka sangat takjub dengan rasanya hingga mereka makan dengan lahap. Setelah selesai makan mereka beristirahat karena kekenyangan, begitupun dengan Kiya karena memang sudah waktunya dia tidur siang. malamnya Kiya bangun dan yang lain juga bangun
"Fox kau ingat bahwa aku ingin menemui keluarga ku" kata Kiya
"Iya Kiya, apa ingin sekarang" kata Fox
"Kira-kira disana sudah malam atau masih siang" kata Kiya
"Disana baru fajar Kiya" kata Fox
"Baiklah sekarang kita pergi Fox" kata Kiya semangat
"Eumm kalian masuk ke dimensi lagi aku akan pergi bersama fox saja" kata Kiya
"Baik Kiya" kemudian mereka pergi dan menyisakan Kiya juga Fox
"Kau siap Kiya" kata Fox
"Siap Fox" kata Kiya
__ADS_1
"Baiklah" kata Fox kemudian merapalkan mantra dan membuat segel yang rumit, tak lama ada lingkaran dibawah kaki mereka dan mereka seperti tersedot oleh lingkaran tersebut.
Saat membuka mata Kiya sudah berada di kamarnya, kamar yang sangat dia rindukan. Kiya membuka pintu kemudian turun dan memasak makanan laut yang dia ambil dari dimensinya (masih bisa digunain yah) dia memasak lobster, cumi, kerang, gurita, dan ikan lainnya. Dia juga memasukan itu di kulkas untuk persediaan Daddy dan abangnya, mungkin karena mendengar bunyi berisik dari dapur penghuni rumah bangun dan melihat ada apa di dapur. Betapa terkejutnya mereka ketika melihat seseorang yang sudah meninggal beberapa hari yang lalu kini berdiri dihadapan mereka dan sedang memasak, tapi tak ada yang berani bertanya karena mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri nona nya dimakamkan.