
Kyuhyun berjalan sambil tersenyum senang di tangannya ada sebuah bungkusan kain dari sutra, isi nya adalah buku yang baru saja Mentri Kim beli dari pedagang Yuan. Buku itu akan ia berikan pada Hyunmie sebagai hadiah pertunangan.
Seharusnya bukan Kyuhyun yang mengantarkan buku itu, tapi karena semua orang sedang sibuk dengan senang hati Kyuhyun yang mengantarnya. Lagi pula hari ini ia mendapat libur dari raja karena lukanya yang belum sembuh benar.
Langkah Kyuhyun terhenti ketika suara Kecapi menghentikan langkahnya, nada dan suaranya sangat pas membuat Kyuhyun sesaat menikmatinya. Seolah mengingat sesuatu Kyuhyun tersenyum sendu.
"Pasti Hyunmie yang memainkannya." Gumam Kyuhyun sambil kembali melanjutkan langkahnya ke kediaman mentri Park, Kyuhyun sudah tidak sabar bertemu dengan Hyunmie. Saat Kyuhyun sampai di pekarangan kediaman Mentri Park, suara Gayageum itu berhenti.
Kyuhyun langsung pergi ke halaman samping setelah bertanya pada pelayan yang tadi membukakan pintu untuknya. Saat itulah Kyuhyun bisa melihat Hyunmie yang sedang berbicara dengan senyuman khasnya, sesaat Kyuhyun kembali terpaku dengan senyum itu, senyuman yang selalu ia rindukan tapi ketika tahu siapa yang membuat Hyunmie tersenyum Kyuhyun mengetatkan rahangnya. Kyuhyun kembali melanjutkan langkahnya lalu mendekat ke arah dua orang di depannya yang masih berbagi cerita.
"Suara Gayageum dari sini sangat indah, seindah orang yang memainkannya." Ucapan Kyuhyun sukses membuat keduanya menatap Kyuhyun terkejut.
"Oh Kyuhyun_ssi kau datang?" Kyuhyun tersenyum pada Hyunmie yang juga di balas sama oleh Hyunmie tapi setelah itu menatap orang di samping Hyunmie tajam. Membuat orang itu yang tak lain adalah Hagi mengerti.
"Nona sepertinya saya harus kembali belajar sekali lagi maafkan saya." Hyunmie mengangguk lalu mempersilahkan Hagi pergi dan mempersilakan Kyuhyun duduk.
Dari kejauhan Hagi hanya menatap keduanya penasaran ada hubungan apa mereka berdua, keduanya kelihatan sangat akrab. Seolah mengingat sesuatu Hagi membulatkan matanya terkejut lalu menatap keduanya yang saling melempar senyum.
"Jangan-jangan calon tunangan nona Hyun adalah tuan Kim Kyuhyun?" Saat itulah entah kenapa Hagi merasa kehilangan oksigen, dadanya terasa sesak. Hagi menatap keduanya sendu.
"Bukankah itu bagus? Kenapa aku malah tidak suka?" Hagi menarik nafasnya lalu menggeleng pelan, dia harus fokus pada apa yang menjadi alasannya kemari, bukannya terlibat perasaan yang akan menyusahkannya nanti.
Hagi kembali ke halaman belakang lalu mulai membuka bukunya kembali, tapi Hagi kembali melamun pikirannya sudah tidak fokus hingga tidak menyadari ada yang memperhatikannya curiga.
"Tidak baik memikirkan seseorang yang sebentar lagi akan menikah." Ucapan itu sukses membuat Hagi terlonjak kaget, dengan cepat Hagi menatap ke arah belakang dan menatap orang yang kini menatapnya tidak bersahabat, tidak seperti kemarin malam orang itu menatapnya penuh rasa terimakasih. Dengan cepat Hagi berdiri lalu menunduk tidak berbicara.
Orang itu lalu duduk di tempat Hagi tadi lalu dengan pelan menyuruh Hagi ikut duduk.
"Jangan pernah sekalipun berniat untuk menarik perhatian nona mudamu, aku tidak suka. Kau harus ingat di mana posisimu." Ucapan Kyuhyun sukses membuat Hagi mengangkat alisnya bingung.
'Memang kenapa kalau aku dekat dengan nona Hyun' Hagi bergumam dalam hati, dia tidak berani berkata seperti itu ketika Orang di hadapannya sepertinya dalam kondisi mood yang jelek.
__ADS_1
"Baik tuan, maaf jika apa yang saya lakukan membuat tuan marah." Orang di hadapan Hagi menarik nafas lemas lalu mengangguk senang.
"Kau tahu aku ini sangat menyukaimu, itu kenapa aku juga merekomendasikanmu menjadi partner kerjaku. Kau tidak seperti kebanyakan pelayan lain, kau berbakat dan cerdas. Jadi jangan membuatku marah dan menyesali keputusanku." Hagi menatap Kyuhyun terkejut, ucapan Kyuhyun membuat jantungnya berdetak kencang ucapan Kyuhyun yang mengatakan betapa dia menyukai Hagi membuat Hagi sedikit melayang, walaupun Hagi tahu Kyuhyun mengatakannya bukan dalam konteks yang Hagi pikirkan. tapi Sekali lagi Hagi kembali menatap Kyuhyun heran apa sekarang Kyuhyun sedang cemburu padanya tidak ingin bertanya Hagi hanya mengiyakan ucapan Kyuhyun.
"Baiklah aku ingin tahu sampai mana kau belajar? Aku ingin kau lulus." Kali ini Hagi kembali melihat tatapan Kyuhyun yang bersahabat lalu menghelah nafas pelan. Sepertinya Kyuhyun cepat sekali berubah mood, membuat Hagi harus ekstra hati-hati pada orang di hadapannya.
'Orang ini sepertinya masih salah paham.' Hagi bergumam dalam hati lalu mulai menjawab semua pertanyaan yang Kyuhyun berikan lewat buku yang ada di hadapannya.
Kyuhyun menatap Hagi terkejut, semua pertanyaan yang Kyuhyun lontarkan di jawab tanpa ada kesalahan, sepertinya memang Kyuhyun merekomendasi orang yang tepat untuk mendampingi Yang mulia. Ada sedikit rasa iri juga di hati Kyuhyun karena Hagi dengan mudah menghafal semua isi buku di hadapannya, tapi dengan cepat Kyuhyun menepisnya.
"Kau lagi-lagi membuatku terkejut Hagi, setelah keterampilan bermain pedang yang kau kuasai, kecerdasanmu jauh dari prediksiku. Lalu kenapa kau tidak memanfaatkan kelebihanmu itu untuk ujian negara?" Hagi tersenyum kecil, orang di hadapannya tidak tau saja jika di masa depan Hagi bahkan tidak harus ikut ujian apapun untuk mendapatkan posisi bagus di organisasi apapun, hanya karena menghargai tradisi keluarganyalah Hagi memilih menjadi Dokter itupun setelah mendapat persetujuan Ayahnya yang melarangnya melakukan aktivitas apapun yang tidak bisa di pantau ayahnya sebelum berumur 20 tahun.
"Ayah saya tidak pernah mengizinkan saya tuan, lagi pula saya tidak bisa menetap di satu tempat. Saya sekeluarga berpindah dari satu tempat ketempat lain. Kemarin keluarga saya di bantai pasukan Jurchen saya jadi tidak punya pilihan lain." Mendengar nama Jurchen di sebut wajah Kyuhyun nampak berubah serius tidak sesantai sebelumnya.
"Jika kau lulus dan mendampingi Yang Mulia, aku akan merekomendasikanmu untuk ikut di medan perang melawan Jurchen. Kau bisa membalaskan dendammu sekaligus melindungi yang mulia." Hagi mengerutkan keningnya seolah kembali menyusun puzzlenya Hagi kembali menemukan titik penting di sini.
"Apa tuan yakin soal itu?" Hagi menatap Kyuhyun ragu tapi hanya di balas senyuman kecil dari Kyuhyun.
Sementara Hagi setelah Kyuhyun pergi dia nampak berpikir keras tapi setelah itu dia nampak menghelah nafas frustasi lalu setelah itu malah tersenyum senang.
"Sepertinya aku sudah gila." Hagi bergumam pelan ketika semua pikirannya keluar silih berganti.
Hagi memutuskan mengakhiri membacanya lalu pergi menuju dapur untuk mencari sesuatu untuk di makan, bibi Ma dan pelayan perempuan lain sepertinya sedang pergi ke pasar. Bibi Cha sepertinya masih melayani nyonya Park di kamarnya.
Hagi menatap dapur hampa, tidak ada makanan yang bisa di makan selain bahan mentah. Jika saja ada bumbu dapur yang lengkap seperti di masa depan mungkin Hagi sudah memasak sekarang, mengingat Hagi sangat suka Memasak. Tapi disini bahkan garam saja sangat mahal, untuk ukuran rumah seorang mentri saja, rumah ini bahkan harus menyembunyikan garam di ruangan nyonya Park.
"Sudahlah aku lebih baik menunggu eomma datang." Akhirnya Hagi kembali keberanda dan menunggu ibu angkatnya kembali.
****
Sesuai perkiraan Hagi ujian di lakukan layaknya seperti seleksi bodyguard di masa depan, selain pengetahuan di bidang teori seleksi juga di lakukan secara praktek. Hagi dengan mudahnya lulus di kedua ujian tanpa halangan dia mendapatkan nilai paling besar, yang membuatnya menjadi pusat perhatian. Hagi bahkan membuat Raja yang saat itu mengamati dari jauh proses seleksi tertawa senang.
__ADS_1
"Mataku memang tidak salah, bukankah begitu Kyuhyun_ssi?" Kyuhyun hanya mengiyakan pertanyaan Raja yang masih menatap Hagi penuh antusiasme, selama ini hanya Kyuhyun yang bisa membuat Raja seantusias ini saat seleksi dan dia semakin bangga ketika Hagi orang yang dia rekomendasikan juga sama berbakatnya dengan dia bahkan mungkin lebih.
Ayah dan Hyungnya juga sama senangnya mereka mendapatkan orang berbakat seperti Hagi di kubu mereka. Saat hasil ujian di umumkan hanya dua orang yang lulus, Hagi dan juga anak mentri Shin yang lulus. Dan hari itu status Hagi naik bukan lagi seorang pelayan tapi seorang pengawal kerajaan.
Hal itu sontak membawa nama baik keluarga Park semakin naik, setelah sebentar lagi akan ada pernikahan antara keluarga Kim dan keluarga Park, di angkatnya Hagi menjadi pengawal membuat dukungan untuk keluarga itu naik.
Bahkan Hagi menjadi sangat dekat dengan Raja Sejong, beliau selalu meminta pendapat padanya apa lagi jika masalah rakyatnya, keduanya juga sering menyamar keluar istana hanya untuk melihat seperti apa perkembangan rakyat Joseon. Ketika utusan Yuan datang Hagi tidak pernah jauh dari Raja, karena Hagi yang sangat pasih berbahasa Yuan.
Awalnya kedekatan keduanya memancing rasa cemburu para pengawal lain, tapi sifat Hagi yang begitu perhatian dan juga setia kawan membuat semuanya tidak bisa berhenti menyayangi Hagi. Terlebih Hagi semakin dekat dengan Kyuhyun, walaupun berusaha untuk menolak Hagi tidak bisa menghentikan perasaan yang semakin kuat pada Kyuhyun. Keduanya selalu mendapatkan tugas bersama, menambah intensitas kebersamaan mereka. Walaupun entah kenapa hingga sekarang mungkin hanya Kyuhyun saja yang masih menganggapnya seorang Pria.
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat Hagi mungkin sudah melupakan siapa dirinya jika saja dia tidak melihat pakaian mendakinya di masa depan yang tidak sengaja ia temukan di antara tumpukan bajunya. Hagi bahkan mulai berpikir jika selamanya mungkin Hagi akan tinggal disini. Rasa bersalah datang di dalam hati Hagi ketika mengingat mungkin semua orang di masa depan masih sangat mengkhwatirkannya. Mengingat dia harus kembali kemasa depan membuat Hagi merasa sedih, dia harus meninggalkan seseorang yang sudah sangat sulit untuk Hagi lupakan, Kim Kyuhyun.
Hagi mulai berpikir kembali, sampai sekarang masih belum ada titik terang baru kenapa dia bisa ada di sini, semua kebetulan yang ia alami selama ini berhubungan dengan apa yang ia lakukan di masa depan, tapi semuanya tidak terlihat lagi ketika dia sudah menjadi pengawal Raja Sejong.
"Aku masih belum mendapatkan informasi lagi tentang Jurchen? Padahal di masa depan ibu sering sekali membahas tentang itu." Hagi kembali berpikir, selama dia menjadi pengawal Raja dia sama sekali tidak mendapatkan info apapun tentang pasukan pemberontak itu.
"Aku harus bertanya pada Kyuhyun." Saat akan keluar kamar, Hagi terkejut bukan main ketika Raja Sejong sedang menunggunya di luar kamar padahal hari ini adalah hari liburnya.
"Yang mulia? Apa yang membawa Yang Mulia kemari?" Hagi langsung memberi hormat membuat Raja Sejong tersenyum kecil.
"Apa aku menganggu liburanmu?"
"Tentu saja tidak Yang mulia." Hagi menjawab dengan cepat membuat Raja Sejong tertawa.
"Begitukah? Kalau begitu bisakah kau ikut denganku?" Hagi menatap Raja Sejong yang langsung berubah serius. Tanpa membantah Hagi hanya mengikuti Raja Sejong dari belakang. Hagi sesekali menatap para pengawal Raja yang mengikuti di belakangnya lalu bertanya pelan dimana Kyuhyun berada karena seingat Hagi hari ini Kyuhyun tidak libur. Tapi para pengawal hanya menyuruh Hagi untuk diam.
Raja Sejong juga tidak berkata apa-apa selama di perjalanan, berbeda sekali dengan biasanya. Dan Hagi cukup terkejut ketika Raja Sejong berhenti di hadapan rumah Bordir yang tidak asing untuknya, karena dia suka sekali datang kemari entah itu bersama rekan pengawal lain ataupun ibu angkatnya, rumah bordir nyonya Young ae. Yang membuatnya terkejut bukanlah rumah bordir ini, tapi karena Raja yang ingin masuklah yang membuatnya terkejut.
"Jangan berpikir buruk dulu, aku akan menjelaskannya di dalam." Seperti mengerti keterkejutan Hagi, Raja Sejong memberi penjelasan pada Hagi lalu menarik Hagi masuk ke dalam rumah bordir.
__ADS_1
bersambung