
Rasa cemburu itu mulai berlebihan
Tapi aku menyukainya
♡♡♡
Suara tepuk tangan bergemuruh di balai utama istana, ketika penampilan penari yang tampil dengan indah, menarik perhatian semua orang di ruangan itu, menyadarkan Kyuhyun juga Raja Sejong yang memiliki ekspresi berbeda setelah penampilan penari itu berakhir.
Terlihat jelas jika Raja Sejong terpukau dan juga tersenyum senang karena akhirnya bisa melihat betapa cantik pengawal kesayangannya jika berdandan seperti wanita kebanyakan. Walaupun Raja tahu pasti sedikit sekali yang menyadari jika kini penari yang tersenyum padanya adalah pengawalnya, mengingat di awal Raja Sejong juga sempat tidak sadar jika penari itu adalah pengawalnya, Hagi.
Tapi tidak dengan Kyuhyun, namja itu awalnya juga terpukau dengan tarian Hagi lalu ekspresinya berubah terkejut setelah tahu itu Hagi tapi berubah menjadi marah ketika merasa di bohongi, semakin Hagi bergerak lincah rasa amarah Kyuhyun malah bercampur dengan rasa khawatir.
"Dia bodoh atau apa? Kenapa harus selincah itu?" Kyuhyun menggeram marah, matanya semakin memperhatikan wajah Hagi dengan teliti. Entah itu karena riasan, wajah Hagi sama sekali tidak menunjukan apapun hanya saja keringat mulai membasahi pelipisnya.
Perlahan rasa amarah hilang di wajah Kyuhyun yang ada di hatinya sekarang hanya rasa cemas dan khawatir juga berharap agar tarian ini cepat selesai. Ketika tarian itu benar-benar selesai dan Hagi keluar dari balai utama, saat itu juga Kyuhyun keluar untuk bergegas ke ruangan yang tadi sempat ia datangi.
Sementara Hagi setelah keluar dari balai utama wajah Hagi nampak tegang, Hagi bisa merasakan jika luka di perutnya kembali terbuka, apa lagi reaksi tonik yang ia minum mulai ia rasakan tubuhnya mengigil menahan rasa dingin juga sakit secara bersamaan.
"Ha... Hagi kau berdarah..." beberapa giseng yang berjalan di belakang Hagi terkejut ketika darah mengalir dari kaki Hagi. Hagi mulai berjalan oleng dan hampir ambruk jika saja nyonya Young ae tidak menahan tubuhnya yang melemah.
"Jangan berteriak, kau panggilkan Nam young sekarang juga." Nyonya Young ae menatap tajam giseng tadi dan tanpa di perintah dua kali giseng itu langsung pergi lebih dulu untuk memanggil Nam Young yang masih menunggu di ruangan yang di sediakan untuk para giseng.
Sementara yang lainnya mulai membantu nyonya Young ae agar Hagi tidak ambruk di tanah, terlihat jelas jika nyonya Young ae khawatir pada Hagi.
"Kau tidak seharusnya bergerak selincah tadi, kau tahu lukamu masih baru. Kenapa kau bodoh sekali." Nyonya Young ae hanya bisa mendesah marah, dia tidak mengerti dengan apa yang ada di otak pintar gadis dalam rangkulannya itu. Sementara Hagi hanya bisa tersenyum lemah sambil tetap mengigil kedinginan juga menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya.
"Dingin..." Hagi bergumam kecil membuat Nyonya Young ae mengetatkan rangkulannya, untung saja mereka ada di tempat sepi, jika tidak istana bisa geger. Tapi tetap saja jika terlalu lama pasti akan ketahuan.
"Di mana mereka, kenapa lama sekali." Nyonya Young ae mendesah Khawatir karena orang yang ia suruh belum juga datang.
Akhirnya dari kejauhan nyonya Young ae melihat Nam Young berlari dan mendekat kearah Hagi dan nyonya Young ae yang terduduk di tanah lalu menatap Hagi Khawatir.
"Ada apa? Apa semua baik-baik saja?" Nam Young menatap Hagi dan Nyonya Young ae bergantian.
__ADS_1
"Acaranya berjalan lancar hanya saja sepertinya luka Hagi kembali terbuka, kita harus cepat membawa Hagi pergi dari istana." Nyonya Young ae menjelaskan sesingkat mungkin dan hanya bisa di balas dengan mata terpejam Nam young yang juga khawatir, sesuai dugaannya Hagi pasti tidak akan kuat. Bagaimanpun Hagi tetap perempuan, stamina yang ia miliki tidak sebesar pria.
Tanpa berpikir panjang Nam Young mengangkat Hagi dalam pelukannya lalu siap berjalan meninggalkan istana karena sebelumnya Hagi sudah meminta Nam Young untuk siaga menempatkan tandu untuknya jika saja hal seperti ini terjadi padanya. Hagi tidak mau siapapun tahu keadaannya sampai hari penyambutan selesai.
Baru saja beberapa langkah Nam Young berjalan, Kyuhyun sudah menghadang Nam Young yang menatapnya tajam.
"Kau sudah tahu semuanya dan tidak mengatakan apapun padaku?" Nam Young mendesah sebal lalu kembali siap melewati Kyuhyun ketika Kyuhyun kembali menghadangnya.
"Jebal, bisakah kita bicara nanti? Kau tidak lihat Hagi sedang kesakitan?" Seolah di sadarkan Kyuhyun menatap Hagi yang bersembunyi dalam pelukan Nam Young, walau samar Kyuhyun bisa merasakan Hagi mengigil seperti kedinginan. Ada rasa tidak suka di hati Kyuhyun ketika melihat Hagi terlalu dekat dengan Nam Young sisi posesifnya kembali datang dan tanpa permisi Kyuhyun mengambil alih Hagi dalam pelukannya membuat Nam Young terkejut bukan main.
"Biar aku saja, tunjukan jalannya. Aku yakin kalian pasti punya rencana jika sampai hal ini terjadi." Nam Young hanya bisa membuka mulutnya lalu berusaha menahan rasa geli ketika melihat Kyuhyun yang tegang juga salah tingkah karena Hagi yang melingkarkan tangan di bahu Kyuhyun dengan erat juga akhirnya memutarkan mata sebal ketika melihat betapa posesifnya Kyuhyun pada Hagi.
Tanpa di minta dua kali Nam Young berjalan di depan Hagi dan Kyuhyun juga Nyonya Young ae yang sejak tadi hanya bisa menatap ketiganya sebal, disaat seperti ini ternyata kedua bangsawan ini masih bisa bergurau.
Hagi di bawa keluar istana lewat pintu gerbang belakang, disana sudah menunggu sebuah tandu untuknya.
"Kau tenang saja, mandorku sudah menjemput tabib itu sejak tadi." Nam Young mengangguk kecil.
"Aku akan ikut menjaga Hagi." Kyuhyun siap pergi ketika Nam Young menghentikannya.
"Tidak kau harus tetap di sini, Yang Mulia akan mencarimu jika kau tidak ada. Biar nyonya Young ae yang menemani Hagi." Kyuhyun nampak marah dan gusar pada Nam Young lalu mencengkeram baju Nam Young dan menatapnya tajam.
"Lalu bagaimana denganmu? Kau juga akan ikut menjaganya bukan? Kenapa tidak kau saja yang menjaga Yang mulia." Nam Young melepas cengkeraman di bajunya lalu menatap Kyuhyun sebal.
"Kau harus ingat kami berdua ada dalam misi yang sama Kyuhyun_ssi. Dan kau tidak perlu khawatir aku tidak dalam keadaan bisa menemaninya karena para giseng masih disini." Nam Young menepuk bahu Kyuhyun bersiap kembali masuk ke istana tapi sebelumnya sempat berbisik pada Kyuhyun.
"Jangan terlalu cemburu. Aku sudah punya istri." Ucapan Nam Young sukses membuat tubuh Kyuhyun menegang lalu menatap punggung Nam Young tidak percaya.
"Apa terlalu jelas?" Gumam Kyuhyun pelan lalu mendengus sebal dan berjalan kembali masuk istana sebelumnya Kyuhyun sempat menatap tandu yang bergerak menjauh dari istana dengan ekspresi cemas.
__ADS_1
"Kenapa kau selalu membuatku khawatir."
****
Ruangan di sebuah rumah bordir tampak di liputi kekhawatiran, beberapa kali sang pemilik rumah bordir menghapus air matanya yang tidak juga berhenti mengalir. Sudah hampir tengah malam tapi gadis yang kini masih berbaring lemah itu tak juga membaik. Terlihat jelas tabib yang menanganinya cukup kewalahan mengatasi pasiennya kali ini. Hagi, gadis itu masih sepucat kertas dan menggigil tapi mengeluarkan keringat walau pun tonik sudah di berikan sejak tadi siang. Walaupun tabib itu tahu tonik itu tidak cukup membantu selain membekukan darah yang kembali mengalir dari luka Hagi yang terbuka, dia sudah melakukan yang terbaik yang bisa ia lakukan.
"Apa ginseng merah sudah kau dapatkan?" Ucapan tabib itu membuat Nyonya Young ae menggeram frustasi lalu menatap Nam Young yang baru saja datang. Nyonya Young ae kembali menangis saat Nam young menggeleng pelan tanda ginseng merah tidak di temukan.
"Jika terus begini nyawanya dalam bahaya. Tonik yang ia minum tadi pagi sangat berbahaya." Nyonya Young ae kembali terisak pilu ketika mendengar ucapan tabib itu membuat Nam Young hanya bisa menatap giseng itu iba.
"Tenanglah nyonya, ini bukan salahmu, kita tidak tahu apa yang terjadi jika Hagi meminum tonik tadi. Jika tahu dia akan begini tidak ada satupun orang yang akan memberikannya tonik itu." Nyonya Young ae menggeleng pelan lalu menatap Hagi bersalah.
"Tidak aku egois, aku tahu gadis ini masih sakit tapi masih mengizinkan dia untuk menari hanya agar rumah bordir ini tidak dalam masalah." Nam Young hanya bisa menghela nafas, dia tidak bisa menceritakan yang sebenarnya pada nyonya Young ae prihal misinya. Walaupun memang sebagian juga karena campur tangan nyonya Young ae, tapi giseng tetua ini hanya menjalankan perintah.
Beberapa saat kemudian terdengar suara orang berlari masuk ke dalam ruangan membuat semua menatap ke arah pintu, di sana mandor rumah bordir nampak ketakutan menatap nyonya Young ae panik.
"Nyonya Yang Mulia mengabarkan jika sebentar lagi beliau akan datang." Ucapan mandor itu sontak membuat nyonya Young ae dan Nam Young terkejut, walaupun keduanya sudah menduga cepat atau lambat Raja Sejong pasti akan datang, keduanya tidak menyangka akan secepat ini. Terlebih Hagi masih belum sadarkan diri.
"Bagaimana ini Nam Young_ssi?" Kali ini nyonya Young ae merasa buntu, Hagi yang belum sadar saja sudah membuatnya ketakutan apa lagi harus menghadapi Raja Sejong.
Nyonya Young ae tahu bagaimana sayangnya Raja pada Hagi, bisa terlihat saat terakhir kali Raja datang dan berbicara dengan Hagi, nyonya Young ae tidak harus menjadi berpengalaman untuk mengartikan tatapan Raja yang begitu menyayangi Hagi dan nyonya Young ae bisa membayangkan betapa marah nya Raja jika melihat Hagi sekarat seperti sekarang.
"Kita tidak punya pilihan lain." Ucapan Nam Young membuat Nyonya Young ae menggerang frustasi. Nyonya Young ae sekali lagi menatap Hagi penuh harap, tapi tidak ada pergerakan apapun membuatnya mendesah pasrah.
"Baiklah siapkan ruangan seperti biasa nya, aku akan siap-siap dulu." Setelah memberi perintah pada mandornya nyonya Young ae berusaha berdiri di bantu Nam Young.
"Kau harus menemaniku, aku tidak tahu harus memulai dari mana menjelaskan pada Yang Mulia." Nyonya Young ae menatap Nam Young sendu yang di balas anggukan kecil dari Nam Young.
"Tabib, aku titipkan gadis ini sebentar padamu." Tabib itu hanya bisa mendesah pasrah lalu mengiyakan ucapan Nyonya Young ae.
bersambung
__ADS_1