
_____
Kau bagai Elang yang menjelma menjadi bangau cantik yang pemberani.
♡♡♡
Udara semakin menghangat membuat beberapa orang yang kini nampak sibuk bersiap untuk penyambutan utusan Yuan mulai berkeringat, beberapa dayang dapur istana sibuk dengan hidangan terbaik mereka. Begitu juga dari departemen musik yang sedang berkoordinasi dengan para Giseng yang baru saja datang juga nampak sibuk dengan persiapan untuk acara yang akan dilaksanakan saat siang hari di balai utama.
Beberapa kali nyonya Young ae nampak mondar mandir gelisah di depan sebuah ruangan yang di khususkan bagi penari utama di acara nanti. Orang yang ia tunggu belum juga datang, padahal orang itu sudah berjanji hanya pergi sebentar.
"Apa Hagi masih belum juga datang?" Nam young yang baru saja datang langsung menangkap kegelisahan nyonya Young Ae dan mulai bertanya.
"Dia bilang dia hanya ingin melaporkan sesuatu pada Yang Mulia, tapi sampai sekarang dia belum juga kembali. Acara sudah mau di mulai dia belum bersiap dan dia belum meminum toniknya." Nam Young menghelah nafas berat dia harus ikut mencari Hagi, pasti ada sesuatu yang menghalanginya.
"Kau tunggulah disini, persiapkan yang lain aku akan mencarinya ke kediaman Yang mulia." Nyonya Young ae mengangguk dan membiarkan Nam Young pergi.
Di tempat lain tepatnya di samping kediaman Raja. Kyuhyun mengenggam tangan Hagi dan menatapnya tajam.
"Sedang apa kau disini? Kau bahkan masih sangat lemah. Tadi pagi demammu baru saja turun Hagi." Tatapan tajam Kyuhyun berubah menjadi sendu terlihat jelas jika Kyuhyun mengkhawatirkannya. Hagi memegang tangan Kyuhyun yang mengenggam tangannya lalu tersenyum kecil.
"Akan mencurigakan jika aku tidak hadir, apa yang kita sembunyikan akan ketahuan oleh Yang Mulia Kyuhyun_ssi. Lagipula ada yang harus aku laporkan pada Yang Mulia, juga aku harus melakukan sesuatu di acara penyambutan nanti." Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung. Bukan tentang laporan yang akan Hagi katakan pada Yang mulia, karena Kyuhyun sudah tahu apa Yang akan Hagi katakan pada Yang mulia. Hagi tidak pernah mengatakan apapun sebelumnya tentang apa yang akan ia lakukan di acara penyambutan nanti.
"Kau tidak mengatakan apapun sebelumnya? Apa tepatnya yang ingin kau lakukan? Dan kau harus ingat kau masih sakit lukamu bisa terbuka kapan saja jika terlalu banyak bergerak." Hagi hanya tersenyum kecil, dia tentu saja tidak akan mengatakan apa yang akan ia lakukan karena Kyuhyun pasti akan langsung mencegahnya.
"Kau lihat saja nanti, aku pastikan tidak akan merepotkanmu lagi seperti semalam." Kyuhyun siap menjawab pertanyaan Hagi ketika Nam Young memanggil Hagi dari kejauhan membuatnya menarik kembali kata-kata yang ingin ia ucapkan.
"Kenapa kau lama sekali? Nyonya Young ae sudah menunggumu." Nam Young kini berdiri di hadapan Kyuhyun dan Hagi yang tanpa sadar masih berpegangan tangan membuat Nam Young menatap keduanya penuh arti. Kyuhyun yang sadar dengan tatapan Nam Young langsung melepas tangan Hagi, keduanya langsung terlihat salah tingkah.
"Maaf aku mengganggu, tapi Hagi harus pergi sekarang." Kyuhyun langsung membulatkan matanya berlebihan sedang Hagi hanya tersenyum miris.
"Baiklah kau bisa pergi sekarang. Nanti aku menyusul, masih ada yang belum kau ceritakan padaku." Tanpa menunggu jawaban Hagi, Kyuhyun langsung kembali berjaga di depan kediaman Raja meninggalkan Nam Young dan Hagi.
"Memang Apa yang belum kau ceritakan padanya?" Hagi tersenyum kecil lalu mulai berjalan dan di ikuti Nam Young dari belakang.
"Dia akan tahu sebentar lagi." Seperti mengerti ucapan Hagi, Nam Young mengangguk kecil.
Hagi dan Nam Young sampai di ruangan yang kini tengah dipenuhi oleh para giseng, disana Nyonya Young Ae kembali memberi arahan pada para Giseng tentang gerakan yang memang di buat secara mendadak 3 hari lalu.
"Nam Young_ah bisakah kau berjaga di luar? Pastikan tidak ada yang berulah lagi seperti kemarin." Nam Young mengangguk patuh lalu berjalan keluar kamar dan Ucapan Hagi sukses membuat Nyonya Young Ae menghentikan instruksinya lalu menatap Hagi sebal.
"Kau darimana saja? Kau tahu kau juga harus bersiap-siap." Hagi tidak berkata apa-apa dan hanya menurut ketika Nyonya Young ae menariknya masuk ke ruangan lain yang dikhususkan untuknya.
"Ini minumlah, sesuai perintahmu aku sudah merebus tanaman obat yang kau inginkan. Kau yakin ini bisa membantu?" Hagi menerima semangkuk tonik yang di sodorkan nyonya Young ae padanya lalu meminumnya begitu saja.
"Aku harap begitu. Oh iya mana Hyunmie?" Nyonya Young ae memutar matanya sebal lalu menunjuk ruangan di sebelah malas.
__ADS_1
"Karena nona muda itu kau harus bekerja dua kali lebih lama dari seharusnya." Hagi tersenyum kecil lalu menggenggam tangan nyonya Young pelan.
"Tidak apa-apa aku senang melakukannya."
"Tapikan___"
"Sudahlah kita tidak bisa membuang waktu lagi, bisakah kau ambilkan bajunya sekarang?" Hagi memotong ucapan Nyonya Young ae membuat giseng cantik itu menghela nafas pelan, seperti biasa Hagi sangat keras kepala.
"Baiklah." Nyonya Young ae menyodorkan pakaian yang terlihat sangat cantik dengan Chima berwarna hitam yang berhiaskan ornamen bintang.
"Pakailah, baju ini sama dengan Hyunmie kau hanya harus menggunakan cadar ini agar tidak ada yang tahu jika itu kau nanti." Nyonya Young ae memberikan sebuah cadar berornamenkan bunga krisan membuat Hagi menghelah nafas pelan.
Dia masih ingat betapa sedihnya Hyunmie kemarin saat menemui Hagi di rumah Bordir dan mengatakan jika dia tidak bisa menguasai irama musik yang akan ia tampilkan nanti. Padahal calon tunangannya Kim Jong Seo akan hadir dalam acara penyambutan ini, Hyunmie tidak ingin mengecewakan ayahnya juga sebagai mentri di bagian musik karena putrinya yang tidak bisa bermain Gayageum dengan baik di hadapan para utusan, mentri dan terlebih Raja.
Akhirnya dengan berat hati Hagi mau membantu Hyunmie, walaupun takut ketahuan Hagi tidak ingin mengecewakan siapapun di acara penyambutan.
"Aku akan membalas kebaikanmu dengan apapun asal kau mau membantuku."
Hagi hanya bisa menghela nafas lalu menyetujui permintaan Hyunmie, terlebih gadis itu adalah putri majikan kedua orang tua angkatnya lebih dari itu Hagi tahu entah itu kapan mungkin Hagi akan sangat mengecewakan Hyunmie karena mengagalkan pernikahannya.
Hagi menukar pakaiannya di bantu oleh nyonya Young ae, beberapa kali Nyonya Young ae menghela nafas ketika melihat luka yang masih membalut perut Hagi, walaupun ingin melarang Hagi untuk tampil nyonya Young ae juga tidak punya pilihan lain, Raja sudah lama mempercayakan hiburan apapun di istana pada rumah bordirnya.
Setelah itu nyonya Young ae mulai memberi riasan di wajah juga di rambut Hagi yang panjang, beberapa kali nyonya Young ae berdecak kagum ketika mulai merias Hagi. Dan hanya bisa terpaku ketika Hagi menatap nyonya Young ae sambil tersenyum kecil ketika selesai meriasnya.
Selama ini Hagi selalu berkarisma dengan penampilan ala prianya, beberapa giseng bahkan ada yang tertarik pada Hagi tidak peduli jika Hagi adalah perempuan. Tapi kini di hadapannya Hagi berubah menjadi Gadis yang nampak serapuh bunga Krisan yang anggun. Merasa tidak berdaya dengan tatapan nyonya Young ae Hagi cepat-cepat memasang cadarnya lalu duduk kembali, membuat Nyonya Young ae tersadar.
"Ah maaf itu karena kau cantik sekali Hagi." Hagi hanya tersenyum di balik cadar lalu mengangguk kecil. Saat itulah Hyunmie masuk ke ruangan Hagi sambil membawa Gayageum di tangannya lalu berjalan kearah Hagi.
"Terimakasih kau mau menolongku Hagi, aku berhutang budi padamu." Hyunmie menggenggam tangan Hagi setelah sebelumnya menaruh GayaGeumnya di atas meja.
Hagi mengangguk kecil lalu menatap Gayageum yang kini ada di atas meja, perlahan Hagi mendekat kearah Gayageum itu lalu menyentuhnya perlahan. Hagi tidak pernah menyangka jika irama yang selama ini sering ia pelajari di masa depan dengan ibunya akan ia gunakan untuk menolong Hyunmie sekarang.
"Setelah Hagi selesai bermain Gayageum dia akan kembali masuk kemari, jadi jangan pergi kemana-mana dulu hingga dia kembali kemari." Nyonya Young ae berbicara sambil menatap Hyunmie sebal membuat Hagi menggelengkan kepala pelan, seolah tahu arti dari tatapan nyonya Young ae.
"Baiklah saya mengerti." Hyunmie yang memang paham dengan nada suara nyonya Young ae hanya bisa menunduk kecil.
****
Persiapan kini sudah selesai, meja-meja kini sudah tertata rapi di balai utama. Para pemusik juga sudah berjajar di samping kiri balai utama menyiapkan semua alat musik mereka. Beberapa mentri kini sudah mulai berdatangan termasuk semua anggota kerajaan.
"Yang mulia Raja Sejong dan utusan Yuan datang." Seorang kasim memberikan kabar pada semua orang ketika Raja dan utusan masuk ke balai utama. Raja mempersilahkan utusan Yuan untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan lalu beliau sendiri duduk si singgasananya.
"Seperti yang semuanya tahu hari ini utusan Yuan datang ke istana, sebagai Raja aku ingin memberikan jamuan terbaik untuknya. Dengan ini aku nyatakan acara dimulai." Saat itu juga seorang kasim maju kedepan lalu membuka sebuah gulungan di tangannya.
__ADS_1
"Sebelum kami mempersembahkan tarian utama, ada pertunjukan spesial yang akan di bawakan oleh putri mentri bagaian musik istana nona Park hyunmie." Setelah mengumumkan acara, Hagi mulai masuk ke balai utama dengan membawa Gaya geum di tangannya. Beberapa orang mulai berbisik ketika Hagi datang dengan menggunakan cadarnya.
Hagi tidak mengatakan apapun dia hanya memberi hormat lalu memulai permainan Gayageumnya, balai utama yang asalnya berisik kini nampak hening, semua tersihir dengan permainan Gayageumnya kecuali satu orang, Kyuhyun mengerutkan keningnya heran.
Dulu dia memang berpikir jika Hyun Mie pandai bermain Gayageum tapi semenjak ia melihat sendiri betapa masih kurangnya Hyunmie bermain Gayageum membuat Kyuhyun sangsi jika yang kini sedang bermain gayageum adalah Hyunmie. Kyuhyun mulai mengedarkan pandangannya, sejak tadi dia tidak melihat Hagi lagi, padahal acara sudah di mulai.
Di dorong rasa penasaran Kyuhyun izin pamit pada beberapa pengawal lain untuk pergi sebentar, Kyuhyun berpikir mungkin Hagi masih diruangan yang kini dipakai para Giseng lalu mulai membayangkan terjadi sesuatu pada Hagi, Kyuhyun mulai berlari ke arah ruangan tempat para giseng berada.
"Hagi? Hagi ada dimana?" Kyuhyun membuka ruangan dimana para giseng berada lalu seorang giseng menujukan ruangan sebelah pada Kyuhyun. Tanpa sempat mengucapkan terimakasih Kyuhyun pergi lalu membuka ruangan yang tadi sempat di gunakan oleh Hagi untuk berhias. Tapi belum sempat Kyuhyun masuk Nam Young sudah menahan Kyuhyun lebih dulu.
"Dia tidak ada disini, sebaiknya kau kembali." Nam Young langsung paham ketika Kyuhyun memaksa ingin masuk.
"Lalu dimana dia? Apa dia baik-baik saja?" Wajah Kyuhyun nampak khawatir membuat Nam Young tersenyum kecil.
"Kenapa kau begitu khawatir padanya? Kau menyukainya ya?" Ucapan Nam Young sukses membuat Kyuhyun salah tingkah dan juga gugup.
"Mana mungkin, kau bercanda dia itu namja mana mungkin aku suka padanya. Kau tahukan dia itu orang yang bisa membantu ayahku nanti." Nam Young hanya bisa mengangkat alisnya bingung tapi detik itu juga langsung tertawa terbahak-bahak membuat Kyuhyun bingung juga sebal.
"Sebaiknya kau kembali ke balai utama, kau bisa melihat Hagi di sana nanti. Persiapkan hatimu Kyuhyun_ssi." Kyuhyun menatap Nam Young yang masih berusaha menahan tawanya sambil kembali keluar ruangan meninggalkan Kyuhyun yang masih kebingungan.
Karena tidak tahu harus pergi kemana lagi, Kyuhyun akhirnya kembali ke balai utama. Suara Gayageum yang indah masih menghiasi penjuru balai utama, untuk sesaat Kyuhyun juga ikut terhanyut dalam irama Gayageum yang kini masih di mainkan Hagi.
Perlahan Hagi mulai menatap sekitarnya ketika permainan Gayageumnya selesai dan matanya berhenti tepat di tempat Kyuhyun berada. Saat itulah Hagi melihat betapa Kyuhyun menatap kagum padanya, tatapan memuja yang membuat hati Hagi sakit karena yang Hagi tahu tatapan itu di tunjukan untuk Hyunmie bukan untuknya.
Balai utama langsung riuh oleh tepuk tangan semua orang, semua menyukai permaian gayageum yang dimainkan oleh Hagi yang orang pikir adalah Hyunmie.
Hagi hanya membungkuk memberi hormat Lalu pergi meninggalkan balai utama dia harus bergegas kembali keruangan tadi untuk menukar baju dan juga meminta Hyunmie untuk pergi ke balai utama.
Walau pun Hagi pergi dengan perasaan tidak nyaman, kenyataan sampai kapanpun Kyuhyun hanya akan menyukai Hyunmie membuatnya terluka. Tapi dibagian hatinya yang lain justru merasa lega karena akan lebih mudah meminta Kyuhyun untuk menikahi Hyunmie nantinya. Hagi dengan cepat masuk keruangan tempat Hyunmie menunggu, nyonya Young ae mengikuti dari belakang dengan langkah cepat.
"Hyunmie sekarang pergilah ke balai utama. Duduk di samping mentri Park ayahmu. Nyonya Young ae mana baju yang harus aku gunakan?" Hyunmie hanya mengangguk senang lalu berjalan keluar ruangan setelah mengucapkan terimakasih. Melihat itu nyonya Young ae mendengus sebal tapi langsung membantu Hagi berganti pakaian.
Di balai utama semua orang mulai menanti hiburan utama, para pemusik utama sudah mulai memainkan musik pembuka, beberapa orang menoleh ketika Hyunmie masuk ke balai utama lalu duduk di samping ayahnya. Beberapa orang terang-terangan memuji Hyunmie, tapi Hyunmie hanya tersenyum tidak tenang.
Beberapa saat kemudian semua pemusik berhenti memainkan alat musik lalu datanglah nyonya Young ae dengan para Giseng di belakangnya, ada satu Giseng yang berpakaian sangat mencolok dan menutup wajahnya dengan topi bercadar hitam. Dia tepat di tengah para penari giseng lainnya.
Nyonya Young ae memberi hormat lalu duduk di samping para pemusik lain, lalu para pemusik mulai kembali memainkan alat musiknya juga membiarkan para giseng memulai tariannya dengan mengelilingi giseng yang masih terdiam di tengah.
Putaran kelima para Giseng menyebar ke empat arah lalu duduk sambil memegang kipas yang sudah mereka buka lalu mereka gunakan untuk menutup wajah mereka. Saat itulah penari yang kini ada di tengah membuka topi dan cadarnya lalu mulai menari lincah.
Semua orang nampak terkesiap ketika melihat betapa cantiknya orang yang kini menari sangat indah di tengah balai utama membuat semua terdiam terpesona bukan hanya dengan kecantikan si penari tapi juga dengan tariannya. Beberapa orang bahkan membulatkan mata tidak percaya ketika tahu siapa penari yang kini bergerak bebas ditengah balai utama termasuk Raja Sejong tidak terkecuali Kyuhyun yang sama sekali tidak berkedip melihat gadis cantik yang sempat menatapnya tadi dengan pandangan sayunya.
"Hagi_ssi..." dan entah kenapa Raja Sejong dan Kyuhyun bisa mengucapkan nama yang sama ketika melihat penari itu.
__ADS_1
bersambung