Timeless Love

Timeless Love
This Is Hurt For You


__ADS_3

Cerita ini hanya fiksi belaka yang di angkat dari karakter dan peristiwa sejarah di KOREA.



Happy reading



_______



Aku melakukan kesakitan ini hanya untukmu, jadi jangan pernah bertanya lagi seberapa besar cintaku untukmu



♡♡♡♡♡



Bibi Ma mendesah pelan ketika Hagi tetap keras kepala pergi untuk memastikan keadaan Kakak calon putri Mahkota Shin Min Ah, padahal dia sendiri masih belum sehat.



Tapi ketika mendengar Hagi berkata inilah salah satu alasan ia ada disini, Bibi Ma berhenti melarang Hagi untuk pergi, Bibi Ma masih ingat bagaimana tubuh Hagi berubah transparan karena Shin Min ah dalam bahaya, bibi Ma tidak ingin hal itu terjadi lagi. Dia tidak mau terjadi sesuatu pada Hagi, bibi Ma sudah sangat menyayangi Hagi.



"Mungkin hari ini aku pulang malam, eomma dan appa bisa kembali ke kediaman mentri Park siang ini." Hagi memasang topi di kepalanya lalu menatap Eomma dan appa angkatnya yang masih menatapnya sendu.



"Kali ini aku akan baik-baik saja, percayalah. Aku hanya ingin memastikan keadaan Shin Min ah, dan lagi aku harus memberikan penjelasan pada Tuan Kim Jong Seo dan juga Kyuhyun tentang apa yang terjadi. Aku tidak yakin mereka akan percaya. Tapi akan aku usahakan mereka mau memahami kondisiku yang bergantung pada pernikahan mereka." Paman Ma menghelah nafas lalu mengangguk kecil, Hyunmie sendiri sudah bisa memahami alasan Hagi tapi Kim bersaudara belum bisa menerima penjelasan Hagi.



"Eomma akan datang lagi nanti malam, akan eomma bawakan kau sup rumput laut." Hagi mengangguk kecil lalu melangkahkan kakinya keluar rumah. Kali ini dia akan lebih perlahan melajukan kudanya, dia tidak mau membuat siapapun khawatir padanya.



Sesuai dugaan Hagi mentri Kim dan Kim Jong Seo juga ada di kediaman Mentri Shin, walaupun aura permusuhan terlihat jelas diantara mereka, keduanya harus mulai menyesuaikan diri mengingat keduanya akan menjadi keluarga.



"Aku tidak bisa membiarkan orang yang berniat membunuh putriku di lepaskan begitu saja." Terlihat jelas kalau mentri Shin mencurigai calon besannya karena mentri Kim yang meminta agar masalah ini tidak di perpanjang. Hagi mengigit bibirnya pelan, kali ini ia berharap mentri Kim sedikit membantunya karena Hagi yakin mentri Kim tahu siapa dalang dari penyerangan kediaman mentri Shin semalam.



"Bukankah keponakanmu sendiri yang mengatakan jika semalam itu hanya perampokan saja. Hal seperti ini bukankah sudah sering terjadi di Hanyang? Aku hanya tidak ingin memperpanjang masalah dan akhirnya mengganggu pernikahan kedua anak kita." Mentri Shin mengerutkan keningnya bingung, dia mencurigai besannya karena mungkin tidak ingin putrinya menikah dengan putranya. Tapi melihat mentri Kim justru tetap ingin menikahkan keduanya, kecurigaan mentri Shin berkurang.



"Lalu kenapa putriku harus di serang jika mereka hanya perampok biasa?" Mentri Kim menghelah nafas sedikit kesal, calon besannya ini masih belum menyerah. Kim Jong seo sendiri sejak tadi hanya diam tidak membantu mentri Kim, terlihat jelas putranya itu tidak peduli bahkan berharap pernikahan ini gagal.



Melihat itu Hagi maju kedepan, dia harus mencari cara agar mentri Shin tidak curiga pada siapapun.



"Maaf jika saya ikut campur. Tapi bisakah saya ikut menjelaskan kejadian semalam?" Semua orang menatap Hagi cepat terlihat mentri Kim sedikit menarik nafas lega, berbeda dengan Jong Seo yang terlihat tidak suka dengan kehadiran Hagi.



"Bukankah kau salah satu pengawal pribadi Raja?" Pertanyaan mentri Shin hanya di balas salam hormat dari Hagi.



"Semalam saya ikut membantu memberantas para perampok yang datang, kebetulan saya ingin menemui Nam Young yang memang sedang di tugaskan Yang Mulia menjaga calon putri mahkota. Semalam Shin Min Ah berusaha melindungi calon putri Mahkota yang nampak ingin melawan ketika para perampok itu berniat menjarah harta disini. Itu alasannya kenapa Shin Min ah terluka. Bukankah begitu Nam Young_ssi?" Nam Young yang sejak tadi diam saja dan kebetulan memang ada di situ cukup terkejut dengan ucapan Hagi dan hanya membenarkan ucapan Hagi ketika melihat kode mata yang Hagi berikan.



Melihat itu mentri Shin akhirnya menarik nafas menyerah, dia juga sebenarnya tidak ingin menikahkan putri nya dengan mentri dari Fraksi barat, itu sangat berat baginya yang adalah mentri dari Fraksi selatan. Tapi pernikahan ini di atur oleh Raja hingga membuatnya tidak bisa berbuat banyak.



"Baiklah, aku tidak akan memperpanjang masalah ini, aku hanya berharap para perampok itu cepat tertangkap." Ucapan itu sukses membuat semua menarik nafas lega berbeda dengan Jong Seo di nampak bersiap untuk pergi. Dia sudah tidak tahan disana.



"Jong Seo kau mau kemana? Kau bahkan belum melihat tunanganmu." Mentri Kim berusaha mencegah putra pertamanya untuk pergi.



"Apa aboeji saja tidak cukup? Aku rasa aku sedang tidak enak badan permisi." Jong seo pergi tanpa memperdulikan panggilan mentri Kim lagi yang membuatnya mendegus sebal. Hagi yang melihatnya menatap kakek moyangnya sendu.



"Tuan biar saya yang membujuk tuan Jong Seo." Mentri Kim mengangguk ketika mendengar ucapan Hagi.



Sebelum mengejar Jong Seo, Hagi sempat bertanya tentang keadaan Shin Min ah pada Nam Young. Hagi bisa bernafas lega karena sepertinya Shin Min ah sudah membaik.



"Katakan kenapa kau berbohong tadi?" Pertanyaan Nam Young menahan Hagi yang ingin kembali menaiki Kudanya.



"Kau ingat saat kita melakukan misi untuk penyambutan utusan Yuan? Saat itu aku juga tidak selalu jujur bukan? Tapi aku melakukanya bukan tanpa alasan. Aku hanya ingin melindungi semuanya, kau tahukan maksudku?" Nam Young menarik nafas pelan, Apa yang di katakan Hagi benar, setelah di pikir lagi jika masalah ini semakin panjang akan banyak masalah lain yang bermunculan.



"Aku tidak tahu apa yang sebenarnya kau sembunyikan, tapi seperti apa katamu tadi, jika untuk melindungi semuanya aku akan mengikuti perkataanmu dan mempercayaimu." Hagi tersenyum kecil, dia bersyukur Nam Young ada di pihaknya, Nam Young juga selalu memahami keputusannya.



"Terimakasih..." Nam Young hanya tersenyum sambil mengangguk kecil.


__ADS_1


"Pergilah, yakinkan jendral Jong Seo jika ini semua untuk kebaikan semua pihak." Hagi mengangguk lalu kembali menaiki Kudanya, walaupun sedikit tidak yakin Jong Seo ada di sana, Hagi memutuskan untuk datang ke kediaman mentri Kim. Selama diperjalanan Hagi mulai memutar otak agar kakek moyangnya ini mau menikahi nenek moyangnya, keberadaannya masih terancam jika Jong seo masih belum mau menikah dengan Shin Min Ah.



"Apa yang harus aku katakan padanya? Apa aku harus bilang jika aku ini adalah cicitnya dari masa depan?"



Lama-lama kepala Hagi terasa pusing dia tidak tahu harus bicara apa pada Jong Seo agar tetap melangsungkan pernikahannya dengan Shin min ah.



H



agi cukup bersyukur ternyata Jong Seo memang sedang ada di kediamannya, namja itu nampak termenung frustasi di depan sebuah kolam ikan di belakang rumahnya. Hagi sebenarnya tidak tega memisahkan Hyunmie dan Jong seo melihat keduanya begitu saling mencintai, tapi Hagi juga di hadapkan dengan pilihan yang sulit. Keberadaan keturunan keluarga Kim bisa berubah jika Jong Seo tetap menikah dengan Hyun Mie termasuk dia yang akan menghilang dari dunia ini.



"Jong Seo_ssi..." sesaat Jong Seo menatap Hagi datar lalu kembali mengalihkan tatapannya ke arah kolam.



"Mau bicara omong kosong apa lagi kau?" Hagi menghelah nafas kecil, Jong Seo sepertinya benar-benar marah padanya sekarang.



"Aku tidak akan melarangmu. Aku bahkan akan mendukungmu menikah dengan Hyunmie." Ucapan Hagi sukses membuat Jong seo menatap Hagi bingung, Jong Seo kira Hagi berniat membujuknya lagi untuk menikah dengan Shin Min ah.



"Apa maksudmu? Apa kau sekarang sedang mempermainkanku? Kau pikir ini lucu?" Terlihat jelas Jong Seo menahan emosinya ketika merasa di permainan oleh Hagi.



"Aku serius, tapi kau akan banyak mengalami kehilangan jika tetap memaksakan keinginanmu untuk menikah dengan Hyunmie." Jong Seo mendengus kesal, semalam Hagi sudah mengatakan hal itu.



"Aku tahu kau bilang mungkin saja orang tuaku di eksekusi bukan? Tapi jika di pikir lagi, Yang Mulia tidak akan segegabah itu, hanya karena pernikahan yang ia atur gagal." Hagi mengangguk paham kemudian Hagi duduk di samping Jong seo yang terlihat kurang nyaman Hagi duduk di samping nya.



"Kau benar, tapi jika aku tidak ada kau akan tetap kehilangan keluargamu bahkan juga mungkin Rajamu." Jong Seo mengerutkan keningnya bingung.



"Apa maksudmu?"



"Kau tidak lupakan siapa yang pernah menyelamatkan Kyuhyun dan juga Raja Sejong dari pembunuh bayaran dulu. Dan siapa yang menyelamatkan mentri Kim dari tuduhan pengagalan penyambutan utusan Yuan kemarin beserta korupsinya." Mendengar itu Jong seo kembali terpancing emosinya.



"Lebih baik kau langsung saja tidak usah bertele-tele." Hagi tersenyum kecil.




"Apa ini juga ada hubungannya dengan kau yang berubah transparan semalam?" Hagi mengangguk kecil membuat Jong Seo membuang muka dari Hagi, semalam Jong Seo benar-benar merasa sedikit takut melihat Hagi yang menghilang selama 2 detik.



"Aku dengar dari paman Ma Kau bukan dari dunia ini? Kalau bukan dari mana kau berasal?" Hagi mengigit bibirnya bingung haruskah ia memberitahukan Jong Seo sekarang.



"Di antara banyak orang yang ada Di sini mungkin hanya kau saja yang akan tahu secara detail siapa aku sebenarnya. Tapi aku belum bisa mengatakannya sekarang. Yang bisa aku katakan sekarang hanya jika aku betul memang bukan dari dunia ini, aku kesini untuk menjalankan misi yang di antaranya adalah membuatmu menikah dengan Shin min ah." Jong Seo mengeram frustasi lalu mengusap wajahnya geram.



"Tapi kenapa? Kenapa aku harus menikah dengan Shin Min Ah?" Hagi menatap tajam Jong seo yang masih mempertanyakan hal ini berulang-ulang membuat Jong seo mendesah pasrah.



"Aku tahu, tapi kenapa harus aku? Kenapa bukan Kyuhyun?" Kali ini Jong Seo menunjukan wajah merajuk yang membuat Hagi memutar bola matanya sebal.



"Kenapa kau terus menanyakan sesuatu yang kau sudah tahu jawabannya?" Kali ini Hagi sedikit menaikan suaranya, bagaimanapun Hagi yakin Jong Seo cukup pintar menilai situasi sama seperti mentri Kim.



Jong seo menundukkan kepalanya kesal, dia tahu jawabannya sangat tahu, semua ini karena kedudukannya sebagai jenderal sekaligus putra mentri Kim yang tertua juga karena ia paling di sayangi oleh Raja Sejong. Hal itu di manfaatkan oleh sang Raja untuk meredam keadaan fraksi selatan dan barat yang masih bergejolak karena pemilihan putri mahkota. Raja juga sepertinya berencana membuat kedua fraksi saling terhubung agar tetap mendukung putra mahkota di masa depan.



Jong Seo sedikit bingung bagaimana bisa Hagi juga bisa berpikiran sama dengannya? Jika sepeti ini Jong seo sudah tidak bisa mendebat gadis pintar di sampingnya lagi.



"Aku masih bingung kenapa kau bisa tahu keadaan sampai sedetail ini?" Hagi kembali menghembuskan nafas sedikit jengkel.



"Bukankah aku sudah bilang aku bukan dari dunia ini? Bisakah kau hanya berpikir aku sudah tahu semuanya?" Jong Seo mendengus kesal, dia mana mungkin menganalisa seperti itu. Tapi jika di pikir lagi Hagi memang selalu membantu dalam masalah apapun dan anehnya Hagi selalu bisa menyelesaikannya tanpa kendal selama ini, seolah dia memang sudah di persiapkan untuk menghadapi semua masalah yang ada.



"Aku mohon, menikahlah dengan Min ah, jika kau tidak bisa melakukannya untukku setidaknya lakukan untuk Kyuhyun dan mentri Kim." Kali ini Hagi kembali memohon pada Jong seo membuat Jong Seo menghelah nafas frustasi.



Di lihat dari keadaan memang dia tidak ada pilihan lain, dia juga tidak ingin bahagia di atas mayat adik dan ayahnya, jika apa yang di katakan Hagi memang benar.



"Tapi apa kau tidak apa-apa? Kyuhyun apa kau benar-benar akan melepas Kyuhyun demi Hyunmie?" Hagi hanya bisa tersenyum miris, sama halnya seperti Jong seo, Hagi juga tidak punya pilihan lain.

__ADS_1



"Aku bisa saja membuat Kyuhyun tetap tidak menikah dengan Hyunmie, tapi setelah itu apa? Aku tidak tahu kapan tepatnya aku kembali ke duniaku."



"Maksudmu, kau tidak akan tinggal selamanya disini?" Hagi menatap sayu ke arah Jong seo yang sedikit terkejut dengan ucapan Hagi.



"Kau beruntung sekalipun kau tidak bisa menikah dengan Hyunmie, kau masih bisa melihatnya dari dekat. Tapi aku? Aku bahkan tidak bisa melihatnya lagi jika aku pulang ke tempat asalku." Jong seo menatap Hagi prihatin jika di lihat dari segi manapun ternyata Hagilah yang paling terluka disini. Hagi banyak berkorban dan membantu keluarga Kim dan keluarga Park.



"Maaf kami pasti banyak menyusahkanmu." Jong Seo meringis saat melihat tatapan maut Hagi, entah kenapa sekarang Jong Seo merasa dia seperti namja yang takut pada yeoja padahal dari segi apapun Hagi ada di bawahnya.



"Kau baru menyadarinya? Cm, Tapi itu memang tugasku disini, apa boleh buat." Kali ini Jong Seo dan Hagi tenggelam dengan pikiran masing-masing, cukup lama keduanya terdiam hingga Jong seo memecah kesunyian itu.



"Baiklah... aku akan menikah dengan Min ah, lagi pula Hyunmie juga sudah menyerah. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi." Hagi tersenyum senang sambil menatap Jong seo yang hanya memutar matanya sambil kemudian tersenyum geli. Ini pertama kalinya Jong Seo melihat sisi feminim Hagi, dan rasanya Jong Seo mulai sadar kenapa Kyuhyun bisa menyukai Hagi. Gadis ini sangat baik dan juga pemberani.



*****



Di istana dalam tepatnya di ruangan pribadi Raja Sejong, Kyuhyun kini sedang menunggu Rajanya, ada banyak sekali yang ingin Kyuhyun sampaikan pada Raja Sejong, Kyuhyun tidak tahu Rajanya itu mau mengabulkan keinginannya atau tidak. Tapi setidaknya Kyuhyun harus mencobanya, dia tidak mau menyerah begitu saja.



Setelah cukup lama menunggu akhirnya Raja Sejong datang juga, wajah Rajanya itu terlihat sekali sedang tegang. Kyuhyun bukan hanya pengawal Raja tapi sudah seperti sahabat Raja sendiri, jadi Kyuhyun tahu jika ada sesuatu yang membuat beliau risau.



"Kau datang di saat yang tepat, aku juga ada yang ingin aku sampaikan padamu. Bisa aku mengatakannya lebih dulu?" Kyuhyun yang bahkan belum memberi hormat nampak terkejut ketika Raja Sejong sudah mendahuluinya berbicara.



"Silahkan Yang Mulia." Raja Sejong menarik nafas pelan lalu menatap Kyuhyun dalam.



"Aku akan mengangkat Hagi menjadi selirku. Anni, aku harus menjadikannya sebagai selirku." Ucapan Raja Sejong sontak membuat Kyuhyun menahan nafas, mendadak jantungnya terasa lepas dari tempatnya.



"Yang mulia..." Raja Serong menghelah nafas frustasi ketika melihat wajah Kyuhyun yang kini sangat terluka, dia sudah memprediksi hal ini.



"Dengarkan aku sampai selesai, aku melakukan hal ini bukan hanya untuk diriku sendiri. Tapi untukmu juga." Kyuhyun memejamkan matanya sesaat lalu menatap linglung pada Rajanya.



"Apa maksud yang mulia?" Raja Sejong kembali menarik nafas sesak melihat sahabatnya yang kini sangat terluka karena keputusannya lagi.



"Awalnya aku ingin membatalkan pernikahanmu dengan Hyunmie dan berharap Hagi bahagia bersamamu, aku tahu kalian saling mencintai. Aku juga sangat mencintainya. Tapi jika dia tidak bahagia di sisiku, semua akan terasa percuma. Jadi aku memutuskan untuk mengalah." Kyuhyun cukup terkejut ketika mendengar Rajanya yang bersedia melepaskan Hagi untuknya, karena Kyuhyun bahkan semua orang tahu Raja Sejong sangat mencintai Hagi, itu kenapa Hagi yang perempuan bisa menjadi pengawal pribadi Raja. Lalu kenapa sekarang Raja malah ingin menjadikan Hagi selirnya? Jika Raja memang ingin melepas Hagi.



"Tapi surat dari utusan Yuan tadi pagi membuatku mengambil keputusan ini Kyuhyun_ssi. Mereka menginginkan Hagi sebagai upeti." Kali ini Kyuhyun menatap Rajanya tidak percaya bagaimana bisa Hagi dijadikan upeti? Sudah sangat lama sekali Joseon menghentikan upeti berupa manusia pada Yuan dan di gantian dengan emas dan perak, tapi kenapa sekarang mereka meminta lagi.



"Kau masih ingat acara penyambutan kemarin? Sepertinya utusan Yuan tertarik pada Hagi, utusan itu berniat menjadikan Hagi sebagai wanita simpanan. Aku tidak akan pernah rela Hagi si direndahkan di Yuan Kyuhyun_ssi, itu kenapa aku langsung mengirim surat pada utusan itu jika Hagi adalah selir baruku. Aku bahkan meminta Ratu Seoheon mengurus pengangkatan Hagi menjadi selir tingkat 5 besok." Kyuhyun benar-benar kehabisan kata-kata, ia kecewa, marah, sedih juga cemas semua perasaan bercampur jadi satu yang membuat Kyuhyun tidak bisa berkata apa-apa.



"Maaf aku tahu kau pasti kecewa padaku, tapi dengan begini kau masih bisa melihatnya bukan?" Kyuhyun menatap Rajanya tidak percaya. Apa Rajanya ini masih memikirkan perasaannya.



"Yang mulia..."



"Itu kenapa aku juga tetap ingin kau menikah dengan Hyunmie, agar kau bisa punya cukup kekuatan untuk melindungi Hagi di istana. Kau tahukan Hagi bukanlah gadis dari kalangan bangsawan, akan sulit baginya bertahan di istana ini tanpa dukungan. Jika kau menikah dengan Hyunmie selain kau dapat kenaikan pangkat, kekuatan dari mentri Park juga bisa membantumu melindungi Hagi di sini." Kyuhyun menelan ludahnya payah, dia tidak menyangka kedatangannya kesini untuk memohon agar Hagi menikah dengannya berakhir dengan luka. Walaupun apa uang Raja Sejong ada benarnya juga, tapi entah kenapa Kyuhyun tidak bisa memungkiri jika hatinya tetap tidak suka dengan keputusan Rajanya.



"Aku tahu kau ingin menikah dengannya bukan? Tapi jika kau melakukannya itu sama saja kau menentang keinginan Yuan, maaf bukannya aku merendahkan kedudukanmu tapi kau hanya pengawal biasa yang tidak memiliki pengaruh untuk membuat Yuan berhenti mengejar Hagi." Kyuhyun mendudukan kepalanya dalam-dalam sungguh dia sangat ingin sekali meluapkan amarahnya sekarang, setidaknya hatinya yang kini mungkin jika bisa di lihat sudah sangat berdarah-darah, tapi Kyuhyun tahu diri, sekalipun dia sahabat Raja, dia tidak memiliki hak menentang keinginan Raja Walau pun Kyuhyun tahu itu demi kebaikannya juga Hagi.



"Sekarang tolong aku untuk memberikan Hagi pengertian tentang hal ini, Hagi belum tahu apapun dia pasti akan sangat marah dengan keputusanku. Tolong bujuk dia." Kyuhyun menatap Raja Sejong tidak percaya setelah semua ini haruskah Rajanya ini meminta Kyuhyun untuk membujuk Hagi?



"Saya rasa saya tidak bisa Yang Mulia, itu terlalu menyakitkan untuk saya. Untuk hal ini bisakah Yang mulia saja yang mengatakannya pada Hagi?" Raja Sejong menghelah nafas kecil, sepertinya dia memang terlalu egois jika meminta Kyuhyun untuk berbicara pada Hagi.



"Baiklah, tapi kau bisakan mengabulkan keinginanku yang tadi?" Kyuhyun sekali lagi memejamkan mata lalu menarik nafas perlahan.



"Jika itu untuk Hagi, akan saya lakukan Yang mulia." Kyuhyun menatap Raja Sejong penuh tekad, jika dengan begini dia masih bisa melihat Hagi, Kyuhyun siap menahan sakit yang akan ia rasakan nanti.



Raja Sejong tersenyum kecil dia tahu mungkin disini dialah yang paling di untungkan, tapi Raja Sejong tahu jika Hagi bukanlah itik buruk rupa yang akan menjadi angsa. Tapi sejak awal Hagi sudah menjadi elang di langit dan elang yang terbiasa di langit tidak akan tahan diam di dalam sangkar sekalipun sangkar itu terbuat dari emas. Raja Sejong juga akan menerima akibat dari keputusannya dan yang terburuk adalah bisa saja Hagi membencinya.



bersambung

__ADS_1


__ADS_2