Timeless Love

Timeless Love
To Be Come Concubin King/Mejadi selir Raja


__ADS_3

Semua ini benar-benar gila


Aku hanya ingin pulang



♡♡♡♡♡



Hagi berjalan dengan lemas setelah keluar dari kediaman keluarga Kim, hidupnya makin melelahkan di sini. Dia benar-benar berharap semua ini cepat berakhir. Jika ini mimpi, dia hanya ingin bangun dan kembali melakukan aktifitas seperti biasanya seperti pergi kuliah atau berlatih biasa dengan ayahnya.



Tapi jika bukan mimpi, Hagi berharap ia bisa cepat pulang, sayangnya sampai sekarang Hagi masih belum melihat tanda-tanda ia bisa pulang, dia bahkan semakin terlibat dengan era Joseon. Baru saja Hagi memikirkan tentang pulang, di hadapannya kini ada Kasim Choi yang sedang menghadangnya.



"Kim Hagi_ssi ikutlah dengan saya. Ada titah Yang Mulia yang harus kau lakukan." Hagi menghelah nafas kecil dia sebenarnya berniat mencari Kyuhyun ke istana dan menjelaskan semuanya lalu kembali beristirahat. Tapi belum apa-apa dia sudah harus kembali bekerja sepertinya.



"Baiklah." Hagi hanya bisa mengangguk lalu mengikuti Kasim Choi dari belakang.



Hagi mengerutkan keningnya ketika tempat yang di tuju bukanlah istana melainkan rumah peristirahatan Yang mulia di luar istana. Selama ini Yang Mulia tidak kesini jika memang dalam keadaan sibuk, dan setahu Hagi sekarang Rajanya itu masih sibuk mengurus kenaikan pangkat beberapa mentri juga mengurus beberapa petisi dari para mahasiswa Sunkyunkwan.



"Masuklah, Yang Mulia sudah menunggumu didalam." Tanpa banyak bicara Hagi memasuki ruangan pribadi Yang mulia, ini juga jadi sedikit aneh karena biasanya jika disini Hagi dan Yang Mulia berbicara bukanlah di ruangan pribadi tapi di ruang tengah yang memang di khusus kan untuk berdiskusi.



Yang Mulia nampak terduduk sambil memejamkan mata di hadapan Hagi, saat Hagi menghaturkan hormatnya Raja Sejong baru membuka mata lalu mempersilahkan Hagi duduk. Hagi bisa melihat jika Rajanya ini sedang gelisah dan juga tidak tenang.



"Apa ada masalah? Kenapa Yang Mulia terlihat cemas?" Gerakan Raja selanjutnya cukup membuat Hagi terkejut, Rajanya itu mendekat ke arahnya lalu menggenggam tangannya.



"Berjanjilah dulu kalau kau tidak akan marah padaku?" Belum hilang rasa terkejut Hagi, kali ini Rajanya ini membuat Hagi bingung.



"Apa maksud Yang Mulia?" Raja Sejong menarik nafas pelan lalu menatap Hagi serius.



"Aku harus menjadikanmu selir." Hagi menahan nafas sambil membulatkan matanya terkejut, tubuhnya kini menengang sempurna, dengan sedikit canggung Hagi tersenyum ragu.



"Apa Yang Mulia bercanda lagi? Kalau iya, Yang Mulia berhasil membuatku terkejut." Raja Sejong tetap menatap Hagi serius membuat Hagi menelan ludah susah, dengan cepat Hagi menarik tangan Hagi yang masih di genggam oleh Raja Sejong.



"Kenapa Yang Mulia begini? Bukankah Yang Mulia tahu siapa yang saya cintai? Lagi pula saya hanya anak angkat seorang pelayan mana pantas bersanding dengan Yang Mulia." Kali ini Raja Sejong kembali menghelah nafas lalu menggenggam tangan Hagi lagi lebih erat.



"Justru karena itu aku ingin kau menjadi selirku, agar kau masih bisa bersama dengan orang yang kau cintai. Aku akui aku memang menginginkanmu, tapi bukan karena itu aku ingin menjadikanmu selir." Hagi masih terlihat bingung tidak mengerti.



"Saya tidak mengerti apa maksud Yang Mulia..." Raja Sejong kali ini menyerahkan dua gulungan dan satu surat kecil di hadapan Hagi.

__ADS_1



"Bukalah..." Hagi menelan ludah gugup, pertama Hagi membuka surat yang kini ada di hadapannya, Hagi menatap Yang Mulia bingung.



"Itu surat pengangkatan kau menjadi anak angkat mentri Park, itu berarti statusmu sudah menjadi seorang bangsawan."



"Tapi untuk apa? Saya sudah memiliki orang tua angkat, paman dan bibi Ma." Raja tidak menjawab beliau hanya menyodorkan dua gulungan yang belum Hagi buka.



Kali ini Hagi membulatkan matanya terkejut, yang ia baca adalah titah pengangkatannya sebagai selir bintang lima besok di istana, upacara pengangkatan akan di pimpin oleh Ratu Seoheon sendiri. Dia menjadi salah satu calon selir dari Wangsa Kim yang di angkat oleh Raja besok.



"Tapi Yang Mulia bukankah kita sudah menunjuk saudara jauh mentri Kim untuk menjadi selir? Kenapa jadi saya?" Raja masih tidak menjawab dan menyerahkan gulungan terakhir agar Hagi membacanya. Hagi menarik nafasnya gugup, sejak tadi Rajanya terus memberikan dia shock terapi pada jantungnya dengan tulisan-tulisan yang ia baca. Perlahan Hagi membuka gulungan terakhir lalu membacanya perlahan kali ini bahkan tubuh Hagi bergetar ketakutan demi Tuhan, isi gulungan ini lebih mengerikan dari sebelumnya. Isinya adalah tentang keinginan Yuan yang ingin menjadikan Hagi sebagai upeti kerajaan, yang benar saja.



"Gulungan yang sekarang kau bacalah yang membuatku memutuskan agar kau menjadi selirku. Aku tahu aku egois, tapi aku tidak mau berjauhan denganmu Hagi. Aku juga tidak akan pernah rela kau di jadikan upeti untuk utusan Yuan. Hanya dengan menjadikan kau selirku aku bisa membertahankanmu di sisiku. Kau juga masih bisa bertemu dengan Kyuhyun karena dia juga akan aku angkat menjadi kepala pengawal kerajaan." Hagi menatap Rajanya nanar, dia tidak tahu jika Raja Sejong masih sempat memikirkan perasaannya pada Kyuhyun di saat seperti ini.



"Apa ini karena ke ikut sertaanku saat acara penyambutan kemarin?" Raja Sejong menghelah nafas lalu mengangguk kecil.



Hagi memijit kepalanya yang semakin sakit padahal dia masih belum sehat benar tapi lagi-lagi dia harus menghadapi masalah yang lebih rumit dari sebelumnya.



"Ya Tuhan bahkan masalah kemarin masih belum selesai, sekarang kau memberikanku masalah lain?"




"Maafkan aku, aku hanya bisa melakukan ini untukmu setelah apa yang kau lakukan untukku selama ini. Tapi aku berjanji akan melindungimu, aku tidak memintamu untuk memberikan hatimu untukku, hanya teruslah di sisiku. Itu cukup untukku." Hagi mengigit bibirnya bingung, jika di pikir lagi apa yang Raja Sejong lakukan memang masuk akal, tapi Hagi bukanlah orang yang bisa selamanya akan tinggal di era Joseon. Setidaknya Hagi berharap begitu, karena walaupun merasa terikat disini, Hagi tetap ingin pulang ke zaman nya. Masalahnya Hagi sendiri masih belum tahu kapan dan bagaimana dia pulang dan apakah tugasnya di masa lalu masih banyak atau sudah selesai? Dan lagi di pikir berulang-ulang sekalipun Hagi tidak pernah menemukan namanya dalam sejarah masa Raja Sejong untuk di jadikan selirnya.



"Yang Mulia apa tidak ada cara lain selain ini? Maksudku apa tidak ada cara yang lebih ringan dari pada menjadi selir?" Mendengar ucapan Hagi ada rasa kecewa di hati Raja Sejong, tapi Beliau sedikit lega karena di luar dugaan Hagi bisa menerima sarannya ini dengan pikiran terbuka dan tidak membencinya.



"Jika ada aku pasti sudah mengunakannya, jujur saja aku tidak ingin mengurungmu di istana untuk menjadi selirku yang harus selalu menjaga sikapnya bahkan mungkin akan membatasi apa yang kau sukai. Tapi aku tidak menemukan cara lain agar utusan Yuan menyerah untuk menginginkanmu." Hagi memejamkan matanya sambil mengerang frustasi, justru itu yang membuat Hagi semakin bingung, jika dia menjadi selir bukan hanya akan merubah sejarah tapi juga Hagi akan sangat kesulitan mencari cara untuk bisa kembali ke masanya.



"Yang mulia bisakah saya memikirkannya dulu? Ini terlalu mendadak untuk saya? Setelah apa yang terjadi belakangan ini, saya masih belum sanggup melakukan semua ini." Raja Sejong menatap Hagi sama frustasinya dia bukanya ingin terburu-buru mengangkat Hagi menjadi selirnya, hanya saja utusan Yuan meminta bukti resmi jika Hagi sudah menjadi selirnya.



"Aku tahu ini berat untukmu, tapi utusan Yuan akan terus memintamu, dan jika hal ini sampai pada para mentri aku tidak yakin mereka akan diam saja Hagi. Mereka pasti memintaku untuk memberikanmu pada Yuan." Hagi menghelah nafas lelah, jadi Hagi benar-benar tidak bisa memberikan suara apapun?.



"Baiklah saya sudah tidak ada pilihan lain bukan? Saya patuh pada titah Yang mulia." Raja Sejong tersenyum sedih dia tahu Hagi tidak bahagia dengan keputusannya, tapi Raja Sejong akan menanggung semua resikonya nanti. Raja Sejong kembali menggenggam tangan Hagi erat lalu menatap Hagi yang memancarkan rasa lelah yang amat dalam.



"Aku tidak memintamu menjadi selir seperti selir lainnya, aku hanya berharap kau mau menjadi teman tempat aku berbagi di istana. Jadi jangan terlalu di pikirkan." Hagi sudah tidak sanggup lagi berkata-kata dia hanya mengangguk kecil.


__ADS_1


"Baik istirahatlah, besok pagi kasim Choi akan membawamu ke istana. Aku juga akan memberi waktu untukmu dengannya malam ini, karena sekalipun aku mengizinkan hatimu tetap miliknya, setelah kau jadi selirku aku tidak akan mengizinkan dia menyentuhmu lagi. Gunakan malam ini sebaik mungkin." Hagi mengerutkan keningnya tidak mengerti tapi Rajanya itu tetap pergi meninggalkannya sendirian di ruangan itu.



Tapi selang beberapa menit seseorang masuk kedalam ruangan itu dan dengan cepat membuat Hagi berdiri dari dudukknya lalu menatap orang di hadapannya dengan tatapan terluka.



"Kyuhyun_ah..."



Kyuhyun menatap Hagi dengan sama terlukanya bahkan namja itu menangis sambil menatap Hagi yang kini berdiri di hadapannya.



"Bolehkah aku memelukmu?" Kyuhyun bertanya dengan suaranya yang parau, sesak di dadanya membuat Kyuhyun bahkan sulit untuk berbicara, Hagi bahkan sudah terisak menangis sejak melihat air mata turun di pipi tirus Kyuhyun.



Hagi hanya mengangguk cepat lalu memeluk Kyuhyun lebih dulu lalu suara isak tangisnya semakin terdengar pilu, tubuh Kyuhyun tidak kalah bergetarnya dengan Hagi, dia menangis dalam diam memeluk Hagi dengan erat karena mungkin ini terakhir kali dia bisa memeluk Hagi, sebagai patner, teman dan juga sebagai gadis yang ia cintai. Setelah malam ini Hagi dan Kyuhyun bahkan tidak di izinkan berjabat tangan sekalipun.



Setelah hampir setengah jam berdiri berpelukan sambil menangis akhirnya Kyuhyun menarik tangan Hagi menuju halaman belakang rumah itu, di sana keduanya duduk di beranda sambil menatap kosong kearah langit, tangan mereka masih berpegangan dengan erat seolah mewakili setiap kata yang tidak sempat mereka katakan sebelumnya. Pikiran kedua nya mengelana tiada habisnya.



"Aku sudah dengar semuanya dari Hyung. Baguslah kau jadi selir, jadi kau tidak akan bisa kembali ke duniamu." Kyuhyun menatap Hagi yang menatapnya sedih, lagi Kyuhyun memeluk Hagi kedalam dekapannya Hingga Hagi bisa merasakan detak jantung Kyuhyun di telapak tangannya. Perlahan Hagi sedikit mengurai pelukan Kyuhyun menatap Kyuhyun dalam, Hagi merekam semua lekukan wajah Kyuhyun di ingatan dan hatinya lalu tangannya terulur mengelus wajah Kyuhyun yang lembab, sesaat Kyuhyun memejamkan matanya menikmati, dia tidak pernah seintim ini dengan wanita mana pun membuatnya semakin sedih dan sesak di hatinya.  Kyuhyun menggenggam tangan Hagi yang mengelus wajahnya lalu meletakan telapak tangan Hagi di bibirnya, kecupan berulang ulang Kyuhyun berikan di tangan Hagi membuat air mata kembali jatuh dari mata Hagi.



"Kau tidak ingin aku kembali keduniaku?" Kyuhyun kali ini merengkuh pipi Hagi dengan kedua tangannya lalu menghapus air mata yang terus berjatuhan dari mata Hagi.


"Iya... Aku akan melakukan apapun agar kau tetap disini sekalipun aku hanya bisa melihatmu saja itu sudah cukup bagiku. Aku akan melindungimu dengan nyawaku sekalipun akan menyakitkan untuku." Hagi semakin terisak sedih, kenapa dia justru mendapatkan seorang pria yang berkorban banyak untuknya di zaman ini zaman di mana dia tidak tahu akan berapa lama ia tinggal disini, kenapa bukan di masanya?



"Bagaimana jika aku menghilang lagi seperti kemarin?" Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan kuat lalu memeluk Hagi kembali dengan erat.



"Aku tidak akan membiarkannya. Aku akan menikah dengan Hyunmie, hyung akan menikah dengan Shin Min ah. Jadi kau tidak akan bisa pergi lagi. Aku tidak akan pernah mengizinkannya." Hagi memeluk Kyuhyun erat-erat, Hagi tidak menyangka Kyuhyun mencintainya sedalam ini, padahal selama ini Kyuhyun terkesan dingin padanya. Hagi juga tidak tahu sebenarnya dia bisa kembali atau tidak, tapi sekalipun sekarang Hagi masih ingin pulang Hagi berharap dia masih bisa menghabiskan sedikit waktu lebih banyak bersama Kyuhyun.



Kyuhyun kembali merengkuh wajah Hyunmie dengan kedua telapak tangannya menatap Hagi dengan perasaan campur aduk, dia sedih, marah, kecewa dan juga frustasi saat menatap Hagi. Perlahan Kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya ke arah Hagi, matanya kini sudah beralih pada bibir kecil memerah milik Hagi, Kyuhyun menutup matanya ketika Hagi juga melakukan hal yang sama.



Dengan rasa di lema, frustasi dan juga luka untuk cinta mereka Kyuhyun menempelkan bibirnya di bibir Hagi yang terasa lembut untuknya, bergerak perlahan menyapu bersih setiap lekuk bibir Hagi yang terasa manis untuk Kyuhyun. Mengerang sedih ketika menyadari setelah ini dia tidak bisa merasakan hal manis ini lagi dari Hagi, membuat Kyuhyun kembali menangis dalam diam tanpa melepas ciumannya dengan Hagi.



"Sekali ini saja... biarkan aku merasakan pernah memilki wanita yang aku cintai. Aku mohon..."



Kyuhyun terus berdoa dalam hati agar tidak ada siapapun yang mengganggunya malam ini dengan Hagi, karena setelah ini yang bisa Kyuhyun lakukan hanya melihat Hagi dari jauh. Kyuhyun sangat berterimakasih pada Raja Sejong yang masih memberikan sekali saja kesempatan untuk dia dan Hagi bersama.



"Terimakasih Yang Mulia..."



__ADS_1


bersambung


__ADS_2